You Should Be Me

You Should Be Me
306



"beli kebutuhan kita mingguan, sabun cuci sabun mandi habis, sekali pakai sudah habis" jelas Yuhan


"pergi sendiri pig, biasanya bisa"


"ya mana bisa, sama kamu kalau banyak, aku butuh beli kebutuhan Taeyin juga"


"oh yaudah sama Taeyin berarti"


"ya jangan, ribet nanti, belum bawa barang kita beli pasti banyak"


"lah terus katanya tadi beli kebutuhan Taeyin juga?"


"ya gak harus dibawa Taeyin nya, dia juga tidak bisa milih"


"yaa terus Taeyin?"


"titip ke amma Munha atau mam Yangsi, atau juga ke mama kamu"


"oh gitu? yaudah ke mama aku saja"


"yaudah, mulai besok pagi dititipnya ya"


"lah kan masih lusa belanjanya?"


"iya biar malam nya sama mama kamu, nanti besok paginya kita enak pergi nya"


"yaudah aku nginep juga di rumah mama lah"


sedikit hampir Yuhan menyerah, ia menarik napasnya dan melepasnya perlahan


nyatanya mereka akhirnya datang kerumah mama Taemin berniat untuk menitipkan anak malah yang ada ya mereka harus menginap juga karna Taemin memaksa menginap


besok paginya..


"ayo pig" ajak Yuhan


"oh pergi sendiri saja ya pig, aku mengurus dia"


"Taeyin kan ada neneknya?"


"gak tega ditinggal"


rencana Yuhan gagal lagi karna Taemin tetap tidak mau meninggalkan anak mereka meskipun aman bersama sang nenek dari Taemin sendiri


"loh kalian gak jadi pergi? katanya mau nitip?" tanya ibu Taemin


"tidak tau ini Yuhan, pergi sana kalau mau pergi, aku jaga anak sendiri ada mama juga"


"gak jadi"


"loh, kabutuhan anak mau beli katanya?"


"ada sih masih, cukup banyak"


"gak jadi dong?" tanya ibu Taemin


"iyaa ma" jawab Yuhan


Yuhan bersabar, ini belum seberapa dari perjuangannya, masih ada cara lain yaitu menitipkan kepada Munha


hari berbeda kembali dimana Yuhan mengajak suaminya menitip kan kepada ibu kandungnya yaitu Munha, berharap kalau di titipkan ke orangtua Yuhan, Taemin akan sungkan kalau mau menginap


tapi malah gagal lagi, karna Taemin masih tidak mau pergi dan merasa tidak tega sampai meninggalkan sang anak


Yuhan merasa ini percobaan kedua nya yang gagal, ada jurus ampuh terakhir, Yuhan pikir, Taemin sangat menghargai sosok ibu angkat Yuhan yaitu Yangsi, cukup dekat dengan Yangsi ditimbang pada Munha atau bahkan ibu kandungnya karna cocok saat mengobrol Taemin dengan Hongjuan dan Yangsi


mereka menitipkan anak lagi kepada orangtua angkat Yuhan sayang lagi lagi kalah dengan Taemin lagi, karna Taemin masih tidak mau melepaskan Taeyin sedetik saja


beberapa cara lainnya sudah mulai dicoba tapi selalu gagal, hasilnya selalu Taemin tidak mau meninggalkan sedikit saja perkembangan sang anak


bingung lagi mau dengan cara apa, Yuhan akhirnya menelfon Boseo dan Naryu, meluangkan waktu bertemu dan tiba saat ketemu, barulah Yuhan mulai menceritakan semuanya kepada mereka berdua


"astaga? segitunya ya?" tanya Boseo


"aduh, susah, kamu lagi mengalami baby blues kalau kalau orang luar luar negri" jawab Naryu


Naryu menjelaskan yang dialami Yuhan adalah babyblues atau sebuah perasaan dibatas wajar dan hanya karna merasa kurang bisa merawat anak lebih baik saja


tentu saja karna bagaimana mau mengurus anak dengan baik, Taemin mengambil alih semuanya, Yuhan bisa apa


akhirnya Boseo memberikan saran


"menurut aku nuna, tinggalkan sekalian saja Taemin dan Taeyin" jawab Boseo


"hei, apaan kamu?" tanya Naryu


"loh gak gitu ninggalinnya maksudnya, misalkan ya tinggal seharian penuh gak pulang nunanya gitu"


Boseo menjelaskan, ia memberi saran agar Yuhan meninggalkan Taemin, bukan meninggalkan dalam arti cerai dan sebagainya, tapi meninggalkan semuanya biar di handle sendiri oleh Taemin, apakah bisa atau tidak


Yuhan setuju atas itu, ia berharap cara ini berhasil membuat Taemin menyadari, Yuhan butuh diperhatikannya juga


Yuhan akhirnya memutuskan untuk diam, tanpa menyapa Taemin sama sekali


dari pagi biasanya Yuhan mengucapkan selamat pagi, sekarang tidak, Taemin masih tidak menyadari ia tidak dapat ucapan selamat pagi padahal dulu sebelum Taeyin lahir, Taemin selalu mempermasalahkan hanya karna Yuhan tidak mengucapkan selamat pagi kepadanya


merasa gagal, Yuhan bersabar lagi, ia tidak lanjutkan membuatkan makan pagi suami, sampai makan siangnya dan Taemin melihat meja makan terus kosong dari pagi, ia tidak marah, malah yang ada memesan makanan online


tak lama pesanan datang, Taemin memang tidak memesankan sendiri tapi ia juga memesankan Yuhan juga, setidaknya ada lah sedikit perhatian


Yuhan melihat Taemin menyiapkan makanan dimeja makan sendiri, ia tidak mau menyapa, ia menahan untuk menyapa Taemin


"pig, itu di meja makan, bungkusan kotak makan buat kamu makan, kamu tidak masak kan?" ucap Taemin


"iya, capek mau masak"


Yuhan kembali merasa gagal lagi, dan ketika masuk sore, Taemin melihat pekerjaan dirumah sama sekali tidak tersentuh, mulai dari pakaian kotor belum tercuci, rumah belum disapu, kaca kaca belum dibersihkan, semua pekerjaannya intinya dirumah itu


bukannya marah, Taemin lagi lagi memakai jasa online memesan pembersih online atau cleaning servise secara online


"pig, dapur, ruang tamu, ruang televisi, kamar tamu, kamar anak, semua beresin sama cleaning online kupesan, kamar mau dibersihkan, keluarlah sebentar" kata Taemin


"kamu pesan cleaning online?"


"iyaa, ayo keluar dulu, ini orangnya"


Yuhan melihat itu semua juga jadi kesal karna pasti gagal lagi artinya, hingga jurus terakhir yaitu malamnya..


Yuhan memutuskan tidur di kamar tamu, tidak dikamarnya, sampai tengah malam, Yuhan tidak mendapati Taemin mencarinya, Yuhan mengintip diam diam dan melihat apa yang dilakukan Taemin yang ternyata yaa dia tidur bersama Taeyin di kamar Taeyin, melupakan Yuhan disana


semua cukup membuat Yuhan geram..


esok paginya..


Yuhan memutuskan diam diam pergi kerumah Yangsi Hongjuan tanpa pamit kepada Taemin


disana Yuhan menjelaskan semuanya kepada kedua orangtua angkatnya, Yangsi Hongjuan kaget juga melihat kelakuan Taemin, karna mereka tidak pernah mendengar cerita seperti itu sebelumnya terjadi


"sebegitunya suami kamu? pap heran sih kalau memang bener" jawab Hongjuan


"ya sebelumnya mam dan pap gak pernah dengar cerita begitu?" tanya Yuhan


"gak ada sih, teman teman pap dan mam tidak ada segitunya" jawab Hongjuan


"sebenernya ya ada beberapa mengalami begitu tapi untuk melihat langsung ya tidak pernah sih" jawab Yangsi


"tapi memang ada kan begitu? bukan berarti gak cinta lagi?"


"bukan deh, hanya sindrom deh sepertinya"


"bukan berarti sudah bosan apalagi tidak cinta lagi?"


"kamu coba tanyakan ini ke amma Munha dan appa Hajun, mereka kan pernah mengalami hamil diusia seperti kamu, kalau mam kan sudah sangat tua dapat anak, jadi sudah dewasa dan lebih baik lagi mengurus" jelas Yangsi