
Namjoon juga pergi menuju keruangan bangtan tapi tak sengaja bertemu dengan Hyunsoon yang tengah bersama staff lain
"Hyun" panggil Namjoon
saat Hyunsoon menoleh tentu staff bersama Hyunsoon pun menoleh, disini lah Namjoon kaget karna melihat staff yang bersama Hyunsoon
staff bersama Hyunsoon adalah kakak Hyunsoon yaitu Hyohoon
jadi sudah tau kan alasannya kenapa Namjoon menatap dalam kearah staff yang bersama Hyunsoon itu?
"kenapa Namjoon hyung?" tanya Hyunsoon
"emm bisa bicara?" tanya Namjoon
"bisa"
"yasudah Hyun, aku lanjut kerjaan" kata Hyohoon
"yaa hyung" jawab Hyunsoon
Hyohoon pergi..
"kamu kenal dia siapa?" tanya Namjoon
"kenal lah, dia staff disini juga kan, dia kakak laki laki ku, yang sering aku ceritakan padamu"
"wooh?"
Hyunsoon menjelaskan siapa staff bersama nya barusaja, menjelaskan jika itu adalah kakak laki laki Hyunsoon selama ini diceritakan oleh Hyunsoon kepada Namjoon
Hyunsoon menceritakan juga bagaimana kakak laki lakinya bekerja disini, menjelaskan bahwa bukan Hyunsoon yang membantu masuk malah Hyunsoon kaget juga awalnya karna kakaknya diterima pekerjaan disini
"jadi itu dia benar kakakmu?" tanya Hyunsoon
"iya, dia kakakku, kakak kandung, satu ayah satu ibu"
"sejak kapan bekerja disini?"
"lima bulanan mungkin, ehh tunggu, kenapa sih? kok gitu banget? ada apa?" tanya Hyunsoon bingung
Namjoon menjelaskan siapa Hyohoon itu, siapa pria bersama Hyunsoon itu adalah mantan pacar dari Yuhan, yang paling Yuhan hindari
"serius kah?" tanya Hyunsoon
"Yuhan menjelaskan nya sendiri padaku kok"
"aku tidak tau, oh pantes Yuhan berubah ketika aku bercerita kepadanya soal kakakku"
"kalian bercerita?"
"iya jadi waktu itu aku dengar cerita tentang Yuhan dengan adiknya, ya aku cerita lah, karna sama kan jarak usia Yuhan ke adiknya sama dengan usia kakakku itu ke usia ku"
"ahh lalu?"
"yaa berubah wajah Yuhan waktu itu aku pun bingung"
"jadi kamu sempat menceritakannya pada Yuhan?"
"sempat, bahkan aku cerita juga kok kalau hyung ku bekerja di tempat ini juga"
"ahh"
mendengar itu, Namjoon langsung pergi ke tempat Yuhan lagi
"Yuhan?" sapa Namjoon
"ahh? Namjoon? kenapa lagi kok kesini?" tanya Yuhan
"kamu sudah ketemu ceo?"
"sudah, baru ini datang ke meja kerjaku, ada apa?"
"mantan kamu terakhir bekerja disini, apa kamu sudah tau?" tanya Namjoon
"Hyo?"
"iya dia"
"sudah tau sejak awal"
"wooh.. kenapa ku gak bilang?" tanya Namjoon
"aku pikir kamu tau dari Hyun, Hyun kan adiknya"
"ahh, iya aku baru tau juga kok kalau Hyun adik dia"
"baru tau kapan?"
"barusaja"
"lalu gimana?"
"gak gimana gimana, kamu nya yang gimana? aku kuatir padamu"
"kamu tenang saja lah, aku sudah peringatkan dia untuk tidak menggangguku"
"aarrrrgh gimana bisa seperti ini?" ucap Namjoon
"sudah lah, aku lupakan semua tentangnya, bodo amat lah dia mau apa juga penting aku disini kerja"
"awas ya, jaga dirimu"
"iyaa"
"oh iya, hari ini aku kan free, sore ini aku pergi ke apartemen kamu datang ya"
"oh bisa, apartemen kamu?"
"iyaa nanti kubalik kesana"
"okeh"
Namjoon kembali pergi...
Yuhan mengurus pekerjaan nya hari itu hingga sorenya..
Yuhan pergi ke apartemen Namjoon, setelah sampai, ia beres beres karna Namjoon akan datang
tak lama pun Namjoon datang, pergi mandi dan duduk bersama Yuhan
disini Namjoon mulai mencuci otak Yuhan untuk mulai membuat Yuhan membaik dengan keadaannya
Namjoon berusaha untuk membuat Yuhan lebih bisa menerima tentang keluarganya
"kamu sama keluarga mu gimana? masih sama?" tanya Namjoon
"sama apa?"
"sama seperti kemarin? masih tidak saling sapa?"
Yuhan hanya diam...
"kamu sudah bertemu lagi dengan ayah ibu?" tanya Namjoon
"ayah ibu yang mana?" tanya balik Yuhan
"bibi Yangsi dan paman Juan?"
"belum, aku belum siap, belum siap dengan situasi sebenarnya"
"ya harus siap lah, kan bagaimana pun mereka mengasuhmu"
Namjoon terus mencoba merasuki pikiran Yuhan, agar berpikir baik lagi tentang Hongjuan Yangsi
lalu membahas lagi tentang orang tua kandung Yuhan
"kalau dengan paman Hajun dan bibi Munha?"
"aku hanya akan emosi melihat mereka" jawab Yuhan datar
"jangan lah begitu, mereka kan kandung, ayah kandung, ibu kandung"
Yuhan kembali diam..
Namjoon mencoba lagi merasuki agar Yuhan setidaknya memaafkan kedua orang tua baik angkat atau kandung
"kamu kenapa sih?" tanya Yuhan dengan nada sedikit keras karna kesal
"ya aku cuma kasih masukan saja, aku tidak mau kamu memutus hubungan dengan keluarga mana pun seperti sekarang"
"YOU SHOULD BE ME, NAMJOON" ucap Yuhan menatap kedua mata Namjoon
"iya aku tau, aku tau ini tidak mudah, tapi berusaha bisa dong"
"berusaha apa lagi? aku sudah berusaha, berusaha lupakan semua, setidaknya aku tidak membenci mereka kan?"
"berusaha lagi, berusaha memaafkan bibi Munha dan paman Hajun, dan menerima kembali bibi Yangsi dan paman Juan, bagaimana pun mereka tidak berhak diperlalukan begini"
"karna mereka orang tua, aku paham itu, kamu tidak perlu jelasin untuk itu, tapi pikirlah ulang, gak mudah melakukan itu, mereka tidak bisa menyelesaikan semua ini hanya sekedar mengatakan I'AM SORRY"
"yaudah, gakpapa kalau itu mau kamu, aku kan hanya masukan, ya maaf kalau salah bicara"
"tidak, kupikir kamu benar"
merasa senang dengan jawaban Yuhan karna akhirnya ia didengar tapi pikiran itu salah justru Yuhan memberikan pilihan
"kamu benar bahwa aku tidak seharusnya begini, tapi sekarang aku tanya, kamu mau aku menyelesaikan semua?" tanya Yuhan
"ya lah, kan hubungan baik baik lebih bagus"
"tapi aku juga menyelesaikan hubungan denganmu?"
"apasih Han, kok ngancamnya gitu?"
"gak ngancam"
"terus itu apa? ngancam itu, yaudah yaudah aku gak akan bicara gitu lagi, aku lepas tanggung jawab dan angkat tangan tentang ini, aku memilih tidak membantu siapapun daripada kehilangan kamu"
"apa maksudmu?" tanya Yuhan
"tidak ada, lupakan semua"
"tidak, siapa yang meminta bantuan kamu? ohh jadi ada yang mengacaukan pikiran mu untuk menasehatilu soal ini ya?"
"tidak ada"
"ada, aku tau kamu Namjoon, aku tau siapa mereka juga, siapa keluargaku" kata Yuhan
Yuhan langsung mengambil kesimpulan jika keempat orang tua itu lah yang membuat Namjoon menjadi mengintimidasi nya hari itu
"sayang.. udah lah, maafkan aku, aku tidak bermaksud ikut campur kok, maaf" ucap Namjoon
"katakan, apa yang mereka sudah lakukan?" jawab Yuhan
Namjoon menjelaskan semuanya bagaimana ia bertemu Munha dan Hajun, bertemu Yangsi dan Hongjuan juga
"aku ceritakan kan semuanya, tapi tolong ya jangan marah pada mereka" kata Namjoon
"berhak lah aku marah, mereka ikut campur hubungan kita, aku akan mencari mereka"
"Yuhan stop!" teriak Namjoon