
"Apa ini, Natalie?" Erick dengan heran mengambil sebuah kartu berwarna biru muda dengan pita merah mudah.
Dia membuka pita yang membungkus kartu itu dan tersenyum tipis membacanya.
"Selamaat Natalie. Tak kusangka kau akhirnya memilih pria yang tepat."
Kartu yang di pegang oleh Erick adalah kartu undangan pernikahan Natalie. Suatu hal yang luar biasa, dalam waktu enam bulan, Natalie memutuskan menerima Gabriel menjadi suaminya.
Wanita dengan standard tinggi juga angkuh itu, tak perduli lagi akan status Gabriel yang lebih rendah darinya. Dia memutuskan mengikat Gabriel dalam pernikahan.
"Tentu saja. Untuk itu aku harus berterakasih pada Lia, Laurent dan Emely. Karena mereka aku menemukan Cinta." Natalie bahkan tampak lebih bijaksana dalam bertutur kata.
"Tentu saja. Mereka bertiga adalah wanita luar biasa. Dan aku tidak menyangka, jika trik perjodohan itu berhasil untukmu," ujar Erick terkekeh.
"Aku pun tak menyangka. Tapi saat aku berani mencoba, hasilnya aku menemukan cinta." Natalie terkekeh menertawakan dirinya sendiri.
Erick hanya mengangguk-angguk. Cinta ...
"Kau tahu, Wanita sepertiku ini memerlukan apalagi, selain perhatian yang tulus, cinta yang tulus dan lelaki yang setia. Pastinya bukan pria pemalas." Ia terkekeh lagi.
"Aku memiliki harta, meskipun masih jauh di bawah Madison. Tetapi memaksakan diri menggapao sesuatu yang bukan untukku, itu melelahkan. Dan aku akhirnya bahagia dengan sedikit melirik ke bawah."
"Lalu, kau akan menambah modal di restaurant Gabriel?"
"Tentu saja. Aku akan membuka cabang do berbagai lokasi. Aku si pemodal dan Gabriel yang menjalankan. Semua di bagi rata. Kau tahu bukan bisnis adalah bisnis. Tidak bisa di campur aduk dengan urusan cinta."
"Masih kuat juga prinsip mu yang satu itu."
"Tentu saja. Well Erick. Ingat hati wanita itu sangat rapuh, kau jangan terlalu lembut pada wanita ketiga, jika masih mau mempertahankan Laurent."
Erick menghela napas.
"Maksudmu?" Natalie menegakan punggungnya dari sandaran kursi.
"Aku tidak dapat menemukan dirinya."
Natalie menghela napas. Dia tidak terlalu akrab dengan keluarga Madison. Tapi dia mengenal Laurent sebagai gadis keras kepala tapi baik hatu.
"Aku rasa kau sudah membuat kesabaran Laurent habis."
"Aku tahu, ini semua salahku."
Natalie memandang Erick dengan rasa kasihan. Bagaimana pun juga, Erick selama ini tidak pernah memusuhi dirinya ataupun bersikap kasar.
"Hilangkan semua duri yang ada disekitar kalian. Ketika dia melihat ketulusanmu, aku rasa kau akan dengan mudah menemukan dirinya."
Kata-kata Natalie begitu mengena di hati Erick.
Dia sadar selama ini selalu menyalahkan Laurent yang membuay mereka menikah. Dia menganggap dirinya terpaksa melakukan itu hanya untuk menutupi scandal.
Meskipun pada akhirnya, Erick tidak menyangkal dan tidak memaksa untuk mengusut tuntas kasus test pack sebelum menikahi Laurent.
Dia menyerah. Jika di tilik jauh dari dalam lubuk hatinya, dia memang menginginkan pernikahan itu. Hanya saja perasaannya itu tertutup dengan sumpah pada Lilliane dan juga kehormatan di hadapan tuan besar.
Erick merasa bersalah dan sangat menyesal, karena membiarkan Laurent berjuang sendiri selama ini.
"Well Erick. Cabut semua duri jika kau ingin bahagia. Seperti Lia yang sudah mencabutku dari kebahagian mereka. Hahahha. Aku akan pergi mempersiapkan pernikahan. Jangan lupa ada undangan untuk keluarga Madison juga. Good Luck Erick."
"Terimakasih Naralie. Aku harap kau bahagia dengan Gabriel."
"Tentu saja. Aku akan bahagia dengan Gabriel."