
Malam masih terlalu awal untuk masuk kedalam peraduan. Apalagi di akhir pekan ini. Anak-anak bebas tidur hingga malam hari, karena tidak ada sekolah di hari minggu.
Dan ini lah salah satu acara yang mereka nantikan, berkumpul bersama di ruang bermain. Semua bersenda gurau dengan kesibukan masing-masing.
Andrew sedang bermain video game dengan Conrad. Aaron asyik menyoraki. Francesca dengan Adelaide asyik mewarnai, Archie sibuk menyusun balok, sedangkan Anna asyik bermanja dengan Jason.
Lia dan Diana duduk dengan santai memperhatikan anak-anak bermain yang ditemani Maria dan Matilda.
Suasana di ruangan ini begitu menyenangkan.
Anna dengan manja duduk di pangkuan Jason, meminta pria tampan itu membacakannya sebuah cerita dongeng. Cerita yang menurut Jason sangat tidak masuk akal.
"Anna, besuk uncle belikan buku antariksa saja ya," ujar Jason.
"Apa itu antaliksa?" tanya Anna tak mengerti.
"Buku yang menceritakan tentang dunia. Banyak planet dan bintang - bintang." Jason menjelaskan.
"Apa ada tuan puteli di bintang?" tanya Anna polos.
"Gak ada."
"Di bulan?" Anna menatap Jason heran.
"Gak ada. Tidak ada mahluk hidup di semesta lain selain di bumi."
"Uncle boong!" bentak Anna.
"Loh, kok bohong?"
"Di buku Anna ada tuan puteli di negeri khayangangan yang bisa telbang dali bulan ke bintang," ujar Anna dengan yakin.
"Ah, itu semua cerita bohong. Gak logis." Jason mempertahankan sisi intelektualnya yang tidak mau dibodohi cerita dongeng.
"Uncle boong!"
"Uncle ga bohong, di bulan dan bintang kan tidak ada oksigen, mana bisa mereka bernafas." Jason mencoba menjelaskan kenyataan pada anak berusia dua setengah tahun.
"Bisaa ... bisaa ...." Anna menjerit membuat Jason kebingungan.
"Kenapa, Anna?" tanya Lia. Dia menghampiri mereka yang sedang sibuk berargumentasi.
"Kata uncle tidak ada tuan puteli di bulan dan bintang ...." Anna mengaduh pada Lia.
"Tapi aku kan tidak bohong." Jason tidak terima disalahkan.
Lia tersenyum memandang suaminya. Entah bagaimana dia menghabiskan masa kecilnya. Kenapa hal seperti ini dia pun tak mengerti. Apakah tidak pernah ada dunia khayal yang dia miliki saat kecil? Apakah dia tidak pernan hidup dalam harapan?
"Ada kok. Uncle saja yang gak tahu, sssttt ini rahasia anak - anak dan wanita," ujar Lia.
Jason melotot dan dibalas kerdipan mata oleh Lia.
"Jadi mana bukunya, biar aunt Lia yang bacakan ya ...." Anna dengan segera mengambil buku lain dan menyerahkan kepada Lia.
"Ini uncle, ayoo dibaca kalau ga percaya."
Jason hanya tersenyum kecut mendengarkan perkataan Anna. Kenapa juga dia harus mendengarkan cerita konyol. Lebih baik mennton keseruan Andrew dan Conrad.
"Uncle mau temani kak Aaron saja dulu ya." tanpa menunggu jawaban Anna, Jason mendekati Aaron yang asyik melihat keseruan Andrew dan Conrad.
"Uncle bisa main itu?" tanya Aaron ketika Jason sudah duduk disampingnya.
Jason mengamati pertandingan balapan mobil antara Andrew dan Conrad. Tampaknya sangat mudah. Lebih dari duapuluh tahun, Jason tidak pernah memainkan permainan yang tampak seru itu. Ya semenjak dirinya harus belajar dengan ayahnya secara langsung.
"Aku rasa itu mudah," ujar Jason dengan yakin. Dia merasa tidak terlalu sulit. Toh dirinya juga biasa mengendarai mobil, meski tidak pernah balapan.
"Kalai begitu kita nanti bertanding ya, uncle?!" tantang Aaron.
"Baik! Siapa takut!" jawab Jason dengan percaya diri.
Permainan antara Andrew dan Conrad selesai dengan dimenangkan oleh Andrew. Menang tipis, hanya selisih 0,1 detik. Tapi cukup membuat wajah Andrew di coreng oleh bedak cair.
Jason menertawakan tampang Andrew.
"Siap-siaplah menemani daddy mu berwajah badut," ejek Jason dengan terkekeh.
"Hehehe ... kita lhat saja nanti." Aaron tidak mereasa gentar sendikitpun.
"Bersiap - siaplah Jason, melawan Master," ujar Andrew terkekeh.
"Master? heh!" Jason tersenyum mengejek.
Kali ini dia bertekad akan membuktikan pada Aaron, jika dirinya masih bisa menjadi uncle yang dibanggakan. Jason bertekad akan membuktikan kemampuan dirinya. Dia tidak akan kalah dari anak berusia tujuh tahun. Iti memalukan.
Permainan di mulai, Jason berusaha mati-matian menggunakan alat yang masih terasa kaku di tangannya. Gas, rem, belok kanan dan kiri. Jempol Jason terasa kaku memainkan tombol - tombol yang harus dia pencet.
"Ayooo uncleee ...." teriak Anna yang sudah tidak marah lagi pada Jason, menyemangati.
"Ayooo, kak Alon ...." teriak Archie tidak mau kalah menyemangati kakak laki-laki nya.
"Semangattt meluncurrrr!!" Aaron dengann jari jemari yang sudah terbiasa memainkan pertandingan.
"Finish!!! Menanggggg!" teriak Aaron dengan penuh kebanggan mengalahkan uncle Jason.
Selisih waktu mereka adalah tiga puluh detik. Hal iti membuat Jason menjadi kesal. Dia harus merelakan, Aaron mengoleskan bedak putih di wajahnya.
"Ini baru pemanasan! Ayo main lagi!" tantang Jason tak terima. Dia akan berjuang mengalahkan Aaron. Membalas rasa malu yang dia terima.
Pertandingan dimainkan beberapa kali dan tetap saja pemenangnya adalah Aaron. Lima kali bertanding, hanya satu kali Jason menang di permainan terakhirr.
"Menaggg! Anna, uncle menangg!" teriak Jason dengan penuh semangat seakan sedang mengikuti olympiade dunia.
Jason menghampiri Anna, menggendong bocah kecil itu, hendak menciuminya. Tetapi tangan kecil Anna menghalanginya.
"Ndak mau. Jelek. Muka uncle banyak putih - putihnya. Nanti kena Anna."
Seketika Jason menekuk wajahnya, dia baru teringat jika dia sudah dikalahkan oleh Aaron sebanyak empat kali.
"Tidak buruk untuk pemula." Andrew terkekeh melihat wajah Jason.
"Uncle, Good Job!" teriak Aaron sambil mengacungkan jempolnya.
"Jadi lolos dong, jadi suaminya aunt Lia," ujar Jason bercanda.
"Ooo belum ... masih banyak test yang harus di lalui. Jika gagal, nanti daddy carikan suami lain buat Aunt Lia." Aaron mencibir ke arah Jason.
"Apaan sih Aaron, suami kok ganti - ganti," ujar Diana yang tidak mengerti arah pembicaraan kedua orang tersebut.
"Masa bisa jadi suami tanpa ada pesta pernikahan? Peter dan Matilda saja di pestain sama daddy." Aaron tak mau kalah.
"Itu pilihan semua orang, nak. Ada yang dipestakan untuk berbagi kebahagiaan dengan orang lain dan supaya semua orang tau pasangan mereka. Tapi, ada juga yang lebih suka berduaan saja. Asal mereka sudah resmi dihadapan Tuhan dan hukum, saja sudah cukup." Diana menjelaskan pada Aaron, jika suatu pernikahan tidak selalu harus di buat pesta
"Itu ...." Jason hendak protes, namun berhenti ketika pinggangnya di cubit Lia. Jason menoleh ke arah Lia hendak protes.
"Uncle Jason masih super sibuk, jadi belum mengadakan pesta untuk Aunt Lia. Tapi aunt tidak apa - apa, asalkan Uncle sayang sama Aunt dan baby," ujar Lia dengan tersenyum lembut.
"Ooo aunt Lia, kau baik sekali." Aaron memeluk Lia.
"Tapi tetap saja, Aaron merasa uncle pelit. Daddy juga sibuk tapi bisa membuat pesta untuk mommy."
Kuping Jason merah padam. Dia menyesal sudah membuat Aaron teringat akan hal ini. Seharusnya dia tidak menyinggung mengenai kelayakan menjadi suami Lia. Karena Aaron sama hal nya dengan Jason, bersikap sangat posesif pada Lia
"Ayo, sudah malam. Waktunya tidur." Diana melerai perdebatan yang lebih panjang.
"Yaaaa ...." Mereka protes.
"Besok kita akan bermain di Mall. Uncle Jason yang traktir, bagaimana?" Jason memberikan penawaran untuk mengambil hati keponakan Lia.
"Asyiiikkkk!" teriak ke enam anak tersebut dengan bersemangat.
"Tunggu! Tapi uncle dan daddy, harus berpakaian yang seru ya. Jangan jas dan kemeja terus. Membosankan!" pinta Francesca.
"Lalu, berpakaian seperti apa?" tanya Andrew dan jason serempak.
"Ada deh ...." Francesca mengerdipkan matanya pada Conrad yang dijawab dengam acungam jempol, anak tertua tersebut.
"Terserah kalian dah, ayo kalian tidur sana." jason sudah tak sabar berduaan dengan Lia di kamar.
Satu jam kemudian ....
"Apakah kita harus tidur seperti ini?" tanya Jason.
Dia memandang wajah Lia yang tampak semakin menggemaskan. Aura keibuan muncul pada wanita yang sedang hamil muda itu. Kecantikannya bertambah dan membuat Jason semakin ingin berlama-lama memeluk istrinya.
Dia memandangi wajah Lia yang berada di ujung tempat tidur. Wanita itu tersenyum lembut sambil mengerdipkan sebelah matanya, memnuat dada Jason semakin berdesir.
Tangan Lia terayun lembut membelai rambut dan punggung kurcaci kecil. Membuat Jason menirukanny hal tersebut. Ada kucaci cantik juga yang saat ini merapat di dada Jason. Bocah kecil yang hanya berukuran delapan puluh centimetre.
"Kenapa mereka harus tidur disini? Kenapa tidak tidur dengan Andrew dan Diana?!" protes Jason tak mengerti.
"Sssttt! Jangan berisik. Biarkan mereka disini. Mereka lucu, bukan?" ujar Lia sambil menopang tubuhnya dengan sebelah tangan dan mendaratkan ciuman mesra untuk kesekian kalinya di dahi Archie.
Jason memandang iri pada Archie yang tidur dengan nyaman dalam pelukan Lia. Kepala mungil Archie, menyusup damai ke dalam dada Lia. Sementara tangan mungilnya berada sedikit di dada Lia. Jason menghela napas.
"Honey ...."
"Hemm..."
"Apakah kurcaci itu sudah tidur? Kurcaci ku sudah tidur," Jason menunjuk pada Anna yang sudah menggelepar pasrah. Kedua tangan Anna terangkat ke atas dan kaki nya terentang lebar.
"Sudah."
Jason memberi kode jika dia akan pindah ke sisi Lia. Jason bergegas turun dari tempat tidur setelah meletakan bantal sebagai penggantinya.
Jason segera memeluk Lia dari belakang. Menciumi tengkuk istrinya dengan mesra. Tangannya menyingkirkan perlahan tangan mungil Archie yang memeluk Lia. Kemudian dengan tak sabar Jason merengkuh dada Lia.
Baru saja dia hendak meremas, ketika ketukan di pintu terdengar. Tangan itu berhenti di posisi yang sama. Lia menoleh, wajah mereka bersitatap. Jason hendak mengacuhkan ketukan di pintu dan mencium Lia, tetapi suara ketukan terdengar lagi.
Tok .... Tok .... Tok ....
"Aunt Liaaa ...," suara Aaron terdengar di balik pintu.
"Aaron ...," bisik Lia.
"Biarkan saja," ujar Jason.
"Jangan ah, kasihan." Lia mendorong Jason agar menyingkir, turun dari tempat tidur dan membukakan pintu untuk Aaron.
"Kenapa sayang?" tanya Lia heran ketika pintu kamar sudah terbuka.
"Aaron mau tidur sama Aunty," sahut Aaron dengan manja.
"Masuklah sayang, " Lia membukakan pintu.
"Kenapa kau kemari?" tanya Jason gusar dan hasilnya Lia melotot pada nya.
"Aaron kan masih kangen sama aunty Lia. Mau bubuk disini sama Aunt Lia. Uncle minggir!" Aron menari tangan Jason.
"Gak mau ah! Uncle bubuk disini sama Aunt Lia. Aaroon disana saja sama Anna." Jason menunjukan sisi lain tempat tidur dengan dagunya.
"Aunty ...." Aaron merajuk pada Lia.
"Sudahlah Jason my honey my sweetheart. Biarkan Aaron tidur di sini. Kau pindah dulu ya."
"Tapi ...."
"Uncle pleaseee, kau kan sudah menculik aunt Lia selama dua tahun dan membuat hidupku kesepian tanpanya. Uncle aku hanya punya waktu enam malam bermanja dengan Aunt Lia. Apa uncle tega pada Aaron yang tampan dan menggemaskan ini?" Wajah Aaron ditekuk sedemikian rupa hingga tampak memelas.
"Astaga!" Jason terkesiap dengan kata - kata rayuan yang di keluarkan Aaron. Ada bakat casanova pada bocah kecil ini. Jason terpaks3a menjauh, sebelum dirinya terperangkap dalam kharisma yang dikeluarkan oleh Aaron.
Malam ini pria itu merana, karena dirinya terpaksa tidur di sofa. Tak pernah dia bayangkan jika dia harus berbagi Lia ketika tinggal di Mansion ini. jason terperangah melihat istrinya dipeluk oleh Aaron dan Archie. Sedangkan Anna masih tidur dengan posisi merdeka, tidur sangat nyenyak
...💖💖💖💖💖💖💖...
Jangan Lupa. simpan poin kalian sebanyak-banyaknya. Pertengahan Mei ditebarkan ya.
Ajak pembaca lain dari GC manapun atau dari media sosial untuk membaca Lia.
semakin banyak anggota, semakin banyak poin yang ditebar. Begitu masuk ranking dua puluh besar taanggal 30 Mei, malam hari sampai 24.00. maka hadiah uang dari Mangatoon akan dibagikan dengan pembagian sebagai berikut;
Hallo Lovers,
Bisa buat Lijas tembus ranking hadiah Mangatoon atau Noveltoon gak?
Kalau sanggup, hadiah ranking dibagikan untuk kalian semua. Gimana? Mau gak?
Caranya gampang. Bawa member sebanyak-banyaknya untuk kasih hadiah ke Lijas. Perlu banyak pendukung untuk bisa manjat, kan.
Trus hadiahnya?
• Masuk 20 besar hadiah dari NT 100rb. Akan dibagikan 50 rb rangking 1 tertinggi dan 25 rb untuk 2 orang lainnya.
• Masuk juara 2-10 besar hadiah dari NT 200 rb. Maka juara 1 dpt 100rb. Juara 2dan 3 @50 rb.
• Masuk juara umum besar hadiah NT 300 rb. Maka juara 1 @100rb. Juara 2&3@50 rb. Yang 100 rb akan dibagikan ke 10 pemberi hadiah lainnya.
Bagaimana? Semangat.
Gerakan 1 juta bunga untuk Lijas.💝