
Maaf telat pemirsa. Author habis semedi cari inspirasi. Berusaha menyuguhkan cerita yang berbeda. Jiaaaaa sok hebat saja yaaa
...💖💖💖💖💖💖💖...
"Beneran ini kau Jason? Hahahaha... bukan mimpi?" Lia yang masih dalam gendongan Jason menoel-noel pipi pria itu. Jason masih melangkah perlahan memasuki Mansion dengan menggendong Lia.
Dalam pandangan Jason, saat ini Lia nampak seperti seorang gadis remaja.
"Ini pasti mimpi ya. Jason mana pernah menggendong ku seperti ini." Lia mencubit kedua pipi Jason keras-keras dan menggoyang-goyangkan ke kanan juga ke kiri.
"Kucing liar! Buka kaca mata hitam mu dan tatap mataku!" Seru Jason yang merasakan sakit akibat cubitan keras Lia di pipi nya.
"Ah benar." Lia membuka kacamatanya.
Dan dengan mata lelah dia memandang pria tampan itu. Kedua tangan Lia menangkup pipi Jason, kemudian menggoyangkan ke kanan dan ke kiri. Jason yang masih berjalan ditangga menjadi sedikit kesulitan, akibat Lia terus bergoyang.
"Hahahahaha, mimpi yang indah. Jason sudah pulang. Muahhh." Dengan menangkup kedua pipi Jason, Lia mengecup bibir pria itu.
"Berapa gelas alkohol yang kau minum?!" tanya Jason dengan berang.
"Duaaaa hhahhaha aku minum dua mimosaaaa." Lia tertawa sambil mengacak rambutJason.
Jason mempercepat langkah kakinya menuju ke dalam kamar. Dengan sikut tangan Jason membuka handel pintu kamar dan menutup pintu itu kembali dengan kakinya setelah masuk di dalam.
Jason kemudian meletakan Lia di atas tempat tidur. Lia melepaskan pelukannya dari leher Jason dan tidur dengan tangan terlentang lebar, sambil terus bergumam, "mimpi yang indah."
Jason memperhatikan Lia yang terbaring di tempat tidur tanpa bergerak, ia melepaskan jas dan dasi dari tubuhnya kemudian, Jason menumpukan lutut di atas tempat tidur. Dengan merangkak Jason mendekati Lia.
Hah....
Jason kecewa.
Lia sudah tertidur. Wajah gadis itu memerah dan hangat. Entah karena efek alkohol atau terlalu lama berjemur. Mungkin juga karena kombinasi dari alkohol, berjemur dan berlari membuat Lia bertambah lelah dan tertidur.
Jason memandang wajah Lia dengan penuh kerinduan. Dia membelai wajah manis yang saat ini sudah jatuh tertidur. Kucing liar nya. Gadis cantik yang sudah dia trik menjadi istrinya. Istri yang belum sepenuhnya dia miliki, hanya karena dia terlalu menjaga kehormatan wanita itu.
Jason kemudian mengecup bibir Lia dengan lembut. Dia mengecup bibir ranum yang sangat dia rindukan itu dalam-dalam. Menghirup aroma dan merasakan kelembutan yang sudah lama dia rindukan. Jason memandangi wajah Lia dengan lekat.
Jason memandang kulit wajah Lia yang memerah. Perlahan pria itu turun dari tempat tidur dan berjalan kearah meja rias. Dia mengambil sebotol lotion untuk di oleskan ke tubuh Lia yang memerah.
Sambil mengoles, Jason merasakan kelembutan kulit tangan dan leher Lia. Dia menelan ludah melihat dada Lia yang membusung dan bergerak perlahan searah hembusan nafas. Tangannya bergerak turun mengolesi lotion di perut Lia.
Saat itu juga, Jason menegang. Dia teringat kembali bagaimana Carlos dan kelima pengawal lain sudah berani bertindak di luar batas. Belum lagi butler Bernard yang sudah berani membiarkan hal itu terjadi. Berani sekali mereka bertindak seperti striptease dihadapan Lia. Berani sekali mereka menggoda Lia. Berani sekali mereka mengambil kesempatan saat Jason tidak ada.
Jason meletakan lotion di nakas dan dia berjalan dengan cepat keluar kamar. Sambil berjalan, Jason menggulung lengan baju nya. Wajah Jason sudan memerah, urat-urat di wajahnya menonjol keluar. Aura merah gelap tampak terpancar di tubuh Jason.
Di halaman depan, dengan mengabaikan keberadaan Emely, Jason berteriak marah.
Semua pelayan yang mendengarkan amarah Jason, sontak menghentikan pekerjaan mereka dan menjadi tegang. Sudah lama tuan muda tidak pernah marah sebesar ini.
"FRANS! Bawa kemari ke enam pengawal tidak tahu diri itu dan juga BERNARDDDDD KEMARI KAU!!!"
Emely yang berada tak jauh di belakang Jason terperanjat. Bulu kuduknya meremang. Baru saja dia menyaksikan betapa Jason terlihat seperti pemuda yang jatuh cinta, tetapi sekarang tiba-tiba saja seketika berubah menjadi pria yang menakutkan.
Emely menoleh keatas tangga dan disana dia tidak menemukan Lia. Emely menjadi was-was dengan apa yang terjadi pada Lia. Dia ingin sekali naik ke atas dan melihat keberadaan gadis itu. Tapi Emely takut dengan aura kemarahan yang terpancar dari tubuh Jason.
Frans datang dengan ke enam pengawal yang baru saja bertelanjang dada dihadapan Lia. Butler Bernad juga sudah ada di sana. Semua pandangan mereka lurus ke depan tanpa berani menatap Jason.
Dari sudut mata, mereka bisa melihat besarnya kemarahan di wajah Jason. Api itu sudah membara. Dan mereka tahu, jika sudah sepantasnya mereka menerima hukuman karena sudah melanggar perintah. Meskipun hal itu terjadi karena menuruti keinginan nona muda.
"Kalian tahu bukan apa kesalahan kalian, bukan?" Geram Jason dengan gigi bergemelatuk.
Jason kemudian maju, tanoa banyak bicara dia melayangkan tinju sekeras-kerasnya ke wajah Carlos. Carlos tersungkur ke rerumputan dan kemudian secepat kilat berdiri kembali tanpa mengusap darah segar yang mengalir di bibir nya.
Sekali lagi Jason melayangkan tinju nya ke perut Carlos dan pria itu terhuyung ke belakang, namun tetap berusaha kembali berdiri tegak dan berada di barisan dengan gagah. Dia menyembunyikan rasa sakit yang dirasakannya.
Jason lalu melayangkan pandangan tajam ke arah Butler Bernard. Dari sudut matanya, pria tua itu bisa merasakan kemarahan Jason yang memuncak. Pandangan mata itu sangat menghujami diri butler Bernard. Dan sungguh dia merasa menyesal harus mengikuti saran Lia.
Hanya dalam satu minggu dia sudah ketahuan Jason melakukan dua kesalahan. Jika yang pertama adalah keberuntungan bagi dirinya karena selamat dari hukuman Jason, tetapi kali ini tampak nya keberuntungan itu tidak akan ada.
"Kenapa kau membiarkan mereka menjadi striptease di depan istriku?!" Tanya Jason dengan marah tepat dihadapan Butler Bernard.
Pria tua itu diam. Dia tidak tahu kalimat yang tepat untuk dijadikan alasan.
Tapi dirinya juga tahu, tidak ada alasan yang dapat dia gunakan untuk menyelamatkan dirinya kali ini. Yang ada di mata Jason saat ini betapa dia telah melalaikan tugasnya.
"Kenapa kau diam!" Bentak Jason lagi.
"Nona... dia mengirim saya keluar." Jawab Butler Bernard dengan cepat. Meskipun dia tahu, apapun alasannya, dia tetap salah.
"Keluar? Untuk apa?!"
"Dia menyuruh saja untuk pijat reflexi agar otot tua saya lentur, tuan muda." Jawab Butler Bernard dengan jujur. Jika saja keadaannya berbeda semua orang akan tertawa mendengarkan jawaban butler Bernard yang jujur.
Jason menelusuri raut wajah dan tubuh Butler Bernard. Dia melihat garis-garis lelah di pipi yang semakin keriput itu. Dan Mata Butler Bernard memancarkan penyesalan.
"Kali ini aku ampuni dirimu. Tapi ingat! Jangan pernah terulang lagi kejadian ini. Jangan buat aku menyesal karena telah mengampuni diri mu!" Ujar Jason dengan tajam.
"Trimakasih tuan." Sahut butler Bernard. Pria tua itu merasa lega. Setidaknya dia tidak akan mendapatkan pukulan seperti Carlos. Dia sendiri tidak yakin, jika tubuh tuanya sanggup menerima pukulan Jason.
"Frans! Hukum mereka sama seperti Carlos!" Ujar Jason tegas kepada pengawal pribadinya.
Jauh di belakang Jason, Emely bergidik ketakutan, melihat bagaimana ke enam pengawal bertubuh gagah itu babak belur. Setelah mendapatkan pukulan, Jason membiarkan mereka untuk berlalu. Dan seorang perawat yang bertugas di Mansion segera berlari mengikuti ke enam pengawal yang terluka.
Emely lebih bergidik lagi ketika Jason berjalan ke arahnya. Bagaimana jika Jason tahu, pengawal bertelanjang dada itu adalah ide dari dirinya. Dan Lia melakukan hal itu hanya untuk menghibur dirinya. Bisa di pastikan jika Emely tidak akan bisa bergaul dengan Lia lagi.
Emely menunduk ketika Jason berdiri di hadapannya. Jujur, setelah melihat kejadian tadi, Jason tampak sangat menakutakn bagi Emely, meskipun pria itu sangat tampan. Aura kepemilikan akan Lia sangat terpancar kuat.
"Kau adalah tamu istriku. Nikmati waktu mu disini sebaik mungkin." Ujar Jason singkat sambil berlalu dari hadapan Emely. Kata-kata Jason tampak seperti tidak masalah dengan keberadaan Emely, tapi juga terasa seperti ancaman bagi Emely. Pria itu tidak ingin Emely menjadi pengaruh kuat untuk Lia.
Jason kembali ke dalam kamar. Dia mencuci tangannya yang sedikit lebam dan terdapat darah Carlos disana. Jason kemudian membasuh wajahnya. Dan melepaskan pakaiannya. Hanya dengan menggunakan boxer, Jason berbaring di sisi Lia.
Jason memiringkan tubuhnya dan memandangi wajah Lia yang tampak tak berdosa. Gadis itu tertidur dengan nyenyak tanpa menyadari jika dirinya telah membuat masalah besar. Beberapa orang terluka dengan sikap membangkang yang dia lakukan. Atau mungkin Jason yang bersikap terlalu berlebihan?
Jason mendesah panjang, menyadari jika sikap dirinya yang mengurung Lia juga sangat membahayakan. Lia dikelilingi oleh pengawal yang meskipun sangat setia dan loyal, tapi mereka juga mantan militer yang sangat gagah. Dan kecemburuan Jason membuat dia harus mengambil keputusan lain, agar Lia selalu berada lekat di sisi nya.
...💕💕💕💕💕💕💕...
Hai Guysss, Jangan lupa kumpulkan poin yang buanyakk ya.
Nanti di vote barengan tanggal 1 feb dan 15 feb 2021.
Pada akhir February 2021, sepuluh orang dengan vote terbanyak, akan mendapatkan souvenir yaaaa.
Semangatttt!
Ini Image Butler Bernard nya