48 Months Agreement With CEO

48 Months Agreement With CEO
Akibat Merica



Meja makan panjang itu terasa sangat ramai. Keluarga Andrew dan Diana yang beranghitakan delapan orang, ditambah dengan Lia dan jason, menjadikan suasana semakin ramai.


Ini pertama kalinya Jason duduk semeja dengan anak-anak dan menikmati makan malam jauh dari suasana yang tenang. Semua asyik berbicara disaat makan. Berbeda dengan kebiasaan di keluarga Jason.


Jason duduk di kepala meja berhadapan dengan Andrew. Disisi kanan masing - masing pria itu tentu istri mereka. Conrad di sisi kiri Andrew, kemudian Francesca dan Aaron d sisi Lia. Sedangkan di sebelah Diana adalah Adelaide, Aaron dan Anna yang memilih duduk dekat Aaron. Kurcaci kecil yang makan dengan kacau diatas baby chair mereka.


"Uncle mau? Enak." Anna menyodorkan spaghetty dengan garpunya.


"No, thankyou," jawab Jason dengan sedikit menutupi rasa jijiknya.


Bagaimana saus kemerahan itu tampak menutupi hampir setengah wajah Anna. Belum lagi yang berceceran di atas meja si kecil.


"Anna mau itu," Anna menunjuk pada makanan Jason.


"Anna ... itu punya uncle. Spaghettty Anna masih banyak," ujar Maria si pengasuh.


"Gak mau! Anna mau itu!" tunjuk Anna pada beef steak di piring Jason.


"Sini bibi ambilkan sendiri yang baru buat Anna," ujar Maria hendak mengambilkan steak lain untuk Anna.


"Gak mau. Anna mau punya uncle tampan." Anna merengek sambil mengayunkan garpu yang masih terdapat meat ball di ujung nya. Dan hasilnya, meat ball itu melayang dan menampar pipi Jason dengan telak.


Jason meletakan garpu dan pisaunya. Dia meredam rasa kesalnya dengam meminum air putih kemudian mengambil kain lap.


Aaron yang memperhatikan rengekan Anna, langsung terbahak melihat meat ball yang melayang dan mengotori pipi Jason.


"Hahahha ... uncle makannya cemot-cemot," teriak Aaron.


Anna memandang Jason dengan bibir bagian bawah yang maju dan wajah yang di tekuk. Dia siap - siap mengeluarkan jurus menangis, jika saja Jason marah.


Teriakan Aaron membuat Jason jengah. Bukannya apa, hal itu membuat semua orang perhatiannya terpusat pada Jason. Jason suka jadi pusat perhatian hanya jika rapat, bukan saat seperti ini.


"Sudah, anak kecil. Lihat wajah Anna ketakutan. Bukankah dia satu-satunya sekutumu?" bisik Lia.


Selesai mengelap wajahnya. Jason meletakan kain lap, kemudian menusuk sepotong steak dan mengarahkannya ke Anna.


"Anna mau ini?" tanyanya dengan lembut.


Anna mengangguk dengan bibir bagian bawah yang masih tertekuk kedepan.


"Ini," Jason menyuapi Anna.


Hap! Dengam senyum lebar, Anna memakan steak dari garpu Jason. Bocah kecil itu mengunyah dengan bersemangat. Dia merasa sangat senang dam bangga disuapi oleh Jason. Hanya dia satu - satunya yang disuapi oleh uncle tampan.


Tapi, beberapa detik kemudian, mata Anna berkaca - kaca. Tak lama kemudian dia menangis dengan keras, menarik perhatiaan semua orang di meja makan. Semua menatap pada Anna dan Jason bergantian.


Jason menjadi bingung kesalahan apa lagi yang telah di perbuat oleh dirinya. Kenapa bocah kecil ini menangis, setelah memakan steak yang dia minta sendiri.


"Kenapa Anna?" tanya Maria dengan bingung.


"Panass ... panas ...," teriak Anna sambil menjulurkan lidahnya dan mengibas - ngibaskan tangannya ke mulut.


"Kok pedas? Anna makan apa?" tanya Diana yang segera meninggalkan Adelaide, mendekati Anna.


"Mommyyyy!!!" teriak Adel protes melihat Diana meninggalkan dirinya sendiri.


"Sebentar ya Adel, Anna lagi menangis," ujar Diana tanpa menghentikan langkahnya menuju Anna.


Bukannya diam, Adell justru menangis dengan keras. Dia marah dan menghamburkan makanannya. Matilda yang sedang di dekatnya segera menenangkan dan menggendong Adelaide. Namun, bayi kecil itu tetap protes.


"Adel, sini sama daddy ya." Andrew mendekati Adelaide.


"Gak 'au. Mommy ... mommy ...." Adelaide mencondongkan badannya ke arah Diana.


"Mommyyy ... panasss ...," Anna menangis sambil mengarahkan kedua tangannya ke Diana. Dia menampik tangan Maria yang hendak menggendongnya.


Melihat kedua saudara kembarnya menangis, Archie jadi kebingungan dan merasakan penderitaan. Dia pun ikut menangis.


Suasana meja makan menjadi kacau. Lia dan Jason kebingungan melihat drama keluarga ini. Andrew yang berusaha menenangkan Adel, Diana yang bingung menghadapi Anna, Archie yanh menangis keras dan skarang berusaha ditenangkan oleh Maria si pengasuh.


Sementara Aaron dan Francesca tetap saja makan dengan tenang. Aaron dengan santai menenangkan Lia, " sudah biasa ...."


Conrad yang melihay Andrew kerepotan menenangkan Adelaide, segera menghampiri adik kecilnya itu.


"Adel, sini sama kakak. Nanti kakak gambarkan Anna dan Elsa ya, Olaf nya siapa yaaa?"


Adelaide langusng mengarahkan tangannya pada Conrrad. Adelaide salah satu dari si kembar tiga yang paling akrab dengan Conrad.


"Siapa olafnya?" Conrad mengulangi pertanyaannya setelah Adell berada dalam gendongan. Dengan perhatian dia mengusap aor mata dan ingus Adel.


"Alchie bukan Olafff ... gak mau, huaaaaa. Daddyyy ... Alchie gak mau olaf," Archie mengarangkan kedua tangannya ke arah Andrew.


"Iya. Iya. Archie adalah pangeran tampan." Dengam sabar Andrew menggendong Archie dan memeluk anaknya. Andrew membawa Archie ke tempat duduk dan meletakan Archie di pangkuannya.


Sementara Anna sibuk meminum segelas air putih sambil masih terisak.


Diana menoleh kearah Maria, meminta penjelasan apa yang terjadi.


"Itu ... Anna tadi meminta steak," ujar Maria dengan kikuk.


"Steak?" Diana mengernyitkan dahi nya.


"Iya Steak." Maria melirik ke arah piring Jason.


Lia yang mendengarnya, langsung menyenggol lengan Jason, "Apa kau menaruh merica di steak mu?" bisik Lia.


"Iya, seperti biasanya. Black papper." Jason langsung tersadar jika kekacauan ini disebabkan oleh dirinya, lagi.


"Tapi dia merengek sedari tadi meminta steak ku. Pengasuh itu saksinya," ujar Jason membela diri.


"Tapi saya tadi sudah hendak mengambilkan steak baru untuk, nona kecil," bisik Maria kepada Diana.


Diana menghela napas. Yang satu adalah anak kecil yang polos dan satunya adalah orang dewasa tak berpengalaman. Melihat Lia menceramahi Jason, Diana tidak tega menambah keributan Malam ini. Meski bagaiamanapun, waktu kebersamaan dengan Lia dan Jason sangat singkat. Hanya Tujuh hari.


"Maafkan uncle ya Anna, uncle tidak tahu kalau Anna tidak suka merica hitam," ujar Jason dengan bersungguh - sungguh.


Anna menggangguk. Dia masih bisa memafkan pria yang tampannya mirip dengan daddy Andrew.


Anna kemudian mengarahkan kedua tangannya ke arah Jason. Pria itu berdiri dan mengambil Anna dari pangkuan Diana. Gadis kecil itu mengalungkan tanganya ke leher Jason.


"Anna masih lapar," ujar nya pada Jason.


"Baiklah sini, uncle suapi," ujar Jason yang masih merasa bersalah.


Pelayan segera membersihkan kekacauan dan mengambil makanan baru untuk Anna. Sepiring kentang tumbuk dan meat ball (bola - bola daging).


Anna makan lahap dengan disuapi oleh Jason. Dia sekarang bisa tertawa riang lagi. Sementara disisi lain, Andrew menatap Jason dengan iri.


"Sejak kapan Anna ku akrab dengan Jason?" tanya Andrew pada Diana.


"Memangnya kenapa?"


"Aku merasa di kesampingkan," jawab Andrew.


"Ah, cuma seminggu saja. Lepaskan bebanmu, biarkan anak - anak akrab dengan mereka, jika perlu tidur dengan mereka," bisik Diana sambil mengerdipkan mata penuh arti.


"Kau cerdas sekali, sayangku." Mata Andrew berbinar ceria membayangkan malam nya berduaan dengan Diana tanpa disusupi oleh ketiga kurcaci.


...💖💖💖💖💖💖💖...


Jangan Lupa. simpan poin kalian sebanyak-banyaknya. Pertengahan Mei ditebarkan ya.


Ajak pembaca lain dari GC manapun atau dari media sosial untuk membaca Lia.


semakin banyak anggota, semakin banyak poin yang ditebar. Begitu masuk ranking dua puluh besar taanggal 30 Mei, malam hari sampai 24.00. maka hadiah uang dari Mangatoon akan dibagikan dengan pembagian sebagai berikut;


Hallo Lovers,


Bisa buat Lijas tembus ranking hadiah Mangatoon atau Noveltoon gak?


Kalau sanggup, hadiah ranking dibagikan untuk kalian semua. Gimana? Mau gak?


Caranya gampang. Bawa member sebanyak-banyaknya untuk kasih hadiah ke Lijas. Perlu banyak pendukung untuk bisa manjat, kan.


Trus hadiahnya?


• Masuk 20 besar hadiah dari NT 100rb.  Akan dibagikan 50 rb rangking 1 tertinggi dan 25 rb untuk 2 orang lainnya.


• Masuk juara 2-10  besar hadiah dari NT 200 rb. Maka juara 1 dpt 100rb. Juara 2dan 3 @50 rb.


• Masuk juara umum besar hadiah NT 300 rb. Maka juara 1 @100rb. Juara 2&3@50 rb. Yang 100 rb akan dibagikan ke 10 pemberi hadiah lainnya.


Bagaimana? Semangat.


Gerakan 1 juta bunga untuk Lijas.💝