You Should Be Me

You Should Be Me
84



Namjoon berpamitan mengambil hape nya di kamarnya, tapi saat ia selesai mengambil hape dan keluar lagi, ia melihat ada sebuah pintu terbuka


Yuhan memang lupa menutup pintu kamar fandom nya, dimana kamar itu pintunya memang harus dikunci karna jika tidak ya akan terbuka sendiri


Namjoon penasaran kamar itu, karna bukan kamar Yuhan yang ia ketahui, dan saat masuk, ia kaget karna banyak sekali barang Yuhan disana terkait bangtan


masih ingat kan Yuhan adalah army, fans bangtan?


ia menyimpan semua barang terkait bangtan dalam satu ruangan itu, tidak besar tapi juga tidak kecil, ia pakai untuk gudang khusus


dari sini Namjoon mulai tau ternyata Yuhan adalah fans mereka tapi memilih jalan salah menjadi sasaeng dan sekarang berhasil menjadi staff bangtan


melihat seluruh isi ruangan itu, sampai menemukan sebuah catatan kecil di meja sana


terdapat sebuah bentuk hati besar dengan warna merah disekitar nya terdapat banyak sekali nama Seokjin


"ahh, ternyata dia menyukai Jin hyung, bukan Hobi" gerutu Namjoon


disini Namjoon baru sadar bahwa disana banyak sekali atribut terkait dengan member Seokjin dan makin membuatnya kaget ternyata Yuhan paling suka dan berharap berpacaran dengan Seokjin


masih banyak juga terkait dimana Yuhan bahkan tidak memiliki rasa sedikit saja suka dan hanya melirik kepada Namjoon tapi kepada Seokjin


dan kemungkinan, diantara Seokjin dengan Hoseok saja yang akan bisa mengambil hati Yuhan dari segi kebiasaan dan beberapa hal lainnya pada diri kedua member itu


"ahh pantas saja Yuhan membelikan Hobi baju, dan bahkan sempat memberikan bunga dariku" gerutu Namjoon


melihat itu, Namjoon meradang, ia langsung menutup buku tu, keluar dari ruangannya dan pergi ke tempat Yuhan duduk


"dari mana?" tanya Yuhan


"ahh, emm oh ini ambil hape"


"ahh, masih charger ya, kok lama"


"hehe iya" jawab Namjoon berusaha menutupi kebohongannya


"ahh"


Namjoon malah jadi berpikir ulang mau menyatakan atau tidak pada Yuhan, ia ragu disini, padahal tadi nya ia sudah sangat yakin


tapi ia lebih takut akan ada kesempatan Yuhan dekat dengan Seokjin atau Hoseok, jadi ia berpikir untuk sekarang, kesempatan itu berpihak padanya, ia tidak mau menyia-nyiakannya


"Yuhan.." ucap Namjoon


"yaa..?" ucap Yuhan sibuk dengan laptop karna mengurus kiriman kerjaan dari Unji


"kamu sedang apa?" tanya Namjoon berbasa basi dulu


"kerjain laporan kantor Boseo"


"ohh"


diam beberapa detik lagi..


"Yuhan.." ucap Namjoon lagi


"yaa?" jawab Yuhan masih sibuk dengan komputernya


"nanti saja deh kamu sibuk sepertinya"


"tidak kok, bicara saja, aku dengar" kata Yuhan


diam lagi beberapa detik tapi kali ini Namjoon me-yakin-kan hatinya untuk akhirnya menyatakan perasaannya


"okeh, apapun resikonya, ayo, berani" gerutu Namjoon dalam hati


"sudah" ucap Yuhan


"belum"


"ahh apanya belum?"


"apanya yang sudah?"


"kerjaan ku maksudku"


"ahh, kupikir apa"


"kamu apa nya belum? tadi mau bicara kan, sudah bicaralah" jawab Yuhan


Yuhan melihat kearah Namjoon tapi Namjoon malah menunduk karna takut juga malu


"aku mau bilang sama kamu kalau aku suka sama kamu" kata Namjoon dengan begitu lancar dan cepat


"ahh" ucap Yuhan kaget


"iyaa, aku suka padamu"


"emm terimakasih" jawab Yuhan


"kok terimakasih?"


"ya karna sudah menyukai ku, aku menyukaimu juga dan bangtan juga"


"tapi bukan itu"


"mau tidak jadi pacarku?" tanya Namjoon


yang tadinya malu, Namjoon langsung berani menatap kedua mata Yuhan meskipun ia masih takut jika tertolak


"apa yang kamu bicarakan Namjoon?" tanya Yuhan


"aku serius" jawab Namjoon dengan yakin


Yuhan diam, ia bingung mau menjawabnya apa, ia ingin sekali menolak karna memang usia Namjoon bukan usia diharapkannya sebagai tipe kriteria idaman


tapi menolak tidak tega, menerima pun apa akan bahagia? ia takut jika hubungannya dengan Namjoon akan sama seperti ia dengan Hyohoon


tapi dari semuanya, ia mengingat ucapan Boseo tentang sebuah rasa kenyamanan, ini dia rasakan pada Namjoon sampai membuatnya menjadi bisa melupakan bahwa yang ia inginkan Seokjin setidaknya Hoseok


"Namjoon.. maafkan aku ya.. aku tidak bermaksud buat kamu menyukai ku" kata Yuhan


"apa kamu tidak menyukai ku setelah aku mengatakan aku menyukai mu?"


"bukaaan, bukan itu, tapi.."


"aku hanya butuh jawaban tentang ini, yes or no with my girlfriend?"


"ahh.." ucap Yuhan menarik napasnya bingung


Namjoon merasa Yuhan menolaknya, karna ia tau tipe tarikan napas Yuhan barusaja seperti menandakan ia berat menerima Yuhan


dalam hati Namjoon berpikir, bahkan sebelum ia menjadi terkenal dan bukan siapa siapa hingga ia se-ter-kenal sekarang, tidak semua gadis mau dengannya


Namjoon berdiri dan akan pergi kekamar tamu rumah Yuhan itu berniat menelfon Hyunsoon meminta jemputan


tapi saat Namjoon baru berdiri, Yuhan menjawab "YA"


"apa? gimana?" tanya Namjoon


"iya aku mau, jadi pacar kamu" kata Yuhan menerima


"wooah, serius kah?"


"lah kamu serius atau tidak yang mengajakku berpacaran? atau menggodaiku?" ucap Yuhan


"ahh serius itu, beneran serius aku itu, jadi?" tanya Namjoon lagi


"ya aku mau" kata Yuhan meyakinkannya


"serius?"


"kenapa tanya serius berkali kali, kamu ini yang serius atau tidak, jangan jangan mengerjaiku"


"tidak, aku serius tapi kamu serius menerimaku?"


"iya aku serius"


"serius apa coba jelaskan lagi sekali saja"


"serius mau jadi pacarmu Namjoon"


"beneran ya, jadi kita pacar ya"


"iyaaa"


mereka resmi berpacaran, tapi dalam kesepakatan baik Yuhan dan Namjoon, keduanya memutuskan backstreet atau diam diam saja


Namjoon memikirkan karier nya saja yang tidak boleh berpacaran sebenarnya, boleh pun harus di tutup serapat mungkin


sementara Yuhan memang ingin ini tidak ada yang tau, karna sampai pada mantan mantan nya, ia akan ditertawakan karna memiliki pacar dibawa usianya


dengan Hyohoon saja Yuhan malu mau mengakui pernah berpacaran, yang usia nya hanya setahun lebih muda Hyohoon apalagi dengan Namjoon yang usianya empat tahun lebih muda Namjoon dari Yuhan


Namjoon langsung memeluk Yuhan yang masih duduk


"jangan disini, dari luar masih ada yang lihat, nanti saja" kata Yuhan


"sekarang, ayo" ucap Namjoon menarik Yuhan


"kemana?"


Namjoon membawa Yuhan masuk rumah lalu memeluknya, Yuhan memeluk balik, merasa bahwa hari ini adalah rasa paling bahagia selama hidup Namjoon


akhirnya gadis disukainya menerima dia bahkan menjadi pacarnya


"tapi mau jadi pacarku tapi tidak mau berteman dengan harimauku" kata Yuhan


"yaa aku mau kok"


"tadi saja tidak mau"


"iya sekarang mau, tapi ajari aku ya, kamu gak biarkan aku mati dimakan mereka kan"


"kan sudah kubilang, mereka jinak, ditambah aku kasih kamu ilmu pawang mereka"


"iyaaa percaya kamu"