
Lia menikmati malam itu dengan gembira, dia asyik berbincang dan menikmati rembulan bersama dengan sahabatnya Emely. Lia juga membiarkan para pelayan dan pengawal duduk dengan santai, bersenda gurau, juga bernyanyi dengan iringan gitar.
Butler Bernard masih asyik melepas rindu dengan Daniel. Dalam hatinya dia sangat bersyukur Lia bisa perlahan mempersatukan keluarga ini. Walau begitu, pria itu tidak akan pernah mengakui nya secara langsung. Dia akan tetap menjadi pengritik sekaligus pelindung keluarga ini.
Setelah habis sepanci kuah bakso, mereka mulai menuruti saran Lia untuk membakar bakso diatas perapian dan menusuknya seperti sebuah sate, dengan siraman saos barbeque. Aroma daging yang terbakar begitu menggoda selera. Para koki dengan cekatan pula mengambil stock jagung di dapur dan membakarnya.
Hari ini berubah dari usaha saling mengerjai dengan Jason, menjadi malam dengan penuh sukacita. Lia sudah lupa dengan niatannya untuk mogok makan dan menabuhkan genderang perang dengan Jason. Apalagi melihat keahlian para koki, membuat niatannya muncul untuk mendapatkan lebih.
"Butler, besuk aku mau soto ayam sebagai makan siang dan sate ayam sebagai makan malam."
"Heh? Apa lagi itu nona?"
"Apa aku perlu menjekaskan?"
"Tidak perlu, lebih baik bertanya pada Google daripada mendengar penjelasan anda," sahut Bultler Bernard dengan perlahan namun terkesan ketus.
"Itu kau pintar," sahut Lia santai.
Dia kembali bercengkerama dengan Emely dan Gabriel.
"Bagaimana dengan Natali, kalian semakin akrab?" Tanya Lia penuh rasa ingin tahu.
"Sedang dalam proses." Gabriel tersenyum.
"Apa kau... cocok?"
"Dia hanyalah gadis manja yang suka diperhatikan. Dan aku rasa mudah untuk menyukainya," sahut Gabriel sambil mengunyah bakso bakar.
"Baguslah. Kau memang luar biasa. Alangkah menyenangkan jika kita berempat bisa berkumpul bersama dengan pasangan."
"Apa Erick sudah mau terbuka dengan Laurent?" Gabriel dibuat penasaran.
"Masih proses."
"Erick... Erick... kalau cinta kenapa juga tidak jujur," gerutu Gabriel.
"Mertuaku galak, mungkin dia takut."
"Pukuhan tahun keluarga mereka saling mengenal , aku rasa bukan karena itu."
Perkataan Gabriel membuat Lia berpikir, apakah ada sesuatu yang menghalangi cinta mereka. Rasa kemanusiaan untuk menolong orang lain, membuat Lia lupa dengam persoalan dirinya sendiri. Bahaya apa yang akan dia hadapi jika ayah Jason tidak merestui dirinya, sedangkan pria itu memiliki banyak anak yang bertebaran. Dalang korupsi yang belum selesai dipecahkan dalam perusahaan, akankah menjadi batu sandungan dalam pernikahannya.
Sementara di Miami, Jason yang baru selesai rapat, segera kembali ke mansion. Di dalam kamarnya, dia melepaskan pakaian dan mengecek handphone. Jason tersenyum melihat status whatsup Lia yang menunjukan kegembiraan gadis itu. Dia tidak mempermasalahkan dimana semua tampak bersenang-senang. Bagi Jason dengan melihat Lia bahagia dan mau makan, itu adalah kemenangan.
Jason masuk ke dalam kamar mandi, membasuh tubuhnya dengan air hangat. Hari yang melelahkan, ditambah dengan kerinduan. Hari ini hampir saja dia bertemu dengan Andrew dan Briant. Tapi beruntung sekali, Jason sempat menghindar. Dia tidak ingin bertemu dengan kedua orang tersebut saat ini, karena tentu yang akan mereka tanyakan pertamakali adalah keberadaan Lia. Jason tidak ingin mereka menduga jika dirinya, terlalu orverprotektif, meskipun benar adanya.
Jason yang terbiasa hidup sendiri dan jauh dari keluarga, tidak menyadari bahwa keluarga dan persahabatan itu bukan sekedar ikatan. Tapi semua itu harus di pupuk melalu hubungan yang harmonis. Dia hanya menginginkan Lia untuk dirinya sendiri, tanpa menyadari jika gadis itu juga membutuhkan keluarganya.
...💕💕💕💕💕...
Tiga hari kemudian, tepat disaat keesokan hari Jason akan kembali ke Prancis. Dia dibuat marah-marah tak menentu, akibat laporan dari Carlos kepala pengawal, jika ternyata Lia dan Butler Bernard tidak ditemukan di Mansion. Seluruh pelayan sudah mencari kedua orang tersebut, tapi tak jua menemukannya.
"Bodoh! Bagaimana bisa kau menjadi kepala pengawal dimansion ku, Ini dua kali sudah kau lalai!!" Bentak Jason dengan marah.
"Maaf tuan, ini kelalaian saya."
"Jelas saja! Katakan padaku, bodoh!!!! Apa yang terjadi. Ini sudah malam, mau kemana mereka?!" Bentak Jason berapi-api.
"Siang ini, semua tampak normal tuan, nyonya Lia masih menikmati makan siang bersama nona Laurent dan nona Emely. Mereka bertiga tampak normal. Begitu juga butler Bernard, dia tampak biasa-biasa saja. Hingga pukul tujuh malam tadi. Nona Laurent keluar dari mansion dengan nona Emely. Tapi, kami yakin tidak ada nona Lia dan butler Bernard di dalam." Carlos menjelaskan.
"Kalau mereka tidak ada didalam mobil Laurent, pasti masih ada dimansion."
"Kami sudah mencari keseluruh pelosok rumah, handphone butler Bernard bahkan tertinggal."
"Periksa cctv!"
"Cctv, kami sudah melihat. Hanya saja..."
"Kenapa?"
"Ada yang melepas kabel cctv diruang pengawal."
"Siapa yang melakukan?"
"Itu.. ehmm.."
"Katakan!"
"Bodohhhhhhh!!!!!! Orang yang tidak kalian anggap berbahaya, itu yang justru paling berbahaya! Cari mereka sampai dapat, jika tidak, kalian tahu akibatnya!!"
Jason mengepalkan tanganya dan meninju dinding. Dia sangat kesal sekali, karena istri nakalnya kembali membuat ulah, kali ini dia pergi dengan membawa sandera. Apa gunanya juga membawa butler Bernard. Apa dia pikir dengan keberadaan Butler tua itu, akan membuat Jason mengampuninya.
Jason berkali-kali mencoba menghubungi Lia, tapi ternyata gadis itu juga meninggalkan handohone nya di mansion. Kali ini dia mencoba menghubungi Laurent. Gadis itu pasti sudah ikut ambil bagian dengam perginya Lia. Harus dipotong habis saluran dana untuk laurent.
Laurent juga tidak mengangkat handphonenya, Bahkan mematikan handpone miliknya, membuat Jason sangat kesal. Kedua wanita itu bahkan tidak menggunakan kartu kredit yang berada dalam pengawasan Jason. Kali ini Jason benar-benar kesal dan menyesal tidak membawa Lia pergi bersamanya.
"Daniel, cari tahu dimana Emely saat ini." perintah Jason lewat telphone.
"Memangnya kenapa?"
"Jangan banyak tanya!"
Jason kemudian menghubungi Carlos lagi.
"Carlos! Cari mereka di butik Emely!"
"Sudah kami laksanakan tuan, semua sudah bergerak mencari nyonya Lia."
"Jika sesuatu terjadi dengan istriku, jangan harap kau bisa berdiri tegak lagi!" Ancam Jason penuh amarah.
Handphone Jason berdering.
"Bagaimana?"
"Handphone Emely mati. Aku menghubungi Gabriel, tetapi dia tidak tahu dimana Emely. Ada apa kau mencari Emely?"
"Emely dan Laurent membawa kabur Lia dan butler Bernard!"
"Apa?!"
"Cari mereka bodoh! Atau akan aku buat Emely di deportasi!" Ancam Jason berapi-api.
Jason memijit kepalanya yang pening. Amarah nya dan suara yang menggelegar, membuat pelayan di mansion menjadi takut. Apapun yang membuat tuan mereka marah seperti itu, pasti seseorang yang luar biasa berani, membangunkan singa yang tertidur.
"Kenapa kau? Mabok?" Kelakar Erick yang baru saja datang.
Erick memilih menginap di Mansion Jason, untuk mempermudah dirinya, karena esok pagi mereka bisa berangkat ke Prancis. Pria itu dengan tenangnya, menarik koper kecil miliknya, melewati Jason yang masih tamoak tegang dengan rona wajah merah.
"Kita harus kembali ke Prancis malam hari ini." Ujar Jason dengan tegas.
"Mana bisa. Pilot dan pesawat belum siap, apalagi ijin terbang. Besuk saja... Aku masih ingin menikmati malam terakhir di Miami." Tolak Erick dengam berani.
Jason menatap Erick kesal. Percuma berdebat. Dia harus membuat Erick tersedak seperti dirinya.
"Katakan! Kau mencintai Laurent?" Tanya Jason tiba-tiba.
"Itu... kenapa kau tiba-tiba bertanya hal itu?" Langkah Erick tertahan dengan pertanyaan Jason yang serius.
"Jawab Pertanyaanku!" Benfak Jason dengan keras.
"Santai Jason, ada apa ini sebenarnya?"
"Jawab pertanyaanku saat ini juga!"
"Laurent hanya adik bagiku."
"Adik yang kau cium bibirnya, Bang$at kau!" Jason mengepalkan tangannya siap meninju Erick.
"Kau!!! Laurent akan menikah malam ini juga, kau tahu?!" ujar Jason memancing emosi Erick.
Erick tersentak kaget.
"Apa?! Ayo kita berangkat malam ini juga!"
...💖💖💖💖💖💖...
Hadiah sepuluh besar pemberi pin, sudah terkirim sebagian ya. Semoga berkenan semua. Kalau semakin banyak pembacanya. Pasti semakin besar hadiah yang dibagikan. Janji deh... Trimakasih
urutan no 9, kalau membaca ini, masuk group dan chatt author yaaa