48 Months Agreement With CEO

48 Months Agreement With CEO
Menyelesaikan yang tertunda



**Area khusus dewasa!!!


Yang dibawah umur SKIP ya, tapi jangan lupa di Like dulu 😘😁


Peringatan Jangan dibaca di jalan, di tempat umum, kuatir sesak nafas dan pingsan, nanti dikira kena Virus Corona.


Selamat membaca episode yang digantung kaya jemuran. Semoga terhibur dan puas**.


...💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕...


Lilin-lilin aromatherapy, sudah menyala di


setiap sudut ruangan. Lampu ruangan kamar sudah dimatikan, tinggal lampu kuning di sudut ruangan. Beberapa tangkai bunga dalam vas sudah menghiasi ruangan kamar. Tidak ada kelopak bunga mawar di atas tempat tidur, karena Jason tidak menginginkannya.


Musik mengalun dengan lembut menambahkan suasa romantis disana. Sebotol champange dan strawberry yang dicelupkan coklat sudah siap menjadi pendamping. Semua keromantisan ini sudah disiapkan sendiri oleh Jason berkat ilmu yang diajarkan oleh sahabatnya, Erick.


Jason menjemput Lia di ruang perpustaan sehingga gadis itu menyudahi percakapannya dengan Emely. Sebelumnya mereka sudah menikmati makan malam bertiga dengan tenang dan Jason melarang Lia untuk memakan hidangan penutup, karena dia berjanji sudah menyediakan hidangan penutup di kamar.


Pasangan muda ini berjalan dengan bergandengan tangan menuju kamar. Masih terngiang di telinga Lia, kalimat Emely yang mengatakan," Aku tidak pernah melihat seorang pria yang begitu mencintai seorang wanita meskipun terlalu berlebihan dan possesif. Suamimu, si pria tampan itu, aku yakin hanya ada kau dalam hidupnya."


Lia melirik Jason di sisinya, dia juga melirik tangan Jason yang menggenggam tangannya dengan erat. Jantung Lia berdebar merasakan kehangatan yang di salurkan di sana. Kali ini Lia berjanji pada dirinya untuk lebih melembut dan memberikan diri seutuhnya pada Jason. Lagi pula Jason adalah suaminya.


Lia merasa takjub ketika Jason membuka pintu kamar. Semua yang ada disana begitu indah dan romantis. Wangi aromatherapy itu dengan lembut menyeruak ke pernafasan Lia, mengantarkan perasaan tenang dan di cintai.


Lia menoleh dan menatap Jason. Dia sangat tersentuh dengan apa yang telah disiapkan oleh pria dihadapannya ini.


"Ini semua kau yang menyiapkan?" Tanya Lia dengan bergetar.


Jason mengangguk.


Pria tampan itu menatap wajah Lia dengan lekat, dia kemudian dengan lembut menarik tangan gadis yang dia sangat cintai itu ke tengah ruangan. Jason meletakan kedua tangan Lia melingkar di lehernya dan kedua tangan Jason dengan lembut memeluk pinggang Lia. Pria tampan itu mengajak wanita manis dalam dekapannya, untuk bergoyang mengikuti irama musik yang lembut.


Lia tak kuasa membalas tatapan mata Jason kepadanya. Gadis itu memalingkan wajah dan lebih memilih menyandarkan kepalanya di dada bidang Jason. Disana dia dapat mendengar degupan jantung Jason yang seakan-akan menyerukan kata LOVE YOU berulang-ulang. Dan Lia terbuai oleh nya.


Belum lagi wangi tubuh Jason, yang menyeruak masuk ke pernafasan Lia, bersaing dengan wangi aromatherapy yang lembut. Aroma khas dari tubuh Jason yang entah sejak kapan menjadi favorite nya dan seringkali membuat dirinya susah tidur, jika tidak menghirup wangi tubuh kekar ini.


Belaian tangan Jason yang lembut dia rasakan di punggung. Tangan-tangan kekar itu membuat Lia selalu merasa aman. Saat kulit tangan hangat itu menyentuh kulit leher belakang Lia, gadis itu merasa terbakar sensasi yang tidak dia mengerti.


Lia kembali menengadahkan wajahnya menatap Jason sesaat, kemudian dia menutup kedua kelopak matanya dan menanti. Jason tidak menyianyiakan kesempatan itu. Dia tidak akan membiarkan bibir itu merekah begitu saja.


Dengan berawal dari kecupan-kecupan ringan yang lembut, ciuman mereka menjadi bertaut dengan saling membalas. Hisapan, pagutan dan lum*tan, bercampur dengan lidah yang saling bertaut.


Satu tangan Jason dengn lembut mulai menarik resleting gaun Lia perlahan, hingga terkuak sempurna. Tangan kekar itu menjelajahi punggung halus Lia perlahan, membelai dan mengusap dengan lembut hingga sebatas pinggul.


Bibir Lia yang masih terkunci oleh bibir Jason, tidak dapat mendesah dengan lepas saat tangan Jason mulai menelusuri punggungnya. Gadis itu masih menegadah dalam pelukan Jason dan tangannya mulai meremas rambut dan membelai lembut tengkuk Jason.


Jason melepaskan pagutan mereka, sesaat dia menatap Lia yang terpejam. Dengan lembut Jason membelai tangan Lia, bergerak perlahan ke atas lengan dan berakhir di bahu. Pria itu kemudian menyeruakan gaun yang masih menggantung di bahu Lia, hingga turun perlahan dan terlepas dari tubuh Lia.


"Haaahhhhh....." Lia mendesah ketika merasakan gaunnya yang terlepas dan hembusan angin ac menerpa kulitnya. Lia membuka mata dan melihat bagaimana Jason memandangi tubuh polosnya dengan penuh kekaguman. Ada cinta di mata Jason. Dan ada cinta pula di mata Lia.


Pria itu menundukan wajahnya dan mencium lembut buah dada yang menyembul di balik bra berenda berwarna biru gelap itu. Sementara jemari tangannya mulai bergerak di balik punggung Lia, berusaha membuka kaitan dibelakang sana.


Lia mendesah keras ketika merasakan bagaimana aktifnya lidah dan bibir Jason di dadanya. Dia mendesah semakin keras dan meremas rambut Jason semakin kuat, ketika pria itu berhasil melepas kaitan bra dan mulai meremas dada juga melu*at nya dengan rakus.


Dia melenguh merasakan sensasi yang samaa dengan cara yang berbeda. Getaran itu semakin kuat mengalir di sekujur tubuhnya. Lia merasakan gejolak dalam tubuhnya semakin kuat. Gejolak asmara tampak memenuhi tubuh mereka.


"AAAH..HAAAHH..." bibir Lia terbuka dan mendesah dengan kuat ketika tangan Jason membelai dan meremas organ intimnya, yang masih terlindung dengan celana dalam berwarna senada dengan bra yang dia pakai.


Jason mendorong tubuh Lia perlahan, sehingga gadis itu berjalan mundur dengan kepala yang terasa pening, akibat ciuman bibir Jason di bibirnya dan juga remasan tangan Jason yang masih bersarang di organ intimnya.


Kini Lia bersandar di tembok dan Jason yang berlutut di hadapan Lia semakin buas menciumi dadanya. Tangan pria itu bergerilya keseluruh bagian tubuh Lia. Meremas dam membelai setiap sudut dengan penuh kelembutan.


Jason menginginkan lebih, tapi dia harus bersabar seperti ajaran Erick. Di harus membuat segitiga emas itu tahluk sebelum Rajawalinya bisa bersarang dengan nyaman. Sebelum burung Rajawalinya bisa merasakan kehangatan dan kelembutan hisapan sarang segi tiga emas itu.


Jason menyeruakkan paha Lia dan membelai paha dalam itu. Lia masih menggigit bibir nya dan melihat bagaimana tangan Jason membelai organ kewanitaannya.


Tapi.... kali ini Lia mendesah keras dan matanya terbelalak ketika sebuah jari Jason masuk kedalam organ kewanitaannya yang sudah lembab. Lia merasa sesuatu dalam dirinya meledak ketika Jason menggerakan jemari nya keluar dan masuk dengan lembut.


Tangan Lia bingung hendak menggapai sesuatu, untuk menahan semua rasa yang dia rasakan dari dalam tubuhnya. Tetapi tangan itu hanya dapat menyentuh tembok di belakang tubuhnya. Meregang kaku dengan punggung menempel rapat di tembok.


Lia menghembuskan nafas sedikit lega ketika Jason mulai melepaskan jari nya. Pria itu bukan bermaksud memberi jedah, tetapi memberi kesempatan pada dirinya untuk dapat dengan segera membuka kaos dan melepas celana panjangnya.


Kemudian Jason menghimpit tubuh Lia di tembok seraya berkata," nikmat bukan? Tidak sakit kan?"


"Tapi, itu kan jari, Jason... bukan... " ah, Lia memalingkan wajahnya malu mengingat betapa besarnya rajawali Jason dibandingkan dengan sebuah jari.


Jason terkekeh lembut. Dia kembali mencium bibir Lia dan meremas dada gadis itu. Lia kembali melebarkan bola matanya ketika jemari Jason menyeruak masuk dan kali ini di barengi dengan jilatan lidah Jason yang lembut. Hisapan dan jilatan itu membelai orang intim Lia. Membuat gadis itu terengah-engah dan bingung harus bagaimana.


Terkadang dia meremas rambut Jason, dan ada kala dia melengkungkan punggungnya merasakan sensasi nikmat yang membakar tubuhnya. Lia tidak dapat menahan lagi dan dia melenguh saat merasakan tubuhnya bergetar dengan hebat. Rasa yang baru pertama kali dia rasakan. Kenikmatan yang diberikan oleh pria yang ia cintai.


Jason merasakan cairan hangat yang keluar dari organ intim Lia, dia tersenyum puas. Jason merasa bahagia karena berhasil mengantarkan Lia pada kenikmatan. Dan saat ini pelumas itu sudah membasahi segitiga emas tempat burung rajawali akan bersarang.


Jason mengangkat tubuh Lia dan membaringkan gadis yang masih lemas itu diatas tempat tidur. Dengan lembut Jason menggesekan rajawalinya di sana. Dan mulai menyeruak masuk perlahan.


"Jason.." LiA hendak protes, gadis itu masih trauma dengan rasa sakit yang dia rasakan sebelumnya, tapi bibirnya terkunci oleh bibir Jason.


Dengan lebih lembut Jason mendorong masuk burung rajawali ke sarang emasnya. Seperempat, Jason mengerang disela-sela ciumannya pada Lia. Meskipun pelumas sudah membanjiri sarang emas itu, tapi tetap saja terasa sangat sempit.


Jason mendorong lagi perlahan, Jleb! Setengah, tiga perempat dan jleb! Lia melengkungkan punggungnya, menahan rasa sakit di segitiga emas nya. Namun, rasa sakit itu menghilang seiring dengan burung rajawali yang bersarang penuh di dalam sarang emasnya.


Lia bisa merasakan hawa panas menyelimuti tubuhnya. Dia bisa merasakan betapa burung rajawali itu menguasai segitiga emas nya, terasa penuh dan sesak. Dan sensasi penuh itu terasa lebih luar biasa nikmat daripada sebuah jari.


Pelukkan Jason membuatnya lebih tenang. Kali ini tidak terasa menyakitkan. Kali ini semua nya berbeda. Kali ini Lia menggila merasakan sensasi burung rajawali yang diam di dalam sarangnya.


Jason menciumi kening dan bibir Lia. Sesaat kemudian dia menarik perlahan rajawali nya setengah dan membenamkan nya lagi. Lia tanpa sadar mendesah kuat, bibirnya terbuka dan nafasnya sesaat tertahan dengan punggung yang melengkung. Ketika Jason kembali menarik dan membenamkan rajawali nya lagi, Lia baru bernafas dan punggungnya kembali releaks.


Lia mendesah tiada henti seiring dengan permainan Jason. Ini pertama kali dalam hidupnya merasakan sensani yang luar biasa. Kejutan-kejutan yang dia rasakan malam ini, begitu membuat dirinya terbuai dan melayang dalam langit kenikmatan.


Jason terus menggerakan pinggulnya, merasakan setiap pijatan dan kehangatan yang di berikan oleh sarang emas Lia. Dia juga pertama kali merasakan kenikmatan dunia itu. Jason tidak ingin menyudahinya dengan cepat. Dan karena itu dia melepaskan rajawalinya untuk sesaat sebelum bersarang lagi dengan lebih buas.


Setelah lebih dari empat puluh menit berpacu, akhirnya rajawali muntah di tempat yang seharusnya. Dia menghujani sarang emasnya dengan muntahan kenikmatan, bersamaan dengan erangan keras dari kedua insan.


Jason berguling di sisi Lia dengan keringat yang membasahi tubuhnya dan tubuh Lia. Jason memandang Lia disisinya yang masih memejamkan mata dan mengontrol nafasnya. Dada gadis itu naik turun tidak beraturan. Pucuk-pucuk dada berwarna pink itu tampak masih menegang dan sangat menggoda Jason.


Pria itu tidak ingin berhenti. Dia menginginkan kembali kenikmatan yang baru saja dia rasakan. Dan signal-signal itu ditangkap dengan sigap oleh Rajawali. Perlahan burung rajawali yang baru saja terkulai lemas, bangkit dan menunjukan keperkasaannya.


Kembali Jason menciumi puncak dada Lia dan bermain di sana. Gadis itu baru saja berhasil mengontrol nafasnya dan baru saja bisa melemaskan bahunya. Tetapi mata nya kembali terbelalak, ketika merasakan bagaimana burung rajawali itu kembali menyeruak masuk tanpa permisi.


"Ssshhhhsshhh.. haaaahhhh."


...💖💖💖💖💖💖💖💖💖...


Ehem.... ehemmm...


Jangan lupa keep poin dan kupon vote yaaa. Sumbangkan untuk author tgl 1 dan 15 feb yaaa.


Terimakasih atas dukungannya.


Semoga tidak ada yang memderita sesak nafas.


Kalau kurang Hot, maafkan sayaaaa.