48 Months Agreement With CEO

48 Months Agreement With CEO
Rencana Gila



Suatu sore ketika dua orang wanita yang baru saja mengenal sebagai seorang adik dan kakak ipar. Di sebuah lobby Condominium mewah di pusat jantung kota Paris. Mereka sibuk bersitegang.


"Aku tidak mau!" Tolak Lia dengan melotot.


"Kau harus membantuku!" Paksa Laurent tak kalah ngotot, bahkan jauh lebih garang.


"Tapi itu hal yang tidak benar!"


"Aku tidak perduli! Hal itu harus dilakukan!"


"Bagaimana mungkin kau bisa berpikir seperti itu?"


"Kau yang memberiku ide!" ujar Laurent sambil mengunyah sepotong wortel yang sudah di celupkan dalam saos.


"Hah?! Kapan aku memberimu ide itu."


"Diculik dan dipaksa menandatangani pernikahan! Itu yang akan aku lakukan pada Erick!" Ujar Laurent dengan mata berbinar dan wajah penuh keyakinan.


"Kau gila!!! Bagaimana mungkin kau memaksa seorang pria untuk menikahimu?"


Lia menyandarkan punggung nya ke sofa dengan kasar. Dia hampir kehilangan selera untuk menikmati Fish and Chip sebagai makan siangnya. Permintaam Laurent begitu diluar akal sehatnya. Bahkan diluar ide gilanya sekalipun.


"Kenapa? tidak ada yang begitu?" tanya Laurent acuh.


Lia mengangguk.


"Kalau begitu aku akan menjadi yang pertama."


Laurent menyeringai nakal, dia berbicara dengan mantap. Seakan-akan semua sudah dia pertimbangkan untung rugi nya. Sedangkan Lia hanya dapat memandang adik iparnya dengan raut wajah tak percaya. Bagaimana bisa kakak dan adik ini memiliki pemikiran seperti itu. Tindakan mereka diluar pikiran.


"Apa kau tidak takut tersakiti?" tanya Lia akhitnya.


"Erick menyakitiku?"


Lia mengangguk lagi.


"Dia tidak akan tega menyakitiku, karena aku tahu dia mencintaiku. Hanya perlu sedikit sentilan saja u tuk menyadari nya.." Sahut Laurent dengan yakin.


"Tapi... reputasi Erick." Lia mengingat bagaimana Erick sering berganti menggandeng wanita.


"Dia tidak akan melakukan hal itu ketika aku berada disisinya." Ujar Laurent yakin.


Keyakinan Laurent membuat Lia ragu. Benarkah Kebiasaan Erick yang bergonta-ganti wanita bisa dihentikan begitu saja? Bisakah Laurent menaklukan hati Erick, jika pria itu tiba-tiba dipaksa menikahinya begitu saja. Huaa!!!! Apa ini yang dipikirkan Jason ketika membuat dirinya menikah dan menandatangani kontrak saat itu.


"Tapi... Kenapa kau tidak ajak saja Erick berbicara dari hari ke hati?" Saran Lia.


"Berbicara dengan Erick sama saja dengan berbicara pada orang idiot. Pagi dia bilang iya, malam dia bilang aku tidak bisa." Gerutu Laurent sebal.


"Tapi...." Lia menggumam bingung.


"Kakak ipar! Aku meminta bantuanmu, bukan meminta saran. Kau tahu mulutku susah dikunci rapat jika kau tidak memegang kuncinya." ujar Laurent dengan nada mengancam.


"Kau tidak mau kan ... aku bercerita pada mommy apa yang aku dengar malam itu?" ujar Lauren dengan santai. Kakinya dia goyang, tangan dilipat di dada dan pandangan mata yang licik tertuju pada Lia.


"Apa yang kau dengar, maksudmu?" Lia dibuat kesal karena bingung.


"Pernikahan Kontrak kalian." Sahut Laurent acuh.


"Tapi itu..."


"Aku tidak perduli hal itu benar atau tidak! Tapi asal aku membuka mulut, maka mommy akan sekuat tenaga mencari tahu, bahkan bisa saja dia membuat hal itu benar untuk menyudutkanmu."


Lia menggeram kesal. Dia mengutuki dirinya sendiri. Benar apa yang Jason katakan, berbicara tanpa otak. Kelemahan Lia, dia seringkali nyeplos, asal bicara tanpa berpikir terlebih dahulu. Dan sekarang kelemahannya telah menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.


Tapi, menculik seorang pria, memanipulasinya sehingga menikahi Laurent, bagaimana hal itu bisa dilakukan. Sekalipun mabuk, kemampuan minum seorang pria itu tidak sama dengan wanita. Lalu apa yang harus Lia lakukan, untuk membantu Laurent demi keuntungan Lia sendiri. Saling memegang kunci rahasia untuk keselamatan masing-masing.


"Baik! Aku akan membantumu. Tapi ingat, jangan salahkan aku jika dalam pernikahan kalian, kau akan menangis dan tersakiti." Tegas Lia lagi pada Laurent.


"Tidak akan. Ini keputusanku." ujar Laurent dengan mantap. Pikirannya sudah bulat dengan keputusan gila yang dia ambil. Laurent tidak bisa lagi membiarkan Erick tarik ulur sesuka hatinya.


"Dan awas apabila kau bilang pada Jason, jika aku ambil bagian dalam rencana gila mu. Atau jika dia sampai tahu dan marah padaku, maka aku akan mengatakan padanya jika kau mengancamku!" Kata Lia dengan tegas.


"Oke. Oke. Deal. Kita jauhkan Kakak Jason dari hal ini. Pikirannya sudah penuh akan urusan pekerjaan dan urusan tahta. Ini antara kau dan aku." Laurent menyeringai lebar.


"Karepe dewe."


"Huh?!"


"Lupakan."


"Kapan, rencana ini bisa dilaksanakan, aku harus segera membuat gaun pengantin." Laurent mengeluarkan ponsel nya untuk melihat-lihat koleksi gaun pengantin terbaru di Paris.


"Kau akan mengadakan pernikahan sesungguhnya, dihadapan mommy dan daddy mu?" tanya Lia dengan perlahan.


Tiba-tiba saja dadanya terasa sakit. Pernikahannya belum juga sempurna. Bahkan restu dari ayah Jason belum dia dapatkan. Pernikahan ini menyatukan dua hati tapi tidak dengan dua keluarga. Semua wanita pasti ingin sekali bisa menikah dihadapan kedua orang tua dan keluarga yang mereka cintai. Tapi, apa yang dia dapatkan... Lia mendesah, haruskah Erick merasakan hal yang sama seperti dirinya. Apakah Erick dan Laurent pada akhirnya tidak akan membenci dirinya? Lia tenggelam dalam lamunan.


"Hei! Hei!" Laurent mengguncangkan tubuh Lia sedikit lebih keras, membawa kembali kesadaran gadis cantik itu. Mata Lia menatap pada Laurent dengam sendu.


"Tidak perlu iri. Aku tahu apa yang kau rasakan. Pernikahanku dengan Erick tidak mungkin mempertemukan kedua keluarga, aku harus membuat dia tahluk terlebih dahulu." Ujar Laurent sambil menatap Lia yang masih termangu.


"Aku akan menikah dengan gaun pengantin dan cincin dihadapanmu. Dan setelah dia tahluk, kita akan mengadakan pesata besar bersama-sama. Jason dan Lia. Erick dan Laurent. Itu akan menjadi pesta hebat di abad ini." ujar Laurent dengan penuh keyakinan.


Lie menggeleng kepala tak percaya. Adik iparnya ini, memiliki sifat yang ternyata tak jauh enrbeda dengan Jason. Teguh pada kemauan dan pendiriannya. Jika mengunginkan sesuatu akan berusaha keras meraihnya. Erick semoga saja kau selamat dari bencana kegilaan ini.


Tapi, tunggu dulu. Sebuah pikiran nakal terbersit di otal nya. Dulu ketika dia menikahi Jason, Erick dan seorang supir adalah saksi. Kenapa tidak dia biarkan pria itu merasakan hal yang sama, dengan tokoh utama yang diganti. Heheheh.. ini adalah saat balas dendam pada Erick yang bahkan tidak berusaha menyelamatkan dirinya, dulu.


Jika akhirnya Lia bisa jatuh cinta dengan kegigihan Jason. Mungkin kali ini juga bisa sama dengan Erick. Siapa yang tahu, bisa saja pria itu bertekuk lutut dibawah kaki Laurent. Sekalipun tidak, itu bukan urusan Lia, toh dia sudah memperingati Laurent. Dan Erick, biar dia merasakan rasanya menjadi diri Lia. Hehehe... Lia terkekeh sendiri.


"Akan aku buat Erick menikahimu." Ujar nya dengan mantap.