
"Sudah sadar?" Laurent terkekeh melihat wajah kakaknya yang baru saja tersadar dari pingsan.
"Apa yang terjadi padaku?" tanya Jason. Dia meraba pundak dan punggungnya yang terasa sakit.
"Kau pingsan!"
"Pingsan?"
"Cih, pria macam apa dirimu? Masuk kamar bukannya menemani istri melahirkan, malah pingsan. Merepotkan tau? Gara-gara kau pingsan, Lia hampir panik dan anakmu tidak jadi keluar. Untung ada aku." gerutu Laurent dengan kesal.
"Maksudmu?"
"Aku menyuruh dia memilih anak atau suami." Laurent terkekeh dengan suara menjengkelkan.
"Dia pasti memilih aku, bukan?" Jason menjawab dengan angkuh.
"Yeaaa. Ya jelas memilih anak lah. Kau pria kuat dan bertubuh besar begini. Tidur di lantai sepuluh menit lagi tak akan membuatmu mati." Laurent tak kuasa menahan tawa melihat wajah Jason yang jengkel.
Kedudukannya sudah terancam bahkan mungkin sudah bergeser di hati Lia. Bayi kecil itu sudah menguasai Lia bahkan sebelum dia dilahirkan.
Jason mendengus kesal.
"Hei! Mau kemana kau?" teriak Laurent ketika melihat Jason bangun dari tempat tidur.
"Mau buat perhitungan."
"Jangan ganggu kakak iparku. Dia sedang beristirahat."
"Kau bawel sekali. Urusi dirimu dan Erick sana!" bentak Jason dengan kesal.
"Woiiihhh laki-laki cengeenggg!" teriak Laurent dengan jengkel.
Pria itu tak memperdulikan perkataan Laurent. Dari kamar sebelah dia segera masuk ke kamarnya sendiri. Di bukanya pintu dan perlahan dia menghampiri Lia.
Jasin tertegun melihat wajah pucat Lia yang sedang tertidur pulas. Di sisi wanita itu telah tergeletak seorang bayi yang sangat tampan.
Rasa jengkel Jason tiba-tiba menguap begitu saja. Dia memandang kedua malaikatnya yang sedang pulas, bergantian. Suasana indah yang membuat perasaanya menjadi tenang.
Jason kemudian memilih untuk membaringkan diri di sisi bayinya. Dengan satu tangan yang menopang tubuhnya, dia membelai bayi mungil itu.
"Kau benar-benar sudah mencuri segalanya. Mencuri istriku dan sekarang memikat hatiku. Hmmm ...,"Jason kemudian mencium ujung rambut si bayi.
"Cuma anaknya? Mommy-nya gak kebagian?"
Jason menoleh pada Lia yang ternyata sudah bangun dari tidur. Suara lembut wanita itu begitu menggoda.
"Bagaimana keadaanmu sayang. Maafkan aku yang tidak bisa mendampingimu. Aku ... ah! Ternyata kalian kelemahanku," ucap Jason dengan malu.
"Kau merasakan beban melebihi suami lain. Aku tidak akan menyalahkanmu. Melihat dirimu yang baik-baik saja sudah melegakan hatiku." Ucapan Lia yang lembut dan penuh pengertian membuat pria itu merasa tenang.
"Apakah masih sakit? Aku mendengar dirimu mengerang terus menerus."
"Maafkan aku. Karena teriakanku hingga kau merasakan sakit."
"Tenang saja. Aku pria kuat." sahut Jason dengan pongah.
"Hahahahaha tentu saja,"
"Kau meragukannya?"
"Tentu saja tidak. Aku sudah merasakannya berkali-kali."
"Hehe ... lalu kapan?" Jason melirik ke arah bawah.
Bugh! Pria itu terkejut ketika mendapatkan pukulan bantal dari Lia.
"Aow!"
"Puasa! Dua bulan lagi!"
Jason terbelalak mendengar perkataan Lia. Selama Lia hamil dia sudah puasa selama lima bulan dan sekarang di tambah dua bulan. Otak mesum pria tampan itu meronta.
"Tapi ...."
"Masih sakit ...," rengek Lia dengan mata tertunduk.
Seketika Jason ingat, ketika dia dengan sok masuk ke kamar Lia dan mengintip celah dari kedua kaki Lia yang terangkat ketika melahirkan.
Bagian yang membengkak. Sorga dunia, segitiga emasnya yang jebol. Pasti Lia tersiksa mengeluarkan kepala bayi berukuran tiga koma delapan kilo itu.
"Aku mau lihat!" ujar Jason yang langsung beringsut ke bawah hendak menarik selimut Lia.
"Aku mau lihat, seberapa parah luka yang disebabkan bayi nakal ini." Jason berusaha menarik selimut Lia.
"Jasonnn!!!! Jangan menyebalkan."
"Lihat pleaseee!"
"Tidak!"
"Huh! Kau sekarang tidak menyayangiku," ujar Jason manja.
"Jangan sekarang pleasee. Aku malu. Masih ada luka jahitan, nanti kau pingsan lagi." Sahut Lia dengan lembut.
"Baiklah." Jason akhirnya mengalah.
"Hei, baby. Gara-gara kau, mommy sampai sakit."Jason dengan gemas mencium kening putranya.
"Tidak daddy, mommy bahagia melahirkanku," sahut Lia dengan suara menirukan anak-anak.
"Terimakasih, Sayang." Jason lagi-lagi menciumi kening dan bibir istrinya.
"Jadi siapa nama anak kita?"
"Leon Malviano Madison." jawab Jason dengan bangga.
"Nama yang indah sekali. Leon ... Bagaikan seorang raja singa," gumam Lia.
"Juga perpaduan nama kita Lia en Jason."
"Hahhah benar-benar."
"Eh ... oekk ..." Bayi tampan itu seakan mengerti kedua orang tuanya bercengkerama membicarakan dirinya.
"Hai, Sayang. Dengar daddy memberimu nama Leon Malviano Madison. Kau harus menjadi pemimpin sejati dan tangguh bagaikan singa." Bisik Lia dengan lembut di telinga bayinya.
"Leon, kau harus menjadi kebanggaan keluarga Madison ya sayang. Buat daddy bangga." Jason mengusap lembut kepala bayinya.
Bayi mungil itu mengengadahkan wajahnya dengan gerakan perlahan ke arah Jason, menyungging senyuman mempesona yang membuat Jason terpana.
"Kau sangat tampan seperti diriku. Ingat, jangan mengambil istriku ya." Ucapan Jason disambut dengan tangisan keras dari baby Leon.
"Kau bilang apaan sih, sampai baby Leon menangis."
"Aku ...." Mulut Jason terkunci, ketika melihat Lia mengeluarkan dadanya untuk menyusui Leon.
Dengan rakusnya seolah tahu dengan jelas fungsi dari dada ibunya, baby Leon menyedot rakus sumber makananya. Bahkan tangan mungil itu mulai aktif meraba dada Lia.
"Dia! Haruskan dia melakukan itu?" Suara Jason mendesis dingin. Dia tidak terima dengan apa yang dilakukan bayi mungilnya.
"Maksudmu?" Lia mengernyitkan keningnya melihat tatapan tajam Jason ke arah bibir Leon yang asyik menikmati asupan gizinya.
"Kenapa dia harus mengambil milikku juga?"
"Honey! Jangan kekanakan ah. Ini makanan untuk Leon, biar tambah cerdas dan sehat."
"Aku juga mau sehat dan cerdas!" Jason segera bergulir ke sisi Lia lainnya. Dia membuka lebih lebar kancing baju Lia hendak mengeluarkan dada satunya dari penyangga. Jaso juga mau menikmati asupan gizi.
"Apaan sih! LAUREEEENNNNTTTTT! Bawa kakak mu keluarrrr!" teriak Lia kesal saat Jason hendak bersaing dengan bayi Leon.
...โ๐นโ๐นโ๐นโ๐น...
Update aplikasi Noveltoon dan Mangatoon kalian untuk Mei Fiesta.
Jangan lupa berikan poin dan vote untuk Lijas ya. ingat Hadiah ranking akan di bagikan untuk kalian.
Sesuai dengan janji author
โข Masuk 20 besar hadiah dari NT 100rb.ย Akan dibagikan 50 rb rangking 1 tertinggi dan 25 rb untuk 2 orang lainnya.
โข Masuk juara 2-10ย besar hadiah dari NT 200 rb. Maka juara 1 dpt 100rb. Juara 2dan 3 @50 rb.
โข Masuk juara umum besar hadiah NT 300 rb. Maka juara 1 @100rb. Juara 2&3@50 rb. Yang 100 rb akan dibagikan ke 10 pemberi hadiah lainnya.
Jika tidak masuk Juara 20 besar maka, tetap ada hadiah kejutan untuk ima besar saja yaaa.
Undian hadiah poin Hanya untuk bulan Mei 2021 saja. Okeyy.
Bagaimana? Semangat!
Gerakan 1 juta bunga untuk Lijas.๐