
Jika manusia sedang di liputi oleh iri dan dengki, dia tidak akan berhenti mencari kelemahan dan mempermalukan lawannya. Itu lah yang terjadi pada Annet. Kegagalannya untuk mempermalukan Lia dan membuat Jason membuang wanita itu, membuat dia berusaha mempengaruhi Natali. Mencari sekutu.
Sore hari itu, Annet memaksa menemui Natali yang sedang berada di dalam spa. Annet berusaha menyakinkan Natali, jika mereka memiliki musuh yang sama. Natali yang awalnya tidak tertarik dengab Annet, berubah pikiran. Dia membiarkan Annet berkicau di sisinya.
"Nona Natali... Saya tahu anda lah yang sesungguhnya lebih pantas mendampingi tuan Jason Madison." mulut Annet mulai berbuih mengeluarkan rangakian kata untuk merayu Natalli.
"Anda lebih cantik, hebat dan berkedudukan tinggi. Sedangkan wanita itu, heh! masih dibawah tingkatanku." ujar Annet dengan sinis.
"Kenapa kau tidak menyukai dirinya?"
Pertanyaan Natali membuat Annet gelagapan. Tidak mungkin kan dia bilang, jika dirinya sebal kepada Lia, karena sudah menggagalkan niatannya mendekati Jason. Jika Natali tahu, wanita itu pun akan ikut membenci dirinya. Lebih baik bermain aman saja, setelah berhasil baru Annet berencana melancarkan serangan untukk mendapatkan Jason dan menyingkirkan Natali.
"Karena aku mengagumi anda, nona Natali. Aku mengikuti setiap rancangan fashion terbaru yang dikeluarkan Natali butik. Lihat aku mengenakannya sekarang." Annet memuji dirinya sendiri karena sudah mempersiapkan diri, datang dengam mengenakan rancangan yang di jual oleh Natali Fashion.
Natali tersenyum tipis, senang! Seorang fans sejati pasti akan memperjuangkan dan membela dirinya mati-matian. Fans adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Natali mulai tertariik dengan rencana yang akan dilancarkan oleh Annet. Dan dia mendengarkan dan menyetujui hal itu. Dengan catatatan, keterlibatannya pada rencana Annet adalah karena kebetulan.
Mereka berjabat tangan dan saling menyeringai. Rencana yang mereka miliki tentunya untuk mempermalukan Lia dan menjadikan gadis itu gosip utama di setiap percakapakan selebritis dan kaum bangsawan.
Dan disinilah lagi Lia. Gadis itu kembali di dampingi oleh Jason hadir di acara amal yang diadakan oleh Annet. Acara yang dari awal, sudah bekerja sama dengan Jason sebagai sponsor utama. Annet memberikan undangan secara khusus untuk Lia dan Jason, dia meminta secara khusus kepada mereka untuk hadir, agar acara donasi itu bisa semakin sukses dan dipercaya.
Acara yang diadakan di gedung kesenian itu, tampak sangat mewah. Membuat Lia bertanya-tanya begini kah acara donasi kalangan atas. Kenapa mereka harus dirayu terlebih dahulu untuk mengeluarkan uang. Tampak sekali jika uang yang mereka keluarkan hanyalah untuk mendapatkan pujian.
"Trimakasih tuan Marc atas donasi nya sebesar sepuluh ribu dolar, cuma-cuma saudara, tanpa membeli barang lelangan apapun. Anda sungguh luar biasa tuan Mark. Aku rasa...., aku akan menghadiahkan pelukan karena kebaikan anda."
Annet berjalan turun dari panggung dengan gaya sensual. Dia mendekati tuan Mark, yang sedang duduk sambil menatapnya penuh harap. Anneth dengan pakaian yang menonjolkan aurat di dada nya memeluk Mark, hingga kepala pria itu bersandar di dadanya yang terbuka.
Para undangan tampak bersiul, iri akan keberuntungan Mark. Dan pria itu tentu saja tidak menyia-nyiakan kesemlatan untuk mengecup dada Annet. Cup cup cup. Tiga kecupan cepat.
"Aow! Anda ternyata nakal ya, tuan Mark," ujar Annet dengan manja. Beruntung sekali Mark adalah seorang duda yang masih terbilang muda. Dia dengan gembira terkekeh berhasil merasakan dada Annet.
Lia yang melihat itu tertawa dan berbisik pada Jason.
"Apa kau juga mau seperti tuan Mark?"
"Jika kau tidak cemburu, maka aku sangat menginginkannya," balas Jason.
"Tentu saja aku mengijinkan, apakah perlu aku panggil Annet kemari?" tantang Lia lagi dengan tersenyum licik.
"Jika kau melakukannya, maka aku akan menciummu disini dan meraba dada mu." ancam balik Jason.
Sesaat Jason merasa tenang. Lia tidak akan mungkin membiarkan dirinya meraba dada gadis itu di depan umum. Ancaman itu hanya dilontarkan Jason untuk membalas candaan Lia.
"Apa kau akan meniduriku disini dan membiarkan mereka menonton tubuh telanjangku? Jika iya maka ayo kita lakukan," gertak balik Lia.
Jason menggeram. Dia menggenggam tangan istrinya.
Lia tertawa kecil sambil menepuk paha suaminya.
"Aku juga tidak akan membiarkan dirimu dipeluk oleh wanita lain. Bisa aku gunduli wanita tersebut." ujar Lia dengan gemas.
"Pindahkan tanganmu dari pahaku!" Bisik Jason dengan tegas.
Tangan Lia masih berada di atas paha Jason. Gerakan tangannya tidak dapat terlihat karena taplak meja panjang yang terjuntai. Dan Lia dengan sengaja mengangkat taplak itu menutupi sebagian paha Jason.
"Tenang saja. Aku tidak menggodamu." Lia menepukkan tangannya di paha Jason.
Acara lelang terus berlangsung. Dan itu membosankan bagi Lia. Lia hanya fokus menyantap makanan dan mengomentari orang-orang yang dia anggap bertingkah lucu. Lia menjadi heran, bagaimana kakaknya bisa bertahan mendampingi suaminya di acara-acara pesta dan bisnis. Tentu banyak orang yang akan menjadi penjilat dadakan.
"Lihat, Natali akan melelang sesuatu." bisik Lia.
Di atas panggung tanpa Annet memamerkan koleksi perhiasan milik Natali. Perhiasan mewah yang sangat indah itu, dibeli Natali sekitar dua ratus ribu dolar. Dan dia akan memberikannya untuk donasi.
"Sungguh luar biasa nona Natali. Perhiasan ini adalah design khusus dan hanya ada satu di dunia. Lihatlah kombinasi warna turqoise nya sangat luar biasa. Anda sungguh berhati mulia. Jika seorang yang bermartabat tinggi tidak memandang dan memilih anda, maka perlu dipertanyakan ketajaman penglihatannya dan mentalnya." Annet membisikan kata mental di microphone, membuat para hadirin terkekeh. Tujuannya tentu untuk menyindir Jason. Namun, pria itu bahkan tidak fokus dengan acara.
Dan lelang pun di mulai. Berkat kepiawaian Annet merayu dan meracuni pikiran orang, semua orang makin menaikan tawarannya. Hingga lelang ditutup dengan harga yang lebih mahal daripada harga beli Natali. Dua ratus lima puluh ribu dolar.
"Wah, apa jadinya ya kalau aku melelang jam tangan milikmu." Ujar Lia sambil terkekeh.
Jason saat ini mengenakan jam tangan Rolex dengan edisi khusus. Dibalik jam tersebut terukir nama Jason Madison. Jam tangan pesana khusus itu hanya ada satu di dunia. Dengan kecanggihan dan kemewahan Jam tangaan buatan rolex, maka tidak akan ada seorang pun yang akan menawar rendah.
"Jam tangan yang kau pakai saja, bisa untuk membeli sebuah pulau." bisik Jason.
Lia menyembunyikan keterkejutannya dengan mencubit pangkal paha Jason. Pria itu meremas bahu Lia. Dia sudah mengatakan agar Lia tidak menggodanya. Tapi gadis ini semakin nakal, mengusap paha Jason hingga pangkal paha dan bermain disana tanpa menyentuh Rajawali yang mulai bangkit.
Saat mereka sedang asyik menggoda, Natali baru saja selesai memainkan satu lagu dengan dentingan pianonnya yang luar biasa. Permainan piano Natali, berhasil dibeli dengan harga lima puluh ribu dolar oleh seorang pemuda bangsawan disana.
"Dan sebagai penutup, Saya akan mengundang nona Lia Madison untuk melakukan lelang." todong Annet tiba-tiba.
Lia yang asyik menggoda Jason tidak mengacuhkan perkataan Annet, hingga dia menyadari semua mata tertuju padanya.
"Bagaimana nona Lia, anda akan menutup acara ini dengan menyumbangkan sesuatu untuk di lelang bukan?" panggil Annet lagi.
Tujuan utama Annet adalah, dengann tanpa persiapan dari Lia, dia ingin sekali membuat wanita itu malu. Atau jika seandainya Lia memiliki sesuatu yang akan di lelang, maka Annet akan membuat harga nya menjadi jatuh dari harga pasaran aslinya.
Semua mata memandang Lia yang gugup dan berdehem. Wajah Lia memerah hingga semua orang mengira jika Lia akan menyerah. Apalagi wajah Lia tertunduk menatap tangannya. Semua menanti apa yang akan Lia lakukan. Sementara Jason berdehem dan menggelengkan kepala.
"Jangan!" bisik Jason tegas dengan wajah tegang.
...💖💖💖💖💖💖💖...