
Butler Bernard tersenyum senang melihat kemesraan diantara Lia dan Jason. Dia mengantar hingga mobil yang membawa sepasang manusia yang sedang dimabuk asmara itu, menghilang dari pandangannya.
Butler Bernard harus mengakui, jika awalnya dia tidak berharap banyak pada Lia. Gadis Asia yang nakal dan selalu menggoda dirinya. Nona muda yang selalu membuat pusing butler Bernard dan semua pelayan maupun pengawal mansion. Tetapi karena nona muda itu pula, keceriaan kembali hidup di mansion ini.
Mansion ini kembali hangat. Pelayan seringkali bekerja dengan bersenandung. Dan atas izin tuan muda Jason, mereka diperbolehkan untuk mengadakan pesta pelayan dan pengawal setiap tiga bulan sekali.
"Butler, kau sedang jatuh cinta? " Goda Fidel yang melihat senyum terus mengambang pada wajah kepala pelayan tersebut.
Butler Bernard menoleh dan menatap tajam pada Fidel. Fidel tampak tersenyum-senyum sendiri membalas tatapan butler Bernard.
"Butler, tolong beri aku hari libur yang sama dengan Cicil ya. Aku ingin mengajaknya berkencan." Ujar Fidel dengan malu-malu.
Butler Bernard mengerutkan keningnya, mendengar perkataan Fidel. Sejak kapan dia berubah menjadi biro jodoh bagi mereka. Kemarin Castro dan Adonia yang memohon. Sekarang Fidel. Apa mereka pikir dirinya tidak banyak kerjaan dan hanya mengurusi hari libur saja?
"Memangnya Cicil mau dengan dirimu, pria berkaos kaki busuk! " Ujar kepala pelayan itu dengan sinis. Butler Bernard berlalu dari hadapan Fidel, meninggalkan pria itu yang masih ternganga.
"Butlerrr!!!! Aku sudah mengganti kaos kaki ku setiap hari. Aku juga rajin menjemur sepatuku dan Menggosok gigi. Butler jangan memfitnahku. " Fidel berbicara sambil berlari menyejajari langkah butler Bernard.
...❤❤❤...
"Aku sudah tiba di Paris. Apakah kau merindukanku?"
Sebuah suara manja yang amat dikenalnya, membuat Jason meletakan pulpen dan mencurahkan perhatian pada sosok cantik di hadapannya.
"Sejak kapan kau tiba? "Tanya Jason.
"Baru saja. Dan aku langsung cussss, menemuimu duluan. Bagaimana? Kau senang bukan, aku lebih mengutamakan dirimu daripada mommy?" Laurent duduk dihadapan Jason sambil menyilangkan kakinya dan bersandar di kursi.
"Mana kopermu? Hanya itu? " Tanya Jason menunjuk pada koper tanggung yang di bawa oleh Laurent.
Laurent mengangguk sambil tersenyum jenaka.
"Aku di Paris kan, buat apa bawa banyak baju. Apalagi ada dirimu." Laurent menjulurkan telapak tangannya pada Jason.
"Apa?!" Tanya Jason acuh.
"Ayolahhhh kau tahu apa yang aku mau. " Laurent menggoyangkan tangannya keatas dan kebawah.
"Kau kan sudah punya penghasilan sendiri. Tiap bulan juga kau mendapatkan bagian dari saham mu. " Ujar Jason tegas.
"Aduhhh kakakkkk, jarang-jarang kan aku berbelanja dengan uang kakak ku. " Sahut Laurent dengam cemberut.
"Kau terlalu tua untuk bermanja-manjaan. " Ujar Jason.
"Hiiii ngaca dong, aku masih muda begini. " Laurent tahun ini berusia dua puluh enam tahun.
"Dimana pacarmu, apa kau bawa dia kemari juga?" Jason masih ingat satu tahun lalu, Laurent memperkenalkan dirinya dengan seorang pria.
"Kau ini, masih saja sama kalau bicara tanpa berpikir. " Sahut Jason.
Pintu ruang kerja Jason terbuka, Lia masuk dengan Erick. Mereka berdua di buat terkejut dengan keberadaan Laurent disana. Terlebih lagi Erick. Laurent menatap Erick dengan tajam, menyembunyikan kerinduannya.
"Bisa aku minta orang juice, " Ujar nya menatap pada Lia.
Lia sedikit terkejut mendengar permintaan Laurent padanya. Dia hendak berbalik, tetapi di cegah oleh Jason.
"Tetap disana. Erick, bilang pada Rahel membawakan minuman untuk Laurent. " Kata Jason dengam sedikit kesal.
Laurent merasa heran, kenapa Jason tidak membiarkan gadis itu melayani dirinya. Siapa sebenarnya gadis itu. Bahkan direktur sekalipun, biasa melayani Laurent.
Jason menangkap pertanyaan di raut wajah Laurent dan dia berniat untuk mengatakan kebenaran.
"Kemarilah Lia. Kenalkan ini adikku yang bawel. Laurent Madison. Laurent, dia adalah kakak iparmu. "
Laurent terpaku menatap Lia. Dia berusaha mencerna maksud kata-kata Jason. Kakak ipar? Apakah gadis ini kekasih Jason? Laurent menatap Lia dari atas kebawah dengan pandangan menyelidik.
Dia baru tahu, jika Jason memiliki selera gadis Asia. Pantas saja, Jason selalu menjaga jarak dan menolak setiap perjodohan yang disiapkan oleh Laura Collins Madison.
"Kekasihmu? Sudah berapa lama kalian bersama? Kakak akan memperkenalkan pada mommy?" tanya Laurent beruntun.
Lia tersenyum lembut menatap Laurent. Gadis ini tampak dewasa dan manja. Dan sesungguhnya Laurent lebih tua dua tahun dari dirinya. Tapi sikap manja Laurent pada Jason, benar-benar di luar dugaan Lia.
"Dia istriku. Kami sudah menikah." Kata Jason dengan tenang. Ceo tampan itu berjalan ke arah Lia dan duduk di samping gadis itu. Memeluk pinggang dengan mesra kemudian mengecup kening Lia.
Laurent yang melihat sikap dan kemesraan Jason jadi terpana. Dia tidak menyangka jika Jason bisa bersikap seromantis itu. Melihat bagaimana mata Jason menatap Lia dengan kehangatan dan tangan nya yang menggenggam tangan istrinya mesra, membuat Laurent menjadi berdecak kagum.
"Ckck..ckckck... Kau benar-benar bisa jatuh cinta?"
Laurent benar-benar masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Jason yang dingin, bisa begitu hangat dan... ah! benar! Jason jatuh cinta pada wanita Asia itu!
"Maafkan kami, yang baru mengatakan hal ini pada mu." Lia membuka suara.
"Aa iya. Kau sopan sekali kakak ipar. Kenapa juga harus minta maaf. Ini hidup kalian bukan. Asal kau mencintai kakakku dengan tulus dan tidak hanya mengincar hartanya, aku baik-baik saja. Kau tahu, dia sumber keuanganku. Jika kau menyakitinya dan membuat dia lemah, maka aku akan menjadi mimpi buruk di hidupmu!" ujar Laurent panjang lebar. Wajah Laurent tampak tegas tanpa bercanda.
Lia menatapnya dengan tegas pula. Karena semenjak awal pun dia tidak pernah mengincar Jason. Berada di puncak rantai makanan ini pun, membuat Lia merasa ngeri, terlalu curam baginya jika melihat dari atas kebawah. Semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin banyak badai dan itu berart, semakin mereka harus kuat dan tangguh. Tetapi, demi Jason, Lia sudah berjuang.
"Kau bisa pastikan hal itu. Aku akan selalu berada disampingnya dan senantiasa mendukung Jason. Tak akan berkurang sedikitpun perhatiannya padamu dan juga dana yang biasa mengalir di rekeningmu. Tapi ingat!! Meskipun dirimu lebih tua daripadaku, meskipun kau adalah adik kandung suamiku, tetapi jika kau melakukan tindakan bodoh yang bisa mengancam hubungan kami ataupun keselamatan kami, maka akan aku pastikan jika dirimu akan menyesal seumur hidup. Bahkan jika aku mati, dalam Liang kubur pun aku akan menghantuimu!" balas Lia tak kalah tegas dan tajam.
Laurent terhenyak mendengar kata-kata Lia yang tegas. Dia tidak percaya wanita yang tampak lemah dengan senyum lembut dan sorot mata hangat itu, bisa menyemburkan api dan mengeluarkan taringnya. Laurent resah, entah dia harus kagum atau harus takut.
Sementara Jason terpana dengan kata-kata Lia. Dia semakin kagum dan yakin, Jika Lia adalah keputusan paling tepat yang pernah dia ambil selama ini.
...💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖...