
Sore itu, Lia mengajak Jason ke kolam renang di Mansion kakaknya. Disana sudah tampak Andrew dan kelima anaknya asyik berenang. Anna dan Archie pun tampak sangat ahli berenang. Hanya si kecil Adelaide yang masih duduk tenang di pangkuan Diana.
Jason duduk di sisi Lia. Lia mengenakan daster selutut dengan tali satu dibagian bahu. Sebenarnya Jason tidak suka Lia mengenakan pakaian terbuka, tetapi dia berusaha meredamnya. Apalagi Miami memiliki cuaca tropis yang memang sangat panas.
Melihat keakraban Andrew dengan anak - anaknya, membuay Jason merasa iri. Pria dihadapannya bukanlah seorang pengangguran. Dia merupakan pria sukses. Pria dengam segudang kesibukan. Tapi ternnyata masih nisa menyempatkam diri untuk memiliko aktivitas dengan keluarganya.
Quality Time, istilah kerannya.
"Kau tidak ingin berenang?" tanya Lia setelah selesai menggoda Adelide.
"Enggak. Lihat kolam renang sudah ramai kaya kolam ikan." Jason menunjuk dengam dagunya.
Lia hanya tergelak melihatnya.
"Kalau begitu aku saja yang renang, ya?"
Jason melotot dan mencengkeram erat tangan Lia di kursi.
"Kan gak ada pengawal disini," rengek Lia. Memang benar disana hanya ada keluarga kakak nya dan dua orang pengasuh.
"Tidak boleh!" Jason menggeram.
"Jangan bilang cemburu dengam kakak iparku. Kenapa juga harus cemburu. Kak Diana lebih cantik dan sexy dari diriku," ujar Lia bersungut-sungut.
"Aku tidak mau kau lelah menghadapo banyak kurcaci disana. Siapa tahu ada yang tidak sengaja menendang anakku," sahut Jasoj dengan tenang. Alasan yang masuk akal untuk menutupi ketidak sukaan Jason mengetahui orang lain melihat Lia berenang.
"Baiklah jika itu alasannya." Lia akhirnya mengalah.
Lia asyik menegak minukan yougurth dingin nya ketika si kecil Anna memghampiri Jason.
"Uncle tampan, ayo main ail," ucapnya yang masih tidak bisa mengucapkan air dengan benar.
"Uncle disini saja ya menemani aunty Lia." tolak Jason dengan sopan.
"Ayoo ... ayooo ...." pinta Anna memelas. Bocah cantik yang mengenakan bikini warna merah muda dengan renda renda dibagian dada dan celana tampak sangat lucu.
Jason sangat gemas dibuat nya. Dia berbisik pada Anna, "lain kali saja ya, uncle berenang berduaan sama Anna."
Bibir Anna mengerucut. Dia berjalan kembali ke arah saudaranya Aaron yang sedang duduk santai di pinggir kolam.
"Uncle Jason gak bisa belenang," lapor Anna.
Jason yang mendengar laporan itu terkesima. Bocah kecil ini telah menyampaikan berita yang berbanding terbalik dengan fakta.
"Yeeeeaaa masa sudah besar gak bisa berenang? Uncle! Ayo sini biar diajarin berenang sama Anna dan Archie!" teriak Aaron meledek.
Lia dan Diana otomatis tertawa lepas. Apalagi melihat expressi Jason yang sebal. Jason berbeda dengan Andrew. Jika Andrew seorang casanova karena perjalanan hidup yang membuatnya seperti itu, berbeda dengan Jason yang cenderung tertutup dan kurang pergaulan.
Mendapat ledekan seperti itu dari seorang bocah, tentu saja masuk langsung ke dalam perasaannya. Dia terluka.
"Anak kecil ... mereka anak kecil ... ingat! Keponakan tersayangku," bisik Lia dengan nada mengamcam.
"Lebih baik aku pergi dari sini," ujar Jason jengah, karena sebal di tertawakan. Bisa saja dia langsung masuk ke dalam kolam renang dan membuktikann kehebatannya. Tapi, buat apa .... Toh dia tidak akan mendapatkam pengahrgaan.
Jason berdiri dari kursi beranjak meninggalkan kolam renang. Andrew yang melihatnya memberi kode pada Aaron dam Conrad. Kedua bocah itu segera melesat ke arah Jason dan menarik tangan Jason.
"Hei! Apa-apaan ini?" seru Jason.
Dia berjalan mundur dengam tangan yang ditarik kebelakang. Dan setelah dekat dengan kolam renang, Aaron dan Conrad melepaskan pegangan mereka, memberi kesempatan pada Jason untuk melemaskan tangan. Cukup dua detik. Francesca dengan sedikit tenaga berhasil mendorong Jason hingga jatuh dalam kolam renang.
"Horeeee!" teriak ke enam bersaudara dengan gembira. Mereka berhasil mengalahkan Jason, membuat pria itu masuk kedalam kolam remang dengan pakaian lengkap.
"Kalian ya!" Jason muncul ke permukaan air dengan gemas. Dia berenang ketepian, melepaskan jam tangan dan kaos nya.
"Ayoo uncle, renangggg!" Aaron loncat disisi Jason dan mulai menyirankan air ke wajah pria itu. Perang air di mulai. Jason di serang oleh ke lima kurcaci.
"Ini tidak adil," protes Jason.
"Memang tidak adil, anakku enam, kau satu pun belum lahir," ledek Andrew.
"Aku pinjam anak mu. Kita bermaon voli air," tantang Jason.
"Horee aku mau sati tim sama daddy, " teriak Aaron.
"Aku jugaa," teriak conrad.
"Jangan bilang kau mau menyerah? Kam tim mi ada empat orang, sedangkan tim ku hanya bertiga," ejek Andrew.
Jason menggaruk kepalanya sambil memandang dua bocah kecil, yang menatap dirinya dengan mata tak berdosa, penuh harap. Setidaknya dia masih memiliki Francesca di pihaknya.
"Baiklah. Baiklah. Demi kalian, uncle akan bersusah payah sedikit," ujar Jason yang tak teg menatap mata polos menghipnotis itu.
"Horeeee ... Silahkan uncle mengoper duluan," ujar Aaron.
Jason melakukan service. Permainan voley air tanpa nett itu akhinya menjado permainan lempar bola saja diantara mereka. Saling mengoper dan menggoda.
Jason harus berenang ke sana dan kemari hanya untul mengambil bola yang sengaja di lemparkan jauh oleh Andrew. Dia tidak marah, melainkan mulai bisa tertawa dan mengakrabkan diri dengan anak-anak.
Jason juga senang menghoda Archie dan Anna. Dia menggendong Anna di depan, Archie di leher dan Francesca di punggungnya. Jason mulai menikmati peran sebagai seorang ayah.
"Kalau aku besar nanti, mau menikah dengan orang yanh setampan dan sebaik daddy dan uncle," celetuk Francesca.
"Tentu saja, kau bahkan akan mendapatkam yang lebih baik, gadis cantik," ujar Jason sambil memencet hidung Francesca. Dia senang gadis kecil ini memuji dirinya secara tidak langsung.
Senyum Francesca mengembang lebar mendengar perkataan Jason. Dia mengecup pipi Jason dan berkata, " uncle baik sekali," ujarnya malu-malu.
Francesca kemudian berenang ke tepian dan mengambil dua buah juice semangka. Satu dia berilan pada Andrew dan satu lagi dia berikan pada Jason.
"Mana punya Aaron?" Aaron mengulurkan tangannya pada Francesca.
"Ambil sendir!"
"Francescaaaa jelekkk!" protes Aaron.
"Enggak, kok. Francesca cantik," bela Jason dengan terkekeh.
"Tuh, kan. Francesca cantik." Senyuman manis mengembang di wajah Francesca.
"Jelek gitu dibilang cantik, uncle perlu pakai kacamata?" ujar Aaron kesal.
"Loh, kalau begitu, Aaron mau bilang aunty Lia jelek?" tanya Jason dengan menaikan alisnya dan menyedot juice semangka.
"Ya enggaklah, aunt Lia cantik," sahut Aaron.
"Berarto benar dong penglihatan uncle Jason, kalau Francesca cantik." Jason masih berusaha menang dari Aaron.
"Ya enggaklah. Dulu uncle melihat aunt Lia ketika
Maga masih sehat, badan masih muda. Sekarang kan sudah tua dan mata rabun," sahut Aaron tak berperasaan sambil menglonyor pergi menuju meja makanan.
...💖💖💖💖💖💖💖...
Jangan Lupa. simpan poin kalian sebanyak-banyaknya. Pertengahan Mei ditebarkan ya.
Ajak pembaca lain dari GC manapun atau dari media sosial untuk membaca Lia.
semakin banyak anggota, semakin banyak poin yang ditebar. Begitu masuk ranking dua puluh besar taanggal 30 Mei, malam hari sampai 24.00. maka hadiah uang dari Mangatoon akan dibagikan dengan pembagian sebagai berikut;
Hallo Lovers,
Bisa buat Lijas tembus ranking hadiah Mangatoon atau Noveltoon gak?
Kalau sanggup, hadiah ranking dibagikan untuk kalian semua. Gimana? Mau gak?
Caranya gampang. Bawa member sebanyak-banyaknya untuk kasih hadiah ke Lijas. Perlu banyak pendukung untuk bisa manjat, kan.
Trus hadiahnya?
• Masuk 20 besar hadiah dari NT 100rb. Akan dibagikan 50 rb rangking 1 tertinggi dan 25 rb untuk 2 orang lainnya.
• Masuk juara 2-10 besar hadiah dari NT 200 rb. Maka juara 1 dpt 100rb. Juara 2dan 3 @50 rb.
• Masuk juara umum besar hadiah NT 300 rb. Maka juara 1 @100rb. Juara 2&3@50 rb. Yang 100 rb akan dibagikan ke 10 pemberi hadiah lainnya.
Bagaimana? Semangat.
Gerakan 1 juta bunga untuk Lijas.💝