48 Months Agreement With CEO

48 Months Agreement With CEO
setengah jam lagi



Sebelum berangkat ke Miami, Jason mengajak Lia menemui dokter Luccy. Usia kandungan Lia sudah memasuki usia tiga bulan. Mereka berdua benar-benar tidak sabar melihat jenis kelamin janin dalam kandungan Lia.


"Bagaimana dokter?" tanya Lia penasaran.


Dia lebih penasaran daripada Jason. Karena ini juga penentuan dalam hidupnya. Anak yang harus dia banggakan dan pertahankan haknya sebagai bagian dari keluarga Madison.


Sambil memperhatikan dokter Luccy yang sedang fokus, Lia teringat akan percakapannya dengan tuan besar tempo lalu,


"Lahirkan bayi itu, jika lelaki kau berikan pada Jason. Jika perempuan, bawa bersamamu. Uang empat puluh delapan juta dolar akan aku berikan padamu, sebelum masa waktu itu habis. Bagaimana? Kita sama-sama beruntung, bukan?"


"Tuan besar. Apakah anak ini laki-laki atau perempuan, tidak akan menampik kenyataan jika dalam dirinya mengalir darah Madison," ucap Lia dengan lemah.


"Kau masih beruntung aku memberimu penawaran seperti itu, wanita materialis!"Tuan Besar menatap Lia tajam.


"Tuan menghina saya," sahut Lia geram.


"Lalu apa coba julukan untuk wanita yang menikah demi empat puluh delapan juta dolar?"


tuan besar menatap Lia dengan sinis.


"Anda salah paham, Tuan. Saya bisa jelaskan."


"Aku tidak butuh penjelasanmu! Lahirkan anak laki-laki untuk Jason!"


"Jadi maksud tuan, jika anak ini laki-laki, maka tuan menerimaku sebagai istri Jason?"


Darrel Madison tertawa lebar mendengar perkataan Lia yang terlalu polos baginya.


"Kau pikir dirimu siapa? Kau punya kehebatan apa sehingga aku harus mengakuimu sebagai menantu?" Tuan besar memandang Lia dengan mencemooh.


Lia menghela napas. Dia tidak tahu bagaimana harus menjawab perkataan pria yang tidak mengenal cinta itu.


"Tangan bayi anda menutupi bagian kelamin," ucapan dokter Luccy membuyarkan lamunan Lia.


"Maksudnya?" tanya Jason gusar.


"Lihat ini," dokter Luccy mengarahkan kursor pada bagian tubuh bayi di layar monitor.


"Ini kepala baby, punggung dan tangan. Lihat kedua tangannya menutupi bagian kelamin, juga tubuhnya membelakangi layar."


Jason dan Lia berpandangan. Mereka tidak mengerti dengan penjelasan dokter Luccy.


"Jadi laki-laki atau perempuan?" tanya Jason dengan bodohnya.


Kembali dokter Luccy menghela napas. Dia tersenyum sabar. Hati dan pikirannya sudah dipersiapkan, ketika nama Nyonya Lia Oktavia Madison mendaftar. Tanpa diperintahkan, bagian penerima pesan pun, sudah mengosongkan jadwal dokter Luccy selanjutnya.


"Belum bisa dilihat, Tuan. Saya sudah memperhatikan selama lima belas menit. Anak anda belum juga merubah posisi," ujar dokter Lussy.


"Kalau begitu suruh dia berbalik." Lia menjadi penasaran.


"Biarkan saja, Hon," ujar Jason dengan sabar.


"Tidak aku ingin tahu sekarang juga," paksa Lia.


"Anak kita lagi main petak umpet. Biarkan saja dahulu. Laki-laki atau perempuan sama saja, kan? Sama-sama hasil cinta kita," bisik Jason dengan lembut.


Meskipun Jason juga sama penasarannya dengan Lia. Tapi dia berusaha untuk menenangkan hati Lia. Jason melihat kegusaran di mata Lia.


"Tapi aku perlu jawabannya sekarang," jawab Lia memelas.


"Kenapa harus sekarang?" Jason menjadi heran dengan sikap Lia.


Dokter Luccy melihat ketegangan diantara mereka. Biasanya calon orang tua memang sering kali penasaran dengan jenis kelamin anak mereka. Tapi jika tidak tampak di usg karena posisi bayi, biasanya mereka bisa terima dan tertawa menjadikannya lelucon. Tapi, pasangan ini berbeda. Seakan jenis kelamin menjadikan penentuan nasib.


"Begini saja, Nyonya Lia. Nyonya tenang dulu, jalan-jalan dan ajak bayi nya berbicara. Katakan pada dia, jika anda sayang sekali dan ingin melihat wajahnya. Setelah tiga puluh menit, kita akan melakukan usg lagi. Bagaimana?"


Lia mengangguk dengan gembira. Itu adalah pilihan yang tepat. Wajahnya jadi berubah bersemangat.


"Sayang, jalan-jalan dulu ya sama mommy."


Lia merapikan pakaiannya, kemudian turun dari tempat tidur. Dia tersenyum sambil menggandeng tangan Jason keluar. Diiringi tatapan mata dokter Luccy dan beberapa perawat, mereka menunju ke taman di lantai atas.


"Anak mommy sayang, mommy ingin melihat dirimu. Boleh kan? Mommy mau beli baju dan menyiapkan kamar untuk mu sayang? Bisa kan nanti anak mommy berbalik dan menghadap depan? Supaya mommy tahu, anak mommy cowok atau cewek." Lia tak henti-hentinya mengucapkan kalimat tersebut.


Jason memandang Lia dengan penuh perhatiaan. Dia melihat bagaimana air mata menitik dan suaranya semakin lama semakin bergetar. Pria itu tidak mengerti, bagaimana bisa Lia begitu terbawa perasaan.


"Ada apa Lia? Apa kau menyembunyikan sesuatu?" tanya Jason dengan sabar.


"Kenapa kau bertanya seperti itu?" Lia buru- buru menghapus air matanya.


"Aku merasa kau sedikit berbeda beberapa hari ini."


"Berbeda bagaimana? Bukankah aku selalu bahagia?" Lia menatap Jason dengan mata sendu namun bibir yang tersenyum.


"Itu tepat seperti itu. Kau tersenyum tapi matamu menangis."


"Aku hanya ... hanya terbawa emosi karena kehamilan ini," ujar Lia beralasan.


Wanita itu menghampiri Jason dan memeluk suaminya. Dia menghirup dalam-dalam bau cologne yang melekat di jas Jason. Bau harum yang berbaur dengan kehangatan pria itu.


"Kau tahu bukan, kalau aku sangat mencintaimu. Dan aku selalu mendukung semua mimpimu," ujar Lia dengan lembut penuh perasaan.


"Aku mengerti. Dan kau tahu bukan, jika dirimu satu-satunya wanita dalam hidupku?" Jason membelai rambut Lia dengan lembut.


Lia mengangguk perlahan.


"Jason, apakah aku egoise jika menginginkan dirimu untuk ku sendiri dan tidak berbagi dengan dunia?" tanya Lia dengam perlahan.


"Kenapa kau berpikir seperti itu? Bukankah aku memang milikmu?"


Lia tersenyum dalam pelukan Jason, "Iya kau memang milikku."


"Jason ...," panggil Lia lagi.


"Hemm ...," gumam Jason lembut.


"Jika saja kau tidak bisa memenuhi tanggung jawabmu untuk menolong orang banyak, apa yang akan terjadi?"


Jason terdiam sesaat. Matanya menerawang jauh ke langit biru. Sesaat dia mencerna pertanyaan Lia. Jika saja dia tidak dapat lagi membantu orang banyak, apa yang akan terjadi?


Lia menengadahkan kepalanya memandang Jason. Jawaban atas pertanyaan yang dia ajukan, cukup lama di jawab oleh Jason. Kebimbangan proa itu sudah cukup menjawab pertanyaan Lia.


"Sudah setengah jam, ayo kita kembali ke kantor dokter Luccy."


Kata-kata Lia membuyarkan lamunan Jason.


"Ah, sudah setengah jam ya. Ayo kita kembali."


Mereka turun satu lantai dengan menggunakan lift. Sesampainya di ruang praktek VVIP dokter Luccy, Lia langsung berbaring di tempat tidur.


"Bagaimana dokter?" tanya Lia tak sabar ketika gel sudah diusapkan dan alat usg ditempelkan di perutnya.


"Tampaknya ...."


"Bgaiamana dokter?" Jason mendekati layar datar yang menampilkan kandungan Lia.


"Dia masih dalam posisi yang sama. Masih memunggungi layar," ujar dokter Luccy.


Lia menjadi keceewa dibuatnya.


"Setengah jam lagi," pinta Lia.


"Kau mau menunggu lagi?" tanya Jason.


Lia mengangguk mantap.


"Satu kali lagi. Setlah makan siang. Mungkij saja dia lapar," ujar Lia mengusap perutnya.


"Baiklah."


"Tidak mengganggu anda, bukan dokter?"


"Tentu saja tidak," jawab dokter Luccy dengan tersenyum pasrah.


Lia dan Jason pergi menuju restaurany VIP yang ada didalam gedung rumah sakit. Lia membeli beberpa makanan dan kue yang manis juga oce cream.


"Kenapa tiba-tiba memupuk kalori?" tanya Jason yang heran dengan tiga macam kue yang dipesan Lia juga ice cream.


"Aku mau menyogok baby dengan makanan kesukaan anak-anak. Siapa tahu dia mau berputar," ujar Lia dengan tertawa kecil.


Jason tersenyum lebar melihat reaksi Lia yang makan dengan lahap dan penuh senyuman.


Setelah makan banyak dengan kenyang dan meminum segelas susu. Lia mengajak Jason kembali ke tempat praktek dokter Luccy.


"Masih belum, Nyonya Lia. Bayi anda nampaknya tertidur pulas dengan memeluk diri anda," ujar dokter Luccy.


Di layar monitor nampak bayi mungil itu merentangkan tangannya dengan kepala menyamping dan tubuh yang masih membelakangi layar.


Lia akhirnya tertawa geli dengan mata berkaca-kaca. Dengan lembut diusap perutnya tepat dimana gel dioleskan.


Baiklah sayang, jika itu memang mau mu. Mommy akan bertahan untuk tidak mengetahui jenis kelaminmu, hingga kau dilahirkan. Mommy tahu kau menyayagiku, sebagaimana mommy menyayangimu. Bagaimanapun juga, mommy akan berjuang untuk mempertahankan hak dan masa depanmu


Dengan senyuman lembut Lia menatap Jason.


"Bagaimana sekarang?" tanya Jason menanti keputusan Lia untuk kembali lagi setelah setengah jam, atau pulang.


"Anak kita masih ingin main petak umpet. Biarkan saja. Ini akan menjadi teka-teki yang menggemaskan," ujar Lia dengan ceria.


"Kau memang Lia ku." Ciuman lembut mengusap bibir Lia, membuat dokter Luccy segera beranjak pergi diam-diam. Lagi-lagi dokter kandungan senior itu, harus terusir dari ruang prakteknya. Dokter Luccy sudah terbiasa menghadapi peringai dan kemesraan pasangan ini.


Dia turut bahagia melihat kemesraan mereka. Suami yang begitu mencintai istrinya dan istri yang begitu mengagumi suaminya.


...💖💖💖💖💖💖💖...


Jangan Lupa. simpan poin kalian sebanyak-banyaknya. Pertengahan Mei ditebarkan ya.


Ajak pembaca lain dari GC manapun atau dari media sosial untuk membaca Lia.


semakin banyak anggota, semakin banyak poin yang ditebar. Begitu masuk ranking dua puluh besar taanggal 30 Mei, malam hari sampai 24.00. maka hadiah uang dari Mangatoon akan dibagikan dengan pembagian sebagai berikut;


Hallo Lovers,


Bisa buat Lijas tembus ranking hadiah Mangatoon atau Noveltoon gak?


Kalau sanggup, hadiah ranking dibagikan untuk kalian semua. Gimana? Mau gak?


Caranya gampang. Bawa member sebanyak-banyaknya untuk kasih hadiah ke Lijas. Perlu banyak pendukung untuk bisa manjat, kan.


Trus hadiahnya?


• Masuk 20 besar hadiah dari NT 100rb.  Akan dibagikan 50 rb rangking 1 tertinggi dan 25 rb untuk 2 orang lainnya.


• Masuk juara 2-10  besar hadiah dari NT 200 rb. Maka juara 1 dpt 100rb. Juara 2dan 3 @50 rb.


• Masuk juara umum besar hadiah NT 300 rb. Maka juara 1 @100rb. Juara 2&3@50 rb. Yang 100 rb akan dibagikan ke 10 pemberi hadiah lainnya.


Bagaimana? Semangat.


Gerakan 1 juta bunga untuk Lijas.💝