You Should Be Me

You Should Be Me
169



"waah senang bertemu denganmu paman" jawab lagi Yuhan


"emm Heechul, dia masih sekolah? kok gadis sekolah dasar kamu bawa?" tanya ayahnya lagi


"ahh, appa, bukaaan, dia bukan gadis sekolah loh, amma sudah kubilangi tidak bilang kepada mu kah pa?" bisik Heechul malu pada Yuhan


"oh ya? berapa usiamu nak?" tanya ayahnya lagi pada Yuhan


"saya 28 tahun paman" jawab Yuhan


"oh serius? waah terlihat sangat muda"


"haha terimakasih paman" jawab Yuhan


setelah percakapan disana, karna ayahnya harus pergi, jadi tinggallah Yuhan dan Heechul disana berdua


"ahh maafkan appa ku ya" kata Heechul


"haha iya santai, aku sering di sangka masih anak kecil kok"


"hehe awet muda"


"padahal make up ku tebal kan ya, kalau anak sekolah mana bisa pakai make up"


"iya karna tinggi badan mu mungkin"


"ahh, postur tubuh ya"


"iya itu"


mereka lanjutkan makan, lalu pergi kembali kekamar Heechul..


"mau kemana? aku antarkan ya kalau pulang" kata Heechul


Yuhan bingung mau minta antarkan kemana


jika kerumahnya, kan rumahnya privasi bahkan dari siapapun termasuk idol sedangkan Heechul masuk satu idol yang di awasi oleh secret work


jika ke apartemen Namjoon, takutnya malah Heechul tau itu apartemen Namjoon dan jadi curiga apalagi kan Yuhan statusnya bekerja dengan bangtan, akan mudah di curigai jika ada hubungan bahkan sampai berani datangi apartemennya


kepikiran saja meminta antarkan ke apartemennya saja, meskipun ia tidak memiliki rencana ke apartemennya buat apa apa, tapi setidaknya disana lah ia bisa diantarkan Heechul dengan aman tanpa ada curiga curiga


"di apartemen ku saja" kata Yuhan


"oh boleh, aku antar ya, bersiap siaplah"


"okeh"


mereka bersiap siap dan akan pergi, sampai di pintu utama, mereka berpapasan dengan kakak perempuan Heechul


tapi kali ini kakak perempuan Heechul tidak kaget seperti ayah ibu Heechul karna postur dan wajah Yuhan


"ahh Yuhan, ini nuna ku" kata Heechul


"hai, temannya Heechul yaa?" sapa kakak perempuan Heechul


"salam kenal eoni, saya Yuhan" sapa Yuhan


"salam kenal balik, senang bisa kenal dengan mu"


"haha terimakasih, saya juga"


"sekolah di SMP mana?" tanya kakaknya


Yuhan melirik kearah Heechul sambil tertawa kecil dan Heechul malah jadi malu


"nunaaa, dia bukan anak masih SMP loh" kata Heechul


"loh, SMA?"


"bukaaaan nuna, waah nuna bikin aku malu" bisik Heechul pada kakaknya


"ya masak SD, kan gak ya?"


"dia gak sekolah nuna"


"ya disini berarti gak sekolah lah"


"nuna, dia memang sudah tidak sekolah"


"loh kenapa? putus sekolah? sayang sekali loh"


"nuna" teriak Heechul kesal


"apaaa"


"dia tidak sekolah, dia usianya 28 tahun, apa mungkin masih sekolah, ayolah, amma dan appa tadi sudah cukup mempermalukan ku didepan dia" ucap Heechul pelan


"gakpapa kok oppa, aku memang sering mengalami ini hehe" kata Yuhan berbesar hati


"haha iyaa.. tidak apa apa kok"


"maafkan aku ya" sambar kakak perempuan Heechul


"ahh tidak apa apa eoni, aku santai banget kok hehe, malah enak diamggap masih muda ya kan hehe"


"nah, betul, gitu maksudnya aku dan amma appa ku hehe, kan terkesan masih muda ya hehe"


"haha betul eoni"


Heechul senang melihat kakaknya bisa dekat dan baik pada Yuhan, karna kakaknya terbilang introvert alias pendiam dan terbilang susah dekat dengan orang baru


tapi karna menurut kakak Heechul tersebut Yuhan cukup asik untuk mengobrol dan Yuhan memang mudah dekat dengan orang orang


apalagi ia pengalaman berteman dengan orang yang memiliki sifat introvert (yaitu Aekyo)


"bibi, eoni, makasih ya sudah di kasih izin istirahat semalaman, makan paginya juga bibi makasih, waah banyak merepotkannya ya" kata Yuhan


"Yuhan, iya itu nama kamu kan ya?" kata ibunya


"iya bi, Yuhan"


"ahh, Yuhan, kapan kapan boleh kalau main lagi datang kesini"


"waah makasih bi"


"Yuhan boleh minta nomor hapemu?" tanya kakak Heechul


"bisa eoni"


Yuhan memberikan nomor hapenya pada nuna nya Heechul, Heechul kaget karna bisa sampai meminta nomor telfon, padahal pada pacar Heechul saja sampai sekarang ini, kakaknya sedikit dan jarang menyapa apalagi mau minta nomornya


"masuk ya"


"iya ini kah nomormu eoni?" tanya Yuhan


"iya itu"


"makasih eoni, kabar kabaran lagi deh nanti ya"


"siap, makasih Yuhan"


"ngapain sih nuna minta nomor dia?" tanya Heechul pelan


"gakpapa dong, aku kan bukan pria, aku perempuan, bisa lah buat curhat, dia baik dan asik, aku suka, mending kamu pacaran sama dia, daripada dengan pacarmu itu"


"sssst, kamu ini, jangan begitu ah" kata ibunya


"ya bener kan ma, baik kan dia ma, mendingan mana, dia lah, daripada tuh pacarnya Heechul"


"iya sih, pacarmu pencemburu sekali, berlebihan, gak asik" kata ibunya


"sudah lah nuna, sama saja ma amma loh" jawab Heechul


Yuhan pun berpamitan pergi, Yuhan tidak lupa berterimakasih juga kepada ibu Heechul karna tumpangan istirahatnya dan juga makan pagi tadi


selama dalam perjalanan, Heechul berpikir apa dia mengatakan saja perasaannya pada Yuhan hari ini juga?


mengingat ia dapat dukungan penuh dari kakak nya, bahkan ibunya juga menyetujui, Yuhan sangat dekat hanya dengan sekali bertemu dengan keluarga nya membuatnya jadi yakin


akhirnya Heechul memutuskan menyatakan perasaannya hari itu didalam mobil itu


"Yuhan.." sapa Heechul


"ya oppa" sapa Yuhan yang masih bermain hapenya


Heechul meminggirkan mobilnya dan diam dipinggiran jalan untuk bicara dulu agar fokus


mulailah Heechul mengungkapkan perasaannya, bahwa ia suka pada Yuhan bahkan mengatakan ingin menjadi pacar Yuhan


Yuhan menatap kedua mata Heechul disana


"kamu serius?" tanya Yuhan


"serius, aku menyukai mu, berapa kali kita jalan, kita lebih dekat dari sebelumnya, aku serius, menyukai mu dan ingin jadi pacarmu" kata Heechul


Yuhan bingung, menerima nya tapi ia milik orang lain, ia bahkan hampir sepenuhnya milik Namjoon karna sudah bertunangan


yang artinya masuk 80 persen sudah milik Namjoon, sisanya hanya tinggal menikah


tapi ditolak, Yuhan sudah mulai nyaman karna sikap Heechul sama dengan sikap mantan mantan nya sebelum ya yang memperlakukannya dengan sangat spesial dan istimewa secara bersamaan


yang bahkan itu yang tidak pernah ia dapatkan dari sikap Namjoon selama berhubungan dengannya


ditambah akhir akhir ini, Namjoon dan Yuhan sama sama sangat sibuk jadi jarang jalan berdua, dan terakhir karna waktu itu Yuhan sempat mengajak menikah Namjoon tapi ditolak secara halus membuat Yuhan sedikit memgurang perasaannya kepada Namjoon


dan akhirnya jawaban Yuhan adalah menerima nya