
Yuhan pun mencari Hyunsoon untuk pulang diantarkan Hyunsoon
karna Hyunsoon pakai mobil, karna kan mobil Namjoon yang bawa Hyunsoon
saat Hyunsoon masuk mobilnya lebih dulu, Yuhan masuk ke jok mobil depan, Hyunsoon kaget karna kan biasanya Yuhan yang dibelakang, karna bagaimana pun Yuhan pacar dari Namjoon
"Yuhan.. kok masuk sini?" tanya Hyunsoon
"lah kenapa?"
"ya gak dibelakang?"
"disini saja lah, enakan"
"kan tapi kamu kan pacarnya Namjoon hyung, masak duduk depan sama aku yang cuma staff nya Namjoon hyung?"
"lah kenapa? aku juga staff kan? malah aku dibawahmu"
"iya juga sih"
"udah lah santai aja kalau aku mah"
mendengar itu, Hyunsoon berpikir jika itu hal pernah dikatakan Namjoon, Namjoon tidak masalah mau staff atau idol atau siapa, dia tidak masalah mau duduk depan, karna menganggap kan Hyunsoon sama sama manusia
yang artinya tidak membedakan level kasta dari sebuah pekerjaan kan, padahal posisi nya kan Namjoon seorang idol besar, sementara Yuhan, Hyunsoon ketahui sendiri bahwa Yuhan bukan dari kalangan biasa saja
Hyunsoon merasa ini satu hal yang cukup besar membuatnya merasa jadi yakin jika Yuhan dan Namjoon memang cocok dan ada jodoh
"ini pergi kemana kamu pulang?" tanya Hyunsoon
"ke apartemen Namjoon saja lah, aku mau kesana saja soalnya nanti malam ibu Namjoon datang sama adik sepupu Namjoon"
"ahh"
"oh ya, termasuk, baru ini ya kita pulang berdua" kata Yuhan
"oh iya juga sih ya, baru sadar aku karna biasanya bertiga sama Namjoon"
"nah itu, ayolah bahas soal percintaan mu Hyun, kamu kan sudah tau kisah percintaan ku bagaimana"
"hehe iya sih, tapi apa, kisah percintaan ku?"
"ya gak tau kamu, masak se-tua ini belum berpacaran?"
"berpacaran sih ya pernah, tapi dah lama, pas SMA terakhir"
"oh ya? terus gak nyari lagi?"
"nyari gimana aku saja sibuk kerjaan menumpuk tiap hari"
"lah kok gitu"
"kan memang iya kan, kerjaan sibuk, setiap hari ngurus idol besar, mikirin nyari pacar, dianggurin tiap hari kasihan"
"lah kamu gak lihat aku gimana sama Namjoon?"
"hehe iya juga ya"
"lah iya memang, lihatlah, ketemu jarang, sekali ketemu main sembunyi sembunyian dengan yang lain"
"tapi keluarga masing masing kenal kan udah?" tanya Hyunsoon
"iya juga sih"
"nah itu utama, penting mah keluarga aja dulu yang tau dan mendukung"
"iya bener bener, apalagi keluarga Namjoon welcome banget, baaaaaik banget kan"
"iya sih, eh bicara keluarga, maaf nih sebelumnya, kalau aku singguh ya Yuhan"
"emm, apa?"
"aku sudah tau sih cerita soal kamu dan keluargamu"
"iya, Namjoon kan yang bilang, Namjoon sudah mengatakan padaku kalau cerita padamu"
"iya dari Namjoon hyung, eh tapi aku gak bahas itu sih, maksudnya gak bahas orang tuamu, tapi aku mau bahas soal adik deh, kamu punya adik laki laki kan ya?"
"iya, adik dari orangtua angkatku"
"kalau orang tua kandung?"
"gak tau baru ketemu mereka kan"
"oh ya juga sih, eh tapi kamu dekat sama adikmu itu?"
"adik laki lakiku?"
"iya, siapa itu, Boseo ya?"
"iya Boseo"
"beda berapa tahun?"
"empat tahun, dia kelahiran 1994, sama dengan Namjoon, makanya aku sedikit ragu ketika menerima pacaran dengan Namjoon"
"ahh, haha iya karna sama dengan umur adik berasa pacaran sama adik ya?"
"haha beberapa hal sih, eh tapi aku boleh gak cerita sih?" tanya Hyunsoon
"lah ya boleh lah, cerita saja lah" jawab Yuhan
Hyunsoon mengatakan ia memiliki kakak juga empat tahun diatasnya, tapi kakaknya laki laki
jadi ia merasa sama seperti Boseo, anak kedua dan ada jarak usia empat tahun dengan anak pertama
Hyunsoon pernah pacaran juga dengan gadis berusia sama dengan kakaknya itu, tapi kakaknya selalu menolak berpacaran dengan gadis berusia sama dengan Hyunsoon
"oh ya? lalu kriteria suka sama yang gimana kakaknya?" tanya Yuhan
"maaf nih Yuhan ya, bukan menyinggung, kakak ku sama denganmu suka yang lebih tua"
"ahh iya kah? suka gadis lebih tua berarti?"
"iyaa"
"kenapa?"
Hyunsoon menceritakan jika kakaknya trauma berpacaran dengan gadis yang sama usia dengannya
ia pernah berpacaran dengan gadis yang usianya sama dua kali tapi dua duanya meninggalkannya tanpa alasan yang jelas
"ahh sedih sekali" kata Yuhan
"karna dia sudah dua kali mengalami itu, makanya dia selalu menolak siapapun gadis jika usianya sama dengannya atau dibawahnya"
"iya kasihan sih ya, tapi kamu kandung kan sama dia?"
"kandung lah, masak tiri"
"ya siapa tau kan, aku kan mengalaminya, maklum lah"
"iya aku paham kok"
"tapi kamu dekat juga sama dia?"
"cukup dekat sih, kami sama sama memiliki gengsi tinggi jadi susah mau dekat banget"
"ahh, aku sama adikku sangat dekat sih" jawab Yuhan dengan wajah sedih
"hemm, kamu dekat banget tapi ternyata gak kandung, lah aku kandung tapi saling gengsi, gimana tuh"
"haha iya juga, oh jadi kamubini punya kakak laki laki?"
"iya punya, diatasku juga empat tahun"
"diatasmu empat tahun, tapi kamu berapa tahun lahirnya?"
"aku dibawa Namjoon hyung setahun, aku 1995"
"oh berarti kakakmu masih dibawahku sih"
"iya, dia 1991"
"ahh, baru tau aku, kamu ada kakak juga, berapa bersaudara?"
"aku dan dia saja, hanya berdua dan sama sama gengsi, sepinya gimana kan, bayangin tuh, mending kamu lah bukan kandung tapi dekat banrt bisa jadi sahabat kan pas tau itu bukan adikmu"
"bener sih"
Yuhan jadi kepikiran soal Boseo, satu pelajaran dari Hyunsoon yang termasuk memiliki sebuah masalah dalam hidupnya dengan keluarga
meskipun tidak seberat masalah Yuhan, tapi Hyunsoon memiliki cerita sedikit kekurangan dari hubungannya dengan sang kakak
"kamu tersinggung ya? maafkan aku Yuhan?"
"tidak kok, aku kepikiran saja pada Boseo, sejak aku tau kami bukan kandung, aku menjauhi nya bahkan memusuhi nya"
"lah jangan dong, kasihan, bagaimana juga kalian sangat dekat"
"lah itu, darimu aku belajar lagi, berpikir ulang"
"eh tapi aku kenalin nanti gimana sama kakakku"
"boleh itu, tambah teman kan, asik, jadi pengen tau sama kakakmu, kenalin bener ya, siapa tau sama aku mau hahai" jawab Yuhan
"ah apaan, kaga akan mau lah"
"lah kenapa?"
"kamu terhitung sama kan usianya dengan dia"
"ya siapa tau, Namjoon saja cinta banget kan sama aku"
"eh iya juga sih ya"
"haha bercanda kok aku, aku udah ada Namjoon kan, serius dan tulus sama dia tuh"
"haha iya ya, memangnya kamu serius banget sudah yakin ya?"
"yakin, sangat yakin aku"