48 Months Agreement With CEO

48 Months Agreement With CEO
Ide Gila



Setelah kepergian butler Bernard, Lia segera mandi. Tidak merendam diri, tidak juga menggosok diri. Dia hanya mandi kilat. Setelah mandi dengan mengenakan jegging panjang dan tanktop ketat dengan sedikit pusar yang kelihatan, Lia segera mencari Emely.


"Emelyyyy... ayo kita bersenang-senang. Aku akan mewujudkan keinginamu." Ujar Lia dengan ceria.


"Benarkah? Saat ini juga?" Tanya Emely dengan girang.


Lia mengangguk. Semalam Lia memperkenalkan sebuah drama karya negri Ginseng kepada Emely. Dari drama tersebut Emely, menyeletui jika Lia sesunggunya dikelilingi tentara tampan seperti di drama tersebut. Tapi sayang sekali pengawal Lia semua berwajah dingin dan berpakaian tertutup entah panas atau dingin


"Tapi aku tidak membawa bikini ku. Kau punya?" Tanya Emely.


"Heh! Aku tidak punya bikini."


"Apa? Kau tinggal di Paris tapi tidak punya bikini?" Tanya Emely tidak percaya.


"Iya beneran."


"Apa yang kau pakai jika hendak renang?" Tanya Emely penasaran.


"Seperti pakaian diving." Ujar Lia polos.


Emely tidak dapat berkata-kata. Bagi Emely yang tinggal di kota Fashion, hal seperti itu sangatlah aneh. Setiap wanita berlomba-lomba memamerkan keindahan tubuh mereka. Dan setiap pria akan berebut untuk mengagumi sekaligus memamerkan pada setiap orang wanita milik mereka yang paling sexy.


Paris yang dikenal oleh dunia sebagai pusat mode, tidak pernah berhenti menciptakan trobosan. Fashion adalah nafas kehidupan di Paris. Tidak ada seorang pun yang tinggal di Paris akan ketinggalan perkembangan zaman.


Tapi ternyata suami Lia lebih bersifat tertutup atau bisa dibilang sangat overprotektif, posesif. Di tengah perkembangan zaman di kehidupan kota yang sangat modern dan maju, Jason memilih untuk menyembunyikan Lia. Bukan saja menyembunyikan, membatasi Lia hanya untuk dirinya sendiri. Lia bagaikan sebuat mutiara yang disimpan di dalam brankas.


"Lalu kau akan pakai pakaian itu?" Tanya Emely heran.


"Sebenarnya ini pakaian yang hanya boleh aku kenakan ketika di dalam ruangan olah raga. Tapi hari ini aku ingin bandel sedikit." Jawab Lia dengan bersemangat.


Heh? Emely terperanjat! Hanya dengan jegging panjang dan tanktop tanpa belahan dada sudah di bilang bandel? Emely hanya dapat mengangkat bahu.


Dengan mengenakan gaun mini, Emely mengikuti Lia melangkah ke taman depan.


"Adonia, siapkan makan pagi di teras depan ya. Aku akan menikmati makan pagi dengan temanku disana." Perintah Lia pada seorang pelayan.


Di teras depan, Lia memanggil kepala pengawal yang bernama Carlos. Carlos adalah seorang kepala pengawal di Mansion Jason. Dia pria berusia sekitar Empat puluh lima tahun. Carlos pernah ikut berperang, dan setelah peperangan pertamanya, Carlos memilih mengikuti Jason daripada harus melihat rakyat korban peperangan.


Di Mansion, terdapat rumah keamanan yang biasa ditempati oleh pengawal yang berjaga. Setiap minggu mereka bergiliran untuk berkumpul dengam keluarganya. Jason sudah menyediakan satu gedung apartement untuk para pekerjanya. Disanalah keluarga pengawal maupun pelayan berkumpul, sehingga setiap saat mereka bisa berkunjung di saat liburan. Meskipun demikian ada beberapa keluarga yang tidak ingin pindah dari negara mereka.


"Carlos. Kau tahu bukan jika hari ini butler Bernard sedang mengambil cuti dan reflexi di luar?" tanya Lia sambil mengenakan kaca mata hitamnya. Sinar matahari mulai tinggi dan itu menyilaukan pandangan Lia di taman depan.


"Baiklah. Jadi kau pasti mengerti jika tidak ada pengadu di mansion ini?" tanya Lia lagi.


Carlos bingung untuk menjawab. Karena bagi dirinya, pertanyaan Lia seperti sebuah jebakan. Dia hanya dapat menatap lurus kedepan dan menutup rapat mulutnya. Lebih baik diam daripada salah menjawab. Karena berdasarkan desas desus pelayan, jika nona muda ini banyak akal dan sanggup membuat tuan muda kelimpungan.


"Aku anggap kau mengerti. Jadi, sekarang kau harus mematuhi ku. Jika tidak, kau lihat para pelayan yang ada di belakang sana? Mereka akan mengadu pada Jason, jika mendapatkan signal dari ku." Ujar Lia dengan nada lembut mengancam.


Andaikan saja Carlos tahu, pelayan-pelayan wanita tersebut sengaja di kumpulkan oleh Lia dan berbaris agak jauh, dengan janji akan memberikan tontonan menarik. Tentu saja mereka patuh. Sedangkan Carlos hanya dapat menduga-duga keinginan dari nona muda, yang berkuasa saat ini.


"Jadi kau akan patuh padaku bukan. Tenang saja tugasku tidak akan mengancam nyawa mu." Ujar Lia lagi.


"Siap nona. Akan saya laksanakan meskipun mengancam nyawa!" Jawab Carlos dengan tegas. Jiwa pengabdian. Tuan muda sudah berpesan untuk menjaga keselamatan nona Lia, dan tentu saja mandat itu akan dia jaga dengan taruhan nyawa sekalipun.


Ternyata memang, pengawal-pengawal Jason memiliki pengabdian yang luar biasa.


"Aku akan menjamu temanku sesuai dengan keinginan dirinya. Catat untuk dirinya, bukan untuk diriku." Ujar Lia lagi berbelit- belit, membuat Carlos semakin penasaran.


"Bawa lima orang anak buah mu. Enam termasuk dirimu. Aku ingin kalian berolah raga di depan Emely. Bertelanjang dada. Ingat hanya dada ya."


Permintaan Lia membuat Carlos terkejut sekaligus panas dingin. Bagaimana tidak, tuan muda begitu menjaga nona Lia dan melarang setiap pengawal ataupun pelayan pria berada terlalu dekat dengan Lia. Dan semejak kedatangan nona muda, jika ingin jogging, mereka harus pergi ke area hutan.


"Kenapa? Kau takut? Apa badan kalian sudah lembek semua seperti butler Bernard? Apa kalian sudah tidak pernah berolah raga dan menyia-nyiakan fasilitas ruang fitnes yang disiapkan oleh Jason?" Tanya Lia dengan sindiran tajam.


"Bukan begitu nona, tapi..." Carlos gelisah.


"Ingat dengan tanda dariku, pelayan akan mengadu." Ancam Lia lagi.


"Baiklah nona. Saya akan memanggil anak buah saya." Carlos meninggalkan Lia.


Emely tertawa senang karena Lia berhasil membuat pengawal itu mematuhinya. Kecemburuan Lia pada Jason sudah mengantarkan gadis itu pada ide gila.


"Kau benar-benar terkurung dalam sangkar emas. Lia kau yakin, suamimu tidak akan datang hari ini?" tanya Emely dengan tertawa.


Lia menggelengkan kepala. Pikirannya melayang dimana semalam Jason sedang bersenang-senang ditemani wanita-wanita cantik. Lalu, apa salahnya kan dia menghibur dirinya sendiri di tengah-tengah fasilitas yang disediakan oleh Jason? Jika pria itu marah, ya sudah kembalikan saja diriku pada kakakku, gumam Lia dalam hati.


Dan saat ini seperti dalam drama korea Desendent of the Sun, barisan pengawal yang bekas tentara itu sudah berjajar dan melakukan olah raga fisik. Keenam Pengawal itu bertelanjang dada. Mereka mengawalinya dengan lari sebanyak lima puluh putaran di halaman depan yang luas.


Para pelayan wanita tentu saja tersenyum gembira. Pemandangan yang jarang bisa mereka saksikan secara langsung. Karena biasanya, mereka hanya bisa mengendap-endap, mengintip di hutan belakang ataupun di ruang fitnes karyawan.