You Should Be Me

You Should Be Me
246



mereka menikmati sore itu bertiga, hingga hampir masuk malam


malamnya ketika Yuhan sudah bersiap siap akan tidur, Munha mengetuk pintu kamar Yuhan, Yuhan bangun membukakan pintunya


""kenapa ma, pa?" tanya Yuhan


"emm, malam ini boleh tidak kami tidur bersama kamu?" tanya Hajun


"tidur disini?"


"terserah dimana saja, gakpapa, yang penting satu kamar" kata Hajun


"kalau boleh satu ranjang juga" kata Munha


"kok tumben?"


"kita kan gak pernah rasain tidur bareng anak, jadi kami ingin tau bagaimana tidur bersama anak kami"


"oh yaudah boleh, tidur disini saja ya"


Yuhan akhirnya pertama kalinya dalam hidupnya tidur dengan orangtua kandungnya


Yuhan tidur ditengah tengah, Munha sebelah kanan dan Hajun sebelah kiri


hingga paginya Yuhan bangun lebih awal, ia pun turun perlahan untuk keluar kamar dan beraktifitas karna pagi ini semua teman temannya tidak ada dirumah


jadi ia harus membantu mengurus beberapa hewan peliharaannya


semua tugas diselesaikan Yuhan pagi itu, mulai dari memberikan makan para peliharaannya, memandikan semua juga, mengajak bermain bergantian, dan akhirnya semua peliharaan sudah terurus


semua orang dirumah nya akan pergi, staff secret work biasanya sudah ada beberapa saja karna sejak semalam sudah tidak pulang karna tau besok week end


tak lama bergantian Misilia dan Nania baru terakhir Jazlyn pergi dijemput oleh member super junior yang memang lagi mendekati mereka


bahkan ketiga member itu meminta izin pergi membawa teman Yuhan kepada Yuhan layaknya izin pada orang tua mereka


"waah sudah siap semua baby nya?" tanya Jazlyn


"iya kan aku bilang biar urusanku, sana dah pergi"


"masih nunggu Leeteuk oppa dijalan"


"ahh yasudah, duduklah sini"


"iyaa"


mereka mengobrol kecil membahas perasaan Jazlyn bagaimana tentang Leeteuk


"kamu sudah bisa menerima Leeteuk?" tanya Yuhan


"belum"


"lah kok mau diajak jalan? jangan kasih harapan palsu ke orang, kasihan kan Jaz"


"aku gak kasih harapan palsu kok, aku berusaha yang terbaik saja, aku berusaha bisa melupakan segalanya" kata Jazlyn


"oh.."


"yaa semoga pria ini bisa membantuku melupakan masa lalu ku yang sulit aku lupakan"


"semoga saja ya, aku buat kamu doa terbaik kok, buat semuanya juga, buat Mi, Na, atau secret work lainnya"


Yuhan membahas ini karna tau Jazlyn adalah satu satunya temannya dirumah itu yang tinggal bersama nya yang belum bisa melupakan seorang mantan pacar


beruntung Yuhan mempertemukan Jazlyn dan Leeteuk super junior, mereka bisa bersama sama menjalani kehidupan percintaan yang baru bagi Jazlyn yang berusaha melupakan tapi belum ada usaha dekati pria lain


"Yuhan" sapa Leeteuk


"hai oppa" sapa Yuhan


"aku jemput Jazlyn boleh?"


"ya boleh lah, ini siap anaknya"


"siap?" tanya Leeteuk pada Jazlyn


"iya, Yuhan aku pamitan ya" kata Jazlyn pada Yuhan


"Yuhan aku pamit bawa dia ya" kata Leeteuk


"iya, jaga dia loh oppa, aku titip dia ya, jagain" kata Yuhan


"siap"


"ada apa apa kamu berarti" kata Yuhan


"Yuhan, apaan sih?" kata Jazlyn malu


"iya gakpapa kok, malah bener Yuhan, aku harus jagain kamu lah, aku yang ngajak kamu kan" jawab Leeteuk


mereka pun pergi, Yuhan pikir menjadi orang terakhir yang pamit tapi ternyata salah karna tak lama dari itu, Dajin datang...


"Dajin?" sapa Yuhan


"sepertinya minggu ini aku gak taruh baju kotor deh di laundry" kata Yuhan


"oh bukan antar baju kotor"


"apa jemput baju kotor? tapi belum banyak, nanti aku yang antar kok, tenang saja, aku pelanggan setia disana"


"gak karna itu juga eoni"


"lah terus?"


Dajin menjelaskan jika ia sudah janjian hari itu jalan dengan Unji, Unji tak lama pun keluar dan menjelaskan juga pada Yuhan


Yuhan memberikannya izin saja, meskipun berat karna kan hanya Unji yang bisa menjaga nya disitu nanti kalau kalau ada apa apa


tapi sisi lain kan Yuhan tidak bisa melarang Unji dan Dajin untuk keluar, jadilah ia mengizinkannya saja


mereka pun pergi..


Yuhan lupa kalau masih ada orangtua kandungnya kan menginap semalaman, dan baru ingat ia pun sedikit tenang jadi gak sendiri banget dirumah itu kan


saat duduk lagi setelah terakhir Unji pergi bersama Dajin


tapi tak lama malah Munha dan Hajun pergi juga pamitan kepada Yuhan


"Yuhan, kami pamit pergi dulu ya, appa mau ketemuan sama orang buat lihat rumah baru" kata Hajun


"sama amma?"


"iya, ini amma siap" jawab Munha


"ahh"


"bentar kok, nanti sesudahnya balik kita kan pa, soalnya kalau menginap terlalu lama disini gak enak merepotkanmu" kata Munha


"padahal Yuhan kan sudah bilang gakpapa ma" kata Yuhan


"iya kamu, kita orangtua gak enak lah, sudah ya kami pamit ya" kata Hajun


"gakpapa kan ditinggal?" tanya Munha


"iya gakpapa kok" jawab Yuhan berusaha biasa saja


Yuhan pun benar benar sendirian dirumah itu, ia terlalu takut sendirian dirumah, banyak pikiran buruk dipikirkannya ketika ia sendirian


akhirnya ia kepikiran akan pergi ke tempat laundry Haejin saja, ia tanpa bersiap siap karna rumahnya tidak jauh dari tempat laundry itu, Yuhan mengunci semua pintu dan jendela dan juga menggembok gerbang


sesampainya di laundry Haejin, benar saja ada Haejin disana, ia pun menyapanya


"Haejin" sapa Yuhan


"hai Yuhan, loh gak bawa baju kotor?"


"tidak, aku mau main kesini saja boleh gak? mumpung aku libur"


"lah ya boleh lah, ayo duduk"


mereka mengobrol disana berdua, membiarkan staff laundry yang mengurus segala kegiatan di toko, Haejin sebagai bos ya hanya duduk manis dan mengobrol ada Yuhan


"eh, Dajin kan keluar sama Unji pamit kepadaku" kata Haejin


"iya, tadi juga ketemu aku, pas dirunah jemput Unji"


"kamu kenapa gak keluar?"


"malas, sama siapa"


"pacarmu lah"


"pacarku kerjaan ke jeju, tiga hari, jadi gak kemana mana aku, malas keluar sendirian"


mereka membahas banyak hal karna sudah lama tidak mengobrol, bahkan terbilang mereka bukan berawal dari pertemanan kan, tapi dari permusuhan


"eh iyaa.. jadi reuni kah? kan katanya satu angkatan sekolah SMA kita dulu mau adakan makan makan di resto?" tanya Haejin


"jadi lah, semua sudah terkumpul duit dan aku sudah booking kan ke resto besar"


"oh ya? dimana memangnya?"


"di Bonaseo"


"dimana itu?"


"kantor kerjaku dulu, itu perusahaan ku tapi kuberikan pada adikku, dikelolah jadi resto sama adikku"


"ahh, sama Boseo?"


"iya, sama Boseo, tapi dikelolah jadi resto sama dia jadi besar banget restonya?"


"oh, terus anak anak pada tau tempat itu?"


"tau, aku sudah share location di chatting grup"