48 Months Agreement With CEO

48 Months Agreement With CEO
Seribu mawar



"Aku mencintaimu, Laurent ...," bisik Erick lagi saat mereka sudah menyelesaikan oelepasan entah untuk yang keberaka kalinya.


Laurent memejamkan mata. Air mata bergulir di pipinya. Pernyataan Erick adalah hal yang selama ini dia nantikan.


Dia sudah membuang harga diri dan rasa malu untuk mendapatkan pernyataan itu. Ternyata semua tidak sia-sia.


"Maafkan sikapku yang selalu menyudutkanmu. Aku menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menyadari semuanya," bisik Erick lagi sambil mengusap air mata Laurent dan kembali mengecup bibir wanita itu berulang kali.


Tubuh mereka masih telanjang. Laurent merasakan hembusan angin laut yang semilir membelai tubuhnya dari jendela kecil. Tapi yang lebih mengena adalah pelukan lembut Erick.


"Tapi kita sudah bercerai, Erick. Tidak seharusnya aku membiarkan diriku jatuh dalam pelukanmu," desah Laurent lemah.


"Kita belum bercerai. Karena kertas itu sudah aku hancurkan di mesin penghancur kertas. Selamanya aku tidak akan menceraikanmu." ujar Erick tegas.


"Bagaimana dengan Svetlana?"


"Ada apa dengan dia?" tanya Erick menggoda.


Pertanyaan yang dilontarkan Laurent membuat Erick berbunga-bunga. Itu artinya Laurent cemburu dan sangat mencintai dirinya.


"Bukankah kalian bersama?" ujar Laurent dengan memalingkan wajahnya ke arah lautan dari balik jendela.


"Kenapa aku bersama dia ketika aku sudah memilikimu?" Sahut Erick sambil mengecup tengkuk Laurent.


"Tapi ... aku melihat dia ... kalian ... berpelukan." desah Laurent dengan berat hati.


"Dia memelukku bukan aku yang memeluk dia sepeti ini, bukan?" Erick memeluk tubuh telanjang Laurent dengan erat dari belakang


"Sama saja ...,"


"Tidak sama!"


"Entahlah Erick ...."


"Lupakan Svetlana, Sayang. Gadis itu sudah aku kirim untuk menerima promosi pekerjaan di Asia." ujar Erick lembut.


Laurent memalingkan wajahnya menatap Erick tak percaya.


"Dia bisa saja menolaknya, Bukan?"


"Aku dengar dia sudah menerimanya."


Laurent terdiam. Tidak ada alasan lagi bagi dirinya untuk menolak Erick. Gadis itu sudah menjauh. Tapi, Laurent enggan mengakuinya secara langsung kebahagiann dalam hatinya.


"Erick aku perlu waktu ...."


"Kau sudah mengambil waktu yang lama. Kau pikir bagaimana resahnya diriku selama tiga bulan belakangan ini? Aku tidak bisa makan dan tidur bahkan bekerja dengan tenang karena dirimu. Saat itu ketika hujan, aku tidak bisa langsung mengejarmu, karena gadis itu mengancam akan bunuh diri. Dan aku terpaksa menyeretnya ke apartement. Aku pikir kau masih ada di sana. Tapi ternyata kau menghilang. Kau tidak tahu kah? Berapa kali aku menandatangani Mario? Di mana aku tinggal selama berapa waktu ini? Di Penthouse! Hanya untuk menanti dirimu. Berapa banyak lagi aku harus membuktikannya?"


Laurent tertegun mendengar panjang lebarnya perkataan Erick. Pria yang biasanya bicara minim padanya, tiba-tiba memiliki banyak kosakata.


Erick memutar tubuh Laurent agar terlentang. Pria itu kembali mencumbu istrinya, membuat Laurent mendesah. Selama enam bulan perkawinan mereka, selain malam pertama, baru kali ini mereka bercinta berkali-kali dengan luar biasa.


Mereka terus bergumul hingga matahari akan terbenam. Erick kemudian menggendong Laurent dan mengajak wanita itu untuk mandi.


Setelah dengan lembut menggosok tubuh Laurent ketika mandi, Erick menuju ke dapur dan memasak makanan.


Laurent termangu melihat Erick memasak. Hal yang indah dan sexy bagi dirinya, bisa duduk tenang satu ruangan dengan Erick.


Mereka menikmati makan malam di bawah cahaya bulan Purnama. Tidak ada yang mengganggu, hanya ada mereka berdua.


Laurent bersandar di dada Erick. Dia tidak ingin memungkiri perasaannya lagi. Erick adalah yang terkasih yang dia inginkan.


"Besok pagi-pagi, aku akan menemui Tuan Besar. Aku akan menegaskan pada dia bahwa aku mencintai dirimu dan tak akan melepaskan dirimu."


"Erick ...." Laurent mendesah bahagia.


"Aku membawa sesuatu untukmu. Aku yakin kau akan senang melihatnya."


Erick kemudian menggandenga tangan Laurent menuju ke ruang tamu dalam kapal pesiar kecil itu.


Mata Laurent terbelalak melihat apa yang dia dapatkan dari Erick. Laurent tertawa bahagia.


"Itu adalah seribu mawar yang mewakili jutaan permintaan maaf dariku."



...๐ŸŒนโ˜•๐ŸŒนโ˜•๐ŸŒนโ˜•๐ŸŒนโ˜•๐ŸŒนโ˜•๐ŸŒนโ˜•...


Update aplikasi Noveltoon dan Mangatoon kalian untuk Mei Fiesta.


Jangan lupa berikan poin dan vote untuk Lijas ya. ingat Hadiah ranking akan di bagikan untuk kalian.


Sesuai dengan janji author


โ€ข Masuk 20 besar hadiah dari NT 100rb.ย  Akan dibagikan 50 rb rangking 1 tertinggi dan 25 rb untuk 2 orang lainnya.


โ€ข Masuk juara 2-10ย  besar hadiah dari NT 200 rb. Maka juara 1 dpt 100rb. Juara 2dan 3 @50 rb.


โ€ข Masuk juara umum besar hadiah NT 300 rb. Maka juara 1 @100rb. Juara 2&3@50 rb. Yang 100 rb akan dibagikan ke 10 pemberi hadiah lainnya.


Jika tidak masuk Juara 20 besar maka, tetap ada hadiah kejutan untuk ima besar saja yaaa.


Undian hadiah poin Hanya untuk bulan Mei 2021 saja. Okeyy.


Bagaimana? Semangat!


Gerakan 1 juta bunga untuk Lijas.๐Ÿ’