You Should Be Me

You Should Be Me
131



Yuhan menjelaskan siapa nantinya akan tinggal dirumah itu dan kegiatan apa saja selama di rumah itu


"jadi disini akan ditinggali olehku tapi aku jarang sekali pulang, untuk itu pekerjaanmu disini nanti penjaga dan pengawas utama" kata Yuhan


"ahh, satpam kah?"


"bukan satpam sih, penjaga utama, pengawas lah, yang pegang kendali utama tentang rumah ini kupercayakan kepadamu"


Yuhan menjelaskan pekerjaan Unji dirumah itu sebagai penghuni pertama dan yang utama pastinya, ia ditugaskan menjadi cctv berjalan dirumah itu, satpam utama tapi tidak menjaga depan rumah saja melainkan seluruh luar dalam rumah


"gimana?" tanya Yuhan


"siap nona, aku siap"


"kamu tidak keberatan?"


"tentu tidak, karna pekerjaan itu malah tidak perlu membuatku mikir banyak"


"oh iya bener juga, gak tegang juga ya, santai gitu"


"yap"


lanjut Yuhan bahkan menjelaskan tentang pekerjaan yang ia sebut secret work yaitu pekerjaan sasaengnya


"oh, jadi selama ini?" kata Unji


"iyaa, itu barkot nama pemberitaan viral milik saya, jadi ada 10 orang semua untuk urusan sasaeng itu"


"apa hanya ada mereka?"


"aku juga memindahkan ketiga teman Yuhan dirumah untuk ikut kerumah itu"


"lalu?"


"ya hanya mereka, jadi sekitar 15 orang disini, termasuk kamu dan aku juga"


"ahh baiklah"


Yuhan terakhir menjelaskan untuk pekerjaan ini Yuhan tidak mau mengambil keputusan Unji mau tinggal didalam rumah atau pulang pergi seperti dikantor


"jadi terserah aku nona?" tanya Unji


"iya, terserah, kamu pilih mana"


"aku mau tinggal disini saja nona"


Unji menjelaskan pilihannya tinggal disana karna ia ingin lepas dari kehidupan dan rumah orang tuanya agar lebih bebas saja diluar


kebetulan juga Unji mau mengontrak rumah sederhana tapi karna tawaran Yuhan membuatnya merasa aman sementara ini


"okeh jadi utama pekerjaan disini ter-handle kamu ya" kata Yuhan


"siap, aku sangat siap nona" kata Unji


"okeh, hari ini itu saja"


Yuhan meminta diantarkan kekantornya lagi untuk kembali bekerja, bahkan ia tidak sempat makan siang


"oh ya Unji, nanti malam jemput aku disini lagi ya"


"malam nona?"


"tidak, sore saja, aku balik kerjaan jam empat sore"


"okeh"


Yuhan sampai disana dan bekerja lagi, hingga sorenya saat akan pulang, didepan kantor sudah ada Jijun menunggunya


"Yuhan" sapanya


"loh, iya, aku brlum bilang ya ke kamu? aku balik sama temanku" kata Yuhan


"lah enggak ada kamu bilang, terus aku?"


"yaudah balik saja, bawa motorku"


"yaa yaudah, sampek lama nungguinnya"


"hehe maaf ya Jijun"


"gakpapa lah, aku rela kok, haha"


"Yuhan, mau sama aku kah pergi, kuantar" sapa Kwan


"ahh aku dijemput temanku kok oppa"


"oh, gak bareng lagi?"


"hehe nanti deh kapan kapan"


"kapan kapan terus lama kali, selalu lama ya hehe"


"hehe iya sabar ah"


"iya hehe yaudah kutinggal"


saat Yuhan menunggu lagi, mobil itu datang menjemput Yuhan lagi dan saat akan menuju mobilnya, Hyohoon menahan tangan Yuhan


"apa sih" jawab Yuhan melepaskan tangan Hyohoon


"aku capek ya kamu hindari terus"


"kan bukan aku memintamu" kata Yuhan


"kamu ini cantik tapi punya hati tidak? mikir perasaan orang, aku tidak pernah merasakan apa yang kamu lakukan kepadaku" kata Hyohoon


"lepas Hyo"


"okeh, jelaskan sekarang kenapankamu pergi menghilang tanpa kabar?"


"bukan saatnya, ini kantor, bukan milikmu, ini wilayah kerja, jangan pernah membuatku terusik" kata Yuhan


Yuhan berjalan masuk kearah mobil dan Hyohoon mengejarnya untuk melihat siapa pria dalam mobil itu ternyata ia mengenali nya yaitu Unji


"Unji?" sapa Yuhan


"ya hyung" jawab Unji mengenali juga Hyohoon


Yuhan menutup pintunya dan meminta Unji cepat pergi dari sana, Hyohoon berusaha mengejarnya dengan motornya tapi Unji sudah jauh


"kemana ini? kerumah yang lama?" tanya Unji


"ke kantor Boseo dulu" kata Yuhan


"oh untuk apa?"


"ini sudah kubuatkan kamu surat risent dan berhenti kontrak"


"oh yaudah"


dijalan, Unji penasaran apa yang baru saja terjadi, mengapa ada Hyohoon? kenapa juga meminta berburu buru cepat pergi?


"nona, itu tadi kan Hyo hyung bukan?" tanya Unji


"iya, memang dia"


"kenapa nona menyuruhku cepat pergi, kamu sama dia kan sudah putus? kok ada disana dia?" tanya Unji


Yuhan menjelaskan ia putus dengan Hyohoon memang tidak baik baik saja, karna Yuhan tidak pernah menyukai Hyohoon sekalipun berpacara


Yuhan menjelaskan juga bahkan ia bukan setengah hati menjalani hubungan dengan Hyohoon tapi bahkan Yuhan tidak ada hati sama sekali pada Hyohoon


bahkan Yuhan menjelaskan jika Hyohoon kerja disana


Yuhan sangat terbuka pada Unji untuk saat ini, tentang Hyohoon bahkan Yuhan ceritakan tuntas kepada Unji, Yuhan menganggap Unji pengganti Boseo


jika dulu Yuhan semuanya cerita dan terbuka pada Boseo, tapi kali ini bahkan Unji tau apa yang Boseo tidak pernah tau


mereka pergi ke kantor Boseo beruntung masih bisa bertemu Boseo karna Boseo sudah bersiap pulang


Yuhan masuk tanpa mengetuk dan disambut baik oleh Boseo tapi Yuhan masuk hanya memberikan surat pengunduran diri


"nuna, apa ini?" tanya Boseo


"surat pengunduran diri Dong Eon Ji" kata Yuhan


"ohh kenapa?"


Yuhan menjelaskan jika Unji akan ikut bekerja dengannya tidak lagi di perusahaan ini


Boseo mengiyakannya saja karna ia masih ingat kata ayah ibunya agar mengiyakan apapun permintaan Yuhan


setelah urusan selesai, Yuhan dan Unji balik kerumah Yuhan lalu menjelaskan kepada ketiga teman Yuhan disana


Yuhan menjelaskan semuanya seperti apa yang ia jelaskan kepada Unji sebelumnya


tentang rumah barunya, tentang rumah itu akan jadi kantor secret work nya dan memindahkan semua nya kerumah itu tanpa memberitahu siapapun


"terus rumah ini bagaimana?" tanya Jazlyn


"tinggalkan saja, aku akan membuat tempat perkumpulan setiap bulan untuk para teman organisasi kita"


"waah asik tuh, terus dimana rumah barunya?" tanya Nania


Yuhan memperjelas jika ia meminta agar ketiga temannya jaga penuh rahasia ini, ketiganya menyetujui dengan sangat lapang dada


malam itu mereka pindahan dan memindahkan semua barang, hewan, dan isi yang ada dirumah itu, yaa sedikit menyisahkan beberapa


karna toh di rumah itu masih akan Yuhan pakai bersama kumpulan teman organisasi nya


setelah pindah malam itu, Yuhan menyuruh ketiga temannya memilih kamar masing masing


"kalian pilih deh kamar mana dan langsung istirahat" kata Yuhan


"wooh, pilih? sekamar apa satu satu?" tanya Nania


"satu satu, disini banyak kamar tapi kamarnya tidak terlalu besar, untukku paling besar sudah aku siapkan"


"berapa kamar sih disini, Yuhan?" tanya Misilia


"ada lima kamar diatas, lima kamar dilantai tiga" jawab Yuhan


"lalu lantai bawah ini?" tanya Jazlyn