
"Tidak disangka kita bertemu kembali disini, Tuan Jason." Senyum Benita dan Belinda mengembang sempurna.
"Tampaknya ini akan menjadi pertanda baik. Dua kali kita bertemu tanpa direncanakan, bukan begitu Tuan?" Belinda angkat bicara.
Jason memandang mereka sekilas sebelum kembali membaca majalah Forbes.
Belinda dan Benita saling memandang, melihat keacuhan Jason. Memang benar desas-desus yang sering mereka dengar, jika Jason sangat dingin pada wanita. Lalu, siapa wanita yang dipeluknya tadi?
"Kebelukan Tuan Jason ada disini, mungkin bisa memberi pertimbangan pakaian yang hendak kami beli." Tampa menunggu jawaban Jason, Belinda menarik tangan Benita.
Mereka mulai memilah pakaian yang hendak dikenakan. Sesekali kedua wanita itu mwlayangkan pandangan mereka ke sekeliling butik, mencari wanita yang tadi bersama dengan Jason. Meskipun penasaran akan wanita terse but, mereka tetap berusaha untuk bersikap tenang. Yang lebih penting sekarang ini, bagaimana cara bisa dekat dengan anak konglomerat itu.
Belinda mencoba sebuah baju dengan belahan dada hingga dibawah dada. Pakaian yang menampiloan lekuk tubuh aduhai, sanggup membuat setiap mata terpaku kepadanya. Dada kencang dan indah dengan kulit kecoklatan yang glowing, menambah nilai plus.
Benita tersenyum gembira. Pria mana yang hari dan pikirannya tak akan ternoda, melihat keindahan wanita yang sempurna dihadapannya? Kecantikan dan keindaha tubuh Belinda, memang layak mendapatkan sorotan media masa. Menjadikan top model nomor satu, bahkan wanita tercantik di dunia.
Sayang sekali, Belinda harus mengorbankan impian. Sebagai anak pertama dari keluarga bangsawan dia harus belajar ilmu politik dan ekonomi. Dia harus berguna, meskipun pada akhirnya menikahi seseorang dengan tujuan politik. Tapi, jika pria setampann dan sesexy Jason. Belinda merelakan dirinya.
"Tuah Jason, lihat. Gaun itu tampak sempurna bukan dikenakan oleh kakak Belinda?" Benita menegor Jason dengan suara yang keras, agar pria itu mengalihkan pandangannya dari majalah Forbes.
Berhasil.
Jason mengangkat wajahnya dan memandang sekilas pada Belinda. Penampilan aduhai dan menggiurkan mata lelaki itu, tampak biasa saja bagi Jason. Toh, banyak sekali wanita seperti itu yang dia lihat. Anak-anak pejabat maupun pembisnis lainnya, bahkan pernah telanjang untuk memikat Jason.
Murahan! Dia adalah pembisnis. Mencari dan memanfaatkan keuntungan, tentu saja itu penting. Tapi untuk dirinya sendiri, tentu dia akan mencari produk yang berkualitas. Produk original yang tak tersentuh. Limited Edition.
Pandangan mata Jason hanya sepersekian detik menatap Belinda, dia langsung tersenyum kearah lain. Belinda dan Benita terkejut melihat arah tatapan mata Jason. Senyuman mahal itu ditujukan pada wanita lain. Wanita Asia itu.
Jason dengan ceria menghampiri Lia yang baru saja mengepas pakaian. Mata mereka mengunci satu sama lain. Beberapa pakaian yang di coba Lia sudah di proses oleh pramuniaga. Bagaikan pasangan yang sudah berpisah berbulan lamanya, Jason langsung memeluk dan mencium Lia.
Kemesraan mereka membuat kaka beradik beinitial awal B itu, menjadi kesal. Dengan segera Belinda masuk kedalam kamar pas dan mengganti pakaiannya. Dalam ukuran penampilan, duo B ini memiliki pesona yang luar biasa daripada Lia.
Keluar dari kamar pas, Belinda menelisik ke arah Lia. Dia menindai gadis itu dengan seksama. Tubuh semampai dengan benjolan di bagian dada yang hanya setengah miliknya. Tubuh yang cenderung kurus berbanding terbalik dengan body gitar spanyol miliknya.
Singkat kata tubuh Lia itu berbentuk angka satu sedangkan duo B angka delapan. 1 dan 8, jauh sekali kan perbedaannya. Tapi, bagaimana bisa mata lelaki waras seperti Jason malah memilih gadis dengan tubuh angka satu. Meskipun mata dan senyuman yang selalu ceria. Mungkin hanya satu itu keunggulannya.
"Mereka mengikutimu?" bisik Lia pada Jason sambil melirik kearah duo B.
"Nampaknya begitu, aku kan pria tampan." Jason mengusap jambangnya.
"Ih ... sudah mau jadi daddy, sombongnya gak berkurang sedikit."
"Kan ada pepatah, pria itu semakin tua semakin mempesona." Jason terkekeh melihat bibir tipis Lia yang mencibir
"Iya. Tapi juga harus semakin dewasa. Gak boleh genit. Jelalatan ...."
"Jelalatan? Apa itu?" Jason menautkan kedua alisnya.
"Melirik wanita laij yang sexy."
"Kapan aku pernah seperti itu?" Jason menaikan alisnya. Tampak semakin menggemaskan bagi Lia. Kegemasan harus ditahan dulu.
"Tadi."
"Aku tidak melirik." Jason membela diri.
"Aku lihat sendiri, kamu melihat kearah Belinda. Suka ya lihat yang bahenol." Tangan Lia menggambarkan bentuk gitar.
"Seru ya kalau bisa begitu."
"Heh?" Jason menatap Lia horor. Memutar mata kebelakang kepala?
Di kejauhan, perdebatan diantara Lia dan Jason, nampak begitu mesra bagi Belinda dan Benita. Mereka menjadi heran, bagaimana bisa Jason begitu akrab dengan wanita tersebut. Bukankah gosip mengatakan jika Jason dingin pada wanita.
"Hallo .... nona pasti kekasih Tuan Jason, ya?" sapa Benita.
"Dia itu is ...." Lia meremas tangan Jason dengan keras.
"Hai, namaku Lia." Lia mejawab sapaan Benita dengan memotong perkataan Jason. Sikap isengnya mulai muncul. Apa yang akan dilakukan oleh wanita itu, jika dia hanya kekasih Jason.
"Ah ... Lia. Imigran?" tuding Benita langsung dengan pandangan yang menyepelekan. Hal itu tentu saja membuat Lia kesal. Apakah semua Asia itu berarti imigran gelap? Apa dia tidak tahu, jika wanita Asia dihadapannya ini memiliki dua kewarganegaraan.
"Statusku apa ya di negara ini?" tanya Lia dengan raut wajah innocent ke arah Jason.
Jason hanya tersenyum sambil membelai rambut Lia dan menyisipkan anak rambut kebelakang telinga Lia.
"Sssttt ... jangan bilang siapa-siapa ya. Aku memang imigran di Prancis," bisik Lia pada Benita.
Gadis itu terperangah. Dia menoleh kearah Belinda. Sikapnya seakan-akan menemukan jalan keluar dari permasalahan mereka. Senyuman percaya diri kembali tersungging di wajah Belinda dan Benita.
"Kami mau pergi dulu ya, daaahh ...." Lia melambaikan tangan.
"Tunggu! Kalian belum makan siang kan? Kami juga belum. Bagaimana kalau kita makan siang bersama? Kami yang traktir. Hitung-hitung sebagai perkenalan diantara kita." ujar Benita dengan percaya diri.
Benita segera menggandeng tangan Jason dan menempelkan dada semangka nya ke lengan Jason, sedikit menekan dan menggeseknya. Dia mengerling manja dengan sangat berani. Benita berpikiran, jika Jason sudah menolak menatap Belinda, sosok yang anggun dan cerdas, tidak ada salahnya kan Benita yang lebih agresif. Toh kedepannya siapapun yang mendapatkan Jason, sama-sama untuk kepentingan keluarga.
Jason dengan kasar menarik tangannya dari pegangan tangan Benita. Dia menatap Benita dengan pandangan jijik. Terlalu agresif untuk wanita yang baru ditemui. Meskipun dia relatif kerjaan Spanyol, bukan berarti bisa berbuat semaunya. Pengawal yang menemani Benita, tampak bersiap dari kejauhan, melihat seorang pria berani bersikap kasar.
"Jaga sikap anda, Nona." ujar Jason ketus.
"Anda ...." Raut wajah Benita seketika memerah mendapatkan perlakuan kasar dari Jason.
"Nona Benita dan Belinda, bukan?" Lia tersenyum sambil bergayut di lengan Jason.
"Kekasihku ini tidak suka wanita berdada besar. Gak pas ditangan katanya. Lihatlah ukuranku. Pas kan ditangan. Mungkin, jika Nona memotong separuh dada anda, dia bisa berpikir dua kali untuk melirik kalian," ujar Lia dengan sikap yang dibuat seserius mungkin.
"Selamat siang, Nona-nona cantik." Lia dan Jason berjalan melewati Belinda dan Benita begitu saja.
Benita tidak terima dengan penolakan Jason yang terlalu terang-terangan. Apalagi disana ada beberapa orang yang menyaksikan. Benita superstars dari Spanyol tidak terima diperlakukan seperti itu.
Gadis itu berbalik menatap punggung Lia dan Jason. Tanpa berpikir panjang, ketika dilihatnya kedua orang tersebut berjalan tanpa pengawal, Benita dengan segera berjalan cepat mendekati Lia. Dia akan mempermalukan Lia saat ini juga dihadapan banyak orang.
Dengan sekuat tenaga Benita mendorong Lia. Dia mengambil kesempatan saat Lia melepaskan diri dari lengan Jason. Benita tidak lagi mempertimbangkan akibaynya. Toh bisa saja dia beralasan terpeleset sehingga tanpa sadar mendorong Lia.
Lia langsung terjungkal kedepan. Dia memekik tertahan sambil memegang perutnya. Tidak masalah jika dirinya sedang tidak mengandung. Lia berusaha menggapai tangan Jason, tapi terlamabat. Benita yang berpura-pura terpeleset sehingga mendorong Lia segera menjatuhkan diri ke arah Jason.
Akibatnya dia menabrak dan jatuh diatas tubuh Jason. Benita bertahan diatas tubuh Jason, mengunci pria itu sehigga sulit untuk bergerak cepat. Mata Jason terarah pada Lia yang terhuyung, tanpa memperdulikan Benita yang menindih sebagian tubuhnya.
"LIAAAAA!" pekik Jason dengan keras.
...💖💖💖💖💖💖💖...