
karna penasaran Namjoon membukanya dan salah satu barang yang Namjoon ambil karna ia penasaran adalah foto
sebuah foto dalam bingkai tempat foto yang bagus dimana dalam foto itu terdapat Yuhan dengan seorang pria
"siapa? apa dia ada hubungan spesial dengan Yuhan? atau semua barang dalam kotak ini dari dia kali ya, tapi apa mungkin?" gerutu Namjoon
Namjoon tidak percaya karna dalam foto itu terlihat masih sangat muda, padahal mantan pacar Yuhan sebelumnya semua diketahui oleh Namjoon selalu berusia jauh diatas Yuhan
tapi Namjoon seperti tidak asing pada pria dalam foto itu
"ahh tapi dia siapa?" gerutu Namjoon lagi
Namjoon lupa siapa pria itu, dan keburu memasukkan foto nya lagi karna mau mengintip siapa yang masuk kamar itu juga, yang ternyata itu adalah Yuhan
dimana Yuhan malah akan mengganti pakaian nya dan ketika Yuhan membuka baju hampir keseluruhan
Namjoon hampir melihat keseluruhan badan Yuhan tanpa pakaian, jadi ia langsung lanjut bersembunyi lagi
tapi malah Namjoon mendengar langkah itu malah berjalan mendekati arah walk in closed
tapi ketika Yuhan akan memasukkan baju yang sebelumnya ia pake ke dalam tong baju kotor di pintu bagian dalam dari walk in closed nya, Yuhan kaget karna ada Namjoon, Yuhan mendapati Namjoon disana
"Namjoon?" teriak Yuhan
"Yuhan, ssst jangan teriak" ucap Namjoon
"habisan kamu bagaimana bisa disini?"
"aku.. emm, aku tadi ketoilet"
"loh toilet kan disana, kenapa kesini? masak gak paham aku jelasin arah toilet tadi?"
"iya paham, yaa maafin aku Yuhan"
"ahh, kamu, sejak kapan kamu disini? ahh kamu melihat ku ganti baju jangan jangan ya?" tanya Yuhan
"hehe, sedikit, tapi aku tidak lanjutkan melihat kok"
"sedikit, sedikit, tapi melihat kan, ih Namjoon" ucap Yuhan kesal
Yuhan berjalan kearah kasur tidurnya dan duduk disana, Namjoon juga duduk disamping Yuhan
"kenapa memang kalau aku lihat sedikit, kamu saja pernah tidur tanpa pakaian hanya bikini dalam selimut" kata Namjoon
"ahh apa iya?" tanya Yuhan kaget
"iyaa lah, pernah, itu pas waktu di apartemen ku, kamu tidur di sofa, kupindahkan, aku telfon Hyun, tapi Hyun malah lihat kamu tanpa baju dengan baju berserakan dibawa" jelas Namjoon
"astaga apa iya? aku lupa, tapi ingat kok sedikit, lalu bagaimana Hyun?"
"yaa dia menuduhku banyak hal"
"waah kenapa gak bilang kan aku bisa menjelaskan"
"biarkan saja sudah"
"kok biarkan? memangnya kamu gak takut Hyun bilang pada yang lain?"
"aku kenal bagaimana Hyun, ia tidak akan melakukannya kok"
"emm, yasudah lah, yaudah ngapajn masih disini, ayo keluar"
"tunggu dulu" kata Namjoon
"tunggu apa lagi Namjoon? nanti ada yang tau, malah curiga pada kita, menuduh kita pula" kata Yuhan
"iya sebentar dulu, aku mau tanya satu hal saja"
"apa?"
"itu bagaimana bisa bunga itu disini?" tanya Namjoon menunjuk bunga dilaci meja kamar itu
"emm, oh bunga itu, iya aku minta lah sama Hobi"
"Hobi gak tanya tanya kenapa kamu memintanya lagi?"
"tidak, karna aku ganti dengan hadiah lain, aku kasih dia hadia baju bunga dan matahari"
"ohh, kamu kasih kado?"
"emm untuk bunga itu aku dapat lagi"
Namjoon antara harus sedih atau senang, karna disatu sisi ia senang melihat Yuhan mengambil bunga itu, tapi sisi lain ia jadi sedih karna cemburu Yuhan malah kasih kado baru untuk Hoseok
meskipun padahal hari itu juga Yuhan sebenarnya membelikan Namjoon baju juga
"lah hari pas aku kasih Hobi baju sebagai pengganti aku ambil bunga itu, kan aku kasih kamu baju juga" kata Yuhan
"ahh itu, iya memang nya kenapa?"
"emm"
tapi tetap saja Namjoon merasa belum rela karna Yuhan belum bisa mengutamakan nya tanpa melihat orang lain
"yaudah ayo keluar, jangan bikin lainnya curiga" kata Yuhan
"emm"
Yuhan dan Namjoon keluar dan mereka kembali bersama member dan staff di ruang tamu rumah Yuhan
membahas banyak hal lagi disana hingga sore, barulah semua member bangtan termasuk staff nya berpamitan
"ini sudah sore, Yuhan nuna, makasih sudah menjamu kami dengan baik" kata Seokjin
"ahh pasti, nanti kalian mampir kesini saja kalau ada lewat daerah sini"
"siap deh nuna"
"eh Jekey, kamu mau bawa snack itu?" tanya Yuhan
"ahh tidak kok nuna, hehe maaf ya nuna" kata Jungkook
"loh gakpapa, bawa semua ini, buat kalian di dorm"
"ehh jangan Yuhan" kata Namjoon
"biarkan saja, disini gak ada yang suka makanan camilan" kata Yuhan
"ahh serius nuna?" tanya Jungkook
"yaa bawalah"
semua dibawakan oleh Yuhan pada member bangtan untul semua snack disana
bangtan pun pergi, Namjoon selama perjalanan memikirkan banyak hal tentang Yuhan dan perasaannya
ia merasa banyak peluang pintu terbuka untuk nya dari Yuhan karna mengingat bagaimana Yuhan dibeberapa kesempatan membuatnya jadi merasa di anggap lebih dari seorang teman kerja atau teman biasa tapi beberapa hal ada membuatnya harus berpikir ulang
pikiran Namjoon sekarang bercabang dimulai dari Boseo yang tadi menjelaskan bahwa Nam adalah nama panggilan kesayangan Yuhan pada Namjoon
kesayangan yang artinya ya Yuhan sayang kan pada Namjoon
terutama pikirannya soal bunga itu, bunga yang Yuhan memang sudah ambil dari Hoseok hanya karna menghargai pemberian Namjoon
tapi masih ada pada pikirannya, siapa pria yang ada dalam foto bersama Yuhan tadi yang ia temukan disana
Namjoon berusaha melupakannya, karna ia tidak mau terlalu memikirkan hal jauh diluar pikirannya cukup ia mecari cara bagaimana ia mengatakan perasaan nya kepada Yuhan tapi tanpa Yuhan menolak
karna itu yang ditakutkan Namjoon bahwa Yuhan akan menolaknya
malamnya..
Boseo kembali datang bersama sang pacar, Yuhan menyambutnya lagi..
"ayo masuk, masuk" ajak Yuhan
"makasih nuna" ucap Naryu
"yaa, eh Bo, buatkan lah minum" ucap Yuhan
"iya bentar" kata Boseo
Yuhan awalnya biasa saja mengobrol dengan Naryu, Naryu menanyakan soal apa hubungan Yuhan dengan bangtan
"oh ya nuna tadi kenapa ada bangtan ya?" tanya Naryu
"ahh iya mereka ingin main kesini, melihat lihat peliharaanku"
"ohh memang apa hubungan kalian?"
"saya kerja staff nya mereka"
"oh ya?"
"emm, staff pemotretan saja, jadi tidak begitu banyak dibutuhkan kecuali ada photoshot"
"ahh"
Yuhan menjelaskan soal pekerjaannya dengan bangtan tak lama Boseo datang
"waah udah pada kenalan ya?" sapa Boseo
"ahh belum sih, tadi malah kita bahas kerjaan aja tiba tiba ya" ucap Yuhan
"lah iya ya, lupa berkenalan malah bahas kerjaan" jawab Naryu
"laah gimana bisa kalian"