
"Nona-nona, kalian boleh keluar."
Pengawal yang sama yang selalu menjaga pintu ruangan tersebut, kini berbicara dengan lebih ramah. Dia membuka pintu lebar, masuk satu langkah ke dalam ruangan dan berdiri di pojok.
Lia, Laurent dan Emely saling berpandangan heran. Hari ini mereka dipenuhi dengan kejutan. Sungguh tidak menyangka, jika siang ini adalah giliran mereka bertiga untuk keluar dari kamar ini. Dimana mereka berada saat keluar dari ruangan ini, tidak ada seorang pun dari ketiga gadis itu yang tahu.
"Nona, apakah kalian betah di tempat ini dan tidak ingin keluar?" tanya pengawal itu kembali.
"Tunggu!" teriak Lia, menahan langkah pengawal yang hendak keluar.
"Ayo kita keluar. Kita lihat apalagi yang mereka mau," Lia menarik tangan kedua sahabat nya itu.
Mereka bertiga berjalan beriringan menuju ke luar kamar, mengikuti langkah pengawal bertubuh besar. Meskipun nada suaranya sedikit lebih baik, tapi sikap dingin dan kaku masih tampak di wajah pengawal tersebut.
Mereka tiba di sebuah ruang makan, dimana tuan Larry dan Lucas sedang menjamu ketiga tamu yang tentu saja di kenal oleh ketiga wanita tersebut. Mata ketiga wanita itu terbelalak, tertuju menatap kearah tiga tamu tuan Larry.
"Jasonnn!!!"
Lia melepaskan pegangan tangannya dari tangan Laurent dan Emely. Gadis itu melangkah cepat menuju ke arah Jason. Jason yang berdiri diam, sedikit terkejut melihat sikap Lia. Gadis itu memeluk suaminya dengan erat. Dia menumpahkan segala perasaan rindu dalam dada bidang Jason.
Aroma tubuh Jason menyeruak masuk kedalam penciuman Lia. Kehangatan dari tubuh yang kokoh itu membuat nya tenang. Irama degup jantung Jason, membuat Lia merasakan jika dirinya masih hidup dan semua ini bukan lah halusinasi. Gadia itu semakin mempererat pelukanketika dia merasakan usapan lembut tangan Jason di punggungnya.
"Kenapa lama sekali kau menemukan kami. Apakah keahlianmu sudah berkurang?" rengek Lia manja dalam pelukan suaminya.
"Ini bahkan terlalu cepat untuk istri nakal seperti mu," ujar Jason sambil membelai rambut Lia.
Sebenarnya Jason berencana untuk mengacuhkan Lia. Dia masih ingin untuk memberi hukuman pada istri nakalnya. Dia ingin sekali bersikap dingin dan mengacuhkan Lia. Itu sebabnya dia berdiri menjauh dari meja makan.
Tetapi, rencana tinggal rencana. Melihat istri nakalnya yang muncul dari balik punggung pengawal. Memandang wajah cantik yang menatapnya dengan mata berbinar. Melihat reaksi Lia yang tampak amat sangat merindukan dirinya, Hati Jason jadi luluh.
Saat ini yang terjadi adalah, Jason memeluk Lia dengan penuh kerinduan. Dia membelai punggung Lia dan mencium pucuk kepala gadis itu. Tak bisa dipungkiri dia sangat merindukan Lia.
Jason sesaat lupa dengan urusan Laurent. Dia tidak memperhatikan kedua wanita yang saat ini duduk dengam canggung. Emely dan Laurent duduk berjajar. Dimana Erick menatap Laurent dengan tatapan yang sukar diartikan.
Tuan Larry menatap kearah Laurent dan Emely. Dia awalnyaidak tahu yang mana sebenarnya Laurent dan yang mana Emely. Tetapi menilik arah tatapan Erick, tuan Larry dapat dengan yakin siapa yang akan dia jodohkan dengan Lucas anaknya.
"Anda pasti nona Emely bukan? Perkenalkan nama saya Larry, ini anak saya Lucas. Istri saya sekarang sedang berada di Lo0s Angles." tuan Larry menyapa Emely.
"Iya benar tuan," jawab Emely dengan sopan.
"Lihat lah Lucas, dia cantik dan anggun bukan?"
Lucas menatap Emely tanpa expressi. Dia sudah terlalu lelah untuk duduk bersama mereka semua di meja makan. Luka nya belum sembuh, masih terasa nyeri.
"Nona Emely, apakah orang tua anda tinggal di Paris?" tanya tuan Larry lagi dengan penuh rasa ingin tahu.
"Tidak. Saya American tuan Larry. Dan kedua orang tua saya sudah meninggal. Saya anak tunggal." jawab Emely.
"Perfect! Bagus sekali! Bagus sekali!
Ucapan tuan Larry membuat Emely, juga Laurent dan Lia menjadi heran. Baru pertamakali ini ada orang yang tertawa ketika, mendengar orang lain hanya senatang kara di dunia ini. Luar biasa mengejutkan sikap tuan Larry.
"Ayo... makanlah. Makanlah. Setelah ini pengantin wanita sudah harus bersiap."
Ketiga wanita itu menatap bingung. Tak satu pun diantara pria disana yang berniat memberi penjelasan. Lia menatap Jason dengan heran sambil berbisik, "ada apa ini, siapa yang hendak menikah?"
"Nona Emely, maukah kau membantu menyuapi putraku? Dia sedang sakit." pinta tuan Larry.
"Ayah ... sudahlah jangan merepotkan nona Emely." ujar Lucas.
Tuan Larry masih menatap Emely, mengacuhkan perkataan anaknya.
"Tentu saja tuan." Emely beralih duduk di samping Lucas. Saat ini dia ada diantara Daniel dan Lucas.
"Jika saya tidak salah. Anda adalah salah satu wanita yang membopong Lucas bersama pria tua itu bukan?" tanya tuan Larry sambil mengunyah daging ayam.
"Iya tuan."
"Sudah menikah?"
"Belum tuan."
"Maka menikahlah dengan Lucas." ujar tuan Larry ringan.
Sendok sup yang dipegang Emely untuk menyuapi Lucas, melayang diudara. Dia merasa kaget dengan perkataan tuan Larry. Menikahi pria yang baru dua kali dia lihat, apakah itu mungkin? Emely tidak sadar, saat sup itu menetes mengenai tangan Lucas. Gerakan reflex Lucas membuat Emely tersadar.
"Hidup mu tidak akan kekurangan berada di sisi Lucas. Apalagi kau nona muda telah dengan berani, mengambil resiko menolong anakku. Jiwamu pemberani sangat cocok disisi anakku. Pikirkanlah kesempatan baik ini. Tapi jika nona menolak, saya takut tidak akan ada seorangpun yang bisa menikahi anda kelak." ujar tuan Larry dengan tenang. Ada ancaman disela-sela senyuman.
"Beri saya waktu tuan." sahut Emely perlahan.
"Tentu saja. Tentu saja," senyum ceria mengambang di wajah tuan Larry.
Selesai makan siang, tuan Larry meminta Emely mengantar anaknya Lucas kedalam kamar. Sementara itu tuan Larry juga memerintahkan pelayannya untuk menyiapkan pemberkatan sederhana di kebun belakang. Semua nya tampak terburu-buru, menyisakan tanda tanya di hati Lia dan Laurent.
"Siapa yang hendak menikah? Apakah Emely?" tanya Lia dengan heran.
"Laurent! Bagaimana kau menjaga dirimu sebagai seorang wanita?! Bagaimana bisa kau hamil sebelum menikah!" tuding Jason dengan geram pada Laurent. Jason juga menunjukan hasil testpack itu.
"Itu.. "
"Beruntung sekali pria itu adalah Erick. Jika tidak aku bisa mencincangnya. Kalian akan menikah hari ini juga. Tidak perlu ditunda. Erick akan bertanggung jawab." sambung Jason lagi tanpa menghiraukan pembelaan Laurent.
Lia dan Laurenr terkejut. Mereka berdua saling menatap tak mengerti. Apalagi Laurent yang shock mendengar keputusan Jason. Gadis itu memandang test pack yang ada ditangannya. Kemudian dia menatap pada Lia.
"Bersyukurlah, akhirnya Erick mau bertanggung jawab padamu. Erick! Jaga Laurent dan calon anakmu baik-baik. Jaga dengan hidupmu sebagai taruhannya!" ujar Lia dengan tegas tepat di muka Erick.
Tanpa menghiraukan Erick, lia menoleh pada Laurent. Menghampiri adik iparnya dan memberikan pelukan. Di sela-sela pelukan mereka, Lia berbisik pada Laurent.
"Selamat ya. Akhirnya kita tidak perlu menguras banyak tenaga dan pikiran untuk membuat Erick menikahimu."
...❤❤❤❤❤...
Follow ig author ya, taurusdi_author. Disana kalian bisa melihat cuplikan foto-foto Lia dan Jason.
Oh iya, ini karya baru. Silahkan dibaca selagi masih ada di platform ini.
Love you all