48 Months Agreement With CEO

48 Months Agreement With CEO
Cemburu



...Vote yaa...


...💖💖💖💖💖💖💖...


"Jason ... kenapa kita ke tempat ini ?" tanya Lia dengan heran.


Saat ini, mereka berada di depan sebuah night club. Lia menjadi heran dibuatnya. Dia mengira jika Jason akan membawa dirinya pulang ke mansion atau penthouse. Bahkan kalau boleh ingin lebih, Lia mau menghabiskan malam ini di sebuah hotel, berdua saja dengan Jason.


Rasa rindu setelah delapan hari berpisah, belum lagi seharian dalam tawanan, membuat Lia lelah dan hanya ingin berduaan. Memiliki Jason untuk dirinya sendiri. Tidak berbagi dengan pekerjaan apapun yang selalu mengekor Jason.


"Kita akan menghabiskan malam di tempat ini."


Jason keluar dari dalam mobil, tanpa menanti jawaban Lia. Dia berjalan memutar untuk membukakan pintu mobil Lia. Dengan ragu Lia menatap Jason, memandang suaminya yang tersenyum pasti padanya. Meskipun enggan, Lia akhirnya keluar dari dalam mobil.


Jason mengamit tangan Lia. Dia membawa gadis itu masuk ke dalam club. Suara hinggar bingar musik memekakkan pendengaran Lia. Lia mengikuti langkah Jason dan mereka langsung menuju ke arah bar. Duduk di kursi yang telah ditinggalkan oleh pengunjung lainnya.


"Ayo duduklah." Jason mengangkat tubuh mungil Lia keatas kursi.


"Jason. Pulang yuk." ajak Lia.


Jason menggelengkan kepalanya.


"Kita baru saja sampai. Mari bersenang-senang seperti yang kau inginkan."


"Aku ..." Lia tidak meneruskan kalimatnya ketika dilihat Jason tidak berniat mendengarkan alasan darinya.


Seorang bartender menghampiri mereka. Jason memesan Brandy untuk dirinya dan segelas san palagrino untuk Lia. Jason menegak perlahan brandy ditangannya. Dia kemudian memutar tubuh dan menyandarkan pada meja bar. Pria tampan itu memperhatikan kerumunan orang yang sedang menari, seiring dengan irama musik yang menghentak.


"Jason ..." panggil Lia.


"Kau ingin turun ke lantai disco?" tanya Jason.


Lia menggeleng.


"Baiklah." ujar Jason acuh.


"Pulang yuk ...," pinta Lia.


"Kenapa harus pulang, apakah kau tidak ingin bersenang-senang denganku?" tanya Jason.


"Bukan begitu ..." Lia menekan suaranya. Terlalu melelahkan berteriak-teriak di tengah suara musik dj yang hingar bingar.


"Hey tampan ..." seorang wanita muda dan sexy menghampiri Jason.


"Hallo," jawab Jason singkat.


"Bisa jadi."


"Kalau begitu kenalkan namaku, Sofia." Gadis itu mengulurkan tangannya yang disambut oleh Jason. Sofia masih memegang tangan Jason, enggan melepaskan. Dia menatap Jason dengan senyuman memukau. Sofia merasa mendapatkan jackpot malam ini.


Beda hal nya dengan Lia. Dia terperangah melihat sikap Jason yang membiarkan gadis itu mendekatinya dengan manja. Apalagi pria itu tidak berusaha menghindar. Dia berbicara, tersenyum dan menatap gadis itu dengan ramah. Tangan mereka pun masih bertautan.


"Siapa namamu?" tanya Sofia lagi.


"Namanya Bernard!" sahut Lia dengan keras dan menarik tangan Jason dari genggaman gadis itu.


"Bernard? Bernard the bear?" goda Sofia dengan tersenyum lebar.


"Iya Bernard the bear!" sahut Lia dengan kesal.


Sofia melirik kearah Lia dengan acuh. Dia melihat sikap Lia yang begitu posesif dan over protective, membuatnya berpikir siapa gadis itu. Tetapi melihat sikap Jason yang diam saja, dengan mata yang masih terarah pada Sofia. Maka, Sofia beranggapan jika gadis itu, hanyalah wanita malam yang ingin menempel pada Jason.


"Aku suka beruang. Dia tinggi ... besar ... berbulu ... dan kuat." ucap Sofia menggoda. Gadis itu menegak white wine ditangan perlahan dan menjilat bibirnya dengan sensual.


"Hahaha ... kau lucu sekali," ujar Jason tetap dengan menatap Sofia.


"Hei!" protes Lia kesal. Sikap Jason malam ini, benar-benar diluar nalar Lia. Jason menjadi sosok yang berbeda dari biasanya. Dan Lia tidak menyukai Jason yang seperti ini.


"Ayo pulang!" Lia menarik tangan Jason.


"Ayolah ... aku baru saja tiba di tempat ini. Aku baru akan bersenang-senang," tolak Jason.


"Siapa dia. Kenapa dia bersikap kasar padamu," tanya Sofia dengan mencibir. Dia melirik Lia dengan tatapan tidak suka.


Lia menatap Jason tajam. Dia melihat pria itu menyeringai kearahnya dan kemudian tersenyum manis pada Sofia. Jason melepaskan pegangan tangan Lia, dan menepuk tangan Sofia.


"Dia ... gadis yang baru aku temukan kemarin."


"Ooo .... hahahah ... Kau pasti pria yang hebat, sampai dia tidak mau melepaskanmu." Sofia mengerling manja. Gadis itu kini berani memegang bahu kanan Jason, kemudian tangannya turun kearah dada, mengusapnya perlahan.


Lia shock mendengarkan jawaban Jason. Lelaki itu bilang jika dia adalah gadis yang ditemui kemarin. Kasar sekali. Apalagi melihat wanita itu berani-beraninya menyentuk bahu dan dada Jason.


"Jangan sentuh dia!" Lia menepis tangan Sofia dengan kasar.


"Hey! Santai nona. Kau bertindak seakan-akan dia ini suami mu," gerutu Sofia sambil mencibir.


Wajah Lia memerah karena kesal. Apalagi saat ini, Jason hanya tertawa dengan menatap dirinya. Lia tidak mempermasalahkan tawa jason, tetapi yang tidak dia sukai adalah, pria itu tampak semakin tampan dengan tertawa. Dan Sofia semakin terpukau menatap Jason.