
Sebelumnya....
Hari ini sudah direncanakan dengan matang. Lia ingin sekali melihat dunia malam Paris. Semua ini akibat cerita dari Emely dan Laurent, yang membuat Lia tergoda. Dan hal itu harus dilakukan malam ini juga, disaat Jason belum kembali. Jika tidak, pria itu tidak akan mengijinkan dirinya keluar dengan bebas.
Selain itu Lia, memang sengaja ingin menabuhkan genderang perang dengan Jason. Kalau dulu dia tidak punya teman dan keberanian untuk kabur, saat ini berbeda. Dia berani mengambil tindakan nekat. Sengaja menghilang dari Jason untuk beberapa hari. Ini adalah hukuman untuk Jason yang seenaknya sendiri mengurung dirinya.
Untuk itu sebelumnya, Lia tidak kehilangan akal, dia mengambil segepok uang cash dari ruang kerja Jason. Karena jika menggunakan kartu kredit, maka dengan mudah suami posesifnya akan segera menemukan dirinya. Dan Lia ingin membuat Jason merasakah akibat dari mengekang dirinya.
"Kita suami istri bukan? Jadi uangmu adalah uangku, kan? Hehehe... Ini hak ku juga kan?" Oceh Lia sendiri sambil memasukan segepok uang senilai lima ratus ribu dolar ke dalam tas Hermes milik nya.
Gadis itu kemudian menuju ke kamar nya, mengganti diri menggenakan pakaian yang dibawa Emely, pakaian yang di larang Jason untuk dia kenakan di depan umum. Tidak terlalu vulgar, hanya gaun selutut berwarna hitam tanpa lengan. Gaun itu membalut tubuhnya dengan ketat. Dan Lia menutupi gaunnya dengan jas panjang Jason.
Dengan mengendap-ngendap Lia masuk ke kamar Emely. Mereka menunggu waktu malam tiba. Butler Bernard menjadi urusan Laurent. Bagaimanalun juga Laurent adalah nona muda dikeluarga ini, dimana Butler Bernard sangat menghormati dan menyayanginya.
Serangan mulai diluncurkan oleh Laurent.
"Paman Bernard, " panggil Laurent manja.
"Ya nona." Wajah Butler Bernard memancarkan kebahagiaan ketika Laurent memanggil nya Paman. Laurent tahu, panggilan ini adalah kelemahan kepala pelayan itu. Entah di sadari atau tidak, setiap Laurent memanggil paman, itu awal mula jika gadis itu menginginkan sesuatu
"Aku ingin mengajakmu berkeliling. Kita sudah lama tidak pernah bermain bersama." Rayu Laurent.
"Saya sudah tua, nona Laurent. Tidak kuat lagi bermain petak umpat."
Butler Bernard masih mengingat bagaimana Laurent kecil hingga remaja, gemar sekali bermain petak umpet dulu nya. Dia akan membuat butler Bernard juga semua pelayan, menjadi kalang kabut mencari dirinya. Laurent yang tidak memiliki teman akrab, lebih suka mengganggu pelayan di mansion.
"Aku sudah dewasa sekarang paman Bernard, aku ingin mengajakmu berkeliling dengan mobil menikmati danau di malam hari. Bagaimana?" Rayu Laurent dengam sorot mata manja.
"Tapi, saya bertugas menjaga nona Lia disini." Ujar Butler Bernard ragu-ragu.
"Ih! Lia kan sudah besar, ngapain dijaga-jaga segala, memangnya tanpa Paman Bernard dia tidak bisa makan sendiri?"
"Bukan begitu, hanya saja.. tuan muda..."
"Sudahhhh.... kakak kan tidak ada di mansion. Lagian kita cuma bermain di tepi danau. Sebentar saja. Aku ingin curhat padamu. Mansion juga sudah banyak pengawal dan pelayan. Ayolahhh... jika besuk Jason datang, kau pasti di sibukan dengan dirinya, mana ada waktu buatku lagi."
rajuk Laurent tiada hentinya.
"Baiklah nona... sebentar, saya ambil handphone dulu, jika saja ada yang hendak mencari."
Handphone butler Bernard baru saja di charging.
"Aduuhh.... ayooo buruaan sekarang. Sebentar saja, gak perlu pakai handphone."
Laurent menarik tangan butler Bernard dan membawa nya masuk ke dalam mobil yang sudah dipersiapkan Emely di depan pintu rumah. Saat itu semua pelayan dan sebagian pengawal sedang makan malam. Jadinya keadaan mansion sangat sepi.
Butler Bernard tak berdaya dengan bujuk rayu Laurent. Gadis kecil yang sangat dia sayangi itu, memanggil nya paman. Butler Bernard merasa sangat dihargai. Hatinya melompat kegirangan, karena Laurent yang dewasa dan selalu banyak mau nya, masih mau bersikap manja pada dirinya.
"Aku keluar sebentar dengan Emely, tolong sampaikan pada nyonya kalian. Dahhh."
Pengawal hanya mengangguk mendengar penuturan Laurent. Dengan segera Emely menancap Gas, membawa Ferari merah itu melaju. Setelah beberapa ratus meter, Laurent dan Emely saling menatap dan berseru, "Nyonya mudaaa sudah aman!!!"
Butler Bernard heran karena jalan yang ditempuh oleh Laurent, bukanlah menuju danau. Tetapi ke arah lota. Apalagi ketika mobil melaju kencang, diiringi tawa kedua wanita itu menyerukan nyonya muda. Saat yang bersamaan, sesuatu bergerak di sisi butler Bernard.
Mata butler Bernard melotot kaget. Lia tiba-tiba muncul di sisinya. Sedari tadi dia tidak menyadari, jika sesuatu besar yang duduk di lantai mobil dan tertutup jas, ternyata manusia. Dan, alarm bahaya sudah berdengung dengan keras, membuat pria setengah baya itu tidak bisa berkutik.
Gawat! Nyonya muda keluar dari mansion pasti tanpa persetujuan tuan muda. Dan dia ada di dalam mobil bersama dengan tiga wanita muda ini. Oh My God, apakah tuan muda akan percaya jika dirinya yang diculik? Butler Bernard meremas bajunya dengan keras.
"Nona Lia, apa yang kau lakukan disini? Ya Tuhan, nona Laurent ada apa ini sebenarnya?" pria tua itu mulai panik.
"Tenang paman kesayangan, kau akan mengawal kami untuk bersenang-senang. Supaya wajah keriputmu itu bisa lebih segar." Sahut Lia dengan cekikan melihat expressi butler Bernard.
"Bersenang-senang? Kalian mau kemana?"
"Partyyyy!!!" sahut ketiga wanita muda itu bersamaan.
"Jangan! Sebaiknya kita pulang. Jika tuan muda tahu. Ya Tuhannn... Anda tidak tahu bahaya apa yang akan terjadi." Butler Bernard semakin panik.
"Tenang saja, saat Jason kembali, aku mungkinnn...... masih akan bersembunyi. Hhahhaha." Lia tertawa penuh kemenangan.
"Duh, nona Emely, tolongggg... Putar balik mobil ya. Pleaseeee."
"Paman Bernard tenanglah, tidak kah kau ingin mengawal diriku?" Laurent menekuk bibir nya manja.
"Tapi nona.."
"Tenanglah butler ku sayanggg... Nyawamu akan lebih berbahaya, jika aku tidak membawamu bersamaku. Bukannya keselamatanku adalah tanggung jawabmu?" Lia menepuk tangan keriput butler Bernard yang dingin.
"Nona... dalam lima belas menit, pelayan dan pengawal pasti akan mengetahui nya. Dan mereka pasti akan menghubungi tuan muda Jason dan aduh... bagaimana dengan nasib Carlos dan semua pengawal," ujar butler Bernard dengan lemas.
"Lihat wajahmu semakin berkeriput. Jika Jason yang membuat keriput mu semakin banyak, maka aku akan mengikis keriput itu satu persatu." Ujar Lia menggoda.
"Iya paman sayang, sudah lama kan kau tidak partyyy... Hahahaha. Atau jangan-jangan kau tidak pernah ke club malam, terkurung dalam mansion seperti nyonya muda satu ini?" Laurent meledek.
Butler Bernard diam. Dia mengerucutkan bibirnya. Jelas saja dia tidak tahu apa itu club malam, karena sedari usia tujuh belas tahun hingga sekarang enam puluh tahun, butler Bernard setia bekerja dengan keluarga Madison. Tergelitik rasa ingin tahu, apa yang sering dia dengar diantara pengawal dan pelayan. Club Malam.
"Saya tekankan lagi. Ini penculikan." gerutu butler Bernard.
"Iyaaa!!!! Kau diculik oleh tiga nona cantik." Ledek ketiga wanita tersebut.
...💖💖💖💖💖💖💖...