You Should Be Me

You Should Be Me
98



jadi ia perlu memakai wangi yang menyerbak dengan penampilan dan make up yang maksimal


Yuhan pun pergi dan masuk lift, tapi baru lift tertutup, Hyunsoon dan Tanwoo keluar dari kamarnya untuk mengurus pekerjaannya bersama Yuhan


"emm wangi ini" kata Hyunsoon


"kenapa?" tanya Tanwoo


"aku sepertinya mengenal wangi menyengat ini"


"emm, siapa? mungkin tamu hotel kali"


"mana ada, kita kan menyewa satu lantai apartemen"


"ya lalu siapa? ah kamu jangan mengada ada, kita hanya berjalan berduaan saja di lorong hotel ini"


"eh beda, kamu tidak terasa wangi ini? bukan wangi hantu"


"iya sih, tapi siapa? udah lah ayo"


sampai dikamar Yuhan, Yuhan sekamar dengan Haneul dan Sunmi, selalu sekamar dengan mereka berdua karna Yuhan susah dekat dengan orang jadi hanya dekat dengan keduanya


"Yuhan suruh keluar, ada kerjaan nuna" kata Hyunsoon pada Hanuel


"Yuhan keluar" jawab Haneul


"keluar? kemana? kapan?"


"ke lobi tadi sih bilangnya soalnya staff lobi tadi menelfonnya ada temannya datang"


"teman? siapa?" tanya Tanwoo


"yang kemarin di rumah makan itu loh"


"ahh dia? lalu sama siapa Yuhan pergi?" tanya Hyunsoon


"sendiri lah"


"kok gak kamu temani?" tanya Hyunsoon


"ya buat apa?"


"gimana sih, kan dia staff kita, kita bertanggung jawab selama disini, kalau ada apa apa?"


"kan sama temannya dia ini"


"iya tapi kamu kenal temannya itu? kan tidak"


"ya bagaimana dong"


"tunggu aku kabari bangtan"


Hyunsoon mengabari kamar Namjoon dan Hoseok karna mereka sekamar, dan menjelaskan semuanya, mendengar itu Hoseok memanggil Namjoon dan menyuruh Namjoon mendengarkan penjelasan Hyunsoon juga


jadilah Namjoon langsung turun tangan dan keluar kamar, disambut oleh Tanwoo dan Hyunsoon mereka pergi bersama ditemani juga oleh Hoseok


sementara Yuhan samoai di tempat Yashimi berada pun langsung menyapanya dan duduk di sofa lobi itu


"Yash" sapa Yuhan


"hai, Yuhan.. gimana tidurmu dihotel ini?"


"yaa begitulah, eh ada apa ya?"


"bisa kita bicara diluar?"


"aduh masalahnya aku takut ada yang membutuhkan aku soalnya sore ini aku juga ada jadwal kerjaan"


"yaah begitu ya? yasudah kita pinjam sofa lobi saja"


"boleh, ayo"


mereka duduk berdua dan Yashimi sempat menjelaskan tentang niat kedatangannya tapi terburu dipergoki oleh Hoseok, Namjoon, Hyunsoon dan Tanwoo


"kalian ngapain?" tanya Namjoon


"Namjoon? ngapain sih?"


"aku tadi mau mengurus kerjaan nanti sore, tapi kata Haneul nuna kamu pergi" kata Hyunsoon


"aku hanya kesini, di lobi"


"ya pamit lah" jawab Namjoon


"iya aku pikir masih satu gedung hotel, sudah lah jangan pikir buruk selalu tentang ku" jawab Yuhan


"bagaimana tidak berpikir buruk tentangmu, sementara kita kenal dulu bagaimana" kata Tanwoo


"iyaa tau, tapi tidak ada aku seperti ktu lagi, bahkan aku bekerja lama dengan kalian sudah kan"


"lalu ini?" tanya Namjoon


Yashimi datang untuk tawaran dari Tawashi, pemilik rumah makan jepang kemarin, untuk memberikan jasa usaha miliknya juga


"jadi, Tawashi pemilik rumah makan itu menawariku untuk kalian memakai jasa transportasi nya" kata Yashimi


"ohh, lalu ada apa saja?" tanya Hyunsoon


"transportasi, mobil maupun motor, tour gaet, penunjuk arah atau jalan, pemandu wisata, dan beberapa lainnya" kata Yashimi


"kenapa menghubungimu?" tanya Namjoon


"mereka tidak tau mau menghubungi siapa kepada kalian jadi menghubungi saya, dan saya tidak enak menghubungi kalian langsung jadi melewati teman saya ini dulu" jelas Yashimi


"iya, itu salah ku, maafkan aku Namjoon, tapi aku tidak tau kemana untuk menghubungi kalian" jelas Yashimi


Yashimi menjelaskan tentang tawaran dari Tawashi itu, karna tadinya Tawashi mengira jika Yashimi ada hubungan nya dengan kedatangan bangtan ke korea


dari sini barulah bangtan memakai jasa dari Tawashi karna mempercayai Yashimi sebagai teman Yuhan


hari berlalu..


sudah masuk sebulan mereka di jepang, selama itu pula mereka masih memakai jasa Tawashi baik driver, boardiguard, tour gaet dan lainnya yang mereka butuhkan


bahkan mereka memberikan nilai plus bagi jasa jasa tersedia dari perusahaan Tawashi bukan karna Yuhan atau bahkan Yashimi tapi karna memang mereka merasa nyaman dengan kerja mereka


ketika pertemuan antara Tawashi dan pihak dari bangtan yaitu manager Sejin dan Hyunsoon


"terimakasih atas bintang pada jasa saya" kata Tawashi pada manager Sejin


"iya pak, saya terimakasih atas kerja sama yang sangat safety" kata Sejin


"nanti kalau ke jepang lagi, bisa menghubungi saya, ini kartu nama saya" kata Tawashi


"siap pak, terimakasih banyak pak, merasa aman dalam jasa" kata Hyunsoon


"iyaa saya yang harusnya banyak terimakasih karna sudah percaya jasa saya" kata Tawashi


mereka berdua membahas selama sebulan bangtan dijepang memakai jasa milik Tawashi tapi Hyunsoon dengan jiwa kepo nya meronta ronta, jadi ia menanyakan kepada Tawashi soal siapa Yashimi, teman Yuhan, dan apa yang Tawashi tau tentang kedekatan Yashimi dengan Yuhan


Tawashi menjelaskan siapa Yashimi, dia adalah pengusaha muda yang sukses dan sangat dikenal dipenjuru jepang berkat usahanya yang sangat pesat


lalu soal gadis yang memang "diperhatikan" oleh Yashimi itu, Tawashi bersaksi jika ia tidak pernah tau jika Yashimi memiliki hubungan lebih atau apapun itu, ia menjelaskan bahwa memang Yashimi pernah tinggal di korea dan sangat dengan dengan temannya dari sana yang diakui adalah sahabatnya yaitu Yuhan


semua dijelaskan dan membuat Sejin atau Hyunsoon menjadi saksi memang jika tidak ada apa apa antara Yuhan dan Yashimi selain pertemanan


hari berlalu..


setelah cukup lama di jepang dan artinya tak lama lagi akan balik kekorea


Yuhan mencari kesempatan untuk bertemu dengan Yashimi dan main kerumah Yashimi


ketika Yuhan hanya berdua dengan Hyunsoon


"kemana Namjoon?" tanya Yuhan


"tidak tau, mungkin dikamarnya"


"telfonkan dia suruh kesini, ada hal mau kubicarakan"


"apa?"


"nanti kau tau"


Hyunsoon menelfonkan Namjoon dan meminta mya datang atas permintaan Yuhan, Namjoon datang ke kamar Hyunsoon


"kenapa Hyun?" tanya Namjoon


"itu, dia menyuruhku" kata Hyunsoon


"kenapa Han?"


"aku mau minta izin lah ke kamu"


"izin? izin apa?"


"tapi bantu aku juga lah ya"


"apa?"


bahkan sampai ia meminta izin kepada Namjoon agar mengizinkannya bahkan membantunya tapi ternyata itu bukan jalan yang tepat diambil Yuhan, karna Namjoon tidak mengizinkannya sama sekali


"kerumah Yashimi? kapan mau pergi?" tanya Namjoon


"besok mungkin atau enggak ya lusa"


"kan kita akan ada konser terakhir"


"iya kan sebelum itu, konser terakhirnya tiga hari lagi, jadi antara besok atau lusa perginya"


"kerjaan mu banyak, jangan ngurus hal diluar kerjaan, kamu kesini datang buat kerja, bukan lainnya"