
Pagi hari yang ceria. Lia bangun dengan senyum manis di wajahnya. Memandang Jason yang sedang pulas tertidur, tak akan pernah puasnya. Dikecupnya bibir Jason sebelum beranjak dari tempat tidur.
Lia masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi dan setelahnya melakukan sedikit perawatan tubuh. Kemudian Lia bergegas turun ke lantai bawah. Hari ini hari minggu, Lia membiarkan Jason tidur lebih lama.
"Butler Bernarddd!" panggil Lia pada kepala pelayan kesayangannya.
"Ada, Nyonyaa kecil?" Pria tua itu tersenyum melihat wajah Lia yang nampak ceria dengan mata berbinar.
"Bagaimana pesananku?" tanya Lia.
"Pesanan apa, Nona?" tanya butelr Bernard dengan mengernyitkan dahinya
"Iii.... masa lupa sih?" Bibir Lia mengerucut manja.
"Memangnya yang mana, Nona? Pesanan anda akhir-akhir ini banyak sekali," sahut butler Bernard pura-pura kesal.
"Ckckckc ...." Mulut Lia berdecak.
"Hmmm?"
"Jadi gemes aku. Jangan sampai kau merindukan aku!" Ancam Lia gemas.
"Hehehe ... memangnya anda mau kemana? Miami satu minggu? Saya justru akan merasa tenang." Lia otomatid mendelik sambil berkacak pinggang.
"Udah gak usah meledek lagi! Rendangku gimana? Sudah buat kan? Kok belum tercium baunya." Lia menggerak-gerakan hidungnya mencari aroma yang dia inginkan.
"Duh, Nyonya kecil. Susah mencari bahannya. Dan kenapa sih harus makan yang berbumbu banyak. Berlemak lagi." Butler Bernard mengomel sendiri.
"Yeaa. Belum tau rasanya. Kemarin saja bakso dan sate ketagihan. Untung gak aku suruh buat tempe," Lia menaikan alisnya.
"Selera makan anda aneh-aneh, Nona!"
"Jangan sampai minta nanti ya. Biar aku ke dapur sendiri." Lia menuju dapur.
"Jangan ke dapur. Nanti tuan muda marah lagi."
"Ya jangan bilang dong." Lia masih trrus berjalan diikuti butler Bernard.
"Jangan buat masalah dengan pelayan, Nyonya Kecil."
"Aku gak buat masalah, cuma mau masak."
"Iya, tapi tuan muda ...." Butler Bernard menghalangi langkah Lia.
"Minggir! Jason tidak akan marah. Aku tinggal bilang bawaan bayi. Lagipula cuma memasak."
Butler Bernard menghela napas.
"Ya sudah."
Lia tersenyum dengan mengerdipkan sebelah matanya.
Di dapur Lia melihat koki srdang sibuk memasak. Benar, hari ini Lia meminta mereka untuk memasak yang banyak. Karena Lia ingin menggabiskan makan malam bersama semua pelayan sebagai sebuah keluarga.
Dia membiarkan mereka memasak apapun. Dan permintaan Lia cuma satu, yaitu rendang daging sapi. Air liur Lia menetes merasakan rasa gurih dan pedas yang membaur dalam empuknya daging sapi.
Melihat mereka kebingungan bagiaman memasak rendang. Masih berusaha memahami caranya dengan melihat tutorial dari youtube. Lia tertawa kecil dan meminta seorang koki untuk membantunya mengupas semua bumbu dasar, menggoreng untuk sesaat kemudian di blender dan kembali di tumis, sebelum di masukan daging sapi dan bumbu penyedap.
"Duh, Nyonya kecil. Berlemak sekali. Dan sroma bumbunya kuat," protes Butler Bernard.
"Udah gak udah protes. Nanti juga sekali mencoba bisa ketagihan." Lia mebgibaskan tangannya meminta butler Bernard menyingkir.
Lia kemudian menambahkan santan kemasan dan penyedap, menambahkan sedikit air. Kemudian menutul wadah dan mengecilkan api. Dia tersenyum girang. Seharian ini Lia hanya akan makan rendang dengan nasi putih. Hehehe. Lia tertawa jahat dalam hati.
"Nyonya kecil, tuan muda mencari anda. Hemm ... bau apa ini gurih sekali?" ujar Adonia.
"Makananku," Lia tersenyum sambil melepaskan apron.
"Tolong siapkan makan pagi di teras depan. Terimakasih." Lia segra bergegas mencari suaminya.
...❤❤❤❤❤...
"Nyonya kecil, ehem ... ehem ...." Butler Bernad melirik ke arah Lia yang sedang makan nasi dan daging rendang dengan nikmat.
"Hmmm ...." Lia hanya bergumam sambil menikmati daging rendangnya.
Lia mengamatk wajah-wajah bahagia para pelayan yang sedang asyik memanggang daging. Hari ini mereka memilih barbeque dengan es buah sebagai dessert.
Jason juga ikut bergabung dan memanggang bagiannya sendiri. Pria itu juga memanggang lebih banyak daging untuk Lia. Protein oenting untuk pertumbuhan sel otak janin dalam kandungan Lia.
"Mau ini, nyonya?" Butler Bernard membawakan gulungan daging asap yang didalamnya diiso dengan keju dan sayuran.
Lia menggelengkan kepala.
"Itu, My Sweet Honey sudah membuatkannya untukku," ujar Lia menunjuk pada suaminya saat ini. Jason menggenakan celana pendek selutut dipadu dengan kaos kerah. Tampak luar biasa bagi Lia.
"Nyonya kecil ...," lagi Butler Bernard tak hentinya mengganggu Lia.
"Apa?"
"Enak?" tanya Butler Bernard yang melihat Lia, sampai mengoret-ngoret sisa bumbu dipiring dengan sendok.
"Enak sekaliiii ...." Lia menjilat bibirnya dengan sengaja untuk menunjukan kenikmatan memakan nasi dan rendang daging sapi.
Lia bisa melihat dengan jelas, bagaimana Butler Bernard menelan ludah.
"Tapi bukan makanan untuk orang tua. Kolestol
Berlemak," ujar Lia mengejek.
"Saya tidak punya kolestrol," sahut Butler Bernard cepat.
"Lalu? Apa urusannya denganku?" Lia menautkan kedua alisnya.
"Ga apa-apa. Setahu saya wanita hamil itu peka, tapi anda berbeda sekali." Butler Bernard meninggalkan Lia dengan kesal.
"Kamu apain, butler Bernard?" tanya Jason yang berjalan mendekat dengan dua piring berisi makanan.
"Bukan hal khusus. Dia tampaknya menginginkan rendangku," ujar Lia dengan tersenyum lebar. Wanita itu kemudian mengambil jagung bakar dan memakannya langsung.
"Tidak kamu kasih?" tanya Jason sambil mencomot spotong daging panggang.
"Nanti saja. Biarkan dia menelan ludah dulu dan merasakan hambarnya makanan lain." Lia terkekeh.
"Kau ini, suka sekali mengganggu dia."
"Dia dulu yang menggangguku, bilang rendangku berlemak, kolestrol. Sekarang kepingin juga, kan," Lia mencibir.
"Kalian ini kalau dekat berantem. Kalau jauh, saling merindu."
"Memangnya butler bisa merindu?" Lia tertawa geli.
"Ah masaaa? Yang benarrr!" Lia menonjok bahu Jason, mengira pria itu bercanda.
"Beneran." Jason menyeringai lebar.
"Ih masa sih. Pasti cuma biar aku seneng kan?"
"Enggak! Beneran. Jangan suka mengganggu butler Berrnard. Kau hanya boleh menggangguku saja."
"Loh?!"
"Aku tidak mau anakku seperti butler Bernard jika kau terus mengganggunya," ujar Jason lagi.
"Heh?! Aku kira pria modern dan cerdas sepertimu tidak akan percaya hal seperti itu." Lia terkekeh.
"Yang penting aku tidak suka kau terlalu dekat dengan pria lain."
"Jasonnn, pria itu butler Bernard. Dia seperti ayah bagiku."
"Maka, jangan terlalu dekat dengan ayahmu ketika ada aku."
"Huh! Orang aneh." Lia mengerucutkan bibirnya dan mulai menusuk sosis dan mengingit dengan gemas.
"Lagian ... dengan tuan Larry yang mengangkatmu jadi anak, apa dirimu sedekat itu?" tanya Jason lagi dengan melirik Lia.
"Kan beda ...."
"Bedanya?"
"Tauk ah, pokok beda!"
"Kan sama saja."
"Ih ... kalau butler kann aku sudah kenal lama. Tuan Larry kan baru. Mana bisa akrab. Kecuali aku tinggal serumah dengannya, maka ...."
"Berani kau tinggal serumah dengan dia?!" Jason sudah mengeraskan rahangnya.
"Ya ampun Rajawaliku marah. Itu kan seandainya. Udah ah capek berdebat. Aku mau makan rendang lagi." Lia menoleh ke samping, mencari sekotak rendang yang tadinya dia letakan diatas meja.
"Loh mana rendangku?" Lia bingung. Dia mencari dibawah kolong meja juga tak ditemukan.
"Jason! Rendagku hilang!"
Lia melotot dambil berkacak pinggang. Dia mengitari seisi taman, memperhatikan satu persatu pelayan dan pengawal yang sedang asyik makan. Hingga matanya tertumpu pada sosok pria tua yang duduk membelakangi dirinya dibalik pohon.
"Awas ya, kalau sampai benar kau yang makan, pria tua jelek!" Dengan geram Lia mendekati sosok butler Bernard.
"Lia! Kembali!" Teriak Jason mencegahnya.
"Nanti dulu, urusan rendangku lebih penting!" ujar Lia dengan bergegas.
"Butlerrr! Kau mengambil rendangku, kan?!" Tuduh Lia langsung.
"Apaan sih, Nona?!" Butler Bernard mengernyitkan keningnya.
"Kau tidak mengambil rendangku?"
"Tentu saja saya tidak berani," sahut butler Bernard kesal karena merasa telah dituduh.
"Lalu, kenapa kau disini?" tanya Lia menyelidik. Masih tidak percaya.
"Karena jika disana, aku melirik pada rendang terus. Pria tua ini, ingin mencicipi," ujar butler Bernard memelas.
"Maaf ya, aku sebenarnya mau membagi denganmu. Tapi rendangku hilang." Lia mengerucutkan bibirnya dengan sedih.
"Nyonya kecil, tuan Jason memanggil." Castro mendekati Lia dan Butler Bernard.
"Duh! Baru saja sedetik!" Lia mengomel sendiri.
Dia kembali mendekati Jason. Sementara Butler Bernard mendekati kumpulan pelayan dan pengawal, jika saja ada diantara mereka yang mengambil rendang. Butler kan belum mendapat bagian.
Di dekat Jason.
"Ini rendangmu!" tunjuk Jason dengan kesal.
"Loh, kok disini? Tadi kan tidak ada." Lia merasa heran.
"Aku meletakannya di meja samping, karena meja kita sudah penuh makanan," ujar Jason menjelaskan.
"Kenapa tidak bilang dari tadi, aku kan sudah mencari-carinya."
"Kau terburu- buru menuduh butler Bernard, tidak mau mendengar panggilanku. Tadi mulutku masih penuh makanan juga."
"Okey. Okey. Aku salah. Yang penting rendangku ketemu," ujar Lia terkekeh senang.
Lia kemudian mengambil beberap sendok lagi dan meletakan dipiring.
Masih ada banyak rendang dalam wadah makanan. Lia kemudian beranjak berdiri.
"Mau kemana lagi?"
"Mauu berbagi dengan mereka, biar ketagihan semua." Lia berjalan menuju butler Bernard meninggalkan Jason sendiri. Pria itu hanya bisa menggelengkan kepalanya. Ditinggal makan sendirian lagi.
...💖💖💖💖💖💖💖...
Jangan Lupa. simpan poin kalian sebanyak-banyaknya. Pertengahan Mei ditebarkan ya.
Ajak pembaca lain dari GC manapun atau dari media sosial untuk membaca Lia.
semakin banyak anggota, semakin banyak poin yang ditebar. Begitu masuk ranking dua puluh besar taanggal 30 Mei, malam hari sampai 24.00. maka hadiah uang dari Mangatoon akan dibagikan dengan pembagian sebagai berikut;
Hallo Lovers,
Bisa buat Lijas tembus ranking hadiah Mangatoon atau Noveltoon gak?
Kalau sanggup, hadiah ranking dibagikan untuk kalian semua. Gimana? Mau gak?
Caranya gampang. Bawa member sebanyak-banyaknya untuk kasih hadiah ke Lijas. Perlu banyak pendukung untuk bisa manjat, kan.
Trus hadiahnya?
• Masuk 20 besar hadiah dari NT 100rb. Akan dibagikan 50 rb rangking 1 tertinggi dan 25 rb untuk 2 orang lainnya.
• Masuk juara 2-10 besar hadiah dari NT 200 rb. Maka juara 1 dpt 100rb. Juara 2dan 3 @50 rb.
• Masuk juara umum besar hadiah NT 300 rb. Maka juara 1 @100rb. Juara 2&3@50 rb. Yang 100 rb akan dibagikan ke 10 pemberi hadiah lainnya.
Bagaimana? Semangat.
Gerakan 1 juta bunga untuk Lijas.💝