You Should Be Me

You Should Be Me
113



Namjoon keluar dan meminta Yuhan ganti, Yuhan benar ganti, tapi ia memakai bajunya saja karna itu sudah oversize dibadannya, yaa sudah seperti memakai dress mini karna panjangnya sampai paha tengah nya jadi tidak dipakai lah celananya tapi memakai belt agar lebih fashionable


"sayang, ayo, ini kupakai" kata Yuhan


"Haaaan, celana nya juga pakai, bukan baju nya saja"


"ini loh sudah gede Nam, lihatlah baju saja sudah mirip dress kan"


"celana nya dipakai sayang, ayo pakai" kata Namjoon menarik Yuhan masuk kamar lagi


Yuhan menurutinya saja dan memakainya


"sudah" kata Yuhan


"nah, bagus ini"


"apa bagus, aku terlihat tomboy"


"gakpapa, aku suka kamu begini"


"bukannya tipemu yang seksi?"


"gak lah, mana ada, itu Jimin"


"Jimin bilang juga kamu suka cewek seksi kok"


"gak sayang, aku sukanya kamu"


"ih, awas aja aku disuruh tutup begini semua tidak terbuka malah nanti ada yang terbuka pas kamu lirik, aku penggal kepalamu" jawab Yuhan kesal


"hehe, iyaa sayang ku, ayo baru pergi ini, mood ku membaik"


Yuhan menuruti saja apa kemauan dari Namjoon tentang style pakaiannya


mereka pergi jalan menuju Fast mall, mall terbilang paling lengkap disana


sesampainya..


melihat lihat dulu beberapa lapak yang mereka lewati, lalu bagaimana ketika mereka jalan berdua?


Yuhan yang membayari karna lebih tua, atau Namjoon membayari karna lebih merasa menjadi pria harus bertanggung jawab atau masing masing


tipe mereka hangout selalu bayar masing masing, jika salah satu nya ada lebih uang, ya membayarinya


kali ini Namjoon membayari Yuhan mau pergi ambil apa saja dimau di mall itu


"Han, ambil dah kamu mau ambil baju atau tas dan lainnya aku bayari"


"serius? yaudah aku dari tadi sudah melihati itu, ayo kesana"


"apa itu?"


"itu baju, aku pengen beli baju dress gitu, buat kalau jalan jalan sama temanku"


"yaudah"


mereka masuk, memilih milih baju, membeli, dan saat dikasir..


"berapa totalnya?"


"100won saja"


"okeh, makasih"


"kak, ada promo untuk model celana levis" kata staff kasier


"ahh, ada"


"iya ada, sebelah sana"


"bukan masalah promo nya, maksudnya celana levisnya?"


"ada kak, sebelah sana, lurus saja nanti ada jaz ke kiri"


"ahh okeh, ini bayar dulu dan titip, saya mau cari lagi"


Namjoon capek mau ikut Yuhan kemana mana, ia tau jika cewek udah berbelanja pasti lama


tapi Yuhan pengertian jadi meminta Namjoon menunggu duduk saja


"Nam, kamu duduk disana dulu deh, ini masih keliling keliling kamu capek nantinya"


"yaudah aku tunggu samping kasir itu"


"iyaa"


benar saja, untung Namjoon tidak ikut Yuhan, Yuhan berkeliling sekitar satu jam hanya di toko satu, belum toko toko lainnya


setelah semua beres, Yuhan membayarnya dan akan pergi


"ayo Nam" ucap Yuhan


"kamu sejam sayang disini, keliling liling, beli baju ini itu, gak capek?"


"hehe kelebihan cewek, mau jalan berapa langkah kalau soal belanja gak akan capek"


"dasar kamu"


mereka melihat lihat, menanyakan beberapa modelnya untuk Namjoon dan Yuhan kali ini satu pemikiran karna mereka sama sama tidak pedulikan harga, mau mahal murah atau apapun itu yang penting kualitasnya


"pilih Han" kata Namjoon


"kamu lah pilihkan aku, kok aku pilih sendiri"


"ya biar kamu tau mana kamu suka kan Han"


"kalau gini ya kamu yang carikan lah, kamu kan yang mau kasih buatku bukan buat aku minta"


"iya sih, aku bingung"


"beli semuanya saja satu toko"


"Han, ya mana duitnya nyampek ih"


"habisan, terserah aku loh, kamu kan yang mau kasih aku"


"maaf kak mengganggu, kalau boleh tau ini untuk apa cincin nya?" tanya staff toko cincin itu


"ini, untuk cincin pertunangan, yang mana rekomendasi dari mu hyung?" tanya Namjoon


"ahh, pertunangan, aku gak paham sih, temanku lebih lama disini dan paham, dia cewek, biar aku panggilkan saja ya" ucap staff


"ya hyung, terimakasih"


Namjoon menjelaskan untuk cincin lamaran pertunangan, staff tadi cowok jadi kurang paham jadi memanggil staff cewek disana


staff laki laki tadi membawa temannya staff perempuan, lalu staff laki laki menjelaskan kepada temannya tentang keluhan costumernya yang baru datang itu


barulah staff cewek itu paham dan memulai mencarikan beberapa cincin sebagai pilihan


keduanya sama sama tidak melihat, Yuhan melihat kearah etalase cincin itu sembari mengobrol dengan Namjoon, staff cewek itu sibuk mencarikan rekomendasi-an cincin nya


barulah saat staff cewek mengeluarkan lima cincin rekomendasi darinya, ia jelas menatap kearah costumer tapi ia kaget karna staff itu mengenali Yuhan


Yuhan memang tidak memakai masker dan topi seperti Namjoon jadi ia lebih mudah dikenali


Yuhan yang menoleh kearah cincin di rekomendasikan oleh staff cewek itu pun jelas menoleh dan juga kaget karna mengenali staffnya itu


"kamu" ucap Yuhan


"emm, iya, jadi mau pilih yang mana?" tanya staff itu


"terserah saja sama dia" kata Yuhan menyentuh Namjoon


"kalian kenal ya?" tanya Namjoon pada Yuhan


"sudah pilihlah saja, lalu cepat pergi" kata Yuhan


"iya sayang tunggu, ini pilih dulu aku ya"


"emm"


Namjoon memilih, ia berinteraksi dengan staff itu, tapi Yuhan hanya diam dan kaku


lalu siapa staff itu?


dia adalah Hae Jin, teman lama Yuhan yang sempat menjadi alasan atas pecahnya hubungan Yuhan dengan Aekyo


Yuhan berharap agar Haejin tidak menyadari jika bersama nya adalah Namjoon bangtan, meskipun Haejin bukan penyuka idol tapi ia pasti tau siapa Namjoon dan siapa bangtan


setelah akhirnya pas dengan pilihan yang mereka sepakati, akhirnya Namjoon membayarnya, membungkusnya dan pulang


setelah Yuhan pergi..


"kamu kenal?" tanya staff laki laki tadi


"emm iya"


"siapa? namanya? penasaran, cantik kali dia"


"cantik? menurutmu cantik?"


"cantik banget, harum nya itu loh gak eneg, seger gitu, ahh enak jadi pacar dia pasti"


"kenapa memangny?"


"gak apa sih, terkesan berkelas itu cewek nya"


Haejin hanya diam tanpa menjawab apapun, Yuhan dari dulu memang terkenal berkelas, harum parfum dikenakan juga tidak buat mual, khar aroma wangi kemahalan


"temanmu apa? sekolah?"


"sekolah, kuliah"


"ahh, pria itu?"


"tidak kenal sih, tapi dia tipe cewek yan suka pria kaya raya dan tua"


Haejin menjelaskan hal jelek nya saja dari Yuhan, ia mengatakan Yuhan adalah perempuan yang hanya suka dengan harta banyak


ia menjelaskan pada temannya, Yuhan berpacaran dengan banyak pria tua tapi kaya raya


"yaa gak masalah sih kalau ceweknya begitu, cowoknya juga mau kasih berapa pun termahal buat dia mah" kata teman Haejin