
setelah malamnya..
Yuhan dan Namjoon memutuskan akan pergi kerumah masing masing
Namjoon pergi menemui ibunya dan menjelaskan soal Yuhan, ayah ibunya welcome dengan hubungan baru dijalin anaknya dan mau bertemu dengan pacar anak nya itu, tinggal menunggu waktunya saja, setelah nya baru Namjoon balik ke dorm nya
hari berlalu...
Yuhan kembali ikut untuk kegiatan padat bangtan, dan sejak beberapa hari kedepannya, Yuhan akan sangat dibutuhkan
saat akan datang ke salah satu gedung acara untuk bangtan melakukan syuting iklan, Yuhan jelas ikut sebagai staff bangtan
setelah sampai digedung, bangtan mulai memakai make up dan bersiap untuk sebuah iklan minuman, selesai shoot, seseorang menyapa bangtan
"hai bangtan bagaimana?" sapanya
"pak, terimakasih pak atas kerja samanya" jawab manager bangtan
manager bangtan, Sejin, tidak perlu lagi mengenalkan sosok tadi menyapanya kepada bangtan
bangtan tentu sudah begitu mengenalnya dia adalah Habae, ceo per-iklan-an
tapi saat Namjoon datang, Namjoon malah tidak fokus pada Habae, ia bahkan tidak tau ada Habae melainkan malah fokus pada seekor anjing lucu berwarna brown
Yuhan nendekati dan menyapa anjing itu yang ia tidak asing, Yuhan ingat betul anjing itu pernah tidur di kakinya saat ia sibuk bekerja dan yang ternyata milik Habae
"emm Yuhan kan?" sapa Habae
"ahh, hai paak, loh, ada disini?" sapa Yuhan kaget
" ya dong, ini kantor per-iklan-an masih milikku, eh bagaimana kabarmu?"
"baik, pak Habae? baik sekali rupanya, ini baby mu pak?"
"haha iya, ini baby ku"
"waah, ini baby pernah bermain denganku sampai tidur kelelahan dikakiku"
"ahh serius? kapan?"
"saat di kantor, kamu pernah datang ke kantor agenci bangtan kan?"
"ahh iya, lalu kamu?"
"aku staff disana, eh ada baby ini"
Yuhan dan Habae saling bercerita, Yuhan membahas anjing
ia menceritakan bagaimana anjing itu datang padanya, bermain di kakinya, sampai tidur dan dibawa oleh satpamnya
"ahhh pantas, pak satpam jaga di agenci itu memang sempat bercerita kalau baby ku sempat kabur" kata Habae
"nah itu ke meja kerjaku"
"waah pas sekali, apa mungkin dia tau kamu penyuka hewan"
"bisa jadi sih, penciumannya tajam berarti"
"ahh lumayan"
melihat kedekatan itu, bangtan dan beberapa staffnya disana kaget apalagi Sejin, karna Sejin pikir ia paling dekat dengan Habae tapi ternyata Yuhan
disini Namjoon berpikir apa mungkin ceo terkenal itu salah satu mantan dari Yuhan, karna Namjoon pernah mendengar jika mantan Yuhan ada yang seorang ceo
Yuhan menjelaskan siapa Habae dan hubungannya dengan Yuhan adalah teman, bangtan percaya saja tapi didepan Yuhan, mereka tidak percaya seperti yang tampak pada kelihatannya
Yuhan lanjut membahas banyak hal, sementara bangtan persiapan untuk memulai shoot kembali
saat di ruangan fitting baju inilah bangtan mulai mencurigai tentang kedekatan Yuhan dengan Habae
"ahh, bagaimana bisa mereka sedekat itu melebihi kita yang sering memakai jaza pak Habae untuk jadi idol sponsornya?" tanya Sejin
"iya juga, bagaimana bisa mereka kenal, berarti memang mainan Yuhan nuna dulu bukan sembarangan, dengan ceo ceo kan" kata Hoseok
"lah, kejanggalan disini, kalian coba berpikir lagi tentang kedekatan mereka" kata Yoongi
"apa memang?" tanya Seokjin
Yoongi mencocokkan dengan kejadian beberapa waktu lalu dimana jadwal shoot dan juga produk iklan mereka bintangi langsung laris habis terjual
bahkan jadwal shoot mereka sudah tersebar dan masuk ke banyak berita tentang rencana untuk iklan tersebut
"atau jangan jangan Yuhan lah yang menyebarkan semua itu" kata Yoongi
"ahh betul sekali, pas kan sama saat itu memang, aku berpikirnya sama kesana" kata Hoseok
semua berpikir mungkin dalang utama bocornya jadwal iklan saat itu kemungkinan adalah Yuhan, dan gadis yang ditangkap oleh Namjoon tangannya juga Yuhan kemungkinan lagi Namjoon menyadari tu Yuhan tapi menutupinya demi melindungi Yuhan dari yang lain
malah mereka jadi merembet kemana mana soal Yuhan dan Habae dekat itu
dimana Seokjin malah berpikir ia pernah mencurigai tentang gadis yang hampir ditangkap oleh mereka di gedung yang sama ketika itu
semua kemungkinan dicocokkan..
tapi selama shoot ini Namjoon sesekali melirik kepada Yuhan yang mengobrol dengan Habae
setelah selesai membahas beberapa hal kecil, Namjoon bisa bernapas lega karna ia melihat Yuhan dan Habae sudah berpisah, tidak lanjut obrolan
hari berakhir, setelah sampai di dorm lagi, semua sudah tidur karna lelah seharian, Namjoon mendatangi Yuhan dan menanyakan tentang Habae
"kan aku sudah jelaskan soal kami tadi didepan kalian juga" kata Yuhan
"tapi aku pernah dengar kamu memiliki mantan ceo kan?"
"lah itu kan Baori"
"iya Baori, selain dia aku sempat dengar kok kamu memiliki hubungan dengan ceo, apa itu Habae? katakan saja"
"bukan Habae, astaga, malah Habae temanku, baik denganku"
"tapi aku memang pernah melihatmu ada di kantor perusahaan milik Habae, saat itu, saat aku pertama kali bertemu kamu, ya kan"
Yuhan berpikir, apa mungkin ia ketahuan ketika menyamar menjadi paparazi saat itu
"ahh itu, iyaa tapi itu hanya temanku, kamu dengarkan saja tadi dia menjawab bagaimana kan?"
"iya juga sih"
"gak ada apa apa aku Nam, kalau ada, gak akan aku berani mengenalkan kepada kalian, apalagi depan mu"
"lalu siapa ceo yang dimaksud selain Baori?"
"emm itu.."
"siapa?"
"itu nanti kujelaskan, kamu istirahatlah, besok deh kujelaskan"
Namjoon menurutinya saja, besoknya ia menunggu penjelasan Yuhan dimana memang benar Yuhan akhirnya menjelaskan tentang hubungannya dengan ceo Chunsuk
disinilah Namjoon mulai tau satu persatu mantan Yuhan, dimulai dari Baori hingga Chunsuk
tapi Namjoon tidak membahas tentang semua tuduhan bangtan mau bagaimana penyebaran berita dimasa lalu mereka saat belum bertemu Yuhan hingga sekarang bahkan sudah Yuhan menjadi milik bangtan
bahkan Yuhan adalah staff yang paling dijaga karna mengingat masalah Yuhan kasus nya dengan Baori itu
hari berlalu lagi, berjalannya waktu membuat Yuhan dan Namjoon malah tidak terasa sudah menjalani hubungan diam diam itu tiga bulan
keduanya memutuskan untuk bertemu keluarga Yuhan lebih dulu untuk mengenalkan Namjoon
dimana mereka mengatur rencana makan malam di luar rumah disalah satu resto yang tidak jauh juga dari rumah ayah ibu Yuhan
"Yuhan, sudah lama menunggu?" tanya Yangsi
"enggak mam, baru kok, duduk mam, pap" ucap Yuhan
"ini?" tanya Yangsi
"ini Nam, kenalin pap, mam"
"salam kenal" sapa ramah Namjoon
disinilah mereka bertemu dan mulai membahas soal hubungan Yuhan dan Namjoon, menanyakan hal hal kecil, sewajarnya sesosok orang tua menanyakan tentang pribadi pacar anak nya