
"jangan balik balik lagi, pergi pergi sana" jawab Yuhan pelan tapi cukup terdengar
"ssst" ucap Heechul menutup mulut Yuhan
Yoongi mendengar itu, tidak tersinggung, ia cukup kebal dengan ucapan pedas karna dirinya juga punya mulut dengan perkataan lebih pedas level nya dari Yuhan
"kamu ini, kenapa jawab gitu?" tanya Heechul
"ya gakpapa kan, dia nya biasa"
"ya gak enak chagi, kamu ini"
Yuhan lagi lagi tidak mau memperpanjang masalah itu, ia memeluk Heechul dengan sepuas puasnya
"oh ya chagi, kita belum kabari orangtua kamu kan buat pernikahan kita?" tanya Yuhan
"astaga iya, kapan chagi, sekarang gimana? mumpung ada waktu bersama ini kita"
"boleh deh ayo"
mereka memutuskan mengatakan kepada orangtua Heechul tentang rencana pernikahan yang sudah mereka berdua siapkan
Yuhan belum bicarakan ini dengan orangtua nya tapi ia ingin biarkan Heechul dulu mengatakan kepada orangtuanya lebih dulu, kalau Yuhan bicarakan kepada orangtua nya bisa kapan saja kan meskipun tanpa Heechul
tapi kalau pada orangtua Heechul, Yuhan ingin sekali ikut bicara
setelah mereka sampai dirumah Heechul, kebetulan sekali orang tua Heechul duduk diteras depan rumah sembari men-cemil onion pancake dan makgulli kesukaan mereka
"ehh ada calon menantu amma" kata ibu Heechul
"waah langsung dapat lampu hijau chagi" jawab Heechul
"gimana maksudnya?" tanya ibunya
Heechul dan Yuhan pun duduk bersama orangtua Heechul di teras rumah itu sembari Heechul menjelaskan tentang rencana pernikahan mereka
"ahh serius?" tanya ibunya
"iya, serius ma, kami sudah persiapkan hitungan uang buat pernikahan itu, kami juga sudah tanya tanya beberapa keperluan buat pernikahan" kata Heechul
"memangnya kalian sudah serius menikah? sejak kapan sudah yakin nya mau menikah?" tanya ayahnya
"paa.. kok tanya gitu?"
"ya appa tanya kok"
"bagus lah kalau mereka menikah kan pa, kemana mana bebas, bisa berdua selamanya, sepanjang waktu bersama" kata ibunya
"iya, kan appa bilang, appa tanya saya, sudah yakin kah? menikah bukan permainan, menikah butuh waktu selamanya buat bersama jadi selama itu pula mereka harus saling memberi, saling peduli, terima banyak konsekuesi pasca pernikahan, ekonomi bersama, dan masih banyak lagi" kata ayahnya
"siap pa, kami sudah bersama dua tahun, dan pembahasan ini sudah kami bahas selama setahun terakhir" jelas Heechul
"Yuhan kamu diam saja, kamu serius kan mau menikah, bukan paksaan?" tanya ayahnya
"paaa!" ucap ibunya
"loh, appa tanya ma, tanya saja"
"ya kali pertanyaannya begitu, jelas disini Heechul datang bersama Yuhan ya tanpa paksaan lah" jawab ibunya
"iya paman, tidak ada pemaksaan kok, ini juga atas persetujuan Yuhan, malah Yuhan yang minta buat kabari paman dan bibi" jawab Yuhan
"terus ayah ibu kamu?" tanya ibunya
"belum, biar paman bibi dulu saja" jawab Yuhan
"oh, yaudah gini deh Yuhan, kalau kalian serius, kamu serius sama anak paman, gakpapa, lanjutkan saja yaa, paman merestui kalian kok" jawab ayahnya
"makasih paman"
"iya, sama nanti kalau butuh bantuan apa, atau kurang dana, paman bisa kok bantu tambah dana pernikahan"
"waah makasih paman, maafkan Yuhan kalau merepotkan ya"
"tidak lah, tidak ada merepotkan apa apa"
"buat apa kami tidak menyetujui? jelas kami menyetujui nya lah" jawab ibunya dengan yakin
"terus nuna gimana kabarinnya ma, pa?" tanya Heechul
"nanti biar appa dan amma mengabarinya" jawab ayahnya
"oh yaudah kalau begitu"
"memangnya kemana eoni?" bisik Yuhan pada Heechul
"nuna lagi pertukaran guru keluar kota dan sudah masuk sebulan disana sampai hari ini" jelas Heechul
"oh ngajar juga diluar kota nya?" tanya Yuhan
"Yuhan, jangan kuatir, kalau bibi dan paman saja sudah merestui disini, apalagi kakak Heechul, jelas dia paling pertama dan utama yang merestui kalian menikah" sambar ibu Heechul
"haha iya juga ya" jawab Heechul
"bibi bisa saja, jadi malu lah" jawab Yuhan
"nanti biar kami yang kabari kok, kalian tenang saja" jawab ibunya
"tapi kami melangkahinya kan, apa eoni menerima dan akan merestui?" tanya Yuhan
"jelas merestui kok, kamu tenang saja, percaya sama bibi" kata ibu Yuhan
"kami melangkahinya tapi nuna bisa kapan saja menikah, dia sudah ada pacar serius yang bertahun tahun berhubungan dengannya ini" kata Heechul
"iya juga sih" jawab Yuhan
"jangan kuatir soal anak kami satu itu, dia akan merestui kalian kok, lihat saja bagaimana respon dia terhadap kalian dan hubungan kalian kan?" kata ayah
mendengar semua rencana anaknya dengan sang pacar, tentu orangtua Heechul menyetujui tanpa berpikir pikir lagi, mereka dari awal memang sangat merestui hubungan mereka
apalagi kakak Heechul sampai mendengar adiknya berani lebih serius itu adalah hal sangat didukung olehnya meskipun harus melangkahinya, itu tidak masalah
setelah siang hingga sorenya Yuhan dan Heechul datang menjelaskan rencana mereka untuk menikah
malamnya..
orangtua Heechul mengirim kabar kepada anak perempuannya yang diluar kota melalui percakapan keluarga di grup chat mereka yang berisikan hanya empat orang yaitu ayah, ibu, kakak dan Heechul sendiri
tapi di malam ini Heechul tidak ikut masuk ke grup untuk membahas karna ia tengah sibuk kembali pekerjaannya
mendengar orangtua nya menjelaskan terkait rencana adiknya dan pacar adiknya itu, benar saja kakak perempuan Heechul tanpa sedikitpun ragu mengatakan merestui mereka
tapi tidak tau kenapa mendengar itu bersamaan dengan jantung kakak Heechul yang seperti habis lari maraton, seperti nya deg degan tapi apa penyebabnya
"kenapa jantungku ya, apa karna terlalu gembira mendengar berita ini? ahh ada ada saja, masak sebegininya" gerutunya pelan
setelah membahas semuanya malam itu dengan orangtua nya, kakak Heechul menanyakan langsung kepada Yuhan nya melalui telfon di malam berikutnya karna baru bisa menghubungi Yuhan malam besoknya
Yuhan pun membenarkan semuanya
"serius beneran jadi?" tanya kakaknya
"iya eoni, beneran, waah paman bibi cepat nya mengabarimu"
"iya lah, aduh mana tidak bisa disana aku selama kalian akan mempersiapkan pernikahan"
"tidak apa lah eoni, penting kan doa kelancaran buat semua nya disini ya, lagian kan masih persiapan, belum sudah pernikahannya"
"iya sih, duuuh, arrrgh, semoga saja aku bisa datang ketika pernikahan itu"
besoknya..
Yuhan dan Heechul kembali ke kesibukan mereka masing masing tapi masih memberikan waktu ketika saling tidak ada kerjaan untuk mengurus pernikahan mereka
mereka sudah mulai mengontak teman teman mereka yang bisa dimintai bantuan untuk acara pernikahan nanti
Heechul ada teman untuk bagian gedung acara, pesanan makanan, souvenir
Yuhan ada teman untuk bagian kartu undangan, dekorasi tempat, make up dan beberapa lain nya juga