48 Months Agreement With CEO

48 Months Agreement With CEO
Lomba



Lia mendengus kesal sambil berkacak pinggang.


"Baiklah, jika kalian tidak mengerti!" Bentak Lia dengan kasar.


"Semua pelayan pria! Berdiri berbaris memanjang di dekat kolam renang sekarang juga!" Suara Lia melengking dengan keras.


Pelayan pria dengan segera berjajar dan berwajah tegang. Tidak ada seorang pun yang berani melawan Lia. Beberapa Pengawal memperhatikan kehebohan itu juga dengan heran. Nona Lia yang awalnya tertawa gembira, tiba-tiba berwajah menyeramkan.


"Oke. Sekarang kalian para wanita pegang ini. Kocok dan semburkan ketubuh mereka." Lia memberikan botol coca cola kepada pelayan wanita. Para pelayan wanita saling neroandangn ragu, mereka sempat menatap butler Bernard dan pria itu mengannguk. Akhirnya mereka mematuhi perintah Lia.


Mereka mengocok botol coca-cola satu setengah liter hingga berbuih dan menyiramkannya dengan keras di tubuh pelayan pria. Pelayan pria menghindari semprotan itu dengan kedua tangan, sementara pelayan wanita akhirnya tertawa terpingkal-pingkal.


Lia kemudian berbisik pada Adonia," dorong mereka masuk ke dalam kolam."


Dan Adonia melakukan hal yang di perintahkan Lia. Seorang pelayan pria akhirnya tercebur kedalam air. Melihat hal itu pelayan wanita lain melakukan hal yang sama. Tapi malang bagi Cicilia, ketika dia hendak mendorong Castro, pria itu dengan sigap memegang tangan Cicilia dan menarik nya hingga tercebur bersama.


Gelak tawa terdengar tanpa rasa kikuk lagi.


Lia sangat senang dengan hiburan yang dia lihat. Lia kemudian memutar I-tunes yang mengumandangkan musik Hip Hop dan R&b dengan keras.


Butler Bernard tersenyum melihat kehebohan itu. Tidak terdengar kicau sengau nya lagi.


Dia dengan malu-malu mengetukan jari ke paha mengikuti musik. Meskipun malu mengakuinya, dia senang dengan keramaian itu.


Beberapa pelayan mulai menikmati hidangan yang telah di sediakan, sebagian pelayan wanita ada yang turun ke dalam kolam renang juga. Mereka bersukacita atas kesempatan untuk menikmati kolam renang mewah milik tuannya. Kesempatan langka yang tidak akan disia-siakan.


"Supaya tambah seru, ayoo kita adakan lomba berenang. Yang kalah bisa memanggul yang menang. Dan sebotol anggur merah ini akan menjadi hadiah. Cheft Frans kau yang jadi jurinya." Lia menambah keseruan siang hari itu dengan lomba berenang yang disambut dengan riuh riah para pelayan pria


Cheft Frans, pria yang gemuk itu sangat bangga menerima tugas dari Lia. Dengan percaya diri di bersuit nyaring dan membentuk kelompok pria menjadi empat bagian. Masing-masing kelompok tiga orang. Hanya saja kelompok terakhir hanya terdiri dari dua orang.


Lia menghampiri butler Bernard.


"Aku yakin kau tidak bisa berenang." Sindir Lia pada Butler Bernard.


Butler Bernard menghentikan ketukan tangannya di paha. Dia menoleh pada Lia. Perkataan Lia memang tepat pada sasaran, butler Bernard terpancing emosinya.


"Saya jago berenang, nona. Tuan muda pun saya yang mengajari nya. Jangankan di kolam renang, di laut pun tidak masalah." Sahut Butler Bernard dengan sombong.


"Kau?! Mahir berenang?! Hahaha hahaha aku tidak percaya! Aku yakin kau hanya bisa berenang melawan anak-anak kecil saja. Hahahha." Lia tertawa mengejek.


"Heh! Aku memang sangat jago. Mereka semua bukan tandinganku." Jawab Butler Bernard dengan panas.


"Oh ya?! Kita buktikan. Kau akan berenang melawan group ke empat. Kau bertanding melawan Roman dan Ramon." Tantang Lia.


"Tidak saya tidak mau." Sahut nya.


Butler Bernard sebenarnya menolak permintaan Lia karena dia khawatir harga diri dan image nya jatuh. Dia terkenal sebagai seorang kepala pelayan yang tegas.


"Aha berarti kau pembohong." Celetuk Lia mengejek.


"Saya tidak berbohong!"


"Bohong! Bohong! Pemimpiiiii!" Ejekan Lia semakin membuat butler Bernard panas.


"Bagus! Kau mungkin bisa mengalahkan Fidel di babak final nantinya dan bisa membalas dendam pada dia, karena kaos kaki busuk nya." Ucap Lia dengan gembira.


"Nonaaa, jangan ingatkan hal itu lagi padaku." Butler Bernard menggeram.


Lia terbahak. Dan dengan segera Lia memberitahukan pada Cheft Frans, tentang keikut sertaan butler Bernard. Cheft Frans sempat tidak percaya dengan perkataan Lia, tapi dia tetap patuh.


Saat buler Bernard melepaskan pakaiannya, dengan angkuh dia memamerkan sisa-sisa otot pada tubuhnya, hal itu membuat riuh ria diantara para pelayan. Mereka bersorak dan Lia membakar semangat butler Bernard dengan berteriak, "Bernard! Bernard! Bernard!" Teriakan Lia dikuti oleh pelayan lainnya.


Butler Bernard mulai bertanding melawan Roman dan Ramon. Tak disangka pria tua itu bisa melesat dengan cepat dan mengalahkan kedua pemuda itu. Entah mereka sengaja mengalah atau memang dirinya begitu hebat.


Pertandingan yang di menangkan oleh Butler Bernard disambut dengan tepuk tangan dan suitan meriah dari semua pelayan yang terhibur.


Pesta sederhana yang menyenangkan dan membuat mereka menjadi lebih bersemangat.


Babak semi final di mulai, dua orang siap bertanding. Butler Bernard melawan Castro dan Fidel melawan Piter. Mereka tampak mulai bersiap dan meregangkan otot-otot tubuh mereka.


Pertandingan semifinal di menangkan oleh Butler Bernard dan Fidel. Akhirnya terdapat kesempatan bagi butler Bernard untuk membalas Fidel. Babak Final akan dilakukan dalam tiga putaran.


Sebelum memulai pertandingan final, Lia menyuruh mereka untuk beristirahat dan meminum air putih terlebih dahulu. Kemudian Lia mencuri kesempatan dan berbisik pada Fidel untuk mengalah.


Pertandingan sangat seru, acara di taman benar-benar sangat ramai. Mereka semua bersuka cita tanpa ingat, jika sebelumnya mereka takut dan ragu untuk berpesta.


Beberapa pengawal menikmati tontonan dengan senang hati. Pesta itu untuk pelayan dan mereka tidak berani bergabung. Mereka hanya melihat dari kejauhan.


Saat itu lah gerbang dibuka ketika, mobil mewah Lamborghini Vaneno warna emas milik Jason masuk kedalam. Jason turun diikuti oleh Erick dan merasa heran dengan keramaian yang ada di belakang. Tanpa bertanya Jason menuju ke area kolam renang diikuti oleh Erick.


"Wah, hebat juga istrimu membuat pesta." Ujar Erick dengan tertawa kecil.


Jason terdiam dengan kecemburuannya. Dia hendak berteriak marah, namun urung.


Disana Jason melihat dari kejauhan saat Lia bersorak dan tertawa riang. Gadis yang dia rindukan, istri nakalnya yang sering membuat dirinya pusing, tampak sangat bersemangat menyoraki pertandingan berenang.


Betapa terkejutnya Jason ketika yang ikut lomba berenang adalah butler Bernard. Dia melihat kepala pelayan itu menyembul dari kolam renang dan bersorak girang akan kemenangannya melawan Fidel. Butler Bernard keluar dari kolam renang dan berteriak bangga seraya memukul-mukul dadanya.


Semua bersorak dengan gemuruh. Tak lama kemudian Fidel mematuhi peraturan lomba, yang kalah harus menggendong yang menang berkeliling taman belakang. Fidel menggendong butler Bernad di punggungnya.


Dengan sombong dan seperti seorang remaja, butler Bernard mengacungkan kedua jempolnya tinggi-tinggi di balik punggung Fidel. Fidel membawa butler Bernard dengan berorak. Ketika putaran sampai di arah dimana Jason berdiri, seketika Fidel dan Butler Bernard terpaku dan menjadi pucat.


Riuh ria di kejauhan seketika berhenti juga. Mereka gugup melihat tuan muda tiba-tiba sudah berdiri dengan gagah dihadapan butler Bernard dan Fidel. Kedua pria yang bertelanjang dada dan basah kuyup itu menjadi kikuk dihadapan Jason.


Butler Bernard turun dari gendongan punggung Fidel dan berdiri dengan kepala menunduk. Kedua tangan mereka menutupi tubuh yang telanjang. Mereka tidak menyangka jika tuan muda akan datang hari ini. Dan ini terlalu memalukan bagi butler Bernard. Harkat dan martabatnya telah di jatuhkan oleh Lia.


Wajah Jason diam dan tampak sangat marah. Belum sempat dia menegur kepala pelayan itu, teriakan seorang wanita yang dia rindukan membuat nya lupa.


"Jasonnnnnnnnn...." Lia berlari dengan sukacita melihat kedatangan Jason.


Jason sempat takjub melihat Lia yang berlari kepadanya. Dia sudah lupa dengan kemarahannya akibat pelayan pria yang bertelanjang dada. Saat ini yang lebih penting adalah melihat Lia berlari dan menghambur kedalam pelukannya.


...💗🌟💗🌟💗🌟💗🌟💗🌟💗...