48 Months Agreement With CEO

48 Months Agreement With CEO
Kenangan akan dia



"Apa yang hendak kau katakan?" tanya Jason langsung saat dia selesai membersihkan dirinya dan masuk ke dalam ruang kerja.


Daniel yang sudah siap dengan laptop dan berkas di tangannya, tersenyum menatap Jason. Pria itu sudah tampak lebih rapi, meskipun tidak mencukur jambang yang nyaris menutupi mulutnya. Setidaknya tampang dan bau badan tidak lagi menyerupai gembel.


"Kau sekarang tampak seperti makhluk hidup," ujar Daniel dengam menyembunyikan senyuman, saat Jason sudah melotot padanya.


Pria itu menghempaskan dirinya di kursi di samping Daniel. Segera saja Daniel menunjukan laptopnya. Di sana terlihat data-data transaksi di mana ada pengajuan dana untuk pembelian berbagai macam benda yang tak masuk akal.


Dan di folder lain adalah pembelian yang terjadi di lapangan. Ada ketidak cocokan antara dana yang keluar dan pembelian stok. Bukan saja terjadi pada satu kantor, tetapi juga pada pembeliaan suku cadang di lapangan.


Dana yang sedikit demi sedikit di gerogoti dari lebih lima puluh cabang yang tersebar dan sekian puluh titik pangkal minyak, jika di total bernilai triliunan.


Memang pencurian tersebut tidak akan membuat keluarga Madison bangkrut, tetapi jika hal tersebut terjadi terus menerus, akan perlahan menjadi tumor ganas dalam perusahaan.


Korupsi sekecil apapun harus dibasmi.


"Apa kau menemukan kemana aliran dana penghelapan uang itu masuk?" tanya Jason.


Daniel menatap pria itu. Kemudian dia membuka folder lain.


"Aku harap kau bisa menenangkan diri dengan kenyataan yang akan kau terima." Daniel menunjukan data kemana semua dana oencurian itu mengalir. Hanya ada satu nama dengan dana tersembunyi di sebuah bank yang ternama.


Namun yang paling mengejutkan bukanlah jumlah uanh yang telah dicuri, melainkan nama yang tertera disana? Jason mengerjapkan matanya tak percaya.


"Tidak mungkin dia! Aku sangat mempercayai orang itu!" seru Jason dengan segaka keraguan.


"Aku juga tak percaya. Dia sudah mengikutimu bertahun-tahun lamanya. Aku berulang kali mencocokan nama tersebut dan mencari tahu kebenaran. Dan aku berhasil membobol data bank, ternyata benar, dialah orangnya."


Perkataan Daniel bagaikan petir di siang bolong, membuat telinga Jason seakan hendak tuli. Oranng yang dia percaya, orang yang dia anggap baik, ternyata musuh dalam selimut.


"Apa motif dia melakukan hal itu?" gumam Jason dengan lemah.


"Aku belum menemukan motif yanh tepat selakin keserakahan," sahut Daniel.


"Aku tidak percaya itu. Dia bukan tipe orang yang suka berfoya-foya." Jason benar-benar dibuat pusing. Belum juga dia menyelesaikan masalah dengan tuan besar, belum menemukan Lia, saat ini dia mendapatkan musuh dalam selimut.


"Setiap orang punya sisi gelap, buktinya kau bahakan tidak menyangka jika kebocoran dana itu adalah akibat dirinya." Daniel tersenyum kecut.


Jason menoleh menatap Daniel dengan tajam.


"Kau tahu, bahkan pada apa yang kau tunjukan padaku, aku tidak bisa mempercayaimu seratus persen, bukan? Bisa saja, kau adalah musuh dalam selimut yang sudah memanipulasi data."


Mata tajam Jason memandang Daniel penuh selidik.


"Aku sudah tahu kau akan berbicara seperti itu, Kakak. Karena itu aku sudah menyiapkan data yang bisa kau periksa sendiri. Sekarang tugasmu hanyalah mencari tahu, alasan dibalik perbuatan orang tersebut." Daniel menyodorkan sebuah berkas lain.


"Ini adalah semua rangkuman data. Dan dalam flash disk ini semua yang kau perlukan."


Daniel berdiri dan melangkah pergi. Langkahnya terhenti sejenak di depan pintu. Tangan pria itu masih memegang handel pintu. Tampaknya ada peperangan batin yang harus dia kendalikan.


"Kakak ... Aku tahu dalam lubuk hatimu yang terdalam masih ada kebencian padaku. Seberapa pun aku berusaha, selalu saja ada kecurigaan." Daniel masih berdiri membelakangi Jason.


"Kau tahu, karena dirimu ... aku berusaha keras memacu diriku, aku belajar tak kenal waktu dan melepaskan diri kehidupan anak-anak kuda. Agar suatu saat nanti aku bisa membantumu, agar kau bisa bangga padaku. Setiap waktu aku menanti agar kau melihat padaku. Dan aki gembira ketika saat itu tiba, ketika aku menemukan bukti bahwa orang itu mengkhianatimu. Tetapi ...." Daniel mendesah panjang. Matanya berkaca-kaca.


"Kau bahkan lebih percaya jika aku yang berkhianat. Kau ingin aku yang menjadi antagonis di sini." Sambung Daniel lagi.


"Daniel ...."


"Aku ingin marah dan membencimu! Aku ingin menertawakan dirimu, karena selama bertahun-tahun kau memelihara pengkhianat. Tapi aku tidak bisa! Aku tidak bisaaaa! Karena kau adalah Jason Madison. Idolaku ...."


Daniel membuka pintu, dia keluar tanpa menutup pintu ruangan Jason. Meninggalkan Pria tampan yang duduk termangu, merenungi semua perkataan adik yang tak pernah dia akui.


Mungkin karena Daniel adalah satu-satunya anak di luar nikah yang diakui oleh Darrel Madison. Sementara banyak anak lain yang tercecer yanpa dihiraukan. Dan Jason dengan hati lembut di balik sikap kakunya, sudah mengulurkan tangann kepada mereka semua, anak-anak yang tak pernah diakui.


"Fransss!" panggil Jason pada pria berkulit hitam yang merupakan pengawal pribadinya.


"Selidiki, apa yang menjadi motif dia berkhianat!"


Jason menyodorkan berkas yang diberikan Daniel tadi.


"Baik, Tuan." Tanpa banyak bicara, Frans membawa berkas dan flash disk tersebut.


Jason berjalan kearah Jendela. Dia memandang langit biru di luar jendela dengan perasaan yanh berkecamuk. Satu persatu masalah datang bersamaan dan membutuhkan kepala dingim untuk menyelesaikannya.


"Kenapa dia melakukan itu ... apakah dia anak daddy? Tapi tidak mungkin! Dia lebih tua dari diriku." Jason mendesah dengan pikiran berkecamuk.


Pria tampan itu kemudian masuk ke dalam ruangan rahasianya. Dia menghampiri tumpukan dokumen. Di sana Jason memeriksa satu persatu silsilah Darrel Madison. Berusaha menemukan puzzle yang menghilang.


Pengkhianat dan Keberadaan Lia, apakah semua itu terkait menjadi satu? Jason meremas kepalanya. Berusaha menjernihkan pikiran.


Saat dia menegadahkan kepalanya, tanpa sadar mata Jason tertumpu pada "Karya seni" yang dia buat bersama Lia. Pria itu menghampiri "karya seni" tersebut, membelai bingkai luar yang membungkusnya.


Kenangan pertama itu perlahan mengalirkan memory indah yang tak akan pernah dia lupakan. Saat pertama semua itu terjadi. Wajah cantik, mata lembut dan tubuh yang pasrah dibawa hentakan cinta. Semua terasa indah dan sempurna malam itu.


Ingatan itu membawa kerinduan yang semakin mencekik dirinya. Jason memegang dada yang terasa sangat sesak. Tenggorokannya terasa tercekik. Pria itu kembali menangis. Kali ini dia tidak dapat berteriak. Suara itu menghilang dalam tekanan kuat di dalam hatinya.


"Aku merindukan dirinya ya Tuhanku. Setiap tarikan napasku adalah teriakan kerinduan. Di mana dia di mana anakku. Kau tahu bukan, Tuhan ... hanya dia yang aku inginkan ... Seandainya saja di dunia ini hanya ada dia dan aku ...."


...鈽曫煂光槙馃尮鈽曫煂光槙馃尮鈽曫煂光槙馃尮...


Hallooo Lovers,


Author mau buat game untuk merayakan setahun bersama NovelToon atau MangaToon, sekalian bulan ini ultah author loh.


Caranyaa gampang! Posted foto Jason dibawah ini di ig dan fb kalian, jangan lupa berikan coment dukungan yang bersemangat.


Coment yang paling unik akan mendapatkan bonus kejutan yaaa.


Paling penting jangan lupa di # dan @


#48monthsagreementwithceo


#taurusdi_author


#noveltoon_ind


@taurusdi_author


@noveltoon_ind


@NovelToonIndonesia


Jangan sampai salah ketik judul yaaa, supaya postingan kalian tidak hilang.


Kenapa pakai # dan @? supaya postingan kalian bisa kelihatan dan terkumpul rapi jadi satu.


Author beri waktu sampai 22 Mei 2021 yaaa.


Terimakasih atas dukungan kalian semua.


Ayooo semua jangan ketinggalan kesempatan unik ini.


Semangat.


foto yang ini ya. postingan jangan sampai terpenggal, okeyyy