
~~Cinta itu bagaikan benih. Jika di pupuk dan disirami, maka akan berbuah dengan lebat ~~
...💖💖💖💖💖💖...
"Hai Lia apa kabar?" Grisella datang bersama Brian dan anak gadis nya yang berusia dua tahun.
"Hai Kak Grisella, Kak Briant apa kabar?" Lia menyapa mereka dengan riang.
Minggu sore ini, Diana mengundang Grisella sahabatnya dan Briant yang merupakan sepupu sekaligus tangan kanan Andrew. Mereka akan menikmati minum teh bersama sambil menikmati pemandangan matahari tenggelam. Acara akan disambing hingga makan malam bersama.
"Seperti kau lihat, kami baik-baik saja. Aku senang bisa bertemu denganmu lagi. Kau ... tampak lebih dewasa," ujar Grisella sambil menggenggam kedua tangan Lia.
Kecantikan dan keanggunan Lia semakin terpancar disaat kehamilannya. Aura keibuan mulai tampak, apalagi senyuman yang selalu mengembang, semenjak di mansion Diana dan Andrew.
"Ah, kau bisa saja. Bukankah aku memang canrik dari dulu, meski tak sebanding dengan dirimu," canda Lia yang mengundang tawa mereka.
"Siapa nama anakmu?"
Lia dan Grisella menoleh ke balita dalam gendongan Briant yang tampak manja. Balita itu menempelkan kepalanya di dada Briant sambil mengamati anak - anak Diana yang sedang bermain. Dia tampaknya masih malu untuk turun dari pelukan ayahnya dan berbaur dengan anak seusianya.
"Natalia. Namanya Natalia. Dia berusia dua tahun. Setengah bulan lebih muda dari si kembar tiga." Grisella menjelaskan tanpa diminta.
"Lucunyaaa ...." Lia mengarahkan tangannya membelai pipi Nathalia.
"Dimana Jason?" tanya Grisella.
"Sedang bermain speed boat dengan Aaron, Francesc dan Conrad. Ayoo kalian masuklah. Langsung ke taman belakang ya." Lia berjalan mendahului mereka.
Grisella berjalan disamping Lia menuju ke taman belakang. Mereka bercakap-cakap membiarkan Briant di belakang mengikuti.
Di taman belakang, di bawah rerumputan yang hijau dan telah di lapisi oleh kain, tampak Diana menemani Adelaide, Archie dan Anna. Ke tiga balita itu asyik bermain dengan mulut yang tak berhenti mengunyah cake dan buah.
Briant duduk dihadapan si kembar dan mulai mendudukan Nathalia di sana. Mendekatkan anaknya agar mulai bisa bergaul. Nathalia tampak ragu-ragu. Dia mengamati hingga setengah jam kemudian mulai berbaur dengan mereka.
"Nathalia terlalu sering diam dengan diriku. Jadi dia agak pemalu dan cenderung memerlukan waktu untuk berbaur." Grisella bercerita sambil memandangi Nathalia.
"Tidak ada babysiter?" tanya Lia.
Grisella menggeleng.
"Aku memutuskan untuk menjadi fulltime mother," sahut Grisella.
"Kau tidak bekerja lagi sebagai design intrior?"
Lia mengernyitkan keningnya. Karena setahu Lia, Grisella begitu mencintai pekerjaannya. Wanita itu adalah wanita karier yang logis dan modern. Bahkan Grisella dulunya sempat putus dengan Briant karena pekerjaan mereja yang begitu mengikat. Hingga akhirnya kedua insan itu rujuk kembali, karena cinta yang masih ada berkembang lagi, menyingkirkan perasaan Lia yang layu sebelum berkembang.
"Tidak. Kau tahu bukan, aku memiliki Nathalia dan melahirkan dia diusia yang sudah cukup tua. Tiga puluh lima. Heh ... aku tidak ingin membuang waktuku untuk karier dan menelantarkan Nathalia. Biar aku menjadi seorang ibu seperti Diana."
Grisella tersenyum ke arah sahabatnya. Persahabatan mereka di mulai dengan pertemuan di Condominium, saat Diana belum menyadari jika dirinya hanyalah wanita simpanan. Grisella selalu ada dan mendukung Diana, itu sebabnya Lia sangat menghormati Grisella.
"Kakak ku memang luar biasa ya. Bisa - bisa nya menjadi ibu dari enam anak, meskipun yang dua bukan dari rahimnya," ujar Lia memuji kakaknya.
"Kalian juga luar biasa dengan cara yang berbeda. Aku hanya bisa menjadi seorang ibu," sahut Diana merendah.
"Jadi seorang ibu itu tampaknya sepele. Tapi tanggung jawab yang besar. Menagasuh dan mendidik anak, membentuk lempung menjadi sosok yang luar biasa adalah tanggung jawab Ibu. Anak adalah hasil karya terhebatnya."
Kata-kata Lia terdengar dalam dan bermakna. Memang benar menjadi seorang ibu bukan hanya perkaya memasak, memandikan, membersihkan rumah dan mengurus keperluan sehari-hari, tapo yang lebih utama adalah dalam pembentukan karakter. Bagaimana anak kita akan sukses dan berbudi, adalah tanggung jawab orang tua. Sekolah dan Lingkungan merupakan faktor tambahan.
"Wah, adikku sudah semakin dewasa," ujar Diana menggoda.
"Hahahha bawan bayi," sahut Lia terkekeh.
"Kau hamil?" tanya Grisella memperhatikan perut Lia_________"Tidak kelihatan tuh, berapa bulan?"
"Baru tiga bulan."
"Cowok arau cewek?"
Lia menggeleng, "aku memutuskan untuk tidak ingin tahu. Biar menjadi kejutan saja"
"Kenapa begitu?" Grisella merasa heran. Dengan kecanggigan alat jaman modern seperti ini, bukan hal yang mustahil bukan, mengetahui jenis kelamin bayi sebelum dilahirkan.
"Sebelum.ke Miami, aku sudah membawanya ke dokter kandungan. Tapi, anakku menyembunyikan jati dirinya. Karena itu aku memutuskan untuk menjadikan kejutan," cicit Lia dengan senyuman lembut.
"Kau bisa melakukannya sekarang, jika kau mau," ujar Diana dengan lembut.
Lia menggelengkan kepala dengan tegas.
"Tidak. Lebih baik begini. Cowok atau cewek dia adalah anakku. Tidak ada yang bisa memungkiri jati dirinya sebagai keturunan Madison, bukan?" Mata Lia menatap ke arah canal. Muara air lautan yang dipisahkan oleh dua pulau kecil dan digunakan sebagai kawasan perumahan elite.
Grisella memandang Diana penuh tanda tanya dan dijawab hanya gelengan kepala oleh wanita itu. Semenjak Lia tiba, adiknya itu tidak pernah bercerita tentang apapun padanya. Dia hanya tertawa dan bercanda dengan anak - anaknya.
Saat ini, tanpa Lia sadadi dia sudah menunjukan beban yang sudah lama disembunyikan. Matanya menerawang dengan sedih sambil membelai perut ratanya. Hampir saja air mata itu menitik, ketika dengan cepat iya mengusapnya, melihat ke arah dermaga kecil.
"Mereka sudah kembali!"
Lia berjalan dengan cepat melihat dua buah speed boat yang sudah mendekat. Tampak Jason melambaikan tangannya kearah Lia. Lia perlahan menuruni tangga menuju dimana speed boat sudah ditambatkan oleh pengawal.
Tampaknya Jason membiarkan Conrad mengemudikan spead boatnya, sementara dia bergegas untuk turun dan menyambut Lia.
Angin lautan yang berhembus membuat rambut dan gaun Lia berkinaran. Udara yang berhembus sangat sejuk dan pancaran sinar mentari senja yang mengenai wajah Lia, membuat wanita itu nampak sangat cantik, terlebih lagi di penglihatan Jason.
Jason menyongsong Lia yang berlari kecil ke arahnya. Menangkay tubuh wanita itu dan mengangkatnya. Membawa Lia berputar sedikit. Tangan Lia memegang bahu Jason dengan senyuman yang mengembang.
Tatapan mata mereka menunjukan begitu banyak cinta.
Jason meletakan Lia dipermukaan tanah kembali. Dia membelai rambut istrinya, menyingkirkan anak-anak rambut yang berhamburan menutupi kening Lia.
Dia mendaratkan ciuman di kening Lia. Wanita itu memejamkan kedua matanya dan bersandar dalam pelukan Jason. Entah kenapa tiba-tiba sda perasaan melow. Dia hanya ingin memeluk dan menhirup aroma Jason dalam-dalam.
"Aduhhh! Kalau mau pacaran, tunggu tidak ada orang kenapa?" Protes Conrad yang baru saja turun dari speedboat.
"Ini bukan pacaran, tau!" sahut Lia.
"Kemesraan suami dan istri." Lia terkekeh melihat Conrad mencibir.
"Kaya baru pertama kali melihat saja orang berperlukan. Memangny Dad dan Mom gak pernah seperti ini, kah?" tanya Jason.
"Terlali sering, sampai risih!" sahut Conrad terkekeh.
"Hahahha ... kami contoh yang bagus, bagaimana kau memperlakukan istrimu kelak. Atau jangan - jangan dah punya pacar yaa?" Ledek Lia.
"Iih aunty. Masih sekolahhh. Masih mau jadi dokter. NO GIRLFRIEND!" Jawab Conrad tegas.
"Wow! Keren! Hebat itu!" Jason mengacungkan jempolnya.
"Apanya yang keren?" tanya Aaron yang baru saja datang dengan Andrew dan Francesca.
"Kakakmu keren. Sekolah dulu no girlfriend," sahut Lia menjelaskan.
"Aaron juga. Sekolah dulu no girlfriend," sahut Aaron tak mau kalah, ingin di puji.
"Yeeee ... mana ada ceritanya seperti itu. Bukannya pacarmu banyakkkk," ledek Francesca yang baru lewat.
"Manaaa ndak adaaa ..." teriak Aaron tidak terima.
"Anggota Aaron fans club saja hampir dua ratus orang." Francesca mengacungkan angka dua di jemari nya
"Tapi kan bukan pacarrrr!" teriak Aaron, protes.
"Iya bukan pacar, banya pengagum seperti daddy dulu." Andrew mengacak rambut Aaron.
"Aaron kan titisannya daddy Andrew." Dengan bangga bocah itu menepuk dadanya.
"Berarti batal dong kerennya." Jason semakin menggoda Aaron.
"Hmmm ..." bocah itu berpikir sejenak_______"Iya deh biarin gak dibilang keren sama uncle Jason. Yang penting Aaron tetap keren seperto daddy Andrew," ujar nya dengan bangga.
"Hahhaha ... dasar anak dan ayah sama saja. Yang penting tobat kalau sudah menikah!" Celetuk Lia menertawakan kakak ipar dan keponakannya.
"Awasi daddy mu!" bisik Lia pada Conrad.
"Tenang saja, daddy kalau ditinggal mommy, gak bisa tidur, hahhaha ...." Conrad tertawa dengan keras meledek Andrew.
Andrew tertawa sambil menaiki tangga batu menuju ke taman belakang mansionnya. Sementara Jason masih saja memeluk Lia, enggan menyusul mereka.
"Ayo kita kembali. Ada Briant dan Grisella sudah datang juga. Anak mereka lucu."
"Apa? Siapa yang datang?" tanya Jason terkejut.
"Briant dan Grisella," sahut Lia santai.
"Ayo, kita pulang saja ke mansion ku. Lewat sini." Jason menarik tangan Lia.
"Apaan sih." Lia menahan tubuhnya dari tarikan Jason.
"Aku ...." Jason tergagap.
"Cemburu? Briant?" Lia terkekeh melihat tampang Jason yang cemberut.
"Suamiku sayang, my Honey. Aku sudah menikah denganmu, Cintaku hanya untuk mu. Dengan Briant itu hanya crash, naksir, sama seperti pada dirimu dulu. Naksir dua pria di saat yang sama. Benih itu dicampaklan oleh Briant sebelum sempat berkembang, tapi diselamatkan olehmu. Kau yang merawat dan menyirami benih itu. Jadi apa yang kau takutkan." Lia menatap mata Jason bersungguh - sungguh.
"Ayo sudah, jangan permalukan diriku dan dirimu. Nanti mereka geer lagi, dikira aku masih suka sama suami orang." Lia menarik Jason kembali ke taman belakang.
"Honey," Jason menahan tangan Lia.
"Ya?" Lia menoleh ke arah Jason dengan satu tangan yang masih dipegang oleh pria itu.
"Jadi ... kau sudah ada perasaan padaku, sebelum kita menikah?"
"Enggak!" Sahut Lia ketus sambil mengulum senyuman. Dia meninggalkan Jason sendiri dibawah.
"Honey ... wait! Honeyyy ...!"
"Jika saja aku lebih peka, mungkin aku akan melamarmu dengan sempurna," gumam Jason lirih
...💖💖💖💖💖💖💖...
Jangan Lupa. simpan poin kalian sebanyak-banyaknya. Pertengahan Mei ditebarkan ya.
Ajak pembaca lain dari GC manapun atau dari media sosial untuk membaca Lia.
semakin banyak anggota, semakin banyak poin yang ditebar. Begitu masuk ranking dua puluh besar taanggal 30 Mei, malam hari sampai 24.00. maka hadiah uang dari Mangatoon akan dibagikan dengan pembagian sebagai berikut;
Hallo Lovers,
Bisa buat Lijas tembus ranking hadiah Mangatoon atau Noveltoon gak?
Kalau sanggup, hadiah ranking dibagikan untuk kalian semua. Gimana? Mau gak?
Caranya gampang. Bawa member sebanyak-banyaknya untuk kasih hadiah ke Lijas. Perlu banyak pendukung untuk bisa manjat, kan.
Trus hadiahnya?
• Masuk 20 besar hadiah dari NT 100rb. Akan dibagikan 50 rb rangking 1 tertinggi dan 25 rb untuk 2 orang lainnya.
• Masuk juara 2-10 besar hadiah dari NT 200 rb. Maka juara 1 dpt 100rb. Juara 2dan 3 @50 rb.
• Masuk juara umum besar hadiah NT 300 rb. Maka juara 1 @100rb. Juara 2&3@50 rb. Yang 100 rb akan dibagikan ke 10 pemberi hadiah lainnya.
Bagaimana? Semangat.
Gerakan 1 juta bunga untuk Lijas.💝