48 Months Agreement With CEO

48 Months Agreement With CEO
Wanita biasa atau mafia



Laurent masih terpana menatap Lia tanpa bisa berkata-kata. Kedua wanita itu saling menatap. Banyak hal terlintas di pikiran mereka masing-masing. Bagi Lia sudah kepalang basah, dia sudah masuk dalam kehidupan Jason. Dia sudah membuka hati dan menyerahkan diri pada Jason. Maka dengan segenap hati dan kekuatan, dia akan memegang teguh posisi dan kehormatannya.Tidak akan pernah dia menyerah dengan mudah.


Ketegangan diantara mereka buyar ketika Rahel masuk membawa minuman serta camilan untuk mereka. Rahel sempat melirik ke arah Lia dan dia merasa heran melihat bagaimana Jason memeluk dan menggenggam tangan gadis tersbut. Meskipun Rahel sering bergosip dengan Pedro, mengenai keakraban Lia dan Jason. Tetapi, tetap saja dia merasa kaget melihat kemesraan mereka secara langsupng dihadapan Laurent. Dengan banyak pertanyaan dalam hati, Rahel keluar dari ruangan Jason.


"Well... selamat datang di keluarga Madison. Aku harap kita bisa akrab." ujar Laurent pada Lia dengan ringan. Dia mengambil orange juice murni yang sudah diantarkan Rahel dan mengambil satu cookies.


"Tentu saja. Akan sangat menyenangkan jika kita bisa berteman baik." sahut Lia dengan gembira. Dia senang karena merasa Laurent sudah mau menerima dirinya.


Laurent tertawa mendengarkan kata-kata Lia.


"Kakak Ipar! Di dalam dunia kita ini, tidak ada yang namanya teman baik. Tidak ada ketulusan. Adanya teman yang menguntungkan. Teman baik bisa berubah menjadi musuh. Dan musuh kita bisa berubah menjadi sekutu." Tegas Laurent sambil menertawakan keluguan Lia.


Lia terpaku mendengar perkataan Laurent. Hal yang tidak pernah ada di dalam kamusnya, tapi terdengar masuk akal. Dia kemudian menoleh kepada Jason, menatap pria yang memeluk dirinya dengan menyelidik.


Lalu apakah pria disisinya ini yang berada di tingkatan sama dengan Laurent, juga memiliki jalan pikiran yang sama? Apakah dia akan menjadi musuh nya suatu saat nanti. Apakah ketulusan dan kebaikannya, juga hanya karena merasa diuntungkan? Apakah Jason tidak tulus melainkan memanfaatkan dirinya. Tapi, untuk apa? Toh dirinya bukan anak dari keluarga bangsawan.


Jason mengerti tatapan tidak mengerti dari cara Lia memandang dirinya. Jason menepuk tangan Lia dan menggenggamnya teguh. Dia tersenyum dan menatap Lia dengan ketulusan.


"Mungkin kau benar. Di dunia mu banyak sekali srigala berbulu domba. Mungkin juga dirimu adalah salah satu dari mereka, tidak memiliki ketulusan... bahkan kepada kakak dan orang tua kandungmu. Tetapi bagiku, selama orang yang aku anggap teman dan saudara, berlaku baik dan tidak menghianatiku, maka aku akan baik kepada mereka. Tetapi, Jika mereka menghianatiku. Aku akan memburu, mengejar dan menghancurkan mereka hingga mati pun mereka tidak bisa!" sahut Lia dengan suara lembut namun sangat tegas disetiap kata-kata nya.


Laurent merinding mendengar ketegasan dan ancaman terselubung dalam kata-kata Lia. Berbeda dengan Jason yang semakin dibuat kagum, dengan keberanian dan keteguhan Lia.


"Katakan padaku kakak, Wanita yang kau jadikan istri ini benar-benar gadis biasa atau seorang Mafia?" tanya Laurent dengan wajah yang heran.


Jason tertawa geli. Hari ini sikap Lia memang luar biasa. Bukan sebagai gadis nakal ataupun gadis manja. Dia tampak berani dan sangat tegas menghadapi Laurent. Bahkan Laurent yang keras kepala dan pandai berkata-kata, terpaksa menelan ludah mendengarkan jawaban Lia.


"Bukankan kesan yang dia tinggalkan sangat kuat, laurent?" ujar Jason.


Dari sikap Laurent, Jason tahu jika adiknya sudah mulai menyukai Lia. Jika tidak sedari tadi Laurent sudah menghina dan menampar Lia. Laurent bukan lah wanita yang mudah. Dia akan sangat kasar jika itu menyangkut harga dirinya.


"Mungkin.... Kau harus membiarkan kakak ipar menemaniku berbelanja, agar bisa aku bisa lebih akrab dengan dirinya." ujar Laurent dengan tersenyum penuh arti.


"Tidak masalah. Tapi, Jangan mencoba merayunya untuk membelikanmu sesuatu untukmu. Kau memiliki lebih dari cukup untuk semua pengeluaranmu." sahut Jason yang mengerti arah permintaan Laurent.


"Kau terlalu berlebihan kakak. Kakak Ipar. Kita akan berkencan besuk. Hahhahaha ini pasti menyenangkan. Paris I'm Comming!" Laurent tertawa sambil beranjak menuju pintu keluar.


"Aku akan meminta Erick mengantarku ke Penthouse. Mommy pasti menunggu untuk bergosip denganku." kata Laurent di depan pintu.


"Katakan pada mommy. Kami akan berkunjung untuk makan malam." pesan Jason, Sebelum Laurent menghilang dari balik pintu.


Sepeninggal Laurent, Lia langsung duduk dengan lemas. Jantungnya berdegup kencang. Lia tidak pernah menyangka, Jika dia bersikap tegas seperti itu.


"Kau sangat luar biasa, sayang." Jason menarik Lia dalam pelukannya.


"Aku tidak menyangka jika istriku luar biasa tangguh dan hebat." ujar nya seraya membelai wajah Lia sebelum mendararkan ciuman mesra.


...💖💖💖💖💖💖💖...