
...~Hanya senyuman yang bisa menutupi kegundahan hati~...
...❤❤❤❤❤❤❤...
Keesokan harinya, butler Bernard dikejutkan dengan permintaan Lia. Mereka akan makan malam bersama sebagai sebuah keluarga. Hal yang bertahun-tahun lamanya tidak pernah terjadi di Mansion ini.
Kepala pelayan itu ikut sibuk dengan semua pelayan. Mereka menyiapkan taman belakang untuk memenuhi permintaan Lia. Mengeluarkan meja panjang yang cukup untuk delapan orang. Kursi-kursi telah disiapkan dan meja dihiasi dengan bunga-bunga segar yang dirangkai oleh Lia sendiri.
Kesibukan lebih terlihat lagi di dapur. Kepala koki, sedari pagi tidak berhenti memerintah dan mengerahkan kemampuannya. Apalagi Lia meminta mereka untuk menyisipkan menu ayam goreng kremes sebagai hidangan utama. Setiap menu yang dibuat, sebagian besar mengutamakan kesukaan tuan besar Darrel Madison.
"Semua baik-baik saja, Butler?" tanya Lia.
Lia menghampiri butler Bernard yang melihat persiapan di dapur.
"Ah, nyonya kecil. Anda baik-baik saja?" tanya balik Butler Bernard.
"Ih, ditanya malah tanya balik." Lia tertawa kecil.
Butler Bernard menghela nafas dan mengukir senyuman.
"Semua baik-baik saja. Trimakasih, nyonya kecil ...," ujar butler Bernard dengan serius.
"Untuk apa?"
"Karena telah menyatukan keluarga ini." Butler Bernard tampak tulus mengucapkan kata-kata itu.
Lia tersenyun tulus.
"Kenapa tidak kita tambahkan satu kursi lagi untuk dirimu?" Mata Lia berbinar ketika mengucapkan hal itu.
"Tidak. Tidak, Nona."
" Kenapa tidak?"
"Jangan menyalahi aturan terlalu banyak, Nona."
"Ayolah ... mereka tidak akan menolak," ujar Lia dengan serius.
"Saya tahu maksud anda baik, Nona. Tapi, saya tahu benar batasan. Dan saya tidak akan melewati garis itu. Cukup dengan anda menyatukan keluarga ini saja, saya sudah senang." Butler Bernard hari ini benar-benar berbicara dengan lembut dan hormat pada Lia.
"Aku tidak melakukan apa-apa. Ini bukannya sudah seharusnya, sebuah keluarga makan malam bersama dan rukun."
Lia mengucapkan kata rukun dengan sangat lemah, menyerupai desahan. Sesaat dia termenung dengan tangan yang masih memegang tangkai bunga mawar di pot crystal.
"Nyonya, anda baik-baik saja?" tegur butler Bernard yang melihat Lia termenung.
"Aow!"
Lia tersentak dalam lamunanya ketika butler Bernard menegurnya. Dan tanpa sengaja jari telunjuk Lia tertusuk duri bunga mawar. Wanita itu meringis menahan perih. Dia langsung spontan menghisap darah yang menetes di telunjuknya.
"Anda baik-baik saja, Nyonya kecil?"______ "Tunggu disini saya akan ambilkan obat."
Butler Bernard bergegas masuk kedalam rumah dan mengambil obat. Langkah kakinya terburu-buru hingga tidak sadar bertabrakan dengan Laurent.
"Maaf, Nona."
"Ada apa, kenapa kau terburu-buru?" tanya Laurent heran.
"Nyonya kecil tertusuk duri. Saya hendak mengambilkan obat, permisi." Butler Bernard segera berlalu.
"Kakak ipar ...." Laurenr bergumam kemudian bergegas kearah asal butler Bernard berjalan. Dia memasuki taman belakang dan disana Laurent melihat Lia sedang duduk termenung sambil menghisap jari telunjuknya.
"Lia," sapa Laurent ketika sudah berada di dekat Lia. Tapi wanita itu tidak menyahut. Dia masih hanyut dalam lamunan sambil menatap kosong kearah taman.
"Kakak ipar," kembali Laurent menyapanya.
Lia tampak semakin tenggelam dalam lamunan. Entah apa yang sedang dia pikirkan. Saat ini tubuhnya bagaikan sebuah patung, tak bergerak ataupun berkedip. Dia tidak bereaksi terhadap sekitarnya. Wajah Lia datar, hingga Laurent pun tidak memahami, apakah wanita itu sedang sedih atau bahagia.
"Nyonya kecil, saya sudah membawa obat."
Butler Bernard meletakan kotak obat di meja tepat dihadapan Lia. Kepala pelayan itu merasa sangat heran melihat Lia yang termenung dengan Laurent disampingnya. Ketika dia menoleh menatap Laurent, wanita itu hanya angkat bahu.
"Ah, Butler Ini tidak sakit lagi kok. Eh, Laurent sejak kapan kau disini?"
Lia benar-benar tidak menyadari kehadiran Laurent. Hal ini membuat Laurent tersenyum tipis. Dia yakin, banyak hal yang sedang berkecamuk dalam pikiran gadis itu. Dan Laurent tersentuh untuk menolong, wanita yang satu-satunya tulus menjadi temannya selain Emely.
Tubuh Butler Bernard yang berdiri menjulang menghalangi sinar matahari, menyadarkan Lia. Gadis itu segera mengwrjapkan matanya dan tersenyum kikuk. Dia pun menjadi tidak enak, karena sudah tidak menghiraukan Laurent, yang enatah sudah berapa lama disisinya.
"Kemarikan jari anda, Nyonya kecil."
Lia mematuhi pernintaan butler Bernard. Dia menyodorkan telunjuk sebelah kanannya dan membiarkan kepala pelayan tua itu, mengoleskan obat.
"Baiklah, saya akan meninggalkan kalian untuk berbincang," ujar Butler Bernard setelah mengobati Lia dan membenahi kotak obatnya. Dia perlahan meninggalkan Lia dan Laurent berdua di taman.
"Bagaimana keadaanmu, Lia?" tanya Laurent.
"Apa yang kau lamunkan tadi?" tanya Laurent tak percaya.
"Aku melamun? Oo itu ... aku hanya berpikir, betapa lucunya jika melihat anakku, berlari-lari disini. Membuat keributan dan mengerjai satu-persatu pelayan dan pengawal. Pasti seru sekali," ujar Lia dengan tertawa kecil.
"Kau ini," Laurent ikut tertawa, walaupun sedikit dalam relung hati dia meragukan perkataan Lia.
"Laurent ... katakan padaku, bagaimana hubunganmu dengan Erick?" Lia mengalihkan pembicaraan pada Laurent.
"Kami ... hubungan kami masih dalam penjajakan," ujar Laurent.
"Eric bersikap baik kan padamu?"
Laurent mengangguk.
"Dia semakin perhatian. Meskipun terkadang masih dingin."
"Ih Erick, menyebalkan." Lia terkekeh.
"Tidak juga, aku kan sudah menjatuhkan harga dirinya dengan menikahi diriku. Tapi saat ini, dia sudah perlahan mau menerima keberadaanku."
Laurent membela Erick.
"Lalu, apakah kalian sudah melalui malam bersama?" Lia menopang dagu dengan kedua tangannya. Dia mengerjapkan matanya lucu dan tersenyum menggoda.
"Apaan sih ...." Laurenr tersipu malu.
"Wah, wajahmu memerah. Uhuy! Pasri sudah yaaaa. Keren kamu, Laurent!" Lia terkekeh sambil menggenggam tangan Laurent. Wajah Laurent semakin memerah mendengar godaan Lia.
"Aku harap, kau segera hamil seperti diriku." Lia menepuk tangan Laurent dengan tulus.
"Aku juga berharap begitu. Dengan kehamilanku, Erick tidak dapat lari dariku lagi. Tidak ada alasan, bukan. Apalagi dan dan mom juga sudah mulai terbuka dan menerima Erick. Aaaa ... aku bahagia. Aku berharap kita bisa segera mengadakan persta besar bersama. Pesta pernikahan yang spektakuler," ujar Laurent dengan bersemangat.
Lia tertawa mendengar perkataan Laurent. Dia menjadi pendengar yang baik dan membiarkan gadis itu terus bercerita tentang hubungannya dengan Erick yang semakin membaik. Lia tersenyum bahagia, setidaknya satu permasalahan keluarga ini sudah selesai. Seandainya dia pergi pun, mereka akan tetap bahagia.
"Bagaimana ya khabar Emely?" tanya Laurent tiba-tiba.
"Entahlah, beberapa hari ini dia tidak menghubungiku. Aku juga terlalu sibuk tak jelas sehingga lupa menanyakan kabar dirinya," sahut Lia merasa bersalah.
"Nanti, aku akan menghubungi dia," janji Lia.
"Tentu saja. Kau tampak baik-bauk saja. Hari ini dad dan mom tidak mengganggumu, kan? Daddy apa sudah mau menerimamu?" tanya Laurent berhati-hati. Dia melihat Lia begitu ceria, sehingga dirinya berharap semua karena Darrel Madison dan Laura Collins Madison sudah menerima Lia.
"Semua baik-baik saja. Mereka semakin baik padaku," ujar Lia dengan tersenyum lebar.
"Benarkah? Kau memang hebat!" Laurent meluk Lia dengan penuh kebahagiaan.
"Maaf mengganggu, Nyonya Lia dan Nona Laurent. Ada tamu yang mencari nyonya Lia." Seorang pelayan menyampaikan pesan dengan hormat.
"Ah, mereka sudah datang?" ucap Lia dengan senang.
"Siapa tamumu, kakak ipar?" tanya Laurent penasaran.
Lia hanya mengerdipkan matanya, menggoda Laurent.
...💖💖💖💖💖💖💖...
Jangan Lupa. simpan poin kalian sebanyak-banyaknya. Pertengahan Mei ditebarkan ya.
Ajak pembaca lain dari GC manapun atau dari media sosial untuk membaca Lia.
semakin banyak anggota, semakin banyak poin yang ditebar. Begitu masuk ranking dua puluh besar taanggal 30 Mei, malam hari sampai 24.00. maka hadiah uang dari Mangatoon akan dibagikan dengan pembagian sebagai berikut;
Hallo Lovers,
Bisa buat Lijas tembus ranking hadiah Mangatoon atau Noveltoon gak?
Kalau sanggup, hadiah ranking dibagikan untuk kalian semua. Gimana? Mau gak?
Caranya gampang. Bawa member sebanyak-banyaknya untuk kasih hadiah ke Lijas. Perlu banyak pendukung untuk bisa manjat, kan.
Trus hadiahnya?
• Masuk 20 besar hadiah dari NT 100rb. Akan dibagikan 50 rb rangking 1 tertinggi dan 25 rb untuk 2 orang lainnya.
• Masuk juara 2-10 besar hadiah dari NT 200 rb. Maka juara 1 dpt 100rb. Juara 2dan 3 @50 rb.
• Masuk juara umum besar hadiah NT 300 rb. Maka juara 1 @100rb. Juara 2&3@50 rb. Yang 100 rb akan dibagikan ke 10 pemberi hadiah lainnya.
Bagaimana? Semangat.
Gerakan 1 juta bunga untuk Lijas.💝