You Should Be Me

You Should Be Me
226



Aekyo yang tadi memanggil Namjoon, ia langsung memanggil Tanwoo memberitahu kedatangan Jijun, jadilah Tanwoo datang dan menguping pembicaraan mereka diruang tamu dorm


tapi Tanwoo kesal ketika ia mendengar ternyata yang dibahas Jijun adalah Yuhan


"hei, Jijun.. kamu datang hanya mau bahas Yuhan? kamu tidak tau sudah diperingatkan jangan pernah mengusik Yuhan?" tanya Tanwoo


"oppa" ucap Aekyo pelan pada Tanwoo


"hyung, sudah sudah, biarkan, dia hanya tanya" kata Namjoon


"hanya tanya, tapi membuat sebal yang mendengar, nama Yuhan sudah sial disini, sudah menjadi kesialan, malah datang kau bahas dia" kata Tanwoo


"loh, aku hanya tanya, tidak ada yang salah dengan aku tanya, mengapa kamu marah?" kata Jijun


"marah lah, nama itu sudah fatal buat kami"


"oppa, sudah loh, dia sudah buka staff disini, kamu akan dapat sanksi lagi sampai membentakinya" kata Aekyo


"biarin, justru karna dia sudah bukan staff disini harusnya punya etika, siapa menyuruhmu masuk?"


"aku yang menyuruhnya" teriak Aekyo kesal pada sikap kasar Tanwoo


"hei, malah ribut kenapa sih" teriak Namjoon juga


"kamu ya, pergi kamu, aku berhak mengusirmu, kamu membahas Yuhan bukan hanya membuka luka lama kami tapi sudah membuka lagi kenangan pahit Namjoon, pikir itu, dimana hatimu" teriak Tanwoo


kegaduhan menjadi melebar, tapi Jijun tidak mau mengalah, ia tidak mau pergi karna merasa urusannya belum selesai


jadilah Aekyo yang membawa Tanwoo pergi agar ada yang mengalah


kembali hanya tinggal Namjoon dan Jijun


"kenapa sih Jijun, kenapa?" ucap Namjoon


"aku cuma mau tanya kenapa alasannya kalian menyembunyikan kedatangan Yuhan saja, tidak ada hal lain"


"kami hanya tidak mau mengganggu istirahatmu, kamu pas itu baru tidur dari suntikan dokter"


"kan sudah kubilang hyung, bangunkan saja tak masalah, aku penting sekali, okeh sekarang gini, lupakan semua nya, alu minta maaf kepada mu atas keributan barusaja, aku mohon beritahu aku dimana alamat Yuhan"


"sungguh Jijun, aku benar benar tidak tau apapun dimana dia tinggal, sama sekali aku tidak tau"


"pada siapa aku tanya lagi, aku benar benar butuh ketemu Yuhan"


"kalau kamu mau tau dimana, tanya Suga hyung, dia pasti tau" kata Namjoon


"Suga hyung? apa hubungannya dengan dia?" tanya Jijun bingung


"Suga hyung kan dekat dengan Hee hyung, pacar Yuhan yang sekarang, mungkin tau informasi"


"kamu coba tanyakan, aku takut"


"aku tidak takut sih, aku berani berani saja tapi aku tidak mau, untuk apa, kamu tau Suga hyung bagaimana, dia dengan Tan hyung sama saja kan orangnya, marahnya menakutkan" jawab Namjoon


Jijun makin bingung bagaimana cara ia mendapatkan Yuhan dan menemui Yuhan, sama sekali tidak tau padahal ia benar benar ingin bertemu Yuhan


"gini deh, kalau soal motor itu, aku bantu kamu gantikan, aku tau berapa harga beli baru, aku belikan" kata Namjoon


"ahh, untuk apa?"


"biar bisa aman kan kalau diluar luar Yuhan tau atau pas dijalan melihat motornya masih kau pakai"


"bukan masalah itu lagi sekarang"


"lah, apa lagi? bukannya dari awal kemarin, yang kamu bingungkan itu ya motor itu rusak kan?"


"bukaaan, itu sih aku pikirkan juga, tapi paman ku mencari Yuhan, dia memburu Yuhan karna sebuah masalah"


"masalah? masalah apa sama paman kamu?" tanya Namjoon bingung


Jijun menjelaskan sedikit apa yang dijelaskan oleh Sangja, sedikit karna masalah inti nya juga Jijun tidak paham


"ahh atau kamu bisa tidak menemui paman ku saja?" tanya Jijun


"paman kamu? buat apa?"


"paman ku mau bertemu mungkin membahas Yuhan, aku takut aku salah bicara apa apa, sekalian kamu tanya tanya bisa kan leluasa pada pamanku"


"oh bisa bisa, dimana?"


"aku kerumah kamu deh, disana saja, soalnya nyari hari lagi, bingung lagi, beberapa hari kedepan saya sibuk amat"


Namjoon yang diam di ruang tamu itu masih berpikir, apa hubungannya Yuhan dengan paman dari Jijun? perasaan Namjoon tidak enak, apa antara Yuhan dan paman Jijun juga pernah berhubungan atau bahkan pacaran?


karna mengingat kan Yuhan sebelum dengan Namjoon begitu menyukai pria jauh usia diatasnya, apalagi setelah dengan Namjoon malah masih balik dengan pria diatas usia Yuhan (Heechul)


Jijun pun balik, merasa aman, Aekyo juga membawa Tanwoo ke dorm lagi


"ngapain dia?" tanya Tanwoo


"tidak ada, hyung, biarlah dia mau bicara apa, kau jangan terpancing kalau kamu terpancing, kamu yang salah jatuhnya" kata Namjoon


"aku juga bicara gitu, kamu yang tertuduh nanti kesalahannya, malah jadi berbalik kepada mu karna memulai" kata Aekyo


"kesal aku dia bahas Yuhan, sudah tau ini dilarang di bahas"


"bukan dilarang dibahas, tapi dilarang mengusik" jawab Namjoon


Namjoon pun pergi kekamarnya dan beristirahat, hingga waktu malam tiba, ia pun bersiap siap akan pergi


saat Namjoon sudah bersiap siap dikamarnya, tiba tiba Tanwoo masuk kamar tanpa mengetuknya


"Namjoon? mau pergi?" tanya Tanwoo


"hyung, kaget aku, tiba tiba masuk tanpa ketukan apa apa" kata Namjoon


"kamu mau pergi ya?"


"iya, ada urusan"


"kemana?"


"kerumah Jijun, aku ada urusan sebentar saja"


"oh, member lain nya pasti mau ikut, mereka juga lagi ingin menjenguk Jijun, kan sejak balik dari rumah sakit, mereka gak pernah melihatnya dirumahnya"


"ahh, tapi ini.."


"sudah, pasti mau member lain"


Tanwoo berburu ke member lainnya dan memberitahu Namjoon akan pergi kerumah Jijun, ditambah Tanwoo menjelaskan jika ia curiga kepergian Namjoon kerumah Jijun ada hubungannya dengan Yuhan


"Yuhan?" tanya Yoongi


"iya, aku yakin ada hubungannya dia pergi kerumah Jijun ini"


"kenapa yakin?" tanya Hoseok


"memangnya apa yang sudah kamu curigai?" tanya Seokjin


"karna tadi sore, siang sih, agak sore, Jijun datang kesini dan membahas Yuhan"


"oh ya?" tanya Seokjin


"iya, intinya aku yakin ini soal Yuhan" kata Sangja


mendengar itu, jelas semua langsung bersiap siap untuk ikut Namjoon


"asssh kan, jadi ikut semua hyung, urusan ku penting loh, bener bener butuh aku, mereka tidak akan tau bagaimana masalahnya" kata Namjoon berbisik pada Tanwoo


"kami juga butuh menjenguk kok, kebetulan ada waktu kan" sambar Seokjin


"memangnya kenapa kami ikut hyung? masalah apa sampai hanya butuh kamu saja?" tanya Jimin


"iya, Jijun juga tidak akan marah kalau kita ikut datang kan" jawab Hoseok


"bukan itu, ini aku mau bahas masalah penting" kata Namjoon


Namjoon terus menolak member lain ikut, tapi Tanwoo terus meminta agar bangtan ikut


sebenarnya ingin ikut, jadi tanpa member lain atau dengan member lain, cuma ia takut jika emosinya memuncak lagi