
Semua pasang mata menatap ke arah Jason. Menanti bibir pria tampan itu mengeluarkan kalimat atas pertanyaan Irina Alexava. Tetapi pria itu diam sesaat seraya menebarkan pandangannya ke arah Lia dan Erick.
Jujur saja saat ini, hati Lia sangat kesal sekali. Ingin rasanya Lia menggigit Jason menumpahkan kekesalannya. Apaan sih maksud pria dihadapannya ini, mengajaknya keluar tapi ada janji kencan dengan wanita lain. Apakah dia sengaja melakukan hal ini untuk mempermainkan diriku? Berbagai pertanyaan berkecamuk di pikiran Lia.
Meskipun begitu sesunggu ya Lia tidak mengerti mengapa dia harus merasa kesal. Bukannya Jason pun tidak menjajikan apapun pada dirinya. Pria itu hanya menagih hutang, perjanjian tidak tertulis diantara mereka berdua, dan itu berarti buka hanya kencan berdua. Namun hal itu cukup membuat Lia merasa dongkol. Perasaan yang menyenangkan saat berduaan dengan Jason di kastil, serasa menguap saat ini.
Irina Alexava mengalihkan pandangan dan senyum manisnya ke arah Lia. Di hadapannya, Lia meskipun memiliki kecantikan Asia, tapi tampak terlalu sederhana dengan blouse kerjanya. Penampikan Lia jauh berbeda dengan Irina Alexava. Apalagi gaya dan keanggunannya.
Meskipun Irina dapat melihat jenis pakaian, tas, sepatu dan jam tangan wanita itu branded, tapi siapa yang tahu bukan perlengkapan yang di kenakannya itu asli atau palsu. Atau bisa jadi hanyalah barang yang di sewa. Untuk itu lah Irina tersenyum meremehkan.
Lia menangkap arti pandangan dan senyuman Irina Alexava. Dia tahu posisinya. Dia tahu apa yang harus di lakukan. Diam disini diantara mereka membuat nya jengah. Dan Lia tidak suka situasi yang tidak menyenangkan ini. Untuk itu lah dia mengambil keputusan cepat.
"Tentu saja Jason akan makan malam dengan anda nona Irina."
Lia memecahkan keheningan sesaat yang terjadi diantara mereka. Dia bisa merasakan jika Jason saat ini memandang ke arahnya. Hawa panas di sisi sebelah kirinya tentu saja berasal dari aura Jason. Tapi Lia tidak memperdulikan pandangan itu. Sudah cukup menjengkelkan bagi Lia, dengan Jason membawanya hanya untuk pamer akan kencan dengan wanita secantik Irina Alexava.
"Saya pamit dulu, anda silahkan menikmati malam yang indah ini berdua." Ujar Lia datar sambil melemparkan senyum manis ke arah Irina dan anggukan kepada Erick, kemudian bersiap pergi tanpa memandang Jason.
Erick terperangah dengan sikap Lia yang begitu pengertian menurutnya. Setidaknya Erick akan bernafas lega, terlepas dengan amukan dari nyonya besar. Melihat senyuman di wajah Lia meskipun dengan sorot mata yang kecewa, Erick sang casanova mengerti perasaan Lia.
Sedangkan Irina tersenyum lebar dengan sangat anggunnya. Dia menyukai keputusan Lia. Wanita itu tampaknya cukup tahu diri dengan posisinya. Lia tidak bisa menjadi seorang nyonya muda Madison. Wanita seperti itu, jika memang harus bersama Jason hanyalah pantas sebagai wanita pengganti, wanita sekali pakai.
Jason memandang Lia heran. Baginya dia merasa tidak mengerti, kenapa wanita yang biasanya cerewet dan keras kepala itu, tiba-tiba saja mengalah. Kenapa dia tidak menagih janji kencan yang diucapkan Jason tadi malam. Bagaimana bisa sebegitu mudahnya dia membiarkan Jason bersama wanita lain. Jason tidak terima.
Sebelum sempat Lia bergerak meninggalkan mereka, tangan Jason dengan cepat meraihnya. Tangan Jason menggenggam lengan Lia terlalu kuat, sehingga gadis itu meringis kesakitan.
Lia mendongak menatap Jason dengan marah, sambil meringis menahan rasa sakit di pergelangan tangannya. Baru pertama kali ini, Jason sedikit kasar kepadanya. Sedangkan pria itu tidak membalas tatapan matanya. Pandangan pria itu tetap tertuju pada Irina Alexava, meskipun tangan kanannya menggenggam tangan Lia dengan keras.
"Irina, aku rasa sekarang sudah waktunya kita masuk ke dalam restaurant." Ujar Jason.
Irina terperangah. Dia tidak mengerti dengan sikap Jason. Pria itu mengatakan bahwa mereka tidak akan makan bersama, tetapi sikap nya yang menahan Lia, mengatakan hal yang berbeda. Tangan Jason masih menggenggam Lia erat, sementara pandangan matanya tertuju pada Irina.
"Baiklah Jason, ayo." Irina mengaitkan tangannya ke lengan Jason dengan sikap manja. Dia tidak membahas lebih lanjut mengenai sikap Jason pada Lia. Dalam hatinya, Irina akan mengikuti permainan Jason dan ada rasa penasaran sejauh mana pria itu akan bersikap.
Dengan lirikan matanya, Jason memerintahkan Erick mengikuti dirinya. Erick menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia tidak dapat mengerti kemauan Jason. Ercik berjalan di belakang Jason di sisi Lia dan menatap gadis itu dengan iba.
Lia berjalan lebih cepat dan mensejajarkan langkah kakinya pada Jason. Dia menepuk tangan Jason agar melepaskannya.
"Lepaskan sakit tahu!" Gumam Lia perlahan yang tidak diacuhkan oleh Jason.
Mereka berempat tiba di restaurant formal yang hanya dikhususkan untuk pasangan. Jason menyebutkan reservasi atas nama nya dan nama Erick. Erick yang tidak mengetahui hal tersebut menjadi bingung.
Seorang pelayan wanita membawa mereka ke tempat yang telah di sediakan. Meja pasangan yang bersebelahan. Erick duduk di meja yang telah dipesankan oleh Jason. Dan Jason membawa Lia untuk duduk dihadapan Erick.
Dengan jengekel, Lia menuruti. Baginya sudah kepalang tanggung, aroma makanan di restaurant berkelas ini benar-benar menggugah seleranya dan membangkitkan cacing-cacing yang kelaparan di perutnya. Lia mengesampingkan kekesalan hatinya.
Jason membungkukan badannya dan berbisik pada Lia, "Jadilah kucing manis saat ini. Makanlah sebanyak yang kau mau sebelum aku mengantarmu pulang."
Lia menanggapi perkataan Jason dengan senyum sinis nya. Dalam hati dia berniat membalas perbuatan Jason.
Kemudian Jason berbalik mendekati Erick dan berbisik pada Pria itu. Bisikan Jason membuat Erick terperangah. Dia tidak menyangka jika Jason akan berbicara seperti itu padanya. Hal yang tidak dia duga sama sekali. Sikap yang berbeda dan cap kepemilikan terhadap gadis dihadapannya.
Sementara Jason dan Irina duduk di meja pasangan sebelah mereka yang hanya berjarak satu meter, Erick menatap Lia. Gadis yang dia pandangi itu tampak tidak perduli. Gadis itu tampang sedang fokus memperhatikan daftar menu.
Bagi Erick Sejauh ingatannya, Jason tidak pernah perduli dengan Wanita. Tidak pernah se protektif ini. Bagi Jason wanita datang dan pergi sesuka hati mereka tanpa pernah dia perdulikan.
Sikap Jason ini lah yang membuat para wanita tersebut menjadi terobsesi.
Semua wanita berlomba untuk dapat mendekati dan menaklukan Jason. Meskipun tanpa perlombaan resmi yang dikumandangkan, tetapi semua wanita sudah memancarkan aura persaingan bila berurusan tentang Jason
"Temani dia, tapi jangan coba-coba merayu wanitaku. Dia hanya milikku!"
Kata-kata Jason terngiang di telinganya berulang-ulang. Jason melarangnya untuk mendekati Lia, ini hal yang luar biasa bagi Erick. Sebelumnya dengan mudah Jason memerintahkan Erick untuk menemani wanita-wanita yang ribut menginginkan Jason.
Erick masih shock.