
Melihat Lia yang menghentakan kaki meninggalkan ruang makan, Jason tersenyum lebar. Pria itu tidak mengikuti langkah Lia. Dia memberi kesempatan untuk gadis itu agar bisa lebih menenangkan dirinya.
Setelah mendengar pintu kamar Lia di tutup.
Jason mengajak Butler Bernard ke arah kantor pribadi Jason di lantai atas yang ternyata bersebelahan dengan ruangan jaquzi.
Di dalam kantor, mereka hanya berdua. Jason memerintahkan butler Bernard untuk duduk di hadapannya. Dengan perlahan Butler Bernard menarik kursi dan duduk seperti robot dihadapan Jason. Dia mandang wajah tuan muda nya dengan seksama.
"Bernard, ada yang harus kau lakukan untukku. Pertama, jangan katakan pada siapapun anggota keluargaku tentang Lia." Pesan Jason.
Butler Bernard menatap Jason tidak mengerti. Hal itu sebenarnya mudah, karena keluarga lainnya jarang berkunjung. Mansion ini milik Jason. Tetapi kenapa harus disembunyikan? Apakah keluarga Madison lainnya tidak ada yang tahu mengenai pernikahan mereka. Permainan apa yang sebernar nya terjadi.
"Kau pasti bertanya, mengapa aku menyembunyikan pernikahanku dengan Lia, bukan?"
Jason menatap pelayan setia nya yang selalu mendampingi Jason semenjak kecil. Bahkan Jason lebih dekat dengan Bernard daripada orang tuanya. Sejak kecil ketika Jason mengikuti ayahnya berbisnis keliling dunia, disisinya selalu ada Bernard yang memperhatikan setiap kebutuhan Jason.
Bernard sebenarnya memiliki hati baik dibalik sikap robot yang dia tunjukan. Dari Bernard lah, Jason belajar menghargai orang lain.
"Saya tidak berani bertanya tuan muda. Saya yakin anda sudah memperhitungkan segala konsekuensinya." Sahut Butler Bernard dengan penuh kasih sayang pada Jason.
"Aku akan mempersiapkan dirinya hingga tidak ada satupun yang memandang rendah istriku. Aku akan membuat dirinya lebih tangguh dan pada derajat yang tidak akan mereka sepelekan."
Perkataan Jason membuat butler Bernard menatap majikan muda nya dengan tajam.
"Anda jatuh cinta padanya tuan?" Tanya nya dengan hati-hati.
Karena sepengetahuan butler Bernard. Jason tidak mudah bahkan tidak pernah jatuh cinta pada wanita. Semua wanita cantik dari berbagai kelas bangsawan tidak ada satupun yang bisa membuat Jason tahluk.
Jason mengetuk-ngetukan jari di meja. Dia merenung untuk sesaat.
"Aku tidak tahu bagaimana cinta itu seharusnya. Yang aku tahu, aku tidak akan melepaskan dirinya, aku ingin menjaganya dan aku suka mendengar ocehannya." Jawab Jason.
Butler Bernard mengangguk.
"Satu hal, katakan pada semua pelayan, jangan ada yang meminjamkan ponsel pada Lia. Bagaimanapun dia merayu, tidak boleh." Jason terkekeh.
Dalam benaknya dia bisa membayangkan bagaimana Lia akan menggerutu sepanjang hari. Dan gadis itu akan menyerang dirinya dengan mulut cerewetnya.
Butler Jason menggelengkan kepala. Dia masih belum mengerti permainan sepasang insan ini. Mungkin karena dirinya terlalu lama mengabdi dan menjadi bujangan tua.
"Kau akan menyukai dia Bernard. Dia menggemaskan seperti seekor kucing." Ujar Jason dengan tersenyum lebar.
"Beristirahatlah Bernard dan lihat kekacauan yang akan dia berikan padamu besuk. Sekarang aku akan mengincar buruanku." Jason terkekeh.
Dia menggeser rak buku di belakang kursi yang didudukinya. Ruangan rahasia yang hanya diketahui Jason dan Bernard. Dibalik rak tersebut tampak sebuah ruangan penuh dengan dokumen. Jason melewati semua dokumen dan mendorong pintu geser di sana yang menyerupai dinding.
Pintu itu mengantarkan Jason ke ruang jacuzi. Dan dari sana dia bisa melihat Lia yang sedang sibuk mengganti pakaian. Pemandangan indah ketika gundukan indah itu menggantung sangat sempurna. Rambut hitam legam terurai dengan indahnya.
Jason menelan ludah. Entah sejak kapan dia memiliki pikiran mesum melihat tubuh seorang wanita yang memiliki ukuran dada standard. Berbeda dengan wanita berdada besar yang selalu mengelilinginya.
Jason melihat Lia sudah mematikan lampu dan masuk ke dalam selimut dan mulai tertidur. Jason kemudian melepaskan pakaiannya dan hanya mengenakan boxer. Kemudian dia berjingkat perlahan tanpa suara dan masuk di dalam selimut yang sama tidur di sisi Lia.
Lia yang merasa ada pergerakan diatas kasur. Segera duduk dan menghidupkan lampu baca disisinya. Lia menjadi sangat kaget melihat Jason sudah tidur di sisinya.
"Hei! Bagaimana kamu bisa masuk?"
Lia melihat kursi dan meja masih tertumpuk dengan sempurna menghalangi pintu.
"Sssttt. Ayo tidur jangan berisik." Ujar Jason perlahan sambil membuka satu matanya. Jason menelan ludah lagi. Belahan dada gaun tidur Lia sangat rendah, membuat sebagian gundukan yang tidak dilindungi bra itu tampak menggiurkan. Dan bukit kembar itu cukup dekat untuk dapat segera dia terkam.
Lia duduk menghadap pada Jason. Kemudian dengan kesal dia menarik selimut Jason sambil berkata, "ayo pergi, ini kamarku. Aaaaa...."
Lia berteriak sambil menutup matanya.
Jason membuka kedua mata, terkejut mendengar teriakan gadis itu. Dia langsung terduduk dan melihat Lia yang sedang menutupi mata dengan kedua tangannya.
"Apa yang terjadi. Kenapa kau berteriak?"
"Mesum! Kenapa kau tidak pakai baju." Teriak Lia galak sambil memunggungi Jason.
Jason menatap tubuhnya. Kemudia memandang punggung Lia yang juga terbuka lebar. Halus .
"Aku biasa juga tidur seperti ini." Sahut Jason tidak merasa bersalah.
"Ayo keluarr... Tidur di kamar lain. Ini kamarku."
"Enggak mau."
"Pergiii."
"Gak mau. Cuma ada kamar ini yang bisa ditiduri,"
"Alasan!"
"Aku tidak beralasan. Kamar yang lainnya sedang dalam masa perbaikan."
"Hiiii.. alasan. Aku tidak melihat adanya tukang." gerutu Lia kesal.
"Sudah ayo tidur disini istriku cantik." Jason merayu.
"Hiiii... gak mau." Lia menekuk wajahnya.
"Kenapa kau bicara dengan memunggungi diriku?" ujar Jason lembut.
"Karena kau tidak pakai baju!"
Jason terpana heran.
"Bukannya tadi di Jacuzzi juga aku tidak pakai baju." Sahut Jason dengan heran.
"Itu...." Lia bingung harus menjawab apa. Tadi di jacuzzi dia tidak terlalu memperhatikan Jason. Perhatiannya tertuju pada tekhnologi yang di sajikan di ruang jacuzzi. Tapi saat ini, melihat tubuh Jason begitu sempurna dekat dengan nya, membuat Lia gemetaran. Terlalu indah untuk hanya di pandang
"Itu kenapa? Karena aku terlihat mempesona dan kau takut tidak dapat menahan diri?" Jason menggoda Lia.
"Yeaaaa ge-er. Siapa bilang kau mempersona."
Lia membalikan tubuhnya menghadap ke arah Jason sambil mencibirkan bibir nya.
""Kau serius tidak takut?" Jason mendekatkan dirinya pada Lia.
"Mundur mesum. Lalat buah mesum."
Jason menahan bantal Lia.
"Sudah aku bilaang jangan panggil aku lalat buah!" Dengan cepat Jason mengecup bibir Lia.
"Ih cium-cium lagi! Nyosor saja kerjaannya."
Lia mendorong badan Jason keras-keras.
"Hukuman buatmu."
"Oke ga ada lalat buah lagi." Janji Lia dengan seringai nakal.
"Bagus!"
"Lalat buah, wekkk." Lia menjukurkan lidahnya dan terkekeh.
Saat itu juga, Jason yang sudah setengah mati menahan dirinya, merasa tertantang.
Apalagi tadi ketika Lia memukul dirinya dengan bantal, bukit kembar itu bergoyang kesana kemari. Membuat matanya silau dan dadanya sesak.
Jason segera menerjang Lia, hingga gadis itu terlentang diatas kasur. Kedua tangan Lia berada di samping kepala dan ditahan oleh tangan Jason. Jason menghimpit tubuh Lia, pria tampan itu mulai ******* bibir gadis yang sudah menjadi istrinya.
Lia meronta. Tapi badan Jason yang menghimpit tubuhnya begitu besar. Gerakan Lia tidak ada artinya. Jason terus ******* bibir Lia, merasakan manisnya madu yang berasal dari bibir kenyal itu. Jason ketagihan.
Ini pertama kali nya Jason mencumbu seorang wanita. Dan entah bagaimana dia bisa begitu ahli. Jason tidak dapat menghentikan hasratnya untuk ******* bibir Lia terus menerus, hingga saat dia merasakan perih di bibir nya.
"Kau menggigitku!" ujar Jason kesal.
"Kau membuatku tidak bisa bernafas!" Balas Lia sambil menjauh dan menghela nafas berulang-ulang. Lia kemudian mengambil segelas air, membasahi kerongkongannya yang kering.
Lia hendak menuju sofa. Bermaksud tidur disana.
"Berani tidur di sofa, aku bukan hanya akan mencium bibir mu!" Ancam Jason.
"Hu uh! Kau selalu mengancamku!" Dengan kesal Lia kembali ke tempat tidur dan masuk kedalam selimut.
"Awas kau! Kalau macam-macam, aku akan membencimu seumur hidup!" Ancam Lia dengan sinis.
Glek! Tangan Jason langsung melayang diudara tertahan ancaman Lia ketika hendak memeluk pinggang gadis itu.
Jason kembali tidur. Dia menutup dirinya dengan selimut. Sebenarnya Jason tidak pernah tidur menggunakan selimut, tetapi dia tak urung masuk juga ke dalam selimut, berharap Lia melakukan kesalahan dan menyentuh tubuhnya.
Setengah jam kemudian. Jason masih tidak dapat memejamkan matanya. Dia menatap selimut di punggung Lia yang tersibak. Perlahan Jason menjulurkan tangannya. Jari telunjuk Jason menyentuh punggung Lia. Mengusap perlahan dan lembut.
"Jangan pegang-pegang!" tiba-tiba suara Lia memecahkan kesunyian sambil membalikan tubuhnya.
Jason yang kaget segera menarik tangannya dan merapatkan ke dada, menutup mata pura-pura tidur. Dia tidak ingin Lia marah dan membenci dirinya. Dalam diam, Jason berpikir
kenapa aku harus takut padanya, bukankan dia yang seharusny patuh padaku?
Lia mendengus melihat Jason yang sudah memejamkan matanya. Lia yakin sekali jika Jason belum tidur. Dia meneliti wajah Jason.
*Pria ini sangat tampan.
Dan dia.... suamiku.
Apakah aku beruntung di nikahi pria setampan
dan sekaya dirinya?
Tapi kenapa dia menikahiku?
Dia tidak pernah mengatakan cinta padaku.
Bahkan pernikahan kami hanyalah sebatas
perjanjian di selembar surat kontrak.
Mengapa aku harus melahirkan anak untukmu
dan kemudian kau ceraikan?
Empat tahun terlalu lama. Aku takut jatuh cinta
padamu dan sakit hati ketika kau merebut
anak yang aku lahirkan dan mencampakan
diriku*.
Lia termangu dengan segala pikiran yang melintas di pikirannya. Dia masih belum mengerti dengan apa yang terjadi. Semua masih mengagetkan bagi dirinya. Dan ini hari pertama Lia berada di Mansion Jason yang berada di Paris.
Malam semakin larut, Lia akhirnya tertidur.
Waktu bergulir tanpa terasa fajar sudah menyingsing. Suara kicauan burung yang bersahutan menggugah tidur Lia. Lia membuka matanya perlahan dan seketika gadis itu berteriak heboh.
Teriakan Lia terdengar hingga ke lantai bawah, membuat Butler Bernard naik ke lantai atas dengan tergopoh-gopoh.
"Aaaaaaaaa.... Mesummmmmm!!!!!!"
...💗🌟💗🌟💗🌟💗🌟💗🌟...
Wanita-wanita cantik....
Jangan Lupa like dan Vote yaaaaa.
Apalagi di bantu share biar sekampung baca dan
halu bareng. Hehehehehehe.
Semangat dan stay Healthy.