You Should Be Me

You Should Be Me
38



"Yuhaaan.. apa yang membuat tidak bisa? okeh, aku akan tanggung biaya kamu semuanya" kata Hyohoon menyentuh lengan Yuhan


Hyohoon terus memaksa bahkan dengan kekerasan membuat Yuhan malah jadi kesakitan


"berhenti, aku akan panggil temanku" kata Yuhan


"okeh, aku bicara baik baik, kenapa kamu menolakku, aku bahkan jauh dari pacar mu, aku lebih muda, lebih kaya, lebih tampan" kata Hyohoon


"Hyoo, kita berteman sudah cukup kan"


"tidak, tidak cukup, aku bilang, aku mau jadi pacarmu, tidak peduli jadi ke dua, ke tiga, ke berapa juga"


"Hyo, jangan gilaa, kalau begini, aku akan bilang masalah ini kepada pacarku"


"bilangkan sudah, aku tidak takut pada pria tua itu"


"Hyoo" teriak Yuhan kesakitan karna Hyohoon semakin kencang meremas lengan Yuhan


seketika itu Jazlyn berlari kepada Yuhan, barulah Hyohoon pergi dari rumah itu


"apa, ada apa Yuhan?" tanya Jazlyn


"iya kenapa kamu teriak?" tanya Nania


"dengarkan aku ya, buat kalian, kalau dia datang pas kalian tau, jangan pernah kasih izin masuk" kata Yuhan


Yuhan menjelaskan siapa pria baru saja, dan kedua temannya jengkel juga, akhirnya mereka berdua lebih waspada dengan pria tadi, dan memulai menandai wajah dan nama Hyohoon


tiba salah satu situasi, dimana beberapa orang sibuk, juga banyak yang diluar rumah


Yuhan lupa jika ia sedang berurusan dengan Hyohoon masalah kemarin jadi lupa mengunci pagar gerbang


tapi karna Yuhan kebetulan di kandang singa, kebetulan kandangnya dekat sekali dengan gerbang, seseorang datang menyapa


"nona.. saya mau kirim laporan berkasnya kantor" kata pria itu


Yuhan melihat ada yang datang, langsung menyelesaikan urusan singanya


"oh masuk" sapa Yuha


"yaa nona"


Yuhan benar benar lupa sering kejadian apa pada ciri ciri Hyohoon sampai ia tidak tau pria didepannya adalah Hyohoo


dimana Hyohoon berdiri dari lalu menatap dengan dekat arah Yuhan dan duduk di meja depan Yuhan duduk, dan Yuhan baru ingat ini adalah kelakuan agresif Hyohoon


"kamu butuh laporan ini saya terima?" tanya Yuhan


"emm, ini benar benar berada di jam kerja?"


"tidak masalah, saya yang punya jam kerja itu, selesai urusanmu, pergilah" kata Yuhan


"nona, ini laporannya"


"laporan butuh tanda tangan saya?"


"iyaa"


"aku tau kamu Hyo" kata Yuhan


Hyohoon masih diam untuk beberapa saat menatap Yuhan dengan tajam, baru membuka kacamata dan topinya


"sudah kubilang, ada apa lagi Hyo?" ucap Yuhan


"masih berusaha mendapatkanmu"


tapi ternyata Baori datang..


"kalian?" ucap Baori


Yuhan mendekati Baori dan mengaduhkan kepada pacarnya itu atas sikap Hyohoon, tapi Hyohoon tidak takut malah menantangnya, Hyohoon merasa jauh lebih kuat dan lebih muda, mengalahkan Baori akan sangat gampang


tapi Baori sadar usia bukan lagi dalam pertarungan fisik, ia menjadikan pertarungan otak saja


"dia pacarku, kenapa memgganggunya?" tanya Baori


"aku tidak mengganggunya paman" kata Hyohoon


"ini apa?"


"saya menyukai dia, tidak ada yang salah kan?"


mendengar itu, Baori langsung menampar Hyohoon sedikit keras


Baori tau memang lebih mudah Hyohoon tapi aturan dan kesopanan tetap harus dijaga baginya


disinilah Hyohoon tidak terima dan memuncak, ia hampir saja memukul balik Baori tapi terhenti karna suara teriakan seseorang


Misilia datang, melihat semua jadi kaget, dan menanyakan penjelasan semuanya


"Hyoo? pak Bao?" ucap Misilia


ketiga nya langsung terdiam dan berhenti berdebat keributan tadi


"Yuhan? apa yang mau kau jelaskan?" tanya Misilia


"ahh apa?"


"ini apa semua? kenapa ada pak Bao dan Hyo?"


"kamu kenal dengan Hyo?"


"dia mantan pacarku yang pernah kukatakan padamu Yuhan, dia yang merusak hidupku, ada urusan apa dia kesini Yuhan?"


"benar Hyo?" tanya Yuhan


Hyo hanya tersenyum


"pak Bao? apa lagi ini Yuhan?" tanya Misilia


"ahh Mi, pak Bao sebenar nya sudah menjadi pacarku" kata Yuhan


"apa? kamu serius?"


Yuhan menjelaskan semuanya kepada Misilia, barulah Misilia paham duduk masalahnya


tapi disini Misilia tidak setuju atas hubungan Yuhan dengan Hyohoon dan lebih baik bersama Baori saja


"kenapa kamu tidak setuju? apa kamu belum melupakan aku?" tanya Hyohoon dengan kepercayaan tingkat dewa


"apa yang kamu katakan? aku tidak mengharapkan apapun padamu lagi Hyo, aku ingin bebas" jawab Misilia


"lalu kenapa? kalau bukan cemburu?" tanya Yuhan


"cemburu lah, aku biasa mengganggunya dan setia bersamanya" jawab Hyohoon


"aku baru sadar selama ini kamu senggang dariku karna ini, aku cukup lega tadinya, tapi kalau tau kamu mengejar Yuhan begini.."


"apa? apa lagi?" tanya Hyohoon


Hyohoon menjawab dengan mengatakan bagaimana Misilia pernah mencintainya sangat dalam dan hubungan yang sangat bahagia sebelum akhirnya putus karna sebuah hal


setelah panjang lebar disana menjelaskan apa yang terjadi antara Hyohoon dan Misilia, barulah Yuhan paham masalah mereka berdua


"sekarang tinggal kamu saja Yuhan, kamu tetap dengan pak Bao, atau mau dengan Hyo, itu hak mu, tapi aku pikir, keputusau dengan pak Bao lebih baik meskipun aku juga masih berat juga" kata Misilia


"maaf Hyo, berkali kali aku bilang, aku tidak bisa bersama mu karna aku ada pacar, dan sahabatku tidak suka padamu, jelas kan jawabannya?" tanya Yuhan


Hyohoon menyentuh bibir Yuhan dengan jari telunjuk mengisyaratkan agar diam saja


"aku suka padamu penuh tulus, aku benar benar akan mencintai mu Yuhan" kata Hyohoon meyakinkan


Yuhan langsung menampik telunjuk Hyohoon dari bibirnya


"tapi keputusan ini, tidak membuatku untuk melepaskan Yuhan" ucap Hyohoon menatap tajam Baori


"oh ya satu lagi, terimakasih sudah membuatku kenal dengan Yuhan, aku sudah bebaskan kamu dan lepaskan kamu, tidak akan ganggu hidupmu, jadi tolong jangan ganggu aku" ucap Hyohoon kepada Misilia dengan nada pelan tapi cukup terdengar


Hyohoon pergi dari sana, Yuhan memeluk Misilia dengan sedih, Misilia juga meminta maaf karna berteman dengan nya Yuhan jadi dapat masalah seperti ini


dimana memang dimulai masalah karna pertemanan Yuhan dengan Misilia


disini Baori menenangkan Yuhan juga


berjalannya waktu..


Yuhan mulai risih dengan terus bayang bayang dari Hyohoon


saat dikantor, ia mencoba menceritakan ini kepada adiknya, tadinya Unji mau keluar agar tidak ikut campur urusannya tapi Yuhan tidak masalah karna ia punya rencana membawa Unji jadi asisten pribadi nya sekaligus boardiguard menjaganya


"nuna, tumben datang, ada apa?" tanya Boseo


"emm Bo, ada yang mau kubicarakan"


"emm saya permisi dulu" kata Unji


"yaa, lanjutkan nanti sore sebelum jam kerja berakhir saja" kata Boseo


"ahh Unji, disini saja, sekalian aku juga ada perlu dengan kamu" kata Yuhan


"oh saya disini gak papa ini?" tanya Unji


"yasudah, nuna yang meminta, diam lah disini" jawab Boseo