
Hai ... i miss you all. Adakah yang rindu pada saya? Hahahaha setidaknya adakah yang kangen dengan kelanjutan keluarga Madison?
Dikesempatan ini, author cuma mau bisikin sama kalian semua, kalau kisah Daniel sudah ditulis.
Ayooo ... siapa Daniel? Jangan bilang lupa, bisa nangis saya, hikk ... hikk ...
Betoellll! Ayo siapa tadi yang jawab Daniel adalah adik tiri Jason Madison. Daniel yang diserahi mandat oleh Tuan besar untuk mengembangkan usaha sampai ke Asia, sekarang ada di Jawa Timur loh. Warga Surabayaaaa, ada Daniel loh di sana.
Gimana ya sifat Daniel setelah lebih dewasa? Apakah dia akan dingin dan posesif seperti Jason, ataukan nakal dan playboy seperti Tuan Besar? Bagaimana Daniel ketika bertepuk dengan mahasiswi kampus bernama Krystal?
Pingin tahu ceritanya? Ayo bacanya GRATIS kok, tapi maaf bukan di sini. Beneran GRATISAN sampai TAMAT.
Di mana Thor? Ada lambangnya di foto di kepala si cewek, atau mau jelasnya ke ig author yukkk di
taurusdi_author
Oh ya, Author kasih sampel bab pertama ya.
***
"Ini apa Meisya ga salah ya? Masa sih Daddy memesan kamar di lantai tujuh belas untuk kami?" Krystal, seorang gadis yang baru berusia sembilan belas tahun tampak bingung.
Dia melangkah keluar dari dalam lift dan merasa kagum melihat dekorasi di lantai tersebut. Lorong dengan hamparan karet berwarna merah dan ukiran berwarna hitam yang membingkai setiap dindingnya. Krystal melangkah perlahan, merasakan sensasi empuk karet yang tertekan oleh hak sepatunya.
Gadis itu memperhatikan petunjuk arah dan menyadari hanya ada delapan kamar di lantai hotel tersebut. Krystal dengan pakaian pestanya tanpa lengan yang dia kenakan, melangkah ragu menuju kamar 1701.
Krystal baru saja menyelinap pergi dari pesta yang seharusnya dia hadiri. Ayahnya memberikan pesan dengan jelas kalau Krystal harus bergaul dan mendekatkan diri pada beberapa pria kaya di sana. Krystal merasa lelah menjadi pusat perhatian di pesta dan berusaha menghindar dari tatapan lapar mata lelaki, yang hanya ingin mendekatinya bukan mengenal perusahaan ayahnya.
"Ayo dong, tersenyumlah dan lakukan sesuatu biar makin seru." Suara bisikan terdengar jelas dari dalam kamar 1701 yang pintunya tidak terkunci, membuat gadis itu penasaran.
"Sepertinya ada orang lain di dalam kamar. Apa Meisya membawa temannya?" Krystal membuka pintu kamar dan berjalan masuk perlahan, karena khawatir jika keberadaannya mengganggu kakak tirinya.
Dia terkagum-kagum melihat isi ruangan yang luar biasa mewah itu. Terdapat sisi yang terpisah antara kamar dan ruang tamu. Seumur hidupnya baru kali ini ayahnya menyewa kamar hotel yang tentunya luar biasa mahal itu untuk acara tahunan pesta bangsawan. Krystal yang awalnya enggan menghadiri acara membosankan itu, mulai merasa beruntung.
"Ayo dong …." Suara wanita yang lembut itu kembali terdengar jelas. "Kau membuatku sedih dengan diam saja."
Krystal tanpa sadar sudah berada di tengah kamar, lamunan membawa dirinya membuka pintu kamar dan masuk ke dalamnya. Gadis itu tertegun melihat pemandangan yang ada di depan matanya. Pikirannya belum sepenuhnya bersatu, separuh jiwanya masih terbawa pergi oleh angan.
"Tuan Daniel, Ayolah … aku begitu mengagumi dan menginginkan dirimu sejak dulu, bagaimana kalau kita bersenang-senang?" ujar seorang wanita yang sedang duduk di atas tubuh seorang pria.
Krystal melihat jika wanita cantik yang hanya menggunakan rok pendek, sedang menggerakkan tubuhnya di atas tubuh seorang pria muda. Pria tersebut tergeletak di atas tempat tidur dengan pakaian yang masih lengkap, hanya saja kemejanya sudah terbuka dan tangan lentik wanita di atasnya meraba setiap jengkal dada penuh otot itu.
"Ayolah … Tuan Daniel, apakah aku kurang cantik dan molek?" Wanita cantik itu kembali merayu lelaki yang terlihat masih tak bergeming.
Krystal terkesima ketika menyadari jika wanita cantik yang sedang berusaha keras untuk merayu pria di bawahnya adalah seorang artis terkenal, Lana Miracle. Artis cantik yang sangat ternama itu dan selalu tampil begitu alim, bersahaja dan berhasil memikat banyak orang dengan wajah serta akting polosnya. Dia tidak menyangka jika ternyata wanita itu bisa begitu berbeda.
'Benarkah itu Lana?' batinnya tak percaya.
Krystal menajamkan penglihatannya memastikan, jika gadis cantik yang sedang berusaha untuk membuat pria di bawahnya membuka mata dan berbuat sesuatu, adalah benar-benar orang yang dia duga.
Krystal ingin pergi dari tempat ini, berlari saat itu juga menjauhi pasangan tersebut, tetapi lututnya terasa goyang akibat tatapan menusuk pria itu. Gadis cantik yang masih muda itu terpaku tak dapat melarikan diri, melainkan gugup.
"Aaa! Siapa kamu? Kenapa bisa masuk ke ruangan ini?" Teriakan Lana Miracle, bintang ternama itu membuat Krystal terkejut.
"Maaf … maaf … aku tadi … aku … salah masuk kamar," ucap Krystal yang kebingungan bagaimana menjelaskan jika kamar ini seharusnya ditempati keluarganya.
Lana Miracle tampak buru-buru merapikan blousenya yang terbuka di bagian dada. Artis ternama itu melotot kesal ke arah Krystal yang masih belum juga menyingkir dari tempat itu. Krystal, gadis biasa yang menjadi saksi perbuatan tidak polosnya, diam mematung seakan menoton pertunjuan drama.
"Pergi kau, dasar pengganggu!" seru Lana Miracle dengan ketus.
"I--iya, maaf."
Krystal merasa bersalah karena tidak sengaja melihat kejadian tersebut. Dia menyesal tidak segera pergi sehingga tidak terlibat dalam urusan penting orang lain. Krystal membalikan badannya dan segera keluar dari dalam kamar dengan wajah bersalah.
"Mau ke mana kau?" Sebuah genggaman erat menarik tubuhnya yang baru saja sampai di ruang tamu, membuatnya kembali memutar. "Aku belum mengizinkan kau pergi!" tegas lelaki yang bernama Darrel itu.
"Maaf, Tuan, aku tidak sengaja masuk ke dalam kamar ini." Krystal menatap pria di hadapannya dengan sorot mata polos dan wajah memelas.
Wajah cantiknya terlihat begitu menyesal sedangkan sorot mata polos itu mulai terkejut, ketika menyadari siapa sesungguhnya pria yang saat ini ada di hadapannya. Pria tampan yang pernah dia dengar desas desusnya juga seringkali muncul di tabloid bisnis kalangan atas. Pria yang sempat dia kagumi kharismanya, tetapi tidak ketika melihat apa yang baru saja terjadi.
'Jangan-jangan dia adalah Tuan Daniel dari grup Semesta Alam?' batin Krystal.
Tuan Darrel dari perusahaan ternama itu merupakan playboy kelas kakap yang sudah sering menaklukan hati banyak wanita. Beritanya seringkali menjadi halaman utama majalah gosip karena berulang kali berganti pasangan. Dia tidak mengerti bagaimana pria seperti itu bisa menjadi kekasih idaman banyak wanita.
"Lepaskan aku!" Krystal menatap tajam ke arah lelaki yang masih mencengkram pergelangan tangannya dengan keras.
"Ah, marah ya?" ucap Tuan muda Daniel dengan senyum tipis di wajahnya. "Kamu juga bisa bergabung dengan kami, tidak perlu merasa diacuhkan."
"Anda tidak waras!" Krystal merasakan pipinya memerah karena marah mendengar ucapan pria tersebut yang terasa tidak senonoh baginya.
"Kau terlihat semakin cantik ketika marah." Pria itu menelusuri tubuh Krystal dengan tatapannya, penuh minat.
Krystal meronta, dia menyesal mematuhi saran kakaknya yang memaksa dirinya datang dengan menggunakan gaun ketat yang terbelah di bagian dada. Pakaian berwarna hitam ini, sekarang seakan membuatnya terjebak, menjadi santapan rakus mata lapar pria itu.
"Hmph--" Krystal menggumam tertahan ketika tiba-tiba Tuan muda Darrel mengecup bibirnya.
Dia sekuat tenaga melepaskan diri, tetapi pelukan pria itu terlalu kuat menahan tubuhnya. Dia melotot merasakan pria itu menelusuri bibirnya tanpa permisi. Ciuman pertama hilang tanpa kesan sedikitpun di hati gadis polos itu. Direnggut paksa oleh pria asing.
Plak! Tamparan keras didaratkan Krystal dengan kuat di wajah Daniel, ketika dia berhasil melepaskan diri dari pelukan pria itu. Wajah gadis cantik itu memerah penuh amarah tertuju ke arah pria, yang justru terkekeh setelah menerima pukulannya.
"Apa yang kau lakukan pada Tuan Daniel Madison?" Lana segera berlari menghampiri pria itu.
"Pergi, Kau, sekarang juga!" Langkah Lana terhenti saat menyadari kata-kata itu ditujukan untuk dirinya. Dia menatap Tuan muda dengan tidak percaya, tetapi wanita itu tidak bisa berbuat apa-apa selain mematuhi. Dia melirik kesal ke arah Krystal yang dianggapnya sebagai pengganggu.
"Sekarang hanya ada kita berdua," seringai licik menghiasi wajah tampan lelaki itu menatap buruannya yang tersudut.