
"pasti Boseo, kelakuan dia ini yang kemarin aku dengar dia bahas lamar lamar itu pas dirumah Naryu" gerutu Yuhan dalam hatinya
"sayang? jangan lah diam" ucap Namjoon
"ahh iya sayang maafkan aku, iya kenapa?"
"gimana loh?"
"soal tunangan? iya aku mau" jawab Yuhan
"sayang serius?" tanya Namjoon
"iya, eh tapi bukannya tunangan ada keluarga?"
"gak juga, kan bukan menikah, kita hanya perlu mengabari saja untuk pertunangan itu"
"kabari siapa?"
"ya ayah ibuku dan ayah ibumu"
"kamu kabari ayah ibumu bahkan ajak gak masalah, terserah, aku welcome tapi kalau lainnya, tidak usah, mending kita berdua saja"
"iya udah berdua saja ya, biar nanti aku akan menghubungi ayah ibuku saja"
"iya itu aku setuju"
Yuhan benar benar menerima Namjoon melamar nya sebagai tunangan meskipun belum ada apapun misalkan cincin atau lainnya sebagai simbol karna waktu mereka juga sangat mepet dengan kerjaan hari itu
"tapi aku janji nanti aku belikan cincinnya biar sekalian ketemu orang tua"
"iyaa sayang, sempat nya kita saja lah, kerjaan kita akan begitu banyak" kata Yuhan
sekitar jam tujuh, Namjoon persiapan untuk pergi ke dorm sementara Yuhan masih di apartemen itu
"aku pergi ya sayang" kata Namjoon
"sama siapa?"
"sama Hyun, dia sudah akan sampai jadi sekalian aku ke parkiran saja biar langsung jalan"
"yaudah, byebye"
"byebye"
Namjoon pergi, Yuhan diam dan melihat dari arah jendela tempatnya masih duduk tadi bersama Namjoon, melihat kearah luar dan menatap kearah jauh sekali
selama empat jam, Yuhan hanya diam seperti itu, memikirkan banyak hal setelah kejadian kemarin
tapi waktu menunjukkan pukul 12 siang yang artinya Yuhan harus mulai bersiap siap untuk pergi ke agenci mulai bekerja
setelah siap, saat akan keluar, seorang staff menyapa nya dengan ramah
"selamat siang nuna" sapanya
"siang" sapa balik Yuhan
tapi Yuhan tanpa menyapa lebih lanjut ia pun pergi, staff juga pergi karna memang menyapa dengan ramah saja, staff itu staff yang mengantarkan dan membawakan barang barang Yuhan beberapa hari lalu saat Yuhan baru pulang dari jepang
setelah pergi, sesampainya di tempat kerja, tidak banyak dikerjakannya, hanya beberapa pekerjaan karna ia juga baru datang dari jepang
Yuhan mulai bekerja, membukan komputer di meja kerjanya dan juga membuka laptopnya
memindahkan beberapa foto dari galeri kamera ke komputer dan laptop
mengurus semua per-foto-an dari bangtan seminggu pertama dijepang, karna harus ditata rapi secara harinya
tengah mengurus, pekerjaan mulai berdatangan
"Yuhan, untuk minggu awal di jepang kirim hari ini langsung ke kompter utama kantor ya" kata Haneul
"oh, bisa bisa, terus siapa mengurusnya?"
"dengan Tan oppa"
"oh okeh"
"Yuhan eoni" sapa Sunmi baru datang
"yaa?"
"ini buat lampiran kemarin katanya lampiran bulanan masuk sebulan di jepang" kata Sunmi
"oh gitu? yang 10 harinya?"
"tidak usah masuk tulisan lampiran kok, karna tertulis perjalanan"
"oh baiklah, tulis perjalanan yaa"
"hai Yuhan eoni" sapa staff
"yaa?"
"bisa kah kamu kirimkan dari komputer mu foto yang beberapa bulan lalu, untuk di editing" sapa staff editor
"oh kenapa tidak kemarin membukanya, buka lah sendiri"
"aku baru dapat perintah semalam tadi sih makanya alu bilang siang ini biar ketemu kamu dulu"
"oh yaudah, sini, ini sudah ready, aku pergi dulu ke ruangan Kwan oppa"
"okeh, aku duduk disini yaa?"
"yaa"
Yuhan pergi keruangan Kwan mengurus kegiatan laporan harian selama di jepang
"hai Yuhaaan" sapa Kwan
"hai oppaa" sapa balik Yuhan
"ahh lancar oppa, banyak kegiatan padat, tidak sempat jalan menikmati layaknya liburan, karna memang bukan buat pergi liburan sih haha"
"loh gak pergi kemana mana sama sekali?"
"ya pergi, pas mau pulang saja kan"
"oh iya kupikir gak pergi sekalipun, kalau gitu pergi lah"
"iya itu sih maksudnya, eh gimana, apa laporannya?"
"ini oppa"
setelah mengurus laporan per-hari-an di jepang, Yuhan kembali ke meja nya mengerjakan beberapa kerjaan
setelah pekerjaan selesai sekitar jam enam malam, Yuhan pun bersiap siap untuk pulang
selesai semua, meninggalkan meja, berjalan kearah lobi agencinya dan akan pergi, tapi ternyata Kwan dengan salah satu staff
"Yuhan" sapa Kwan
"iya oppa?"
"tunggu"
"okeh"
Kwan menyelesaikan urusannya dan menyapa Yuhan
"kenapa oppa?" tanya Yuhan
"pulang bareng kita" kata Kwan
"ahh?"
"pulang bareng, kan dah lama gak pergi balik bareng loh"
"hahah iya sih, emm tapi aku gak balik ke rumah"
"kemana?"
"ke apartemen"
"apartemen?"
"emm, eh.. itu, iya sih apartemen"
"dimana? di apartemennya?"
"ehh aku tinggal sama temanku sih, gak netap, cuma sering kesana saja"
"ahh, lagi ingin santai diluar rumah ya"
"haha iya"
"yaudah gak perlu aku antar ini?"
"tidak deh, makasih ya tawarannya, jadi gak enak"
"ya gakpapa lah"
"nanti kalau balik aku kerumah lagi, aku kabari saja"
"oh beneran ya"
"siap, palingan berapa hari lagi kok"
mereka pulang masing masing, tidak mungkin Yuhan pergi bersama Kwan karna ia akan balik ke apartemen Namjoon
Yuhan balik ke apartemen, tapi Namjoon tidak, karna Namjoon harus aktif di dorm kembali
baru sampai apartemen, membuka lift, Yuhan masuk lift dan naik ke lantai kamar Namjoon, lift terbuka kembali, baru juga keluar dari lift, staff yang tadi menyapa, menyapa Yuhan lagi
"nuna, selamat sore" sapanya
"sore juga" sapa Yuhan tersenyum tapi lanjut masuk ke kamarnya
itu berjalan selama beberapa hari kedepan dimana Yuhan tidak pernah pulang kerumahnya untuk waktu yang cukup lama
ketika saat Yuhan akan balik kerumahnya lagi untuknya mengambil beberapa pakaian bersih dan memberikan pakaian kotornya di laundry langganan nya
sampai dirumah disapa ketiga temannya
"Yuhan, kamu kok jarang pulang?" tanya Misilia
"emm, iya, aku banyak kerjaan setelah dari jepang"
"oh, memangnya kamu tinggal dimana? di dorm kah?" tanya Misilia lagi
"tidak, di apartemen temanku"
"ahh, kenapa kamu jarang balik? kemarin Bo datang mencarimu" kata Nania
"apa katanya?"
"gak ada, cuma mau main saja, pas datang lagi keduanya gak ketemu kamu masih, tapi dia hanya pas lewat saja" jelas Nania
"aku lagi ingin tenang saja, oh ya, aku balik ke apartemen lagi ini, bajuku sudah ku kirim ke laundry, biasa tinggal terima, sudah kubayar semua kok, nanti kalau selesai kabari aku ya"
"oh, siap, jadi balik lagi kamu pergi ini?" tanya Jazlyn
"iya, titip rumah loh ya, diurus dengan benar kan baby baby ku?"
"iya lah Yuhan, semua urusan aman terkendali" kata Jazlyn
"ular? memberikan makan dari luar?"