You Should Be Me

You Should Be Me
116



"kenapa? ada temanmu kah mau melamar?" tanya Tanwoo


"ahh tidak" jawab Aekyo berbohong


"ahh kupikir ada, ini brosurnya untuk time meet nya"


"ahh okeh"


"siapa tau lah ada teman kamu"


"emm"


Aekyo berusaha mengalihkan pembicaraan seolah agar melupakan Tanwoo pada Aekyo yang bertanya soal lowongan pekerjaan itu agar Tanwoo tidak curiga


"eh iya, nanti oleh oleh Tan, dari gwanju" kata Aekyo


"siap, mau apa? baju apa makanan?"


"dua duanya lah"


"okeh deh, buat kamu apa yang tidak haha"


"haha dasar"


tapi Tanwoo malah masih membahas soal lowongan pekerjaan itu


"eh ya ko, menurutmu siapa ya staff yang bisa membantu Jijun nanti? aku biar carikan gitu, dia butuh orang sepertinya" kata Tanwoo


"siapa? ya gak tau"


"eheeem, siapa gitu yang jarang pekerjaannya gitu"


"siapa ya? kan kamu yang tau"


Tanwoo berpikir siapa yang bisa membantu Jijun tapi tidak mengganggu pekerjaan utamanya dan sekilas Tanwoo teringat Yuhan


"ahh, Yuhan, dia sepertinya sedikit pekerjaan deh, aku rasa dia bisa bantu Jijun, yakan" kata Tanwoo pada Aekyo


"gak tau lah, dia staff agenci kan bukan staff dorm"


"iya bener dia, biar aku telfon Kwan hyung"


Tanwoo menelfon Kwan dan merekomendasikan Yuhan agar bisa membantu Jijun nanti, Kwan setuju mengingat Yuhan pekerjaan ya tidak terlalu berat kan


setelah menelfon disana, Tanwoo pun pergi dan mengusap rambut Aekyo..


Tanwoo dan Aekyo tidak ada hubungan, meskipun sering sama sama saling touch body, yaa saling memberikan perhatian, tapi Tanwoo dan Aekyo memang staff terbilang paling dekat


Aekyo paling dekat dengan Tanwoo, jadi tak heran, jika Tanwoo bersikap pada Aekyo berbeda dengan sikapnya yang kepada staff cewek lainnya yag terkesan tegas apalagi sikapnya pada Yuhan yang terkesan malah tidak suka


"Yuhan yang menerima staff baru, dan pelamarnya adalah Hyohoon, waah ini benar benar epic" kata Aekyo pelan


setelah mendapatkan info lowongan pekerjaan itu, Aekyo langsung lah mengabari Hyohoon


memberikan foto brosur untuk time meet nya dan Hyohoon langsung menyiapkan semua keperluan untuk lamaran


"ini ada lowongan pekerjaan,


besok dibuka, tapi hanya sehari,


jadi celatlah mengirimkan lamaran mu lebih awal agar kebagian masuk,


karna pelamar disini pasti akan sangat banyak dan kami membutuhkan hanya lima staff baru"


isi pesan dengan kiriman foto yang dikirim Aekyo kepada Hyohoon


"ahh serius ini nuna? siap, aku akan siapkan semuanya, besok langsung datang ter-pagi"


"serius ini, eh tapi ingat, jangan pernah bilang kita kenal, kepada siapapun"


"siap nuna"


"apapun deh alasanmu, aku tidak peduli, penting jangan libatkan aku"


Hyohoon siapkan semuanya, dan malamnya ia mengatakan bahwa semua persyaratan telah lengkap tinggal kirim besok pagi


Aekyo juga mengatakan agar nantinya Hyohoon mengatakan saja lamaran informasi itu ia dapatkan dari akun resmi sosial media milik agenci


"inget pokok, kita tidak pernah kenal disituasi pekerjaan" kata Aekyo


"iya nuna, siap, aku orang yang profesional kerja kok, aku sama sekali tidak menyangkutkan kamu"


"okeh, aku percaya padamu"


paginya..


yaa mungkin sekitar 40 orang yang datang melamar tapi dari situ hanya akan dipilih lima saja


"bisa dibantu?" sapa Doyu, satpam utama agenci


"ini pak, untuk surat lamarannya saya mau kirim"


"bisa letakkan disini, nanti tinggal panggil nama saja"


"siap pak"


"dituliskan namanya di kertas luaran?"


"sudah"


"baiklah, ditunggu"


sambil menunggu, ia tidak yakin akan diterima karna melihat banyak sekali pesaing nya


ia sedikit takut tidak diterima tapi ia harus lebih yakin lagi dengan apa yang harus dijalani oleh mereka disana


setelah cukup lama prosesi penerimaan staff baru hari itu


akhirnya terpilih 10 orang dari 40 pelamar tadi dan kesepuluhnya juga masih harus masuk ke interview dan satu dari 10 tersebut masuk juga Hyohoon


baru setelah interview nanti Jijun berhak sepenuhnya menentukan siapa saja diterima


atas kesepakatan dan meeting Jijun dengan staff utama termasuk ceo, terpilihlah orang orang yang diterima dan lima orang dari 10 tadi diterima


dan satu dari lima orang tersebut adalah Hyohoon, jadi Hyohoon mampu diterima di pekerjaan itu dan resmi bergabung dengan agenci yang sama dengan Yuhan


tapi sebelum pergi kemana Yuhan dan harus membantu Jijun, Yuhan bertemu dulu dengan Namjoon


seperti janji Namjoon, sepulang dari gwanju untuk fanmeet itu, Yuhan dan Namjoon akan melakukan pertemuan dengan keluarga Namjoon dan mereka melakukan pertemuan itu


Namjoon sampai apartemen dan bersiap siap tak lama Yuhan juga datang


"Han, kamu baru datang?" sapa Namjoon


"iya, aku mandi kilat ya, biar gak bau bau amat"


"iyaa sana dah, aku juga mau persiapkan mobil dibawa"


Yuhan menyelesaikan persiapan, lalu menelfon Namjoon menanyaka keberadaannya dan ternyata sudah diparkiran


Yuhan turun, dan sampai di mobil, ia pun masuk, tapi ia tidak sadar jika mobil yan terparkir kemarin di parkiran sana yang ia pikir seperti mengenalinya ternyata sudah tidak ada


ya lah karna Namjoon sudah menyuruh Hyunsoon membantu nya membawa mobilnya dan pergi dari sana


setelah mereka berangkat dan sampai di rumah makan yang sudah Namjoon booking untuk pertunangannya itu...


"aku kuatir" kata Yuhan


"kenapa kuatir? kamu gak yakin sama acara ini?"


"bukan gak yakin gitu sayang, aku kuatir takut aku deg degan dan gak fokus"


"kan ada aku"


"iya sih"


Yuhan turun bersama Namjoon dan masuk, disambut langsung keluarga Namjoon


disana tidak ada sama sekali keluarga Yuhan, bukan Namjoon yang mau tapi Yuhan yang meminta


mereka pun memulai mengobrol dan juga makan bersama disana, terlihat Yuhan juga cukup akrab dengan keluarga Namjoon itu membuat Namjoon semakin yakin untuk melamar Yuhan


tapi karna keluarga Namjoon tidak tau jika niat makan malam itu adalah Namjoon melamar Yuhan didepan keluarga Namjoon, jadi mereka kaget


"buat yang datang, aku ucapkan terimakasih, aku mengundang kalian bukan tanpa sebab tapi untuk aku mengatakan bahwa aku melamar Yuhan" kata Namjoon


"Namjoon, apa yang kamu katakan?" tanya ibunya


"ma, pa, disini Namjoon melamar untuk bertunangan dengan Yuhan, apa kalian merestui?"


"kami bukan tidak merestui, tapi kami kaget ini terlalu cepat tidak buat Yuhan" kata ayah Namjoon


"iya, kami takut Yuhan tidak enak mau menolak kamu karna didepan kami" kata ibu Namjoon


"Yuhan sudah menerima sebelumnya tapi memang ini pertemuan keluarga biar tau" kata Namjoon


"betul Yuhan?" tanya bibi dari Namjoon