48 Months Agreement With CEO

48 Months Agreement With CEO
Malam Spektakuker



Hari yang di tentukan tiba. Lia dan Jason akan menghadiri pesta club bangsawan. Pesta ini adalah pesta tahunan yang diadakan oleh para konglomerat. Setiap dari konglomerat akan masuk dengam pin khusus.


Setiap warna pin menunjukan kedudukan dan kekuasaan. Pin dengan kekuasaan tertinggi adalah Warna merah. Diikuti warna jingga, kuning dan hijau. Pin warna ungu hanya di kenakan oleh para pekerja, sekurtiy, host acara, artis dan event organizer.


Tentu saja Jason datang dengan mengenakan pin berwarna merah. Di Prancis hanya sekitar sepuluh orang yang mengenakan pin warna merah, salah satunya adalah presiden dan perdana mentri Prancis, yang hanya mendapatkan pin itu karena kedudukan.


Setiap mata memandang Lia dan Jason yang memasuki gedung beralaskan karpet berwarna emas. Mereka tidak mengizinkan karpet berwara merah di gelar, karena itu mencoreng harga diri pin merah.


Setiap mata yang memandang akan terpaku menatap pasangan itu. Setelah sekian lama, pemuda yang menjadi rebutan di kalangan bangsawan dan selalu bertampang datar, hadir dengan seorang wanita cantik berdarah Asia. Hal itu mencoreng harga diri setiap bangsawan yang ada disana. Karema bagi mereka, Asia tidak lah sebanding dengan Eropa.


Jason membawa Lia duduk di meja utama. Dimana ibu dan adiknya berada. Lia mengangguk menyapa Laura yang mengacuhkan dirinya dan tersenyum menatap Laurent yang mengerdipkan mata padanya.


"Kau berani juga membawa wanita itu di depan public. " Desis Laura ditelinga Jason.


"Karena dia istriku."


"Istrimu? Dengan pernikahan diam-diam mu, sungguh memalukan. "


"Jangann khawatir ibu. Aku akan mengadakan pesta pernikahan besar-besaran. "


"Cih! Jangan sampai wanita itu memalukan ku. " Ancam Laura.


"Tenanglah ibu. Tidak ada yang akan dipermalukan malam ini, kecuali kau sengaja memicunya. "


Laura menatap Jason yang pandangannya terarah pada Lia. Tangan Jason menggenggam tangan Lia, yang sedang asyik berbincang dengan Laurent. Keakraban terjalin begitu saja antara Lia dan Laurent. Laura masih belum bisa menerima Lia sebagai menantunya.


Tak lama kemudian bergabung dengan mereka adalah pengusaha tambang emas permata , Tuan Jeff dan pengusaha bahan kimia, yang menyediakan berbagai macam zat kimia untuk di ubah menjadi obat-obatan dan senjata berbahaya, tuan Larry. Kedua orang asing yang tinggal di Prancis ini, diakui kekayaannya oleh dunia.


Jason memperkenalkan Lia pada mereka. Dan kedua orang tersebut yang hadir bersama istrinya, menyambut Lia dengan baik. Lia mengikuti percakapan Jason dengan kedua pengusaha tersebut.


Acara di mulai. Sambutan dan video deretan keberhasilan para konglomerat ditampilkan. Kenaikan tingkat dari pin hijau menjadi pin kuning dan pin kuning menjadi pin orange. Tentu saja penambahan untuk pin merah tidak ada.


Acara ini bukan saja untuk pamer kekuasaan, tetapi juga ajang untuk menjilat. Mencari investor, mencari sekutu, dan mencari perjodohan.


Di sudut lain. Di kalangan pemakai pin kuning, Natali duduk di temgah-tengah mereka dengan anggun. Sesekali dia menatap tajam pada Lia dan Jason. Natali tersenyum sinis antara senang dan marah.


"Bukan kah itu pangeran keluarga Madison? Dia bersama seorang gadis. Apakah kau mengetahuinya Natali? " Tanya mereka yang semeja dengan dirinya.


"Seingatku bukan kah ada gosip yang menyebar, jika kau adalah calon pasangan pangeran keluarga Madison? " Sindir seorang lainnya.


"Apakah kau tersingkir karena gadis itu? Dia tampak polos dan naif. " Ujar wanita yang pertama.


"Sudah diam kalian semua. Pertunangan kami belum diumumkan secara resmi. Jauhkan praduga kalian. Bisa jadi kalian akan menjilat ludah sendiri. " Sahut Natali dengan tajam.


Dari kejauhan berdiri Annet sang Medusa yang menggunakan pin berwarna hijau. Berkat kegigihannya Annet bisa berjuang mengganti pin ungu nya menjadi pin hijau. Dan Annet tidak akan berhenti memanjat hingga mendapatkan pin merah.


Annet tentu saja melihat kehadiran Jason yang menggandeng Lia dengan mesra. Annet sangat membenci Lia karena peristiwa permen karet dan juga kopi yang menodai baju mahalnya. Annet lebih geram lagi ketika Jason menggandeng Lia sang sekretaris dengan mesra. Annet tidak terima.


"Bukankah ada gosip yang mengatakan jika nona Natali yang akan menjadi pendamping hidup tuan muda Madison?"


"Benar. Aku juga mendengar gosip itu. "


"Benar. Tapi gadis itu tampak anggun dan cantik. "


"Benar. Aku menyukainya. Dia cukup pantas disisi tuan Jason. "


"Ah, entahlah. Bukankan nona Natali itu hebat. Dia seorang pengusaha fashion yang sukses dan pandai memainkan piano. "


Gosip itu di dengarkan Annet tanpa menimpali apapun. Dari percakapan tersebut, Annet mendapatkan ide. Dia kemudian keluar dari kursinya dan menghampiri Natali.


"Nona Natali, jika anda ingin mempermalukan wanita itu... Aku bisa membantu mu. " Ujar Annet.


Natali menatap Annet yang tiba-tiba berada di sisinya. Dia mengenal Annet sebagai seorang artis yang sukses. Dan atas dasar apa, Annet berani-berani nya mengatakan hal itu kepada nya. Apa yang Annet inginkan. Natali tidak menjawab perkataan Annet.


"Nona tidak perlu khawatir. Ini tidak akan membuat harga diri anda tercoreng. Anda cukup tampil dengam permainan piano yang memukau. Selebihnya saya yang akan mengatur. "


Natali mendengarkan perkataan Annet. Tetapi dia tidak mengiyakan ataupun menolak. Sikap Natali datar. Hal tersebut akhirnya di ambil kesimpulan oleh Anner sebagai tanda iya.


Dengan percaya diri Annet mendekati pembawa acara. Membisikan sesuatu kepada mereka. Dan mereka menyetujui hal tersebut. Karena bagaimanapun juga kedudukan Annet lebih tinggi dari mereka.


Pembawa acara tampil ke depan dan memanggil Annet untuk tampil mengisi acara. Annet yang jago menyanyi, mulai melantinkan suara khas seriossa dengan oktaf yang tinggi dan tingkat kesulitan. Seusai nyanyian Annet. Tepuk tangan meriah membahana. Bahkan Lia pun, ikut bertepuk tangan dengan kehebatan Annet.


"Malam ini akan semakin spektakuler dengan penampilan piano nona Natali, member dengan pin Kuning. Seorang wanita cantik, muda dan sukses."


Setelah itu lampu panggung menjadi gelap dan tak lama lampu sorot hidup dengan menyinari Natali, yang sudah duduk dengan anggun di belakang piano.


Gadis itu memainkan piano nya, mengumandangkan karya Mozart- Symphony no. 40. Permainan piano yang luar biasa, mampu membuat setiap mata terkesima dan memandangnya kagum.


Laura Collin memanggil Lia, "lihat wanita itu. Wanita luar biasa yang pantas menyandang nama Madison.


Lia tersenyum, " Tentu saja nyonya, dia luar biasa. Mungkin anda bisa memasangkannya dengan Daniel. " Ujar Lia datar.


Laura mendelik mendengar jawaban mantu tidak tahu dirinya itu.


Setalah permainan Natali yang luar biasa. Annet kembali muncul di pentas.


"Luar biasa bukan? " Tepuk tangan menjawab pertanyaan Annet.


"Malam ini, ada seorang anggota baru dari pin merah, yang baru pertama kali hadir. Karena ini moment luar biasa, saya akan langsung mengundang beliau untuk tampil. Melihat kepiawaian nona Natali, saya rasa nona satu ini lebih hebat lagi. "


Lampu sorot dan kamera langsung mengarah ke Lia. Lia dan Jason menjadi terkejut. Suara riuh rempah para undangan terdengar, mereka menginginkan Lia untuk tampil dan memberikan hiburan.


"Kau tidak harus maju." Ujar Jason.


Lia tersenyum dan menepuk tangan Jason. Jika dia tidak maju, maka mereka akan mempermalukan dirinya. Tetapi, jika Lia maju, dia tahu, dirinya tidak bisa menandingi kehebatan kedua wanita itu.


"Jangan mempermalukan keluarga Madison. Kami dari generasi ke generasi adalah pin merah foundation. " Ujar Laura sinis.


Perkataan Laura mencetuskan ide dalam pikiran Lia. Lia berdiri. Dia dengan percaya diri melangkah menuju panggung. Jason berharap cemas. Jangan katakan wanita itu akan menyanyikan miauw - miauw lagi, dengan suara pas-pas an nya.


...💖💖💖💖💖💖💖...