48 Months Agreement With CEO

48 Months Agreement With CEO
Cintamu tak cukup berharga



...~Air mata dan darah tak akan cukup untuk membasuh noda yang sudah menghitam. Hanya ketulusan yang bisa membasuhnya.~...


...❤❤❤❤❤❤...


"Maafkan aku. Kau boleh marah dan menghinaku, tapi tolong jangan sakiti Daniel," pinta Camila lagi.


Laura terpaku menatap Camila. Dua puluh enam tahun dia menantikan moment ini. Dan tiba-tiba saja semua terjadi begitu saja. Apalagi, semua disebabkan menantu yang tak dia akui. Wanita desa itu, telah membuat hal yang mustahil menjadi mungkin.


Laura sesaat membeku. Ada perasaan lega yang berbaur dengan gengsi. Semua sudah terjadi. Tetapi noda itu sudah melekat. Dan buah dari dosa itu ada. Suatu saat setiap buah dosa bisa berubah menjadi ancaman, itu yang ditakutkan oleh Laura.


"Seberapa banyak air mata yang kau tumpahkan, tak akan bisa membasuh dosa-dosamu!" ucap Laura dengan dingin.


Laura tahu, Camila bukan satu-satunya yang salah disini. Ambisi dirinya telah membuat dia seringkali meninggalkan Darrel dan anak-anaknya. Dan Laura juga tahu, bukan saja Camilla yang memiliki anak dari Darrel. Tetapi hanya Camilla yang dipertahankan, pria tua itu.


Ada rasa sesak di dada dan keinginan untuk berteriak. Seperempat abad sudah berlalu. Usia nya tak lagi muda. Dia ingin marah dengan semua yang terjadi. Jika saja dia tidak membantu Darrel mendapatkan ambisi nya, apakah rumah tangga ini masih bisa bahagia?


"Aku tahu, tapi aku tidak bisa kembali ke masa lalu ...." ujar Camila dengan sendu.


"Mom, hanya ketulusan hatimu yang bisa menghapuskan noda," ucap Lia dengan lirih.


Dan seketika saja, Laura beralih menatap Lia dengan dingin, bagaikan mata pedang yang siap merobek-robek mulut gadis itu.


Ketulusan? Heh! Apa yang dia tahu tentang ketulusan? Apa dia tidak paham, seberapa besar harga yang harus aku bayar, ketika dengan tulus membantu Darrel.


"Duduk di kursi! Apa kau hendak mempermalukanku dihadapan para pelayan. Bersikap seolah-olah aku antagonis disini." ujar Laura dengan kesal.


Camila beranjak dan duduk dengan tenang di depan Laura.


"Semua tahu, akulah figuran disini. Aku lah pemeran antagonis disini," sahut Camila dengan tersenyum kecut.


"Hentikan basa basi ini. Kau membuatku risih." Laura melengos dan tanpa sadar dia bersitatap dengan Lia. Laura bisa melihat pandangan mata Lia yang tulus. Tetapi, Laura belum bisa menerima ketulusan itu.


"Bagaimana kalu kita minum dulu?" Laurent memanggil seorang pelayan yang berdiri di kejauhan untuk menyediakan minuman.


Sore hari itu mereka habiskan dengan bercengkerama, meskipun masih ada kekakuan.


"Aku akan belajar menerima Daniel, selama anak itu berguna bagi Jason. Tapi, kau tahu aku tidak akan segan-segan berbuat jahat, jika ada yang menjadi batu sandungan bagi anak-anakku." Laura memberi peringatan pada Camila.


"Aku mengerti posisi kami, Nyonya besar." Camila tersenyum tipis.


"Kau bisa bebas menjaga dan merawat pria tua itu, aku tidak perduli lagi."


Perasaan cinta Laura sejak lama sudah mati untuk Darrel. Dia bertahan disisi Darrel hanya demi kedua anak-anaknya. Tak akan rela dia memberikan posisi yang sudah diperjuangkannya begitu saja.


Apalagi, semenjak Jason menjadi tangan kanan Darrel. Perlahan saham sudah beralih ketangan Jason. Jika diakumulasikan dengan miliknya, mereka masih memiliki posisi kuat. Meskipun, tetap memerlukan Darrel untuk memperkuat posisi Jason.


"Mom ...." Laurent tercekat dengan perkataan ibunya.


"Sudah tidak perlu mendramatisir keadaan. Hei, Kau gadis desa, apa kau yakin akan memperjuangkan Jason dan mengorbankan kebahagiaanmu? Semua orang bisa berubah."


Lia kaget mendengar Laura tiba-tiba mengajukan pertanyaan padanya. Orang bijak mengatakan, semakin tinggi puncak akan semakin sepi dirimu dan semakin kau rasakan kegelapan. Hanya ketulusan yang bisa mengatasi semuanya.


"Mom ... jika saja saya bisa mengorbankan semua yang saya miliki untuk bisa selalu berada disisi Jason, maka akan saya lakukan. Saya ... saya mencintai Jason dan bayi ini," ucap Lia dengan segenap hati.


Dia hanya berharap jika Laura dilembutkan hatinya dan setidaknya memikirkan bayi dalam kandungannya.


"Hahahaha ...." Laura tertawa dengan keras membuat mereka semua menatapnya heran.


"Gadis bodoh. Apa kau pikir dengan cintamu saja, Jason bisa hidup? Apa dengan cintamu, Jason bisa berkuasa? Tidak cukup! Cintamu tidak cukup berharga, kau tahu itu." Laura masih tertawa mencemooh Lia.


"Tapi setidaknya, Cinta bisa memberi harapan dan kekuatan. Seperti dirimu, Mom. Karena cinta mu yang luar biasa untuk Jason, kau bisa bertahan. Aku ingin kuat sepertimu." Lia memandang Laura penuh harap. Dia benar-benar berharap jika Laura bisa membantunya keluar dari genggaman Darrel.


"Omong Kosong! Kau memang pandai berbicara, Gadis desa. Jangan kira karena aku menerima Camila, maka aku akan menerimamu." Laura dengan tegas masih menunjukan ketidaksukaannya pada Lia.


Wanita itu tanpa basa-basi lagi meninggalkan mereka semua.


"Tunggu, Mom!" Laurent bergegas menyusul ibunya.


Di ruangan itu hanya tinggal Camila dan Lia. Camilla menatap Lia dengan sendu. Dia menyentuh tangan Lia dengan lembut.


"Katakan padaku, apa yang bisa aku lakukan untuk menolongmu?"


"Aku baik-baik saja, Nyonya Camila. Sebaiknya anda beristirahat. Pelayan akan menunjukan kamar yang bisa anda tempati. Menginaplah disini malam ini." Lia tersenyum lembut sambil menepuk tangan Camila.


Seorang pelayan kemudian menghampiri mereka ketika dipanggil oleh Lia. Dan Camila mengikuti saran Lia untuk beristirahat. Malam nanti mereka sekeluarga akan berkumpul untuk pertama kalinya.


Lia tersenyum bahagia ketika melihat empat orang pria disana, tampak bekerja dengan tenang dengan layar laptop dan komputer dihadapan mereka masing-masing.


Sesekali terdengar mereka berdiskusi.


Tampaknya, pria berbeda dengan wanita. Mereka bisa memilah emosi ketika bekerja dan tidak. Tentu saja mereka adalah pria-pria dewasa.


Lia mengheka napas dan kembali ke dalam kamarnya. Jam masih menunjukan pukul empat sore. Dia masih sempat tidur selama satu jam sebelum mempersiapkan diri untuk makan malam bersama keluarga Jason.


Sebelum tidur Lia mengambil ponselnya, dia menimbang sesaat dan menepis keraguannya. Memencer sebuah nomor. Lia berdehem sambil merapikan diri dan mengukir senyuman indah.


"Kakakkkkk, i miss youuu ...." sontak Lia berteriak dengan gembira ketika Diana menerima sambungan video call.


"Hush! Sudah jadi calon ibu, masih saja kenceng suaranya."


"Yeaaa biarin. Kan aku gini cuma sama kakak," sahut Lia dengan manja.


"Bagaimana keadaanmu? Kenapa lama sekali tidak menghubungi kakak? Apa gak kangen?"


tanya Diana sambil menimang Adelaide yang masih berusia satu tahun.


"Kangen lahh! Mana bisa aku gak kangen sama kakak. Itu Adel atau Anna?" tanya Lia menunjuk pada bocah lucu dalam gendongan Lia.


"Adelaide. Hallo Aunt, aku Adelaide. Cantik kan kaya mommy."


"Uihhh Adel lebih cantik dari mommy. Hidup mommy agak pesek, kalau Adel mancung, bibir merah muda dan rambut coklat tanpa disemir, gak kaya mommy ...." celoteh Lia tak berhenti.


"Eh! Berani ya mengejek kakak, aku cubit nanti ya," ujar Diana dengan gemas.


"Cubit dahhh, ayo cubittt." Lia menjukurkan tangannya kearah layar handphone.


"Ih, makin gemes kakak sama kamu. Lia, bagaimana orang tua Jason? Mereka sudah menerimamu, bukan?" tanya Diana penuh selidik.


"Ya jelaslah. Mana berani mereka tidak menerimaku, apalagi backing dibelakangku adalah Raja Kapal Pesiar. King Andrew Knight." Lia terkekeh, melihat Diana yang mencibir padanya.


"Dasar Lebay."


"Ih, kenyataan lagi. Semua karena kakak cantikku yang berhasil membuat King Andrew Knight bertekuk lutut. Kerennn!"


"Udah gak perlu menggombal lagi. Perhatikan dirimu dan anak dalam kandungan. "


"Tentu saja, kakak sayangku. Oh ya kakak ...,"


"Hmmmhhh ...."


"Aku akan ke Miami. Kita akan segera bertemu. Ahhhh senangnyaaa, aku ingin menggendong keponakanku dan mencubit pipi Aaron juga Conrad dan berkenalan dengan Francesca. Tunggu aku yaaa ...."


...💖💖💖💖💖💖💖...


Jangan Lupa. simpan poin kalian sebanyak-banyaknya. Pertengahan Mei ditebarkan ya.


Ajak pembaca lain dari GC manapun atau dari media sosial untuk membaca Lia.


semakin banyak anggota, semakin banyak poin yang ditebar. Begitu masuk ranking dua puluh besar taanggal 30 Mei, malam hari sampai 24.00. maka hadiah uang dari Mangatoon akan dibagikan dengan pembagian sebagai berikut;


Hallo Lovers,


Bisa buat Lijas tembus ranking hadiah Mangatoon atau Noveltoon gak?


Kalau sanggup, hadiah ranking dibagikan untuk kalian semua. Gimana? Mau gak?


Caranya gampang. Bawa member sebanyak-banyaknya untuk kasih hadiah ke Lijas. Perlu banyak pendukung untuk bisa manjat, kan.


Trus hadiahnya?


• Masuk 20 besar hadiah dari NT 100rb.  Akan dibagikan 50 rb rangking 1 tertinggi dan 25 rb untuk 2 orang lainnya.


• Masuk juara 2-10  besar hadiah dari NT 200 rb. Maka juara 1 dpt 100rb. Juara 2dan 3 @50 rb.


• Masuk juara umum besar hadiah NT 300 rb. Maka juara 1 @100rb. Juara 2&3@50 rb. Yang 100 rb akan dibagikan ke 10 pemberi hadiah lainnya.


Bagaimana? Semangat.


Gerakan 1 juta bunga untuk Lijas.💝