You Should Be Me

You Should Be Me
300



Yuhan berdiri, tentu yang pertama mengikuti Yuhan adalah Taemin, terlepas dari Taemin merestui atau tidak tetap ia akan mengikuti Yuhan pergi


tak lama yang ikut berdiri lalu pergi adalah Boseo, karna jelas Boseo akan lebih memilih Yuhan dibandingkan siapapun karna bagi Boseo, Yuhan adalah segalanya


diikuti oleh Naryu berdiri lalu pergi, karna jelas Naryu harus ikut pergi dengan keputusan Ryungbo sebagai suaminya, terlepas ia berat merelakan hubungan anaknya dengan gadis seperti Minjoon


tinggallah Ryungbo..


Ryungbo melirik kearah Minjoon, ia begitu sayang kepada sang pacar, bahkan terasa seluruh isi bumi jika Minjoon minta, akan Ryungbo berikan


tapi disituasi ini Ryungbo dituntut untuk memilih, dan sebagai anak yang banyak dibantu dalam kehidupan nya oleh Yuhan dari A sampai Z semua atas turun tangan Yuhan


Ryungbo harusnya tau siapa ia pilih disana yang terbaik bagi nya kedepannya, karna Ryungbo tidak mungkin melanjutkan hubungan yang tidak direstui oleh orang yang sangat ia cintai dan hargai yaitu Yuhan


Ryungbo berdiri lalu memberikan salam terakhirnya disana yang tandanya ia pergi dari sana memilih mengikuti keputusan Yuhan untuk meninggalkan Minjoon


tinggallah Minjoon dengan kedua orangtuanya disana


"kamu juga harus pergi" jawab Namjoon


"appa!" ucap Minjoon nada tinggi


"percuma disini, appa juga tidak akan merestui hubungan kalian bagaimana pun" kata Namjoon


"paaaa, bukannya apa berkata akan mendukung apapun?" tanya Minjoon


"appa tidak perlu membahas atau menjelaskan kan? kamu lihat bagaimana yang terjadi? lihatlah bahkan Ryung juga memilih pergi? artinya dia telah melepaskanmu"


"maa, bicara ma, bantu aku maa" rengek Minjoon pada Minsi


"kalau kamu tidak mau pergi, appa yang akan pergi dari sini dengan arti appa tidak merestui kalian" kata Namjoon


Namjoon pergi..


"maafkan amma Minjoon, tapi sekarang kamu sudah tau semuanya kan, aku bukan amma kandung kamu, meskipun appa kandungmu Namjoon, amma memilih pergi dan ikut keputusan Namjoon, amma rasa kau sudah dewasa dan sudah tau apa yang baik dan tidaknya untukmu sendiri" jelas Minsi


Minsi ikut pergi menyusul Namjoon, tinggal Minjoon sendirian ia berpikir berkali kali, untuk apa juga dia disini, mau mempertahankan juga percuma karna Ryungbo saja sejak awal sudah memilih meninggalkannya


Minjoon merasa hubungannya bersama Ryungbo bukan lagi retak atau patah tapi sudah hancur, tidak ada yang bisa diperjuangkan apalagi dipertahankan


Minjoon pergi bukan hanya untuk meninggalkan tempat itu saja, tapi juga meninggalkan masalah hubungannya bersama Ryungbo yang harus rela dipendamnya


Minjoon balik kerumahnya, ia melihat Namjoon dan Minsi diruang tamu tapi ia tidak menyapa tapi langsung saja masuk kamar


dikamar ia berpikir, bagaimana bisa ternyata ibu yang telah ia bangga kan, betapa bangga nya kepada Minsi, menjadi anak seorang seniman adalah kebanggan bagi Minjoon bahkan ia memilih belajar seni terutama melukis untuk melanjutkan kesuksesan dari Minsi tapi ternyata bukanlah ibu kandungnya


yang ibu kandungnya malah seorang Yuhan, Minjoon tau Yuhan siapa dan bagaimana, Yuhan adalah orang paling kaya bahkan tidak ada seujung kuku dibandingkan Minsi


sementara itu, Ryungbo juga sampai dirumah, disana hanya ada Boseo dan Naryu, Ryungbo meminta penjelasan dengan semua yang terjadi, tapi tidak ada yang bisa dijelaskan karna keduanya juga tidak tau apa apa


tapi akhirnya Ryungbo berpikiran untuk memanfaatkan kesempatan putusnya dia ini dengan meminta agar Yuhan menikah dengan Taemin


kenapa kepikiran seperti itu?


karna Ryungbo, Boseo dan Naryu tau betul bahwa sebenarnya Taemin sangat ingin menikahi Yuhan, Taemin seorang pria yang normal yang ingin menikah untuk hubungan lebih abadi tapi terkendala oleh kepercayaan Yuhan tentang tidak percayanya kepada pernikahan


mendengar itu Boseo dan Naryu setuju saja jika alasan itu membantu hubungan Yuhan dan Taemin lebih baik, toh mereka juga tau bagaimana Taemin bertahun tahun menemani Yuhan mengingat memang Yuhan dengan Taemin cukup lama dekat dan berhubungan tanpa status


Taemin membukakan pintu untuk Ryungbo dan mengajaknya masuk, Ryungbo menyapa member SHINee yang lainnya


"waah.. ada paman SHINee?" ucap Ryungbo


"iya kebetulan mengumpul" jawab Taemin


"kemana bibi, paman?"


"ada, masuklah, dikamar"


"bisa panggilkan? ada yang mau kubicarakan paman" kata Ryungbo


Taemin memanggilkan Yuhan, Yuhan keluar menyapa Ryungbo, disini barulah Ryungbo mulai menjelaskan permintaannya


"bi, aku sudah menurutimu untuk meninggalkan Minjoon, sekarang aku memilih kamu, appa dan amma setuju kalau memang terbaik buat hubunganku dan Minjoon" jelas Ryungbo


"oh, ya terimakasih sudah lebih memilihku" kata Yuhan senang


"tapi ada hal mau kukatakan terkait hubungan ku yang hancur, aku sudah merelakannya kan, aku akan mencari gadis lain, sampai gadis itu benar benar cocok buat ku menurut bibi, tidak lagi menurut appa dan ammaku"


"iyaa.. lalu?"


"sekarang sebagai gantinya aku minta kamu menikah sama paman Taemin"


seketika itu semua kaget termasuk Yuhan


"apa yang kamu katakan?" tanya Yuhan


Ryungbo menjelaskan itu adalah pilihan harus diambil oleh Yuhan yaitu melakukan pernikahan dengan Taemin, jika tidak Ryungbo juga akan memaksakan untuk mengejar kembali Minjoon


Yuhan melirik Taemin, Taemin langsung memberikan gerakan seolah ia tidak tau terkait permintaan Ryungbo


Ryungbo membenarkan jika itu tidak ada kaitannya dengan Taemin, tidak ada paksaan dan sebagainya, hanya saja Ryungbo merasa bibinya harus ke jenjang lebih serius dari hubungan sekarang


akhirnya Yuhan mengiyakan untuk pernikahannya bersama Taemin, meskipun ia masih sangat trauma untuk mempersiapkan pernikahan, tapi Taemin paham kondisi Yuhan, ia menghandle semua persiapannya di bantu oleh member SHINee lainnya


persiapan demi persiapan di lalui, Taemin pastilah memakai jasa dari empat kakak tiri Yuhan, mereka harus mempersiapkan semaksimal mungkin bukan karna Yuhan yang akan menikah tapi karna nama Taemin


hingga hari itu tiba..


pernikahan pun di mulai, kedatangan semua keluarga kedua mempelai, semua teman teman mereka berdua juga, dan semua karyawan dalam usaha mereka, turut diundang juga


tapi setelah semua tamu datang, kedatangan Minjoon membuat semua keluarga kaget, lalu keluarga Taemin? tidak, karna mereka sudah dicertai oleh Taemin sebelumnya


"Minjoon? kamu datang?" sapa Ryungbo


"datang, aku tidak dapat undangan tapi anaknya kan? tidak ada salahnya aku datang tanpa undangan"


Minjoon berjalan mendekati Yuhan, lalu berdiri berhadapan dan saling bertatapan, sekeras nya hati seorang wanita apalagi telah menjadi seorang ibu, akan luluh juga pada akhirnya, itulah dirasakan Yuhan..


"apa aku masih diterima sebagai anakmu?" tanya Minjoon


"tentu" jawab Yuhan memeluk Minjoon


"aku juga adalah anakmu kan paman?" tanya Minjoon pada Taemin