48 Months Agreement With CEO

48 Months Agreement With CEO
Pernikahan



"Aku Jason Madison, menerimamu Lia Oktavia sebagai istriku. Untuk memiliki satu sama lain dalam duka, bahagia, miskin dan kaya. Sekarang dan selamanya , hingga maut memisahkan."


Mata Jason menatap Lia dengan penuh cinta. Ucapannya tenang, percaya diri dan penuh penghayatan. Kedua tangan pria itu menggenggam tangan Lia yang tertutuo sarung tangan berenda.


Di balik kerudung putih transpararant yang menutupi wajahnya, Lia membalas tatapan mata Jason penuh haru. Air matanya menetes, bibirnya bergetar hendak mengucapkan sumpah setia untuk kedua kalinya.


"Nyonya Lia Oktavia, silahkan mengucapkan janji pada tuan Jason Madison," ucap seorang Pendeta yang memimpin pernikahan.


"A --- aku Lia Oktavia ... menerimamu ... Jason Madison, se --- sebagai su --- suamiku. Untuk memiliki satu sama lain da ---lam duka, bahagia, miskin dan kaya ... se --- sekarang dan selamanya ... hingga maut memisahkan ...." Lia mengucapkan sumpah dengan terbata-bata.


Dada wanita itu terasa sesak dengan luapan kebahagiaan. Akhirnya ia bisa mengucapkan sumpah setia dalam keadaan sadar. Dia menikahi pria yang dicintainya, ayah dari anaknya dan pendamping setia, di hadapan orang-orang yang mengasihinya.


"Silahkan mencium pengantin Anda, Tuan Jason."


Pendeta tersenyum hangat pada Jason.


Jason segera maju, membuka penutup wajah Lia dan menatap lembut pada wanita cantik itu.


Ia dengan lembut mengusap air mata yang menetes di wajah kekasih hatinya.


"Kenapa kau menangis?"


"A--ku terharu ...," ucap Lia dengan bergetar.


"Aku pikir kau kecewa karena menikah denganku," goda Jason.


"Bicara apa sih kau ini?" bisik Lia menggeram.


"Hoiii!!! Uncle! Mau dicium tidak pengantinnya? Ada yang antri ini!!!" teriak Aaron dengan lantang.


"Anna mau di 'kiss' sama Uncle," Ana berlari ke arah pasangan pengantin itu.


Lia yang melihat gelagat buruk akan terjadi, segera menarik tuxedo Jason dan mendaratkan kecupan di bibir pria itu. Jason menjadi terkejut dengan tindakan spontan Lia, tapi dengan cepat ia merengkuh pinggang istrinya, membalas ******* Lia.


Tepuk tangan dari para kerabat yang datang meramaikan suasana. Belum lagi siulan yang di keluarkan beberapa orang di sana.


"Jangan lama-lama Aunty, banyak anak kecil." Conrad berteriak lantang.


"Kalian mengganggu saja!" dengus Jason kesal dengan gangguan dari keponakan Lia.


Pria itu yang hendak menggandeng Lia turun dari Altar, diserbu oleh Anna. Gadis kecik yang tadinya berperan menabur bunga, sekarang mengangkat kedua tangannya ke arah Jason.


Jika saja tidak ada yang tahu, semua orang akan mengira jika Anna adalah anak Jason dan Lia. Dengan tangan kiri menggandeng Lia, tangan kanan Jason menggendong Anna.


Lia segera menghampiri Adonia dan menggendong bayinya. Leon tampak sedikit protes melihat Jason menggendong Anna.


Setelah Lia dan Jason turun, pasangan lain naik ke atas Altar. Erick menggandeng tangan Laurent dengan erat.


"Aku Erick Milan, menerimamu Laurent Madison sebagai istriku. Untuk memiliki satu sama lain dalam duka, bahagia, miskin dan kaya. Sekarang dan selamanya , hingga maut memisahkan," ucap Erick dengan tegas.


"***Aku Laurent Madison, menerimamu Erick Mila sebagai suamimu. Untuk memiliki satu sama lain dalam duka, bahagia, miskin dan kaya. Sekarang dan selamanya , hingga maut memisahkan." Laurent mengucapkan sumpahnya dengan lancar dan tegas***.


Tidak seperti pasangan Lia dan Jason yang harus mengawali ciuman pernikahan mereka dengan bercanda. Erick dengan tanpa banyak bicara mencium bibir Laurent. Memagutnya dengan rakus.


Saat Laurent mencubit pinggang Erick, saat itulah ia baru tersadar jika saat ini banyak pandangan mata yang tertuju pada mereka.


Dengan malu-malu, Erick melepaskan ciumannya.


Upacara pernikahan itu di laksanakan di Pulau Madison, hanya dengan kerabat terdekat yang datang. Tentu saja dari pihak Lia hanya keluarga Knight dengan semua kurcacinya. Sedangkan Ercik hanya membawa ibu dan adiknya.


Begitu pula keluarga Madison. Hanya ada keluarga inti. Mereka tidak mengundang siapapun juga, karena alasan kesehatan tuan besar yang tidak boleh bocor di dunia bisnis.


Juru fotomu adalah orang-orang yang sudah menandatangani surat perjanjian tidak akan menyebarkan berita apapun, tanpa izin keluarga tersebut.


Media masaa pun ta ada satupun yang datang. Pulau ini di sembunyikan keberadaannya dari para paparazi yang akan mengganggu kenyamanan.


Foto dan pengumuman pernikahan akan disebarkan setelah melalui seleksi ketat. Dan saat Leon Malviano Madison berusia tepat satu tahun, tuan besar berjanji akan mengumumkan pengunduran dirinya.


Hal yang paling membahagiakan adalah, dengan perundingan yang panjang, Jason akan memindahkan kantor pusatnya dari Paris ke Miami.


Hal ini sungguh membahagiakan Lia, karena dia bisa dekat dengan keluarga kakaknya. Setidaknya dia tidak akan merasa sendirian dan kesepiaan di negeri orang.


Kantor di Prancia akan menjadi kantor cabang yang di tangani oleh Erick dan Laurent. Sedangkan Daniel mendapatkan kepercayaan untuk mengawasi kegiatan di Asia.


Pemuda yang baru berusai dua puluh enam tahun itu merasa sangat bahagia dengan jabatan yang ia dapatkan. Jason yang mengusulkan posisi itu untuk Daniel.


Satu persatu anak luar nikah tuan besar di periksa ulang untuk persamaan DNA. Dan dari dua belas anak yang datang membawakan test DNA, ternyata separuh di3antaranya adalah manipulasi.


Ke enam anak yang lain diharuskan menandatangani surat perjanjian, jika mereka sebagai anak yang di luaar nikah akan tetap di berikan fasilitas dan jabatan sesuai dengan kemampuan dengan syarat tetap berdiri di jalur aman, tidak menggugat ataupun mencelakakan keluarga dan perusahaan Madison. Jika itu terjadi, selain tidak mendapatkan apapun, keluarga Madison siap mengahdapi tuntutan yang akan menghabiskan seluruh dana hidup. mereka


Angin yang berhembus dengan tenang di atas bukit di pulau Madison memnghantarkan udara yang nyaman bagi mereka semua.


Pesta sederhana itu terasa sangat berarti. Lia yang terharu dan Laurent yang gembira. Pernikahan impian mereka menjadi kenyataan. Hidup rukun selalu selamanya.


Hal yang paling mengejutkan terjadi pada Camila. Ketika pria yang dia cintai dan sudah ia dampingi selama dua puluh tujuh tahun itu membebaskan dirinya.


"Tidak, Tuan besar. Dua puluh tujuh tahun aku mendampingi dirimu. Jangan campakan aku ...," desah Camila dengan putus asa.


"Aku tidak mencampakanmu. Aku hanya ingin membebaskanmu. Kau masih muda, usiamu bahkan belum setengah abad. Tubuh dan kepribadianmu masih sanggup memikat banyak pria di luar sana. Carilah kebahagianmu ... kebebasanmu ... aku tidak akan mengikatmu lagi, Camila."


Darrel Madison menepuk tangan Camila dengan lembut. Setelah operasi otak yang dia alami, pria tua itu menyadari jika tidak ada satupun manusia di bumi ini bisa luput dari penghakiman.


Dia menyadari sikap egoise dan keangkuhannya sudah membuat banyak orang menderita dan keliarannya telah menghancurkan banyak masa depan.


"Tuan besar ...," desah Camila putus asa. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya.


"Ikutlah Daniel ke Asia. Dampingilah dia. Curahkan kasih sayang dan perhatianmu untuk anak kita. Jika saja di sana kau menemukan pria yang sungguh-sungguh mencintai dan bersedia menjagamu, menikahimu, aku merestui. Tapi jika kau ingin kembali di sisiku, aku tidak akan menelantarkan dirimu."


Camila terisak mendengarkan penuturan tuan besar. Kebebasan ... kata yang asing di telinganya.


"Camila ... hapus air matamu. Kita akan berfoto bersama," ajak Laura.


"A--aku?" tanya Camila tergagap mendengar ajakan Laura.


Laura mengangguk dengan mantap. Ia kemudian menggandeng tuan besar untuk menuju ke pelaminan dan berfoto dengan kedua pasang pengantin. Camila dengan wajah sendu berjalan di belakang Laura dan Darrel.


Senyuman menghiasi setiap wajah di sana. Mereka mengabadikan setiap moment dengan senyuman. Anak-anak Diana dan Andrew yang datang, amat sangat meramaikan suasana. Mereka bermain dan saling berkejaran.


Matahari perlahan terbenam di ufuk barat, semburat jingganya tampak sangat indah menyinari kebahagian di setiap wajah. Alunan musik romantis dan dansa mengiringi pergantian matahari dan bulan.


"Lia ... aku mencintaimu dan seumur hidup hanya ada kau dalam hatiku," bisik Jason dengan lembut saat sepasang pengantin iti berdansa.


"Aku Lia Oktavia, menerimamu Jason Madison sebagai suamiku. Untuk memiliki satu sama lain dalam duka, bahagia, miskin dan kaya. Sekarang dan selamanya , hingga maut memisahkan."


Kali ini Lia mengucapkannya dengan lancar dan diakhiri dengan ciuman panjang di bibir Jason.


...❤❤❤ S E K I A N ❤❤❤...


😭😭😭💏


Tidak terasa sudah lima bukan novel ini berjalan.


Terimakasih untuk semua dukungan kalian semuaaa yang sudah setia membaca kisah Lia.


Yang belum membaca kisah Diana, mampir di Hidupku Bersama Ceo atau kisah George dan Felicia ( masih belum revisi, banyak kesalahan nama) di novel I Love You Tuan Muda.


Kisah Francesca jika mau mengikuti ada di aplilasi lain ya. Yang mau mengikuti cerita Francesca bisa chatt saya atau baca di pengumuman bab akhir kisah Francesca di NT.


Kisah Conrad saya tulis di sini Gratis. silahkan di baca di koment di dukung. Jangan ditimbun saja. Karena, beberapa hari setelah tamat akan saya hapus.


Untuk pendukung seribu bunga, meskipun tidak masuk dua puluh besar, tetap saya bagikan hadiah yaa.


LIST PEMENANG GIFT LIJAS


AUTHOR TAURUSTAURUS


1.KK EMI 11.088.p


2.YANTY M 9.518.p


3.ANA. 7.612.p


4.DIANITA. 6.705.p


5.JANNAH. 5.271.p


6.NADIA. 5.117.p


7.M3Y T@MP. 5.109.p


8.NOVIA. 5.041.p


9.IKA PATIH. 4.860.p


10.AZKIYA. 2.876.p


Untuk no 9 dan 10 tolong masuk ke Gc dan chatt admin yaaa.


Begitu juga tiga orang terpilih yang sudah mendukung lewat instagram, hadiah sudah saya bagikan yaa.


Ada dua orang juga yang terpilih dan mendapagkan bonus karena rajin komen dan mendapatkan like terbanyak.


"Mungkin bagi yang sudah mendapatkan hadiah pulsa, bisa koment untuk meramaikan. Heheehe, biar yang lain tahu, meskipun penghasilan saya hanya cukup buat beli pulsa, tetapi saya tetap berbagi dengan kalian, pleaseee."


Thankyouuu all, saya tunggu semuanya di cerita Conrad, HURT by MR.DOCTOR. Hayooo siapa yang di sakiti????


...😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘...