
Mata Lia terbuka perlahan. Gadis itu mengerjapkan matanya dan merasa sangat heran ketika melihat langit-langit kamar. Terakhir yang dia ingat, dia tertidur dihalaman depan dan disamping Emely.
Lia mencoba mengingat apa yang terjadi. Dan ingatan itu membawanya pada Jason. Lia ingat bagaimana Jason marah, drama kejar-kejaran hingga dia dalam gendongan pria tampan itu. Hal itu membuat dirinya bingung, apakah itu mimpi yang terasa nyata atau kah itu adalah kenyataan.
Suara hembusan nafas yang halus disisinya, menggugah lamunannya, membuat Lia menoleh kesamping. Matanya terbuka lebar ketika mendapati Jason sudah berbaring dekat dengan dirinya. Pria itu tidur dengan posisi menghadap dirinya.
Lia memiringkan tubuhnya sejajar dengan tubuh Jason. Ia menatap lekat pria tampan yang sudah membuat dirinya di rundung kerinduan. Hati Lia berdebar merasakan sapuan hembusan nafas Jason menerpa wajahnya. Nafas yang begitu hangat dari seseorang yang sudah mengusik hatinya.
Perlahan Lia memberanikan diri untuk mengangkat jemarinya dan menelusuri wajah Jason. "SUAMIKU," desahnya lirih. Pertama kali, Lia mengakui melalui bibirnya bahwa Jason adalah suaminya. Meskipun kata-kata itu diucapkan lirih nyaris tak terdengar dan disaat mata Jason terlelap.
Lia menelusuri bibir Jason yang berwarna merah, tampak sekali pria ini bukan lah penggemar rokok. Bibir itu terasa lembut di jari Lia dan begitu kenyal. Mata Lia seakan terkunci hanya di bibir itu. Kehangatan di rasakan jemari Lia disana dan gadis itu terpaku dengan jari telunjuk yang masih menempel di bibir Jason.
Saat itu juga ketika jemari Lia berhenti menelusuri bibir Jason dan terpaku di tengah bibir suaminya, dia di kejut kan oleh bibir Jason yang tiba-tiba terbuka dan menghisap telunjuknya. Hahhh!!! Sontak saja Lia tersentak dan dapat dia rasakan ribuan kupu-kupu berterbangan di dalam tubuhnya, berputar, menari dan berakhir di pusat tubuh.
Jason tidak melepaskan telunjuk jari Lia, dia masih menghisapnya dengan kuat bahkan menggigit jari itu. Bukan itu saja kejutan untuk Lia, pria itu menggerakan tangannya dan melingkari pinggang Lia. Ia menarik tubuh Lia mendekat dengan rapat di tubuhnya yang sudah sejajar dengan gadis itu.
Lia tidak dapat mengendalikan getaran dalam dirinya, debaran jantung juga bulu kuduk yang meremang. Bahkan Lia tidak berusaha menarik jemarinya dari bibir Jason. Dia tampak menantikan kejutan selanjutnya dari Jason. Mereka berdua sama-sama tahu, jika Jason tidak tertidur. Mereka berdua sama-sama merasakan getaran dan dapat mendengar degup jantung yang keras dari pasangannya.
Lia hanya dapat mendesah lagi, ketika dengan sekali gerakan Jason sudah berada diatas tubuhnya. Dan kedua tangan Lia sudah menyatu diatas kepalanya, terkunci dengan satu tangan Jason. Tubuh Jason menindihnya rapat.
Mata mereka bertatapan. Mata Jason menatap Lia dengan sangat lembut, menghujamkan ribuan sinar cinta dan kerinduan. Sorot mata yang begitu lembut, berbanding terbalik dengan sorotan mata penuh amarah yang menghujami para pengawal. Lia nyaris tak mampu melawan tatapan mata Jason, pipinya memerah dan dia memalingkan wajahnya.
"Katakan... bagaimana aku harus menghukummu?" Desah Jason dengan suara berat.
Hembusan nafas segar berbau mint menerpa penciuman Lia, membuat getaran di dalam diri Lia. Belum lagi suara bariton Jason yang lembut menerpa pendengarannya. Lia tak berdaya. Gadis itu membisu, hanya degupan jantungnya yang terdengar keras.
"Maafkan aku telah menyusahkan pengawal mu. Kau tidak menghukum mereka bukan? Aku hanya ingin membuatmu kesal karena kau pun asyik dengan gadis-gadis Spanyol yang cantik." Ujar Lia lirih masih dengan memalingkan wajah nya. Terdengar nada kecemburuan disana.
"Mereka adalah putri tuan rumah, bagaimana bisa aku mengusir nya." jawab Jason sambil tersenyum mengatakan hal itu. Apalagi ketika ia melihat mata Lia mengerjap tanda merasa bersalah.
"Kau cemburu?" Tanya Jason lirih di telinga Lia.
Gadis itu diam tak menjawab. Hal itu sudah cukup membuat perasaan Jason bersorak. Setelah kejadian dengan Natali, tampaknya gadis ini perlu di berikan api untuk menyadari perasaan dalam hati nya.
Jason meniupkan udara lembut di sekitar leher jenjang Lia, perlahan hingga ke bagian atas dada gadis itu. Lia mendesah merasakah kelembutan belaian udara yang ditiupkan Jason. Pikirannya sudah menggila merasakan betapa dekatnya bibir Jason menyentuh kulitnya. Sesekali rambut jambang Jason membelainya.
Lia memalingkan wajahnya dari samping ke arah Jason sambil berkata, "Aku tidak hmppfhhh..." Lia tidak dapat melanjutkan kalimatnya karena bibir Jason sudah membungkamnya rapat.
Jason mencium Lia dengan penuh kerinduan dan hasrat. Dia mengusap lembut bibir gadis itu, menelusuri setiap sudut mulut Lia dengan sangat ahli. Jason memagut dengan mesra bibir Lia.
Lia memejamkan mata merasakan sapuan lembut bibir Jason yang terasa hangat dan sangat manis.
Lia yang amat sangat merindukan kecupan hangat dari bibir itu, memejamkan mata dan merasakan setiap kelembutan sapuan bibir Jason.
Dada Lia naik turun seiring dengan kecepatan ciuman Jason. Pria itu semakin menggila ketika merasakan dada Lia bergeser di dada nya. Semakin rapat, Jason mendekatkan tubuhnya, semakin dada itu membuatnya tak dapat menahan gejolak yang sudah lama ia tahan.
Jason menggeser ciuman ke leher Lia, menggigit dan menghisap lembut seputar leher jenjang gadis itu. Lia mendesah merasakan sapuan bibir Jason. Dia sangat menikmatinya.
Jason kembali menghampiri bibir Lia dan mencium dengan penuh hasrat. Hasrat yang terlalu lama dia tahan.
Jason melepaskan ciuman dari bibir Lia, bukan supaya gadis itu bisa menarik nafas, tetapi karena dia ingin membisikan sebuah pertanyaan.
"Bisakah aku melakukan hal yang lebih?" Suara Jason terdengar begitu lembut dan menggetarkan perasaan Lia.
"Aku menginginkan dirimu seutuhnya menjadi milikku."
Bisikan itu begitu membuai perasaan Lia. Jason terlalu gentelment, dia bahkan mengutamakan keinginan Lia diatas hasrat nya yang sudah memuncak dan keinginan untuk menelusuri lekuk tubuh Lia.
Lia diam tak sanggup menjawab pertanyaan Jason.
...💖💖💖💖💖💖💖💖...
Hahahhahhaha hayooo protes yaaaa...
Sengajaaaa... author sengajaaaa, biar oada kebelettt....
Becandaaa. Peaces. 🤣