48 Months Agreement With CEO

48 Months Agreement With CEO
Bicara tanpa Otak



Natali akhirnya meninggalkan mereka. Bagi dia saat ini bukan trophy yang terpenting, tapi keinginan untuk mengalahkan wanita pilihan Jason. Wanita yang sudah mempermalukan dirinya. Wanita yang membuat Jason menolak dirinya.


Meskipun geram dengan tipuan Lia. Tapi, Natali tidak dapat mengingkari kebodohan dirinya sendiri yang sudah masuk dalam perangkap. Tapi meskipun demikian, sesungguhnya dia menikmati malam itu. Malam itu... jauh berbeda dengan malam-malam yang dia habiskan dengan pria-pria kaya lainnya.


Kencan makan malam dengan pria kaya, selalu membuat dia harus bersikap hati-hati. Mereka hanya membicarakan tentang diri mereka sendiri. Mereka ingin dieluk dan di puja. Natali bahkan seringkali berpura-pura untuk menjadi wanita yang mereka idamkan. Tetapi malam dengan Doreo, dia merasa begitu di puja.


Sementara itu, Erick kembali bersamaan perginya Natali. Tangan pria itu sedikit memar karena sudah menghantam ubin. Masih dengan wajah memendam emosi, Erick duduk kembali di hadapan Laurent Menatap langsung ke arah Laurent, yang juga menatapnya tanpa expressi. Sejuta pikiran dan perasaan bergelanyut di pikiran mereka masing-masing.


"Ayo kita pulang. Istriku sudah lelah, " ujar Jason sambil mwngajak Lia berdiri. Sepasang suami istri ini tampak begitu mesra, membuat mereka disana yang belum memiliki pasangan sah menjadi iri.


"Ayo kita pulang." Erick menarik Daniel dari duduknya.


Daniel yang masih berbincang dengan emely, menjadi terkejut hingga hampir terjatuh. Tindakan Erick, membuat Emely terpekik kaget. Namun senyuman jenaka muncul kembali di wajah Daniel, yang berhasil membuat Emely tertawa.


Di depan Lobby, mereka masuk kedalam mobil dimana Daniel kembali menyetir mobil. Sementara Laurent, Emely dan Gabriel memakai mobil lain. Daniel sedikit merasa kecewa karena harus mengakhiri malam begitu saja, tanpa sempat mengucapkan selamat tinggal dengan Emely.


Sesampainya mereka di Penthouse. Jason menjadi kaget karena Laurent membawa Emely dan Gabriel untuk menginap. Penthouse nya menjadi ramai. Kesenangan untuk berduan saja dengan lia terganggu.


"Bawa mereka kembali ke Penthouse mommy!" gertak Jason kesal pada adiknya.


"Ah. Aku malas disana. Aku akan tidur disini bersama Emely." Laurent dengan acuh menarik Emely kesalah satu kamar di lantai atas, yang sebelumnya ditempati oleh Erick.


"Dan kau, pulang sana." Tunjuk Jason pada Daniel yang tinggal beberapa lantai saja di bawah Jason.


"Tenang saja, sebentar lagi aku akan pulang sendiri." Sahut Daniel dengan santai.


"Sudah berani membantah ya dirimu." Jason mendesis geram.


Lia menarik suaminya. Jika dibiarkan saja, malam ini akan berakhir dengan amarah jason. Dan Amarah jason itu selalu berakhir fatal bagi Lia. Pria itu akan dengan gila-gilaan meminta jatah melebihi kapasitas sehari-hari. Jason menuruti Lia dan pergi ke lantai atas sambil melirik kearah Erick yang bagaikan mayat hidup. Gabriel? Pria itu dengan santainya duduk berhadapan dengan Erick.


"Aku tidak suka mereka semua berada disini. Mereka kira Penthouse ini tempat penampungan apa?" ujar Jason dengan kesal setelah dia berada di dalam kamar.


"Sudah.. biarin saja. Toh, mereka tidak akan mengganggu kita. Tidak akan ada yang berani mengetuk kamar ini." Ujar Lia dengan manja sambil memainkan rambut di dada Jason.


"Kalau begitu kau jangan mengerang terlalu keras."


Jason dengan mudahnya mengakat tubuh Lia. Membawa gadis itu kedalam kamar mandi. Mereka berdua berdiri dibawah guyuran air hangat. Saling berpelukan dan bercumbu. Tangan sudah bergerak kearah hati memperintahkan. Dan Rajawali dengan rakusnya sudah bersarang di dalam segitiga emas. Penuh, sesak dan semakin bergelora dibawah guyuran air hangat.


"Sudah Jason.. Ah.... aku lelah." Protes Lia setelah mencapai puncaknya. Kakinya sudah merasa lemas, apalagi seharian ini dirinya seharian beraktifitas. Berbeda dengan Jason, yang masih terus saja bergerak sambil membungkam protes Lia dengan ciuman.


Pelepasan kedua Lia bersamaan dengan peleoasan pertama Jason. Masih dengan memegang tubuh Lia yang bersandar di dinding kamar mandi, Jason menyabuni tubuh Lia. Mengusapnya dengan lembut. Memuja tubuh ramping dan halus itu.


"I Love You," bisik Jason mesra sambil mengangkat tubuh Lia kedalam kamar.


"Sudah! Cukup untuk hari ini." Protes Lia menghindari tangan Jason yang hendak bergerak aktif di bawah pakaian tidurnya.


Lia berputar dan melepaskan diri dari Jason. Dia mengambil kimono tidur dan bermaksud keluar dari kamar. Tangan Jason mencegah langkah Lia. Gadis itu berhenti, menoleh pada suaminya yang menjulang tinggi dihadapan.


"Aku mau ambil air. Haus. Air mineral di dalam kamar habis."


"Aku ikut."


Mereka bersama turun ke lantai bawah. Di sana tampak Erick sudah terlelap di sofa. Ruangan tampak sunyi. Mungkin semua sudah terlelap dan Daniel kembali ke lantai bawah. Tanpa prasangka, sepasang suami istri itu menuju ke dapur.


Dan lagi-lagi mereka di kejutkan dengan sepasang anak manusia yang asyik berciuman. Kali ini bukan Erick dan Laurent, melainkan Daniel dan Emely. Hal itu membuat Lia kesal. Dapur sekaligus ruang makannya telah ternodai oleh mereka.


Lia sengaja menyenggol kursi, agar mereka berhenti dengan aktifitasnya. Berhasil. Daniel dan Emely menghentikan aktifitasnya. Tangan Emely yang mengalung di leher Daniel sudah terlepas dan gadis itu menunduk malu. Sedangkan Daniel hanya tersenyum kikuk pada Jason.


"Kenapa kau masih disini?!" Ujar Jason dengan kasar.


"Maaf kakak, aku hendak pulang tadi, tapi..."


Daniel tampak bingung mengemukakan alasan. Dia semakin merasa gugup dengan pandangan Jason yang mengintimidasi. Meski bagaimanapun juga, dia baru saja berbaikan dan menerima kepercayaan dari Jason. Dia tidak ingin semua itu berubah, hanya karena masalah kecil. Kepercayaan itu penting.


"Ems, aku pulang dulu. Besuk pagi akau akan datang kembali menemuimu," bisik Daniel lembut. Emely mengangguk malu dan masih merasa canggung berdiri dihadapan tuan rumah pria yang menatap mereka dengan dingin.


"Lia aku pulang." Pamit Daniel.


Pemuda itu melewati Jason dan Lia. Jason langsung mengekor dibelakang Daniel, memastikan jika pemuda itu benar-benar, bukan sekedar bersembunyi di suatu sudut dalam Penthouse.


Jason benar-benar tidak percaya, jika kedua adiknya ternyata melampaui dirinya. Mereka sudah pernah berciuman dengan seseorang. Sedangkan Jason, kakak tertua, baru merasaian indah dan nikmatnya ciuman setelah menikah. Itu pun setelah hampir satu tahun. Jason bertanya-tanya dalam hati, seberapa buruk dan bodoh dirinya dibanding Laurent dan Daniel.


"Ayo ke kamar." Ajak Lia sambil membawa dua botol air dingin.


Mereka masuk ke dalam kamar dan mulai berbaring diatas tempat tidur. Lia menyandarkan kepalanya di dalam pelukan Jason. Pikirannya menerawang pada percakapan dengan Emely.


"Harusnya aku mencoba juga ya dengan Briant." ujar Lia lirih kemudian tertawa.


"Apa maksudmu? Mencoba apa?!" tanya Jason gusar. Jason sudah membalikan posisi tubuh mereka. Kali ini Lia berada dibawah jason dengan kedua lengan kekar itu mengunci dirinya.


"Itu, tadi Emely bilang. Dia berciuman dengan Daniel karena ingin mencoba dulu sebelum berhubungan."


"Maksudnya?"


"Kalau Daniel terlalu ahli, berarti dia pria brengsek. Kalau di tidak bisa sama sekali, berarti harus disingkirkan, karena pria yang tidak bisa berciuman, hubungan akan hambar. Sedangkan kalau bibir nya terasa nikmat, maka itu adalah pria yang dia inginkan."


"Lalu ... apa hubungannya dengan Briant?"


"Aku kan belum pernah berciuman dengan Briant. Jadi penasaran, beneran cinta gak ya dulu itu..." sahut Lia dengan nakal, dia sebenarnya hanya ingin menggoda Jason, tanpa sadar sudah membangkitkan amarah pria itu.


"KAU INI. BICARA TANPA OTAK!!!"


Jason yang marah mulai mengigit leher Lia dan menghisapnya kasar. Dia dengan brutal memberikan tanda merah di sekujur tubuh lia. Lia berulangkali mengerang dan meminta Jason untuk berhenti. Tapi terlambat, dia telah membuat marah empunya si Rajawali. Rajawali sudah menukik masuk kedalam sarang emasnya. Membuat si empu sarang emas, harus melupakan keinginan untuk tidur.


...💖💖💖💖💖💖...



Yang belum chatt kakak Nadia, no 8.


Caranya gampang, follow author ya kita bisa chatt atau masuk ke group chatt.