
~"Luka tak akan pernah mengering, jika kita selalu memeliharanya dan menyirami dengan garam."~
...❤❤❤❤❤❤...
"Kalian sudah datang?" Lia tersenyum menyambut kedua orang yang saat ini berada di ruang tamu.
"Apa kabarmu? Aku dengar kau sedang hamil, bagaimana calon cucuku, apa dia sehat?" tanya Camilla dengan senyum yang tulus.
"Janin ini baik-baik saja. Terimakasih sudah datang kemari," ujar Lia dengan tulus.
"Tentu saja kami akan datang memenuhi undangan nyonya rumah ini, terimakasih," ucap Camila dengan tersenyum tulus.
Diusianya yang menginjak kepala lima, Camila masih tampak cantik dan mempesona.
Kulitnya masih sehalus gadis. Wajahnya kencang dan senyumnya begitu memikat. Mata Camila masih sangat awas tanpa kontak lens yang harus dia kenakan. Tubuhnya masih sangat sintal dan semampai. Tentu saja semua itu tak lepas dari perawatan yang memakan biaya tak sedikit.
Camila melirik kebelakang punggung Lia dan menyadari seseorang disana.
"Laurent, benar ini kau bukan?" Camila berjalan melewati Laurent dan memegang bahu gadis itu dengan bahagia.
" Lihatlah kau sudah dewasa dan sangat cantik. Aku bahagia bisa bertemu denganmu," Camila tersenyum hangat.
"Aunt Camila ...." Laurent mendesah. Dia sungguh tidak percaya jika tamu yang diundang oleh Lia adalah Camila dan Daniel. Sedangkan didalam mansion saat ini ada ibunya, Laura. Laurent tidak mengerti kenapa Lia melakukan hal ini. Bagaimana kedua wanita itu akan saling berhadapan didepan Darrel Madison.
"Iya Laurent, aku sangat merindukanmu."
Tangan mereka saling menggenggam dengan erat. Mata Camila berkaca-kaca menatap Laurent yang kebingungan. Laurent sesungguhnya menyayangi Camila, hingga kenyataan wanita itu pergi jauh sebagai seorang musuh Laura.
Kini, dia disini di mansion ini. Dua musuh bebuyutan akan berhadapan. Laurent sungguh tidak mengerti apa yang sebenarnya direncanakan oleh Lia. Apakah wanita itu berniat menciptakan perang lagi.
"Daniel menceritakan padaku, jika kau sudah menikah dengan Erick. Kau tahu, betapa bahagianya diriku, karena akhirnya pilihanmu jatuh pada Erick. Dia pemuda yang baik dan luar biasa. Oh ... Laurent aku sungguh bahagia untuk kalian berdua." Camila menarik Laurent kedalam pelukannya.
"Dimana kak Jason dan Erick?" tanya Daniel pada Lia.
"Naiklah keatas. Para pria sedang bekerja saat ini. Kau tahu bukan ruang kantor Jason?" tanya Lia.
"Tentu saja." Daniel mengangguk.
"Mom, Laurent, aku akan keatas menemui kakak," pamit Daniel.
"Pergilah, Nak." Camila tersenyum lembut.
"Bagaimana kalau kita mengobrol di dalam kamar, lebih santai bukan?" ajak Laurent yang khawatir jika ibunya turun dan menemukan Camila.
"Jangan khawatir Laurent, aku tahu mommy mu ada disini. Kami akan baik-baik saja." Dengan tenang Camila menyakinkan Laurent.
"Baiklah." Laurent mengalah.
"Kau tidak usah khawatir, hari ini aku sudah memohon pada tuan besar, sebelum dia pergi agar kita semua bisa berkumpul dan bercengkerama sebagai sebuah keluarga yang utuh," ujar Lia dengan tenang menjawab semua kebingungan Laurent.
"Dan daddy menyetujui? Lalu bagaimana dengan mommy?" tanya Laurent dengan heran. Dia mengenal ibunya yang angkuh. Hatinya sangat keras dan sukar memaafkan.
"Aku tidak masalah Laurent, jangan bilang kau mengira aku takut bertemu wanita kedua itu."
Laurent tersentak mendengar suara Laura dibelakangnya. Laura berjalan dengan penuh percaya diri kearah mereka. Wajah angkuh itu mengukir sedikit senyuman tersembunyi dengan sorot mata tajam. Kedua wanita yang pernah saling melukai itu, kini saling berhadapan.
Camila adalah sekretaris yang diletakan oleh Laura untuk mengawasi Darrel. Tapi sayang sekali, wanita yang dia percaya menghianati dirinya. Wanita itu tampaknya saja tangguh, tapi ternyata lemah oleh rayuan Darrel. Camila sudah menghancurkan perasaan Laura, sejak dia jatuh cinta pada Darrel.
Camila menatap Laura dengan sorot mata yang tertunduk. Dia sedikit menganggukan kepalanya menyapa Laura. Senyuman tipis juga terukir di wajahnya. Penyesalannya adalah menghianati Laura. Jatuh cinta pada pria yang salah disaat yang tidak tepat.
Tapi dia tidak pernah menyesal memiliki Daniel. Dengan sekuat tenaga Camila memperjuangkan Daniel. Meskipun, berkali-kali Laura mencoba untuk mencelakakan dirinya yang sedang mengandung. Laura pernah berniat menggugurkan kandungan Camila
"Dimana anak haram itu?" Dengan sinis Laura bertanya. Wanita itu duduk dengan santai sambil menyilangkan kakinya.
Lia, Laurent dan Camila, mengikuti Laura duduk.
"Dia anakku, bukan anak haram," desis Camila.
Jika menantu lainnya atau wanita yang hendak mencari simpatinya, pasti akan berpihak padanya dan menjauhi Camila. Mereka akan mencari-cari cara menjatuhkan Camila dihadapan Laura. Tentu saja mereka memilih berpihak pada istri sah daripada simpanan, meski seberapa besar tuan besar menyayanginya.
"Kami bertemu beberapa kali pada kesempatan yang berbeda, Mom," sahut Lia.
Laura menoleh dan menatap Lia sinis, ketika wanita itu memanggilnya, Mom. Dan Lia mengerti arti tatapan itu. Tatapan tidak suka. Tampaknya Laura masih belum terima Lia memanggilnya seperti itu, mom.
Hanya untuk hari ini aku akan memanggilmu, Mom. Beri kesempatan untukku berbakti padamu sekali saja, mom.
Gumam Lia dalam hati.
"Ah ... tentu saja kalian dari kelas yang sama," ujar Laura menyepelekan.
"Hahahaha benar sekali. Menantumu dan diriku berada di kelas yang sama. Sama-sama berasal dari keluarga sederhana, bukan bangsawan seperti nyonya besar yang terhormat," ujar Camila dengan tertawa kecil, menerima sindiran Laura.
"Dia bukan menantuku."
"Bagaimana bisa bukan, benih Madison ada dalam rahimnya. Atau kau tidak mengakui Jason sebagai anakmu? Maka dengan senang hati aku yang akan mengakuinya," sahut Camila dengan cepat. Skak matt dari Camila membungkam Laura.
"Belajarlah dari kami, Laurent. Jangan mudah percaya pada siapapun. Bahkan seorang teman yang kau percaya bisa menjadi batu sandungan, menerkamu dari belakang, serigala berbulu domba," ujar Laura dengan sinis.
"Benar sekali, kalian harus belajar untuk menjaga dan memperhatikan suami kalian. Jangan biarkan wanita lain yang memperhatikan suami dan anak-anak kalian, karena tidak ada satupun yang tahu, kapan hati akan berpaling," balas Camila dengan ketenangan yang luar biasa.
Camila tidak menampik, jika dia telah melakukan kesalahan dengan mencuri suami temannya. Tapi dia tidak ingin mengingkari kasih sayang yang dia berikan untuk Jason dan Laurent adalah murni dari lubuh hatinya yang terdalam.
"Nyonya besar dan Aunt Camila, semua sudah berlalu. Luka itu memang tidak mudah tertutup selama kita mengingatnya dan menyirami dengan kepedihan. Sebaiknya lepaskan semua kepedihan dan saling memaafkan. Jangan biarkan anak-anak menjadi terluka akibat keegoisan dan kesalahan yang diperbuat oleh orang tua," ujar Lia berusaha menghentikan perdebatan diantara mereka.
Camila termangu mendengar perkataan Lia. Seumur hidupnya, meskipun dia merasa bersalah, tapi tak pernah sekalipun dia meminta maaf pada Laura. Dia bahkan dengan berani memprovokasi Laura, menyanyangi anak-anaknya dan keinginan memiliki mereka sebagai miliknya.
"Kau benar Lia. Beruntung sekali Jason memilikimu. Kedepannya aku akan selalu membelamu, meskipun diriku tidak memiliki kekuatan besar," Camila menepuk tangan Lia, sementara Laura yang melihatnya hanya mendengus kesal.
Laura belum mengakui Lia. Tetapi melihat bagaimana Camila bersikap pada Lia, membuat dirinya merasa di asingkan.
"Nyonya besar ...." Camila beranjak dari duduknya dan mendekati Laura. Kemudian tanpa disangka oleh siapapun, Camila berlutut dihadapan Laura. Tindakan Camila membuat terkejut ketiga wanita lain yang ada disana.
"Nyonya besar, maafkan aku yang sudah menghianati kepercayaanmu duapuluh enam tahun yang lalu. Seharusnya aku tidak membiarkan diriku terpesona akan kharisma tuan besar. Ini semua salahku. Permohonan maafku pun, tidak akan cukup untuk membebat luka dihatimu. Seumur hidup aku akan hidup dalam penyesalan. Hanya saja, maafkan aku ... tolong jangan sebut Daniel anak haram. Karena yang haram adalah perbuatanku, bukan anakku."
Air mata Camila berlinang dengan tulus. Laura menatap Camila dengan tatapan tajam. Sekian puluh tahun dia mendambakan hal ini dan hari ini telah tiba. Laura tiba-tiba membeku, dia tidak tahu apa yang harus dilakukan.
...💖💖💖💖💖💖💖...
Jangan Lupa. simpan poin kalian sebanyak-banyaknya. Pertengahan Mei ditebarkan ya.
Ajak pembaca lain dari GC manapun atau dari media sosial untuk membaca Lia.
semakin banyak anggota, semakin banyak poin yang ditebar. Begitu masuk ranking dua puluh besar taanggal 30 Mei, malam hari sampai 24.00. maka hadiah uang dari Mangatoon akan dibagikan dengan pembagian sebagai berikut;
Hallo Lovers,
Bisa buat Lijas tembus ranking hadiah Mangatoon atau Noveltoon gak?
Kalau sanggup, hadiah ranking dibagikan untuk kalian semua. Gimana? Mau gak?
Caranya gampang. Bawa member sebanyak-banyaknya untuk kasih hadiah ke Lijas. Perlu banyak pendukung untuk bisa manjat, kan.
Trus hadiahnya?
• Masuk 20 besar hadiah dari NT 100rb. Akan dibagikan 50 rb rangking 1 tertinggi dan 25 rb untuk 2 orang lainnya.
• Masuk juara 2-10 besar hadiah dari NT 200 rb. Maka juara 1 dpt 100rb. Juara 2dan 3 @50 rb.
• Masuk juara umum besar hadiah NT 300 rb. Maka juara 1 @100rb. Juara 2&3@50 rb. Yang 100 rb akan dibagikan ke 10 pemberi hadiah lainnya.
Bagaimana? Semangat.
Gerakan 1 juta bunga untuk Lijas.💝